Selasa, 25 Desember 2007

LELAKI ANSHAR DENGAN TIGA ANAK PANAH

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah al-Anshari, dia ber-kata, "Dalam suatu
peperangan kami keluar bersama Rasulullah SAW menuju salah satu daerah
orang musyrik, kami berhasil menawan isteri salah seorang di antara mereka,
lalu Rasulullah SAW kembali.

Tidak lama kemudian suami perempuan tersebut datang, kemudian diceritakan
kepadanya apa yang terjadi. Suaminya bersumpah, bahwa ia tidak akan pulang
ke rumah sehingga dapat melukai para sahabat Nabi.

Ketika Rasulullah sedang dalam sebuah perjalanan, beliau berhenti di suatu
perkampungan lalu bertanya, 'Siapakah dua orang di antara kalian yang
bersedia nanti malam menjaga kami dari serangan musuh?' Seorang lelaki dari
Kaum Muhajirin dan seorang lelaki dari Anshar menjawab, 'Kami berdua akan
men-jaga engkau wahai Rasulullah.'

Dua orang lelaki tersebut berangkat menuju mulut gang perkampungan tanpa
disertai seorang pengawal pun.

Laki-laki Anshar bertanya kepada lelaki Muhajirin, 'Kamu dulu yang akan
berjaga lalu aku ataukah aku dulu baru kamu?'

Lelaki Muhajirin menjawab, 'Kamu dulu saja aku bela-kangan.'
Lalu Lelaki Muhajirin tidur, sedang lelaki Anshar mulai berdiri untuk
Qiyamullail, ia membaca ayat-ayat al-Qur´an.

Di tengah-tengah membaca ayat al-Qur´an di dalam Qiyamullail itu, suami
perempuan musyrik tersebut datang. Ketika ia melihat ada seorang lelaki
yang sedang berdiri (tidak tidur) ia menyangka pasti dia pemimpin mereka.
Lalu dengan cepat ia mengambil panah dan melepaskannya ke arah lelaki yang
sedang shalat hingga mengenainya. Lelaki Anshar itu mencabut anak panah
yang menancap di tubuhnya dalam keadaan berdiri dan tidak bergeser sedikit
pun, karena tidak ingin memutus bacaan al-Qur´annya.

Lalu suami perempuan musyrik itu mengambil satu panah lagi dan
dibidikkannya ke arah lelaki Anshar, tetapi ia kembali mencabutnya tanpa
memutuskan shalatnya dan bacaan al-Qur´annya. Suami perempuan musyrik itu
mengulangi melepas panah ke arah lelaki yang berdiri sedang Qiyamullail
untuk ketiga kalinya. Ia kembali mencabut anak panah, meletakkannya dan
melanjutkan dengan ruku´ dan sujud. Seusai shalat, lelaki Anshar
membangunkan lelaki Muhajirin yang sedang tidur sambil berkata, 'Bangun!,
sekarang tiba giliranmu.' Kemudian lelaki Muhajirin bangun dan duduk.

Ketika suami perempuan musyrik melihat ada dua orang berjaga, yang satu
menolong kawannya ia mengetahui bahwa nadzarnya telah terpenuhi.

Ternyata dari tubuh lelaki Anshar itu mengalir darah karena terkena panah
suami perempuan musyrik tadi.

Lelaki Muhajirin berkata kepada kawannya, 'Semoga Allah SWT mengampuni
dosamu, mengapa kamu tidak memberi tahu aku pada saat panah pertama
mengenai tubuhmu?'

Lelaki Anshar menjawab, 'Ketika itu aku tengah membaca salah satu surat
al-Qur´an dalam Qiyamullail-ku, aku enggan menghentikan bacaanku. Dan Demi
Allah, sekiranya aku bergeser, berusaha meninggalkan benteng pertahanan
yang Rasulullah memerintahkan agar dijaga pastilah aku binasa sebelum aku
menghentikan bacaan al-Qur´anku tadi'."

(SUMBER: 99 KISAH ORANG SHALIH, seperti yang dinukil dari Shifatush Shafwah
1/773)

Tidak ada komentar: