Selasa, 25 Desember 2007

Korban Mbah Dukun

Korban Mbah Dukun

Di Banyak media massa tersedia jasa comblang perjodohan. Masing-masing dengan berbagai model dan variasi, tapi intinya sama,mendekatkan insane yang biasanya seret jodoh. Bukan berarti yang lelaki tidak ada, tapt sederet pencari jodoh sering didominasi oleh kaum hawa. Fenomena seret jodoh?

Problematika Kaum Muda

Menemukan jodoh idaman memang menjadi cita-cita setiap insane yang masih terpelihara fitrahnya. Kaum muda sebagai generasi yang mulai memasuki ranah rawan ini biasanya mempunyai perhatian tersendiri. Usia yang semakinmerayap membuat hati terasa gundah gulana. Tidak sedikit yang telah sekian lama menapaki hari-hari tidak jua mampu menghadirkan calon belahan jiwa. Perasaan gundah ini umumnya lebih sering dialami oleh kaum wanita. Umur pernikahan bagi kaum hawa lebih mempunyai makna mendalam, salah satunya berkaitan dengan batas masa kesuburan. Maka begitu ada indikasi menemukan sang belahan jiwa muncullah rasa senang dan bahagia.

Lebih berbahagia lagi kalau pertemuan itu berlanjut menuju titin sebuah pernikahan. Begitu usai akad nikah muncullah bunga-bunga di hati, begitu gembira seolah tak pernah ada masalah. Dalam benaknya seakan tak pernah terbetik bahwa sebuah rumah tangga yang mampu mendatangkan kebahagiaan dan ketentraman pun tak lepas dari ujian dan cobaan.

Tak kunjung Tiba

Awal pernikahan memang hamper pasti selalu mengundang rasa bahagia. Namun, seperti ketika menapaki kehidupan berumahtangga, jalan menuju pernikahan itu sendiri bukannya sepi dari aral. Banyak factor yang berperan dalam masalah ini. Factor personal, factor lingkungan dan factor keluarga biasanya yang sering muncul, baik dari pihak laki-laki maupun perempuan.

Kalau minimal ketiga factor tersebut mendukung, maka sebuah usaha menyongsong sang belahan jiwa terasa begitu mudahnya Insya Allah. Hanya saja salah satu atau lebih dari factor-faktor itu tidak jarang muncul sebagai penghambat. Akhirnya jalan menuju sebuah pernikahan kadang dirasakan bagai melintas di jalan setapak dengan jalan tertatih-tatih, sangat rawan untuk mengalami kegagalan.

Tidak setiap orang mampu memenej kegagalan yang sedang dialaminya. Apalagi kalau hal itu harus dialami sampai berulang kali. Hidupnya terasa menjadi sebuah perjalanan yang begitu sulit karena membawa beban yang sangat berat sambil mendaki jalan yang terjal. Kalau beban hidup semacam ini tidak segera diuraikan dikhawatirkan akan memunculkan masalah hidup yang lain.

Jangan Salah

Setiap orang memang ingin beban yang menghimpitnya segera hilang. Hanya setiap orang mungkin punya jalan pikiran yang tidak sama. Ada yang datng ke psikiater, ada yang mempercayai ke tokoh agama, ada juga yang berusaha menghilangkan dengan cara bertukar pikiran bersama teman karibnya yang mungkin saja pernah mengalami hal serupa. Dalam masalah begini jangan salah langkah dan salah mempercayai. Repotnya di Negara yang katanya mayoritas penduduknya muslim ini masih banyak yang menyerahkan masalah hidupnya ini kepada mbah dukun.

Sebagian orang masih percaya bahwa mbah dukun mampu menyambung hati dua insan. Sehingga yang tadinya benci jadi cinta, yang tadinya bersikap menolak manjadi mau menerima. Akhirnya banyak kasus cinta mbah dukun. Tidak hanya laki-laki yang kemudian menempuh jalur cinta mbah dukun, yang perempuan pun tidak sedikit. Pun tak hanya lajang, yang sudah menikah juga konsultasi dengan mbah dukun agar tak kehilangan pasangannya.

Hanya Kepada-Nya

Sebagai seorang muslim mestinya tahu batas-batas agama yang mengatur langkah hidupnya. Segala sesuatu-termasuk kesulitan-kesulitan hidup- hendaknya selalu diserahkan hanya kepada Allah. Penyerahan di sini bukan berarti sekedar berdoa dan berkeluh kesah kepada-Nya. Di samping itu harus ada usaha yang tetap berjalan di dalam koridor syariat-Nya. Pendek kata usaha itu tidak melanggar batasan syariat Allah.

Memang kalau sekedar melihat dari usaha, dating dan berkonsultasi ke dukun juga merupakan sebentuk usaha. Misalnya orang yang merasa sudah sekian lama belum juga ketemu jodoh. Ia kemudian menghubungi dukun untuk menanyakan nasib asmaranya. Atau orang yang menyukai seseorang, tapi bertepuk sebelah tangan, kemudian dating ke dukun minta cara agar cintanya diterima. Dalam pandangan orang awam dukun memang terkesan memberikan solusi dan pemecahan. Dukun akan mengajukan beberapa syarat sebelum memberikan apa yang ia sebut jalan keluar.

Hanya masalahnya syarat dan cara penyelesaian mbah dukun hamper selalu bertabrakan dengan syaraiat. Upaya-upaya dari mbah dukun -selain irasional- selalu melibatkan pihak ketiga. Yakni majikannya, jin setan. Setan akan memberikan jalan kesesatan yang Nampak sebagai jalan keluar. Demi keselamatan manusia maka Allah mengharamkan perdukunan, walau sekedar mendatanginya.

"Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun kemudian mempercayai perkataannya, maka sungguh ia telah mengingkari apa yang dibawa Muhammad." (HR. Ahmad)

Akibat Sampingan

Mempercayai dukun merupakan tindakan kesyirikan, termasuk menganggap sang dukun punya sifat seperti Allah yakni mengetahui sesuatu yang gaib. Padahal hanya Allahlah yang memegang kunci-kunci kegaiban.

"Dan pada sisi Allahlah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri."(Al-An'am:59)

Sebagian dukun tentunya tak mau kalau dia dianggap berlaku syirik, maka sering keluar darinya kata-kata 'tawadhu'. Bahwasannya mereka hanyalah perantara, semuanya kembali kepada Yang Kuasa. Kata-kata yang terkesan merendah ini justru mengundang simpati orang banyak. Semakin larislah dia.

Saying sekali kalau kita tertipu oleh berbagai hal yang bersifat basa-basi untuk menutupi kesesatan. Termasuk juga label, karena tidak setiap dukun mengaku sebagai dukun. Bagi seorang muslim sejati, nama tidak akan mengubah hakikat, sehingga mestinya jangan sampai tertipu.

Lebih runyam lagi kalau yang tertipu adalah seorang perempuan. Tambah lagi yang ditemuainya ternyata dukun cabul. Akhirnya tertipulah ia luar dalam. Sudah hina di hadapan Allah, ditambah kehilangan kehormatannya lagi. Untuk itu hendaknya kita senantiasa berlindung kepada Allah dari Iblis dan bala tentaranya, setan. Baik dari golongan jin maupun manusia.

Sumber : Majalah Nikah edisi 10/I/2002, hal. 24-25

Makar Kaum Kuffar

Makar Kaum Kuffar

Islam dan umatnya seringkali mendapatkan perlakuan yang tak menyenangkan dari umat lain yang membencinya. Tercatat sejak negara Islam pertama kali ditegakkan di kota Madinah, musuh tak henti-hentinya mengintai dan membuat makar.

Keadaan seperti ini digambarkan oleh sahabat Rasulullah Ka'ab bin Malik dalam sebuah hadist yang panjang.

"ketika aku berjalan-jalan di pasar Madinah, seketika itu ada seorang petani yang berasal dari Syam yang dating membawa makanan untuk di jual di pasar Madinah. Dia bertanya 'Siapakah yang dapat menunjukkan Ka'ab bin Malik?' Orang-orang langsung menunjukkannya sampai ia menemuiku dan menyerahkan kepadaku surat dari Raja Ghassan. Aku adalah seorang yang dapat menulis, aku baca: amma ba'du, sesungguhnya telah sampai berita kepadaku bahwa pemimpinmu telah berpaling meninggalkanmu. Sesungguhnya Allah tidaklah menjadikan bagimu tempat yang hina dan kesia-siaan, maka bergabunglah kepada kami, kami akan menggembirakanmu" (HR. Bukhari dan Muslim)

Kisah tersebut diawali dengan absennya Ka'ab bin Malik dari perang Tabuk. Sebagai hukuman, Ka'ab bin Malik dan beberapa sahabat yang absent dari perang diboikot oleh Rasulullah dan para sahabatnya. Tidak ditegur, diberikan salam, atau diajak bicara. Dan anehnya, kondisi yang demikian ini diketahui oleh Raja Ghassan-orang kafir- yang jauh dari Madinah. Raja itu mencari celah dan titik kelemahan kaum muslimin. Maka orang itu tersebut mengirimkan surat mengajak Ka'ab untuk bergabung ikut serta dalam front kekafirannya. Petikan cerita di atas bisa menunjukkan sedikit bukti bahwa kaum kuffar tidak berhenti untuk mengintai kaum muslimin dan mencari kelemahannya.

Kisah terus berlanjut sepanjang sejarah umat Islam. Berbagai kejadian dalam perang dunia pertama dan kedua juga menunjukkan bagaimana sebenarnya makar Yahudi dan Nasrani dalam meruntuhkan kekhalifahan Turki Utsmani. Mereka memang selalu membuat makar. Allah memberitakan kegigihan orang Yahudi dan Nasrani dengan firman-Nya

"Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan ridha kepada kalian sampai kalian mengikuti millah mereka."

Memurtadkan dari ajaran Allah adalah tujuan utama mereka. Caranya beragam, dari model yang terhalus sampai tahap yang paling kasar, memerangi umat Islam secara fisik.

Beberapa Alasan

God, Glory dan Gospel, demikian semboyan para penjajah Nasrani kala itu. Alas an religius tentu yang utama. Penjajahan Nasrani atas negeri-negeri itu biasanya diiringi dengan gerakan permurtadan. Pendudukan Indonesia selama tiga abad lebih adalah fakta yang tak bisa dipungkiri. Di sisi yang lain ada alasan-alasan yang mendompleng. Diakui atau tidak, negeri-negeri kaum muslimin banyak memiliki kekayaan alam. Hasil bumi dan tambang melimpah, menggiurkan orang-orang non Islam. Ini seperti yang diberitakan oleh Rasulullah,

"Nyaris umat-umat berkumpul menghadapi kalian sebagaimana berkumpulnya orang-orang yang makan menghadapi bejana makanannya..."(HR. Abu Dawud)

Serbuan pasukan koalisi ke Irak beberapa tahun lalu hanyalah satu dari sekian banyak contoh ngilernya orang kuffar pada sumber daya alam kaum muslimin.

Menciptakan Musuh dari Dalam

Untuk melemahkan barisan umat Islam sehingga lebih mudah untuk dihancurkan, diciptakanlah kerusuhan dari dalam. Dengan munculnya ide-ide, pemikiran dan tooh-tokoh penyesat. Sebenarnya hal ini merupakan perulangan sejarah lama. Di zaman sahabat mencuat nama Abdullah bin Saba', seorang tokoh Yahudi yang menyembunyikan kekafiran dan pura-pura masuk Islam. Dengan kedok tersebut ia menyebarkan pemikiran kekufuran kepada orang-orang yang tinggal jauh dari para sahabat. Pada waktu itu wilayah kaum muslimin telah luas dibuka oleh tangan-tangan para sahabat. Ia membuat agama baru yang sekarang lebih dikenal dengan nama Syiah atau Rafidhah. Abdullah bin Saba' pertama kali mengkritisi masalah kekhalifahan sepeninggal Rasulullah. Menurutnya yang paling berhak mendapatkannya adalah Ali bin abi Thalib, bukan yang lain. Keyakinan ini terus berlanjut dengan menuhankan Ali bin abi Thalib, dan mengkafirkan hampir seluruh sahabat Nabi. Seandainya diteliti dan dipelajari apa yang ditulis dan dibicarakan oleh kaum Syiah tentang para sahabat Rasulullah, ternayata mereka menganggap bahwa para sahabat itu menyerupai komplotan pencuri dan perampok. Para sahabat nabi dipandang tidak beragama dan tidak mempunyai kata hati untuk mencegah kebohongan, kebinasaan dan kerusakan duniawiah. Padahal menurut riwayat yang sebenarnya, ternyata para sahabat itu dalam sejarah dari generasi ke generasi tercatat sebagai orang yang sangat takwa kepada Allah dan terhormat jalan hidupnya. Dan lagi, ajaran Islam tidak akan tersebar ke seluruh pelosok dunia tanpa usaha para sahabat yang dengan gagah berani sanggup meninggalkan keluarga dan kampong halaman dalam membela kebenaran yang diyakini, dalam rangka menaati Allah. Inilah di antara maka untuk menohok umat Islam dari dalam. Dan Syiah bukan satu-satunya, gerakan Ahmadiyah di dataran India pun kelahirannya banyak dibidani oleh kaum kuffar. Demikian pula sekte-sekte ekstrim lain yang bermunculan.

Pemurtadan lewat Media Massa

Melalui media massa orang-orang kuffar berusaha memperlemah kekuatan umat Islam. Di antara bentuknya:

1.. Mendakwahkan (agama) kekufuran dengan menonjolkan keistimewaannya yang semu, kasih saying dan kelemahlembutan yang semu kepada dunia seluruhnya. Umat Islam yang tak waspada akan dengan mudah terperdaya dan hati pun mudah condong kepada mereka.

2.. Menyampaikan kerancuan-kerancuan kepada kaum muslimin dalam masalah akidah, syiar-syiar keagamaan mereka. Akhirnya muncullah pendapat bahwa semua agama itu sama, tidak masalah gonta-ganti agama dan atau menikah dengan orang yang beda agama. Melalui corong anak-anak didiknya, kaum kuffar menghujamkan kerancuan-kerancuan ini sedalam-dalamnya ke tubuh umat Islam.

3.. Menyebarkan pornografi, gambar buka-bukaan dan hal-hal yang membangkitkan birahi hingga melenakan orang yang menyaksikannya, merusak ahlak, mengotori kesucian kaum muslimin. Akibatnya hilanglah rasa malu para pemuda dan pemudi Islam dan berubahlah generasi muda Islam menjadi budak-budak birahi dan penuntut kenikmatan yang murah. Beberapa langkah kemudian, dengan sukarela mereka menerima dakwah kekufuran

Inilah beberapa kiat dan usaha yang mereka lancarkan, dan tentu yang disebutkan tadi bukanlah pembatasan.

Menangkal Makar

a.. Tanamkan aqidah Islam

Ini adalah benteng paling kokoh yang harus ditancapkan, misalnya melalui kurikulum-kurikulum pendidikan sekolah resmi maupun program-program pembinaan umum, seperti kajian rutin, pertemuan, ataupun ceramah-ceramah keagamaan. Penanaman aqidah yang sahih juga bisa dilakukan melalui tulisan-tulisan, baik majalah, tabloid maupun bulletin-buletin dakwah. Secara lebih luas dakwah ini diberikan melalui media-media yang lain seperti televise, radio, internet, maupun sarana komunikasi lainnya.

a.. Menyebarkan pemahaman agama yang benar

Berbagai kerancuan yang dilancarkan kaum kuffar sebenarnya tak akan banyak membikin gerah, ketika umat Islam betul-betul memahami ajaran Islam yang sahih. Masalahnya menjadi begitu rumit di saat pemahaman Islam yang sahih tak diketahui oleh banyak kaum muslimin. Akibatnya? Setiap penyimpangan pemikiran, syubhat, 'tafsir agama baru' begitu mudahnya dimakan mentah-mentah. Sampai ujung-ujungnya, beberapa orang dengan berani mengkritisi ajaran Islam yang sahih. Dari sini, menyebarkan pemahaman dien yang benar -sesuai yang dipahami generasi utama umat ini- mutlak diperlukan.

a.. Perhatikan semua sector

Ini poin penting lain yang harus diusahakan. Yaitu memberikan perhatian yang baik dan serius kepada semua sector penting yang berkaitan dengan kehidupan seorang muslim. Baik dalam masalah pendidikan secara khusus (sekolah-sekolah formal), sector medis, atau sector-sektor yang lain. Sudah semestinya beragam sector ini ditangani secara baik, serius dan professional. Berbagai kejadian yang ada menunjukkan bahwa sector-sektor tersebut banyak dimanfaatkan oleh gerakan tanshiriyah untuk memurtadkan umat Islam.

a.. Membangkitkan interaksi social

Setiap mukmin bersaudara. Demikian petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Hal itu sekaligus memberikan isyarat bahwa seorang mukmin punya keterkaitan dengan mukmin yang lain. Termasuk dalam masalah social. Orang-orang yang kaya hendaknya memperhatikan hak-hak si miskin, membuka tangan-tangan mereka untuk memberikan harta dan membantu program-program social mereka. Hal ini merupakan peluang beramal kebajikan orang yang berpunya.

"Barangsiapa yang menghilangkan kesusahan seorang mukmin di dunia, maka Allah akanmenghilangkan kesusahannya pada hari kiamat."(HR. Muslim)

Di samping itu umat Islam mestinya memenuhi anjuran syariat untuk melakukan persiapan jihad sebagaimana yang diisyaratkan Allah,

"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggetarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahui; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya(dirugikan)". (Al-Anfal:60)

Sumber: Majalah Nikah edisi 02/II/2003, Hal.28-30

Tentang Hadist

Pengertian Hadits
Hadits adalah segala perkataan (sabda), perbuatan dan ketetapan dan
persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan ataupun hukum
dalam agama Islam. Hadits dijadikan sumber hukum dalam agama Islam selain
Al-Qur'an, Ijma dan Qiyas, dimana dalam hal ini, kedudukan hadits merupakan
sumber hukum kedua setelah Al-Qur'an.
Ada banyak ulama periwayat hadits, namun yang sering dijadikan referensi
hadits-haditsnya ada tujuh ulama, yakni Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu
Daud, Imam Turmudzi, Imam Ahmad, Imam Nasa'i, dan Imam Ibnu Majah.
Ada bermacam-macam hadits, seperti yang diuraikan di bawah ini.
* Hadits yang dilihat dari banyak sedikitnya perawi
o Hadits Mutawatir
o Hadits Ahad
* Hadits Shahih
* Hadits Hasan
* Hadits Dha'if
* Menurut Macam Periwayatannya
o Hadits yang bersambung sanadnya (hadits Marfu' atau Maushul)
o Hadits yang terputus sanadnya
* Hadits Mu'allaq
* Hadits Mursal
* Hadits Mudallas
* Hadits Munqathi
* Hadits Mu'dhol
* Hadits-hadits dha'if disebabkan oleh cacat perawi
o Hadits Maudhu'
o Hadits Matruk
o Hadits Mungkar
o Hadits Mu'allal
o Hadits Mudhthorib
o Hadits Maqlub
o Hadits Munqalib
o Hadits Mudraj
o Hadits Syadz
* Beberapa pengertian dalam ilmu hadits
* Beberapa kitab hadits yang masyhur / populer


I. Hadits yang dilihat dari banyak sedikitnya Perawi
I.A. Hadits Mutawatir
Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok orang dari beberapa sanad
yang tidak mungkin sepakat untuk berdusta. Berita itu mengenai hal-hal yang
dapat dicapai oleh panca indera. Dan berita itu diterima dari sejumlah orang
yang semacam itu juga. Berdasarkan itu, maka ada beberapa syarat yang harus
dipenuhi agar suatu hadits bisa dikatakan sebagai hadits Mutawatir:
1. Isi hadits itu harus hal-hal yang dapat dicapai oleh panca indera.
2. Orang yang menceritakannya harus sejumlah orang yang menurut ada
kebiasaan, tidak mungkin berdusta. Sifatnya Qath'iy.
3. Pemberita-pemberita itu terdapat pada semua generasi yang sama.

I.B. Hadits Ahad
Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang atau lebih tetapi tidak mencapai
tingkat mutawatir. Sifatnya atau tingkatannya adalah "zhonniy". Sebelumnya
para ulama membagi hadits Ahad menjadi dua macam, yakni hadits Shahih dan
hadits Dha'if. Namun Imam At Turmudzy kemudian membagi hadits Ahad ini
menjadi tiga macam, yaitu:
I.B.1. Hadits Shahih
Menurut Ibnu Sholah, hadits shahih ialah hadits yang bersambung sanadnya. Ia
diriwayatkan oleh orang yang adil lagi dhobit (kuat ingatannya) hingga
akhirnya tidak syadz (tidak bertentangan dengan hadits lain yang lebih
shahih) dan tidak mu'allal (tidak cacat). Jadi hadits Shahih itu memenuhi
beberapa syarat sebagai berikut :
1. Kandungan isinya tidak bertentangan dengan Al-Qur'an.
2. Harus bersambung sanadnya
3. Diriwayatkan oleh orang / perawi yang adil.
4. Diriwayatkan oleh orang yang dhobit (kuat ingatannya)
5. Tidak syadz (tidak bertentangan dengan hadits lain yang lebih
shahih)
6. Tidak cacat walaupun tersembunyi.
I.B.2. Hadits Hasan
Ialah hadits yang banyak sumbernya atau jalannya dan dikalangan perawinya
tidak ada yang disangka dusta dan tidak syadz.
I.B.3. Hadits Dha'if
Ialah hadits yang tidak bersambung sanadnya dan diriwayatkan oleh orang yang
tidak adil dan tidak dhobit, syadz dan cacat.

II. Menurut Macam Periwayatannya
II.A. Hadits yang bersambung sanadnya
Hadits ini adalah hadits yang bersambung sanadnya hingga Nabi Muhammad SAW.
Hadits ini disebut hadits Marfu' atau Maushul.

II.B. Hadits yang terputus sanadnya
II.B.1. Hadits Mu'allaq
Hadits ini disebut juga hadits yang tergantung, yaitu hadits yang permulaan
sanadnya dibuang oleh seorang atau lebih hingga akhir sanadnya, yang berarti
termasuk hadits dha'if.
II.B.2. Hadits Mursal
Disebut juga hadits yang dikirim yaitu hadits yang diriwayatkan oleh para
tabi'in dari Nabi Muhammad SAW tanpa menyebutkan sahabat tempat menerima
hadits itu.
II.B.3. Hadits Mudallas
Disebut juga hadits yang disembunyikan cacatnya. Yaitu hadits yang
diriwayatkan oleh sanad yang memberikan kesan seolah-olah tidak ada
cacatnya, padahal sebenarnya ada, baik dalam sanad ataupun pada gurunya.
Jadi hadits Mudallas ini ialah hadits yang ditutup-tutupi kelemahan
sanadnya.
II.B.4. Hadits Munqathi
Disebut juga hadits yang terputus yaitu hadits yang gugur atau hilang
seorang atau dua orang perawi selain sahabat dan tabi'in.
II.B.5. Hadits Mu'dhol
Disebut juga hadits yang terputus sanadnya yaitu hadits yang diriwayatkan
oleh para tabi'it dan tabi'in dari Nabi Muhammad SAW atau dari Sahabat tanpa
menyebutkan tabi'in yang menjadi sanadnya. Kesemuanya itu dinilai dari ciri
hadits Shahih tersebut di atas adalah termasuk hadits-hadits dha'if.

III. Hadits-hadits dha'if disebabkan oleh cacat perawi
III.A. Hadits Maudhu'
Yang berarti yang dilarang, yaitu hadits dalam sanadnya terdapat perawi yang
berdusta atau dituduh dusta. Jadi hadits itu adalah hasil karangannya
sendiri bahkan tidak pantas disebut hadits.
III.B. Hadits Matruk
Yang berarti hadits yang ditinggalkan, yaitu hadits yang hanya diriwayatkan
oleh seorang perawi saja sedangkan perawi itu dituduh berdusta.
III.C. Hadits Mungkar
Yaitu hadits yang hanya diriwayatkan oleh seorang perawi yang lemah yang
bertentangan dengan hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang terpercaya /
jujur.
III.D. Hadits Mu'allal
Artinya hadits yang dinilai sakit atau cacat yaitu hadits yang didalamnya
terdapat cacat yang tersembunyi. Menurut Ibnu Hajar Al Atsqalani bahwa hadis
Mu'allal ialah hadits yang nampaknya baik tetapi setelah diselidiki ternyata
ada cacatnya. Hadits ini biasa disebut juga dengan hadits Ma'lul (yang
dicacati) atau disebut juga hadits Mu'tal (hadits sakit atau cacat).
III.E. Hadits Mudhthorib
Artinya hadits yang kacau yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi
dari beberapa sanad dengan matan (isi) kacau atau tidak sama dan kontradiksi
dengan yang dikompromikan.
III.F. Hadits Maqlub
Artinya hadits yang terbalik yaitu hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang
dalamnya tertukar dengan mendahulukan yang belakang atau sebaliknya baik
berupa sanad (silsilah) maupun matan (isi).
III.G. Hadits Munqalib
Yaitu hadits yang terbalik sebagian lafalnya hingga pengertiannya berubah.
III.H. Hadits Mudraj
Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi yang didalamnya terdapat
tambahan yang bukan hadits, baik keterangan tambahan dari perawi sendiri
atau lainnya.
III.I. Hadits Syadz
Hadits yang jarang yaitu hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang tsiqah
(terpercaya) yang bertentangan dengan hadits lain yang diriwayatkan dari
perawi-perawi (periwayat / pembawa) yang terpercaya pula. Demikian menurut
sebagian ulama Hijaz sehingga hadits syadz jarang dihapal ulama hadits.
Sedang yang banyak dihapal ulama hadits disebut juga hadits Mahfudz.

IV. Beberapa pengertian (istilah) dalam ilmu hadits
IV.A. Muttafaq 'Alaih
Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari sumber
sahabat yang sama, atau dikenal juga dengan Hadits Bukhari - Muslim.
IV.B. As Sab'ah
As Sab'ah berarti tujuh perawi, yaitu:
1. Imam Ahmad
2. Imam Bukhari
3. Imam Muslim
4. Imam Abu Daud
5. Imam Tirmidzi
6. Imam Nasa'i
7. Imam Ibnu Majah
IV.C. As Sittah
Yaitu enam perawi yang tersebut pada As Sab'ah, kecuali Imam Ahmad bin
Hanbal.
IV.D. Al Khamsah
Yaitu lima perawi yang tersebut pada As Sab'ah, kecuali Imam Bukhari dan
Imam Muslim.
IV.E. Al Arba'ah
Yaitu empat perawi yang tersebut pada As Sab'ah, kecuali Imam Ahmad, Imam
Bukhari dan Imam Muslim.
IV.F. Ats tsalatsah
Yaitu tiga perawi yang tersebut pada As Sab'ah, kecuali Imam Ahmad, Imam
Bukhari, Imam Muslim dan Ibnu Majah.
IV.G. Perawi
Yaitu orang yang meriwayatkan hadits.
IV.H. Sanad
Sanad berarti sandaran yaitu jalan matan dari Nabi Muhammad SAW sampai
kepada orang yang mengeluarkan (mukhrij) hadits itu atau mudawwin (orang
yang menghimpun atau membukukan) hadits. Sanad biasa disebut juga dengan
Isnad berarti penyandaran. Pada dasarnya orang atau ulama yang menjadi sanad
hadits itu adalah perawi juga.
IV.I. Matan
Matan ialah isi hadits baik berupa sabda Nabi Muhammad SAW, maupun berupa
perbuatan Nabi Muhammad SAW yang diceritakan oleh sahabat atau berupa
taqrirnya.

V. Beberapa kitab hadits yang masyhur / populer
1. Shahih Bukhari
2. Shahih Muslim
3. Riyadhus Shalihin
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/hadits