<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977</id><updated>2011-04-21T18:21:53.323-07:00</updated><category term='kajian'/><category term='Cerpen'/><category term='sahabat'/><category term='ulama'/><title type='text'>Ade's Collection dan Mind</title><subtitle type='html'>Dari kesukaan dalam membaca artikel islami maka kubuat kumpulan artikel ini dan kedepannya akan kucoba tuangkan Pemikiran,Cerita dan Pengalamanku...^_^ (mohon doanya!)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://adehendraputra.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adehendraputra.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>adehp</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17702273497948511434</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>50</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977.post-9013849675170518402</id><published>2008-03-18T02:13:00.000-07:00</published><updated>2008-03-18T02:19:29.490-07:00</updated><title type='text'>Pindahan Blog</title><content type='html'>Assalamu'alaykum wr wb&lt;br /&gt;Yth. Rekan2 semua&lt;br /&gt;    Ade pribadi mo ngabarin klo ada pemindahan blog ini ke hikmahku.wordpress.com dan Insya Allah dengan pemindahan ini lebih memudahkan saya pribadi untuk bisa lebih istiqomah dalam mengisi blog tausiyah ini. Dan Akhir kata, Mohon maaf ya atas salah2 kata yg tertulis dalam tulisan 2 diblog ini semoga lebih baik lagi kedepannya diblog baru.&lt;br /&gt;O ya, link adehendraputra.co.nr yg biasa ngelink kesini juga dipindah ke adehp.wordpress.com (blog personalku).&lt;br /&gt;Wassalamu'alaykum wr wb&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3322941581416136977-9013849675170518402?l=adehendraputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adehendraputra.blogspot.com/feeds/9013849675170518402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3322941581416136977&amp;postID=9013849675170518402' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/9013849675170518402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/9013849675170518402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adehendraputra.blogspot.com/2008/03/pindahan-blog.html' title='Pindahan Blog'/><author><name>adehp</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17702273497948511434</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977.post-1291240681423096728</id><published>2008-02-02T23:35:00.000-08:00</published><updated>2008-02-02T23:36:18.223-08:00</updated><title type='text'>Nyanyian Cinta</title><content type='html'>&lt;p&gt;Untuk merefresh isi blogku maka ku masukan cerpen2 yg menggugah hati :)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Habiburrahman El Shirazy&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Cairo memasuki musim semi. Pagi yang indah. Langit yang cerah. Orang-orang menatap hari dengan penuh gairah. Bgitu juga Mahmid. Ia melangkah memasuki gerbang Universitas Al Azhar dengan semangat membuncah. Fakultas Dakwah di Nasr City demikian ia cintai. Ia bayangkan hari yang indah penuh barakah. Mata kuliah Sirah Nabawiyyah, Fiqih Dakwah, Fiqh Al Muqaranah, Qiraah Sab’ah, Syaikh Fahmi Abdullah, Syaikh Yahya Ash Shabrawi, Prof. Dr. Abdul Aziz Abdih, teman-teman yang sesemangat, seirama dan se-ghirah. Mencintai rasulullah seutuhnya, tekad membaktikan diri sepenuhnya pada agama Allah. Semuanya menjadi cahaya dalam dada. Menjadi mentari bagi semangatnya.&lt;br /&gt;       “Sebelum diangkat menjadi seorang nabi, Muhammad saw. Telah dikenal sebagai orang yang paling menjaga amanah di seantero kota  Makkah. Shingga beliau diberi gelar Al Amin. Orang yang sangat bisa dipercaya. Orang yang sangat menjaga amanah. Sifat inilah yang semestinya dimiliki setiap muslim.”&lt;br /&gt;       “Menjaga amanah adalah ruh agama ini. Umur yang diberikan Allah kepada kita adalah amanah. Langkah kaki kita adalah amanah. Pandangan mata kita adalah amanah. Hidup kita adalah amanah. Menjaga amanah adalah inti ajaran agama mulia ini. Rasulullah bersabda, Laa diina liman laa amanita lahu. Tidak beragama orang yang tidak menjaga amanah!…&lt;br /&gt;       Hari ini ia mendapatkan penjelasan yang dalam tentang amanah, satu dari empat sifat utama Rasulullh. Prof. Dr. Abdul Aziz Abduh, Guru Besar Ilmu Dakwah menguraikannya dengan bahasa yang menghidupkan jiwa. Kampus tertua di dunia ini tiada henti menempa generasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;* * *&lt;br /&gt;       Pukul dua siang ia pulang. Naik bis menuju Ramsis, ia menyewa sepetak kamar di sebuah rumah tua di kawasan Ramsis. Kamar yang pernah disewa sepupunya yang kini telah menikah dan punya rumah di daerah Katamea. Tuan rumahnya sangat baik. Tak pernah menagih uang sewa kamar. Ia sendiri yang sering malu. Malu pada diri sendiri dan tentu malu pada tuan rumah. Pernah ia tidak bisa bayar sewa rumah enam bulan. Dan pemilik rumah tak jua menagih. Kali ini, sudah empat bulan ia belum bayar. Otaknya terus berputar dari mana ia akan dapat uang. Meminta orangtua yang sudah renta sangat tidak mungkin.&lt;br /&gt;       Ia hanya selalu yakin bisa membayar. Allah Mahakaya. Sudah tiga puluh lamaran ia kirimkan ke tempat-tempat yang teriklankan di koran Ahram membuka lowongan. Namun tidak satu pun panggilan ia dapatkan, apalagi pekerjaan.&lt;br /&gt;       Sementara ini, untuk memenuhi kebutuhan harian, ia berjualan buku-buku, majalah dan kaset-kaset islami di depan masjid Ramsis. Ia tidak bisa menggelar dagangannya setiap waktu. Sebab harus berbagi dengan jam kuliah. Boleh dikata ia punya kesempatan serius menjajakan dagangannya hanya pada hari Jumat. Ketika kuliah libur. Keuntungannya menjual buku tak seberapa.&lt;br /&gt;       Ketika bis sasmpai Ramsis ia turun. Seperti biasa ia langkahkan kakinya menuju masjid El Fath. Ia ingin melepas penat, sambil meunggu Ashar tiba. Ia masuk masjid. Terasa teduh. Masjid-masjid di Cairo selalu meneduhkan. Ia pilih sebuah tiang. Duduk, dan menyandarkan punggungnya, ke tiang. Tas hitamnya ia lepas. Ia letakkan di samping kanan. Kedua kakinya ia selonjorkan. Perlahan matanya memejam, namun pikirannya tetap melayang-layang. Dari mana ia akan dapatkan uang. Dari mana ia akan bayar sewa kontrakan. Ya Allah, mohon berikan aku jalan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-33"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;       Azan Ashar berkumandang. Ia bangkit. Harus segera turun sebelum orang mulai banyak. Ia harus buang air kecil dan ambil wudlu. Ia turun menuju kamar kecil. Benar. Orang mulai banyak. Belasan kamar kecil tertutup. Untung masih ada satu yang terbuka. Kosong. Ia masuk. Ia tutup pintunya. Di pintu ia temukan tas hitam kumal tergantung.&lt;br /&gt;       “Ada yang lupa membawa barangnya.” Gumamnya.&lt;br /&gt;       Di mana-mana, di muka bumi ini, barang tertinggal di kamr kecil sudah jamak dan biasa. Di kamar kecil masjid Annur Abbasea ia pernah menemukan kaca mata tertinggal. Di kamar kecil masjid Sayyeda Zaenab ia pernah menemukan bungkusan plastik hitam. Ternyata isinya dua kilo ikan tuna. Dan pemiliknya ternyata seorang mahasiswa dari Indonesia yang baru saja belanja di pasar Sayyeda Zaenab. Entah kenapa ia sering menemukan barang-barang yang tertingglal di kamar kecil.&lt;br /&gt;       Ia ambil tas itu, lalu keluar dan berteriak ke arah orang-orang yang sedang berwudlu, “Ada yang merasa memiliki tas ini!”&lt;br /&gt;       Tak ada yang menjawab.&lt;br /&gt;       Sekali lagi ia berteriak, “Perhatian! Maaf, ada yang merasa memiliki tas ini. Aku temukan tergantung di kamar kecil nomor tiga belas.”&lt;br /&gt;       “Pemiliknya mungkin sudah naik ke atas.” Sahut seseorang.&lt;br /&gt;       “Serahkan saja pada pengurus masjid. Siapa tahu nanti pemiliknya mencari!” Sahut yang lain.&lt;br /&gt;       “ Ya, serahkan saja pada pengurus masjid, biar nanti setelah shalat diumumkan.”&lt;br /&gt;       “Baik.”&lt;br /&gt;       Ia langsung bergegas ke tempat pengurus masjid. Menyerahkan tas itu dan ihwal penemuannya. Pengurus masjid yang berjenggot lebat itu tersenyum ramah dan berkata, “Bukankah kau yang biasa berjulan buku di depan?”&lt;br /&gt;       “Benar paman.”&lt;br /&gt;       “Siapa namamu?”&lt;br /&gt;       “Mahmud. Lengkapnya Mahmud Ali El Kayyis.”&lt;br /&gt;       “Apa yang kau lakukan sangat tepuji. Sesuai dengan namamu.  Tidak semua orang yang menemukan tas berusaha disampaikan yang berhak dan yang berwenag mengurusinya.&lt;br /&gt;Aku bangga padamu. Semoga Allah memberkahi perbuatanmu, Anakku. Kau telah menunaikan amanah, dan insya Allah akan kami tunaikan amanah ini!”&lt;br /&gt;       Ia kembali turun untuk memenuhi hajatnya yang tertunda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;* * *&lt;br /&gt;       Usai shalat, pengurus masjid El Fath mengumumkan perihal ditemukannya tas hitam. Jika ada yang merasa memilikinya harap menemui imam masjid.&lt;br /&gt;       Ia lega mendengar pengumuman itu. Berharap apa yang dilakukannya berpahala. Apapun isi tas itu, pasti yang punya merasa akan bahagia mendapatkannya kembali. Seperti saat ia lupa buku diktatnya tertinggal di masjid kampus. Ia benar-benar lupa saat itu. Sebelum shalat ia letakkan buku diktatnya di antara lemari tempat penyimpanan mushaf. Usai shalat ia langsung cabut pulang. Malamnya saat hendak membaca ulang tidak ia dapati bukunya. Barulah ia ingat, bukunya tertinggal di masjid. Ia sangat sedih. Buku itu sangat berharga baginya. Bagi sementara orang harganya mungkin murah. Tak seberapa. Tapi bagi dirinya yang serba kekurangan, buku itu sangat mahal. Sangat berharga. Pagi harinya ia bersegera ke kampus langsung ke masjid. Dan tidak ia temui bukunya di atas lemari. Ia sempat meneteskan airmata.&lt;br /&gt;       “Oh siapakah yang mengambil bukuku? Untuk apa?”&lt;br /&gt;       Ia coba beranikan bertanya pada seorang mahasiswa yang biasa menjaga masjid. Mahasiswa itu tersenyum dan berkata “Mari ikut saya!”&lt;br /&gt;       Mahasiswa itu mengajaknya masuk ke ruang pengurus. Lalu mengambil sesuatu di rak. Sebuah buku.&lt;br /&gt;       “Inikah bukumu itu?”&lt;br /&gt;       “Benar.” Jawabnya dengan penuh suka cita.&lt;br /&gt;       “Ambilah, Saudaraku. Apapun yang berada di rumah Allah ini insya Allah aman.”    &lt;br /&gt;       Ia sangat bahagia saat itu. Benar-benar bahagia. Ia seperti terlepas dari kesulitan besar. Saat ia memegang kembali bukunya ia merasa menjadi orang paling bahagia diatas muka bumi ini.&lt;br /&gt;       Ia berharap pemilik tas itu juga akan merasakan hal yang sama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;* * *&lt;br /&gt;       Hari berikutnya ia kembali kuliah. Dengan semangat. Dan seperti biasa mampir di masjid Ramsis untuk shalat Ashar. Usai shalat, pengurus masjid mengumumkan bahwa kemarin ditemukan tas hitam itu tergantung di kamar kecil. Jika ada yang merasa memiliki boleh menghubungi imam. Ia mafhum bahwa pemilikinya belum mengembilnya. Namun ia sangat lega, dengan mendengar pengumum itu ia jadi sangat yakin bahwa orang-orang masjid sangat bisa dipercaya, sangat bisa diandalkan keamanahannya.&lt;br /&gt;       Usai shalat, ia bergegas ke kontrakannya. Ia ingin menggelar dagangan bukunya. Bakda Maghrib ada pengajian Syaikh Sya’rawi. Biasanya jamaah membludak. Semoga di antara mereka ada yang berminat membeli buku dagangannya, terutama buku-buku yang ditulis Syaikh Sya’rawi yang dikenal sangat merakyat dan dalam ilmunya.&lt;br /&gt;       Begitu sampai kontrakan. Ia langsung mandi. Cepat sekali. Ganti pakaian. Pakai minyak wangi pemberian Rahmi, teman karibnya satu kampus yang suka jual minyak. Dua kardus besar ia letakan di kedua bahunya. Sebuah tikar plastik ia selipkan antara kardus dan kepalanya. Terasa sangat berat. Tapi inilah hidup. Inilah jihad. Dan jika sudah terbiasa jadi terasa ringan-ringan saja. Ia turuni tangga. Sebab kamarnya ada di lantai tiga. Lalu berjalan melewati lorong-lorong sempit. Menyusuri trotoar. Melewati deretan gedung perkantoran. Sampai di depan Bank Ahli ia turunkan kardusnya. Ia kelelahan.&lt;br /&gt;       Setelah cukup ia lanjutkan perjalanan. Menyeberang jalan. Sebuah sedan merah melaju kencang. Nyaris menyerempet kaki kanannya. Ia beristighfar sementara sopir sedan mengumpat-umpat tidak karuan. Empat menit kemudian ia sampai di tujuan. Trotoar depan masjid El Fath Ramsis. Ia turunkan pelan-pelan dua kardusnya. Ia gelar tikar. Lalu ia tata dan ia susun buku dagangannya sedemikian rupa. Demikian juga kaset-kaset dan majalah. Buku-buku Syaikh Sya’rawi ia susun semenarik mungkin di bagian paling depan. Sehingga tampak menonjol dan memikat hati yang melihatnya.&lt;br /&gt;       Senja mulai pekat. Langit memerah di sebelah barat. Lampu-lampu kota mulai menyala. Orang-orang mulai deras berdatangan. Hatinya riang. Sudah delapan buku yang terjual. Semuanya buku fatwanya Syaikh Sya’rawi. Keuntungan masing-masing buku tiga pound. Sebelum Maghrib ia sudah dapat dua puluh empat pound. Ia tersenyum.&lt;br /&gt;       “Alhamdulillah ya Rabb.” Pujinya pada Tuhan yang memberi rejeki.&lt;br /&gt;       Ia lalu berharap jika Syaikh Sya’rawi tiap hari memberi ceramah di masjid Ramsis. Atau ada seratus ulama seperti Syaikh Sya’rawi, dan semuanya menulis buku. Lalu semuanya memberikan ceramah masjid Ramsis, tempatnya menggelar dagangan. Jika tiap hari ia bisa untung dua pukuh lima pound&lt;br /&gt;saja, maka dalam satu bulan ia akan punya masukan paling tidak tujuh ratus lima puluhan pound. Dan itu sangat cukup untuk membayar sewa kamar, makan, ongkos bis, dan buku. Bahkan ia bisa menargetkan kapan menikah. Ah kenapa ia tiba-tiba berpikir menikah.&lt;br /&gt;       “Ya Kapten, lau samah, bikam syarith dzai?”1&lt;br /&gt;       Suara seorang perempuan membuyarkan lamunannya. Ia mengarahkan matanya ke asal suara. Hatinya bergetar sesaat. Di hadapannya seorang gadis berparas elok berjilbab putih berjongkok sambil memegang sebuah kaset. Ya, kaset ceramah Syaikh Sya’rawi berjudul: Al Mar’ah Ash-Shalihah. Satu detik matanya beradu dengan mata gadis itu. Ia menangkap kecantikannya.mata yang bundar dan bening. Muka yang bersih dengan tahi lalat di dagu kirinya. Ia segera menahan matanya, mengalihkannya ke kaset yang di pegang gadis itu.&lt;br /&gt;       “E… sab’ah junaihat.”2     &lt;br /&gt;       “Ghali awi!”3&lt;br /&gt;       “La ya anisah, hadza jaded.”4&lt;br /&gt;       “Arba’ah mumkin?”5 Gadis itu menawar.&lt;br /&gt;       “Musy mumkin, afwan.”6&lt;br /&gt;       “Khamsah la azid.”7&lt;br /&gt;       “Masyi.”8&lt;br /&gt;       Gadis itu mengambil kaset dan memasukannya ke dalam tas, lantas mengeluarkan lima pound. Ia mengambil uang itu seraya mengucapkan, “Terima kasih, Nona.”&lt;br /&gt;       Setelah gadis itu berlalu ia raba hatinya. Masih ada getaran. Ia jadi berpikir, kenapa ia baru mengangankan nikah, tiba-tiba langsung ada gadis di hadapannya. Gadis yang membuat hatinya bergetar. Apakah ini tanda-tanda.&lt;br /&gt;       “Ah, astaghfirullah, aku tak mau dijebak setan!” cepat-cepat ia menolak pikirannya.bukankah sudah tidak terhitung gadis berjilbab yang membeli dagangannya? Di antara mereka bahkan banyak yang lebih cantik dari gadis tadi. Kenapa tiba-tiba ia harus bergetar, harus merasa sesuatu yang lain?&lt;br /&gt;       Saat Maghrib tiba masjid telah penuh. Ia merasa tidak perlu masuk masjid. Cukup menggelar koran dan ikut shalat jamaah di samping dagangannya. Usai shalat Syaikh Sya’rawi memberikan ceramahnya. Berkali-kali tasbih dan kalimat tauhid terdengar gemuruh dari para pendengar. Di tengah-tengah asyiknya mendengarkan ceramah. Sambil sesekali melayani pembeli tba-tiba seorang lelaki berjenggot bermuka ramah mendatanginya. Lelaki itu tak lain adalah salah satu pengurus masjid El Fath.&lt;br /&gt;       “Apa kabarmu Nak? Laris?”&lt;br /&gt;       “Alhamdulillah, saya baik. Rejeki hari ini juga baik.” &lt;br /&gt;       “Syukur kalau begitu. E, begini Nak….”&lt;br /&gt;       “Ya, Paman. Ada apa?”&lt;br /&gt;       “Ada yang punya   perlu denganmu. Jika kau tidak keberatan. Habis shalat Isya datanglah ke kantor pengurs masjid.”      &lt;br /&gt;       “Perlu apa ya kira-kira, Paman?”&lt;br /&gt;       “Insya Allah baik untukmu. Bisa?”&lt;br /&gt;       “Insya Allah, Paman.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;* * *&lt;br /&gt;       Syaikh Sya’rawi memberikan siraman penyejuk jiwa sampai Isya. Beliau juga mengimami shalat Isya. Acara ceramah beliau disiarkan langsung ke seluruh penjuru Timur Tengah oleh sebuah stasiun televisi. Usai shalat, Mahmud sibuk dengan para pembeli bukunya. Semua buku tulisan Syaikh Sya’rawi ludes. Kaset ceramah beliau tersisa tiga. Buku-buku yang lain juga banyak dibeli. Ketika masjid mulai sepi, ia mengemasi dagangannya.&lt;br /&gt;       “Ini sungguh hari yang penuh keberuntungan.” Katanya pada diri sendiri. Separo bukunya terjual. Ia menaksir keuntungannya hari itu kira-kira seratus empat puluh pound.&lt;br /&gt;       “Lumayan, bisa untuk menyelamatkan muka. Bisa untuk membayar sewa kamar dua bulan.” Gumamnya pada diri sendiri.&lt;br /&gt;       Setelah mengikat kardusnya ia melangkah ke masjid. Ia bawa barang dagangannya ke masjid. Ia letakkan di balik pintu masuk, lalu menuju salah satu ruang yang digunakan sebagai kantor para pengurus. Di sana ada beberapa orang yang berkumpul. Ia mengetuk pintu memberi salam. Yang ada di situ serentak menjawab salam. Sekilas ia kitarkan pandangan. Tak ada Syaikh Sya’rawi. Mungkun telah diantar pulang.&lt;br /&gt;       “Nak Mahmud, silakan duduk.” Lelaki berjenggot bermuka ramah mempersilakan duduk.&lt;br /&gt;       “Terima kasih.” Jawabnya. Ia lalu duduk di kursi yang masih kosong.&lt;br /&gt;       “Diakah pemuda itu?” Seorang lelaki setengah baya berwajah bersih tiba-tiba berkata sambil memandang kearah Mahmud.&lt;br /&gt;       “Benar, dialah orangnya.” Jawab lelaki berjenggot bermuka ramah.&lt;br /&gt;       Mahmud yang merasa dirinya jadi obyek pembicaraan spontan bertanya,&lt;br /&gt;       “Kalian membicarakan aku?”&lt;br /&gt;       “Iya Nak Mahmud. Seperti yang saya sampaikan bakda shalat Maghrib tadi. Ada orang yang perlu denganmu. Ceritanya begini, bapak ini adalah Tuan Ragib Ali Ridhwan Hamid Ghazali. Beliaulah pemilik tas hitam yang kautemukan. Beliau ingin berterima kasih padamu.” Lelaki berjenggot bermuka ramah menjlaskan.&lt;br /&gt;       “Benar Nak Mahmud. Saya sangat berterima kasih padamu. Sebagai rasa terima kasih, saya ingin memberikan sesuatu padamu. Nilainya mungkin tidak seberapa tapi semoga menjadi tanda syukur. Karena siapa yang tidak berterima kasih pada manusia dia tidak berterima kasih kepada Allah.” Kata lelaki setengah baya berwajah bersih bernama Ragab itu.&lt;br /&gt;       Mahmud belum sempat mengucapkan sepatah kata, namun Tuan Ragab telah berdiri dan mengulurkan amplop kepadanya. Dengan spontan Mahmud menolaknya seraya berkata,&lt;br /&gt;       “Sebentar Tuan Ragab. Kemarin itu saya hanya menunaikan amanah karena Allah. Itu saja. Itu sudah menjadi kewajiban saya sebagai seorang muslim. Jadi, rasanya tidak semestinya saya menerima yang berlebih. Tidak perlu berterima kasih atas sebuah kewajiban. Bersyukurlah pada Allah.”&lt;br /&gt;       “Iya. Kau benar. Tapi tolong terimalah tanda terima kasih saya padamu Nak. Terima kasih saya atas amanah yang kautunaikan.” Desak Tuan Ragab.&lt;br /&gt;       “Maaf, janganlah Tuan memaksa saya untuk menerima&lt;br /&gt;sesuatu sebagai imbalan kewajiban yang harus saya tunaikan.&lt;br /&gt;Tolong, saya hanya melakukan karena Allah. Tolong. Saya sampaikan empati saya atas sikap Tuan yang hendak berterima kasih pada saya. Saya terima ungkapan terima kasihnya. Tapi tidak untuk sesuatu yang hendak Bapak berikan pada saya. Sekali lagi jangan paksa saya!”&lt;br /&gt;       Tuan Ragab memandang kepada lelaki imam masjid yang hanya dengan diam saja sejak tadi. Sang imam mengisyaratkan dengan gelengan kepala dan telapak tangannya agar dia jangan memaksa.&lt;br /&gt;       “Baiklah aku tak bisa memaksa. Tapi apakah kau tahu isi  tas hitam itu?” kata Tuan Ragab.&lt;br /&gt;       Mahmud menggelengkan kepala seraya berkata, “saya sama sekali tidak membukanya.”&lt;br /&gt;       “Aku percaya kamu tidak membukanya karena isinya masih utuh semua. Untung kamu tidak membukanya, kalau kamu membukanya setan mungkun akan memperdaya kamu agar kamu tidak menunaikan amanah dengan sebenar-benarnya. Lihatlah Nak Mahmud, ini isinya.”&lt;br /&gt;       Tuan Ragab lalu mengeluarkan isi tas hitam. Pertama-tama koran bekas yang telah lecek. Bungkusan plastik hitam. Sebuah kantong kain berwarna hijau tua. Buku agenda. Dan sebuah pena hitam yang ujungnya kuning keemasan.&lt;br /&gt;       “Kelihatannya tak ada yang istimewa kan? Tapi ini adalah setengah perjalanan hidupku.” Kata Tuan Ragab. Dia lalu mengambil bungkusan plastik hitam dan mengeluarkan isinya. Dua bundel dollar Amerika.&lt;br /&gt;       “Jumlahnya tiga puluh ribu dollar.” Kata Tuan Ragab. Ia lalu meraih kantong hijau tua dan mengeluarkan isinya: seuntai kalung emas permata dengan bandul permata mulia berwarna    &lt;br /&gt;merah tua yang sangat indah.&lt;br /&gt;       “Ini nilainya tiga ratus ribu dollar. Baru saya beli dari Madrid untuk hadiah keberhasilan putriku semata wayang menghafalkan Al-Quran.”&lt;br /&gt;       Tuan Ragab lalu beralih ke buku agendanya. Agendanya itu berkancing. Ia buka dan ia pegang selembar kertas seraya berkata dengan mata berkaca-kaca,&lt;br /&gt;       “Ini cek dari seorang kolega di Port Said. Nilainya tujuh ratus tujuh puluh lima ribu pound. Inilah isi tas hitam lusuh ini Nak Mahmud, apakah aku tidak pantas memberikan sesuatu padamu sebagai ungkapan terima kasih.”&lt;br /&gt;       Semua yang hadir di ruangan itu diam dan takjub. Semua baru tahu isi sebenarnya tas hitam kumal itu. Imam masjid dan pengurus masjid saat memeriksa tas itu hanya membuka agendanya. Mencatat keterangan yang ada di biodata di halaman depan. Yang tertulis hanya nama pemilik, tanggal lahir. Tidak ada alamat dan keterangan yang lainnya.&lt;br /&gt;       Mereka tidak sampai memeriksa beberapa berkas yang ada di agenda itu. Juga tidak memeriksa isi kantung hijau tua dan bungkusan plastik. Begitu ada yang mengaku memiliki tas itu. Mereka mengujinya dengan menanyakan kartu identitas. Ketika nama dan data dalam kartu identitas sama dengan yang tertulis di dalam buku agenda dan bisa menyebutkan isi tas secara umum. Maka mereka percaya dialah pemiliknya. Dan memang sejak diumumkan tidak ada satu orang pun yang mengaku. Sampai datang Tuan Ragab menanyakan kepada pengurus masjid perihal tas hitam kumalnya yang tertinggal saat buang air kecil.&lt;br /&gt;       “Allah yang mengatur semua. Alhamdulillah saya bisa mengamalkan ilmu dan menunaikan amanah. Saya ingin murni karena Allah. Jangan paksa saya,” Kata Mahmud lirih.&lt;br /&gt;       “Jadi kau benar-benar tidak ingin menerima amplop ini?”&lt;br /&gt;       “Jangan paksa saya, saya mohon.”&lt;br /&gt;       “Aku sungguh bangga padamu Nak Mahmud. Baiklah aku tidak akan memaksa lagi. Namun aku tetap ingin mengungkap-kan rasa syukurku. Kepada yang hadir di ruangan ini saksikanlah aku sedekahkan cek senilai tujuh ratus tujuh puluh lima ribu pound untuk anak yatim dan fakir miskin. Pengelolaannya saya serahkan pada pengurus masjid. Pahalanya semoga terlimpahkan pada semua orang beriman yang menunaikan amanah dengan benar.”&lt;br /&gt;       Kata-kata Tuan Ragab membuat hati yang hadir di ruangan itu bergetar. Mahmud bersyukur dalam hati bahwa ia bisa mempertahankan prinsipnya. Di akhir pertemuan Tuan Ragab membagikan kartu namanya. Saat bersalaman dengan Mahmud beliau mencium kening anak muda itu sebagai tanda cinta dan penghormatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;* * *&lt;br /&gt;       Hari berikutnya Mahmud menceritakan apa yang dialaminya dengan Tuan Ragab perihal tas hitam kumal itu pada sahabat karibnya Ramhi. Dan Ramhi menanggapinya dengan emosi,&lt;br /&gt;       “Emang sewa kamarmu sudah kau lunasi!?”&lt;br /&gt;       “Belum.” Jawab Mahmud.&lt;br /&gt;       “Kau sungguh bodoh! Sok suci! Sok ikhlas! Miskin tapi sok kaya! Apa sih beratnya menerima tanda terima kasih. Mungkin itu bisa jadi modal kamu usaha. Kamu itu sungguh manusia aneh. Bayar sewa kamar saja nunggak berbulan-bulan tapi sok&lt;br /&gt;malaikat. Sok tidak butuh uang. Dasar kolot, tolol, bahlul,&lt;br /&gt;primitif! Sini berikan padaku kartu namanya biar aku cari Tuan Ragab itu dan aku ambilkan bagianmu.”&lt;br /&gt;       Mahmud menggelengkan kepala.&lt;br /&gt;       “Kenapa tidak?!” Sengit Ramhi.&lt;br /&gt;       “Lelaki sejati tidak akan menjilat ludahnya!”&lt;br /&gt;       “Bah! Dasar prtimitif kolot! Jika kau masih mem-pertahankan kekolotan prinsip-prinsipmu di era global seperti ini, kau tidak akan survive! Kau akan binasa terlindas realitas!”&lt;br /&gt;       “Allah bersama orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.”&lt;br /&gt;       Dengan muka kesal Ramhi meninggalkan Mahmud sambil bergumam,&lt;br /&gt;       “Semoga kau dapat petunjuk wahai manusia lugu yang kolot!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;* * *&lt;br /&gt;       Bumi terus berputar. Matahari terus terbit di timur dan tenggelam di barat. Tak pernah berhenti. Hari berganti hari. Setelah empat tahun kuliah Mahmud berhasil menyelesaikan kuliahnya di Fakultas dengan nilai mumtaz. Ia terpilih sebagai terbaik pertama di angkatannya. Selesai kuliah ia tidak pulang kampung, tapi mencoba bertahan di Cairo. Ia sangat ingin lanjut pascasarjana. Namun ia merasa perlu kemapanan ekonomi.&lt;br /&gt;       Suatu hari di awal musim dingin ia pergi ke kampus.ia kangen dengan kampus. Ia ingin menemui beberapa teman satu angkatannya yang belum lulus sambil refresing menyegarkan pikiran. Di pintu gerbang ia berpapasan dengan Prof. Dr. Abdul Aziz Abduh. Mahmud menyalaminya dengan penuh takzim.&lt;br /&gt;       “Mahmud, sudah dua minggu ini aku mencarimu. Nanti jam satu siang datanglah ke ruang kerjaku.”&lt;br /&gt;       Kata-kata Prof. Dr. Abdul Aziz Abduh itu sangat menyejukkan hatinya. Jika ia dicari-cari seorang guru besar yang sangat mencintai Allah dan Rasul-Nya seperti beliau maka itu suatu keberkahan. Suatu tanda akan datangnya kebaikan-kebaikan.&lt;br /&gt;       “Insya Allah, Doktor.” Jawabnya singkat.&lt;br /&gt;       Tepat jam satu kurang tiga menit ia masuk ruang kerja Prof. Dr. Abdul Aziz Abduh dengan terlebih dahulu mengucapkan salam.&lt;br /&gt;       “Wa’alaikumussalam. Duduklah Mahmud! Kau tepat waktu Mahmud. Aku senang.”&lt;br /&gt;       “Ada yang bisa saya bantu Doktor?”&lt;br /&gt;       “Begini Mahmud, aku mau bertanya padamu, mau tidak kamu mengamalkan ilmumu?”&lt;br /&gt;       “Tentu Doktor. Bukankah ilmu harus diamalkan?”&lt;br /&gt;       “Mau tidak kamu berjuang dan berdakwah?”&lt;br /&gt;       “Tentu doctor. Itu adalah kewajiban seorang muslim.”&lt;br /&gt;       “Rasanya aku tidak salah memanggil kamu. Begini, ada sebuah daerah di pelosok selatan Mesir yang sangat membutuhkan seorang dai. Maukah kamu diutus ke sana. Sebagai utusan resmi Al Azhar. Semua biaya Al Azhar yang menanggung. Kau juga akan dapat gaji. Kau tidak selamanya di sana. Hanya dua tahun. Setelah itu kau akan aku usahakan dapat beasiswa untuk lanjut S2. bagaimana?”&lt;br /&gt;       Mendengar penjelasan Prof. Dr. Abdul aziz Abduh, hati Mahmud gerimis.&lt;br /&gt;       “Saya wakafkan diri saya untuk dakwah, Doktor. Untuk dakwah saya siap ditempatkan dan diutus di mana saja.”&lt;br /&gt;       “Aku bangga mendengarnya, Anakku. Bersiap-siaplah.&lt;br /&gt;Surat-suratnya akan aku urus. Minggu depan kamu berangkat, insya Allah. Dan ingat kamu berangkat ke medan dakwah yang tidak ringan.”&lt;br /&gt;       “Mohon doanya, Doktor.”&lt;br /&gt;       “Hayyakallah ya Bunayya.”9&lt;br /&gt;       “Amin.” &lt;/p&gt; &lt;p&gt;* * *&lt;br /&gt;       Minggu berikutnya, setelah menempuh perjalanan panjang dari Cairo ke Asyyut dengan kereta dan disambung dengan angkot sampailah Mahmud ke sebuah desa. Turun dari angkot ia masih harus berjalan kaki setengah kilo untuk mencapai perkampungan di mana dia ditugaskan. Begitu sampai ia langsung rumah imam masjid.&lt;br /&gt;       Seorang petani memberi petunjuk,&lt;br /&gt;       “Datangilah rumah yang bercat hijau. Di halamannya ada seekor keledai sedang ditambat. Dari sini kira-kira seratus meter. Setelah kebun korma.”&lt;br /&gt;       Ia bergegas ke sana. Dengan mudah ia temukan rumah itu. Ia ketuk pintu. Seorang lelaki tua, berumur tujuh puluhan keluar. Ia berbincang dengannya penuh takzim, menjelaskan kedatangannya dan menyerahkan surat tugas. Lelaki tua itu mempersilakan masuk rumahnya, menyambutnya dengan penuh&lt;br /&gt;suka cita, “Alhamdulillah surat permohonan saya ke bagian dakwah Al Azhar dikabulkan. Saya sangat bahagia. Saya berharap kau betah di desa ini dan bisa jadi penerang di desa kami.”&lt;br /&gt;       “Kalau boleh tahu siapa nama Imam?”&lt;br /&gt;       “Ah, sebenarnya saya merasa tidak pantas menjadi imam. Bacaan Al-Quran saya masih belum benar. Karena tidak ada yang lain jadi terpaksa saya menjadi imam. Nama saya Raghib. Nanti bakda shalat Maghrib kau akan kukenalkan pada jamaah masjid. Setelah itu kau akan kuajak berkunjung ke rumah para pemuka masyarakat desa ini. Mereka semua pasti akan senang dengan keberadaanmu di sini.”&lt;br /&gt;       “Semoga Allah memudahkan semuanya.”&lt;br /&gt;       Sejak hari itu mulailah perjuangan dakwah Mahmud benar-benar merasakan beban yang tidak ringan. Masyarakat di desa itu masih ada yang buta huruf. Masih ada yang belum bisa baca Al-Quran. Masih banyak yang belum mengerti ajaran Islam dengan benar.selama ada di desa itu, ia diangkat menjadi imam menggantikan Pak Raghib yang menjadi imam sementara. Ia menjadi rujukan, tempat bertanya masalah agama. Bahkan masalah sosial. Masyarakat begitu percaya padanya sebagai lulusan Al Azhar di Cairo. Anak-anak juga sangat lekat padanya. Mereka antusias belajar Al-Quran padanya. Seringkali Mahmud membuat acara yang sangat mengasyikan bagi mereka. Kematangannya ketika aktif di kepanduan sebelum masuk kuliah sangat berharga.&lt;br /&gt;       Genap satu tahun, Mahmud seolah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat desa itu. Pengajian umum yang ia&lt;br /&gt;buka di masjid setiap hari Jumat pagi dihadiri oleh ribuan orang. Tidak hanya masyarakat dessa itu namun juga desa-desa sekitarnya.&lt;br /&gt;       Namun lazimnya sebuah dakwah, tidaklah mulus begitu saja. Sudah beberapa kali nyawanya terancam oleh mereka yang merasa keberadaan Mahmud sangat membahayakan mereka.&lt;br /&gt;Mereka sebuah mafia kecil yang secara diam-diam menanam ganja di tengah-tengah kebun mereka. Mereka adalah bagian dari jaringan pengaedar narkotika di kawasan Mesir Selatan. Ulah mereka belum terendus pihak kepolisian. Kehadiran Mahmud yang berpendidikan dianggap sangat membahayakan. Beberapa kali Mahmud hendak dilenyahkan namun gagal.&lt;br /&gt;       Mafia kecil itu terus mencari cara membinasakan imam muda ini. Akhirnya mereka sepakat untuk menghabisi Mahmud dengan rekayasa dan fitnah.&lt;br /&gt;       “Begini, agaknya imam muda ini banyak disukai anak-anak gadis. Kita manfaatkan hal ini untuk membinasakannya. Kita pernah dengar dulu di Bani Israel ada seorang ahli ibadah yang namanya Barshisha. Dan ia hancur karena perempuan. Bagaimana kalau kita gunakan cara setan itu untuk membinasa- kan imam muda ini.” Seorang anggota mafia berambut keriting mengajukan usul.&lt;br /&gt;       “Boleh. Riilnya bagaimana?” Ketua mafia menyahut.&lt;br /&gt;       “Begini Bos,” Kata lelaki berambut keriting, “Saya telah amati kegiatan imam muda itu dua minggu penuh. Juga saya bertanya banyak hal tentangnya ke para penduduk. Imam muda itu punya pengajian rutin Tafsir Jalalin di masjid tiap hari malam Ahad. Tempatnya di masjid selatan desa. Dia pulang dan pergi tidak pernah sendirian. Jadi kalau kita gunakan kekerasan justru berbahaya.”&lt;br /&gt;       “Terus gimana membinasakan dia?” Sahut sang ketua tidak sabar.&lt;br /&gt;       “Begini Bos, kita fitnah dia. Penduduk desa ini paling anti dan paling murka terhadap orang yang mengotori anak gadisnya. Saya dapat informasi ada seorang anak gadis yang sangat suka&lt;br /&gt;apa saja asal dapat imam muda ini. Setahu saya, imam muda ini&lt;br /&gt;sampai di rumahnya dari pengajian Tafsir Jalalain jam setengah dua belas malam. Kita akan manfaatkan Sadia. Kita seolah membantu Sadia, namun Sadia harus ikut skenario kita. Dan harus menjaga rahasia. Begitu Bos.”&lt;br /&gt;       “Lha terus riil memanfaatkan Sadia itu gimana, Keriting?”&lt;br /&gt;       “Begini Bos, saat si imam muda itu pergi mengaji Tafsir Jalalain, diam-diam dengan cara yang tidak diketahui orang kita datangi rumah imam itu lewat belakang. Kita ajak Sadia ikut serta. Kita congkel pintu belakang, kita minta Sadia masuk dalam rumah imam itu. Sadia harus bersembunyi. Ketika imam itu nanti pulang dan tidur pulas. Sadia harus tidur di samping imam itu. Satu ranjang kalau perlu dengan pakaian yang tampak acak-acakan. Saat itulah kita grebek, kita kerahkan orang kampung. Pada saat kita grebek Sadia harus memeluk imam muda itu kuat-kuat, menangis dan menjerit-jerit. Dengan demikian hancurlah imam muda itu. Ia akan dilempari batu seperti anjing kurap oleh seluruh penduduk kampung. Akan diusir.”&lt;br /&gt;       Sang ketua manggut-manggut mengerti.&lt;br /&gt;       “Apa Sadia mau. Pasti mau bos. Dia sudah masuk perngkap kita. Sekarang dia sudah ikut pakai ganja sebab kakaknya juga bagian dari kelompok kita.”&lt;br /&gt;       “Bagus. Segera jalankan rencanamu dengan matang. Ajak dan provokasi para pemuda yang tidak suka dengan imam sok suci itu!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;* * *&lt;br /&gt;       Sore itu Mahmud asyik membuat acara permainan dengan anak-anak di sebuah kebun korma. Tiba-tiba seorang anak berteriak,&lt;br /&gt;       “Imam… imam itu ada ular!”&lt;br /&gt;       Mahmud langsung melihat ke arah yang ditunjuk si anak. Ya ada seekor ular cobra yang sangat berbahaya. Ia minta anak-anak menyingkir. Di kepanduan ia pernah belajar mengatasi ular. Sepuluh menit kemudian Mahmud telah berhasil meringkus ular itu dengan kain yang ia gunakan untuk tikar.&lt;br /&gt;       “Jangan takut ini ularnya sudah tertangkap.”&lt;br /&gt;       Anak-anak gembira.&lt;br /&gt;       “Imam memang hebat. Di sini belum pernah ada seorang pun yang berani menangkap ular cobra. Kepala desa yang dulu meninggal katanya karena dipatuk ular cobra.” Kata anak yang tadi berteriak.&lt;br /&gt;       Sore itu kabar imam muda menangkap ular cobra langsung tersiar ke seluruh penjuru desa. Seorang petani separo baya mendatangi Mahmud dan menasihati,&lt;br /&gt;       “Imam, jangan main-main dengan cobra. Lebih baik langsung di bunuh saja!”&lt;br /&gt;       “Saya tidak main-main kok, Paman. Ular ini sengaja tidak saya bunuh sebab besok pagi saya ingin membawanya ke dokter untuk diambil serumnya. Serum itu bisa jadi obat jika kelak ada penduduk desa ini digigit ular berbisa ini. Jangan kuetir, Paman.”&lt;br /&gt;       Setelah faham petani itu tersenyum dan minta diri. Mahmud memasukkan ular itu ke dalam kantong goni lalu mengikatnya dan meletakannya di ruang belakang rumahnya.&lt;br /&gt;       Setelah Maghrib, Mahmud membaca tafsir yang akan dia sampaikan untuk pengajian rutin. Bakda Isya ia berangkat ke masjid selatan desa untuk menyampaikan pengajian.sementara kelompok mafia mulai menjalankan rencananya. Sebagian mereka sudah mampu menyebar fitnah dan meyakinkan&lt;br /&gt;sebagian penduduk desa bahwa si imam muda itu tak lain adalah seekor srigala busuk. Imam muda itu telah mengotori desa dan menodai kesucian gadis desa, di antara korban yang sedang dalam cengkeramannya adalah Sadia.&lt;br /&gt;       Sebagian yang lain ada yang menyebar desas-desus ke kalangan ibu-ibu. Mereka minta ibu-ibu melihat apa yang akan terjadi malam nanti. Malam nanti akan ketahuan siapa sebenarnya imam muda yang selama ini dipuji-puji itu.&lt;br /&gt;       Di sebuah rumah, Sadia telah siap dengan segala fitnahnya.&lt;br /&gt;       “Suratku tak pernah ditanggapinya. Malam ini imam sok suci itu akan tahu siapa Sadia. Dia akan tunduk di telapak kakiku.” Gumamnya.&lt;br /&gt;       Tepat pukul sepuluh Sadia dan lelaki berambut keriting berhasil masuk rumah Mahmud lewat pintu belakang. Sadia berpakaian setengah telanjang. Ia benar-benar sudah kehilangan rasa malunya. Di luar rumah ketua mafia bersiaga penuh dengan beberapa anak buahnya. Beberapa anak buah yang lain bertugas membawa para pemuda pada saat yang tepat.&lt;br /&gt;       Tepat pukul sebelas Mahmud pulang diantar oleh seorang pemuda. Setelah pemuda itu pamit, Mahmud masuk rumah. Ia tidak masuk ke kamarnya tapi duduk di ruang tamu. Ia belum mengantuk. Ia ingin membaca Fiqhus Sunnah yang ditulis oleh Sayyid Sabiq.&lt;br /&gt;       Sastu jam kemudian, terdengar teriakan yang sangat gaduh di luar rumahnya. Teriakan itu mencaci-maki dirinya. Pintu rumahnya digedor dengan sangat keras.&lt;br /&gt;      “Ayo seret imam pezina itu!”&lt;br /&gt;      “Telanjangi Mahmud serigala itu! Arak dia biar jadi pelajaran!”&lt;br /&gt;       Belum sempat ia beranjak dari tempat duduknya, pintu itu telah terbuka. Didobrak. Mahmud berdiri kaget. Kitab Fiqhus Sunnah masih ditangannya. Orang-orang masuk dengan marah. Yang paling depan adalah ketua mafia. Mata Mahmud beradu dengan matanya. Ketua mafia agak gentar, tidak seperti yang direncanakn. Tidak ada suara merengek atau tangis Sadia. Ke mana Sadia? Namun ia tidak kehabisan akal. Ia langsung menggertak.&lt;br /&gt;       “Di mana Sadia kausembunyikan, Bangsat!”&lt;br /&gt;       Mahmud tidak gentar, “Siapa Sadia?”&lt;br /&gt;       “Jangan sok tidak tahu. Sadia yang kauzinai setiap malam!”&lt;br /&gt;       Mahmud kaget, “Apa zina? Aku mezinai Sadia? Astagh-firullah. Na’udzubillah. Jangan sembarangan kau bicara! Menuduh zina adalah kriminal!”&lt;br /&gt;       Jangan banyak bacot. Langsung seret saja pemuda ini. Sadia adalah korbannya ia telah menodai gadis lugu itu. Ayo seret dia!”&lt;br /&gt;       Para pemuda yang emosi langsung bergerak memegang tangan Mahmud. Mahmud melawan dengan menampar mereka. Terjadi pergulatan. Tiba-tiba terdengar teriakan keras, “Berhenti! Ada apa ini?”&lt;br /&gt;       Ternyata suara kepala desa. Di belakangnya ada beberapa orang polisi. Rupanya kepala desa mencium gerakan para  pemuda. Ia ingin menegakan hukum, siapa pun yang salah harus diadili sesuai hukum, makanya ia mengundang polisi. Sebelum Mahmud angkat bicara, ketua mafia angkat bicara dan meluncurkan tuduhan dan fitnahnya. Panjang lebar, dan dengan suara sangat meyakinkan,&lt;br /&gt;       “Beberapa kali aku melihat dia dan Sadia berbuat mesum!”&lt;br /&gt;       Mahmud emosi, “Dia bohong! Dia memfitnah! Ini fitnah!”  &lt;br /&gt;       “Aku bahkan pernah melihat tengah malam Sadia menutup&lt;br /&gt;jendela kamar rumah ini, dalam keadaan telanjang dada dan di belakangnya si jahannam ini mendekapnya mesra!” cerocos ketua mafia.&lt;br /&gt;       “Sudah diam kamu Bandot! Tuduhan kamu harus kamu buktikan!”  Bentak kepala desa.&lt;br /&gt;       “Akan aku buktikan! Aku yakin Sadia sedang terlelap di salah satu ruangan di rumah ini setelah dibius srigala ini! Ayo kita geledah!” Sahut ketua mafia mantap.&lt;br /&gt;       Ia bergerak. Beberapa orang bergerak. Pak kepala desa, dua polisi dan Mahmud mengikuti. Mahmud hanya pasrah kepada Allah. Kamar pertama digeledah, tak ada apa-apa. Kamar kedua juga. Kamar ketiga, yang tak lain kamar tidur Mahmud digeledah. Dengan sangat teliti. Almari dibuka. Kolong ranjang diteliti tak ada apa-apa. Wajah ketua mafia merah. Ia marah. Dalam hati ia mendesis, “Di mana kau Sadia? Kurang ajar kamu! Kamu telah mempermainkanku. Awas aku cincang kamu!”&lt;br /&gt;       Ketua mafia itu lalu mengajak menggeledah ke ruang belakang yang tak lain adalah dapur dan kamar mandi. Ruang belakng itu gelap. Beberapa orang menyorotkan senternya. Sinar senter itu menerangi ruangan. Di atas lantai orang-orang terkesima dengan pemandangan yang merekaa lihat. Dua orang anak manusia lain jenis diam tak bergerak dalam posisi yang sangat memalukan. Tubuh keduanya telanjang.&lt;br /&gt;       “Itu Sadia!” teriak seorang pemuda.&lt;br /&gt;       “Lha itu yang menidihnya siapa?” Tanya seseorang.&lt;br /&gt;       Kepala mafia pucat.&lt;br /&gt;       “Itu si kerempeng. Anak bejat dari kampung utara!”&lt;br /&gt;       Polisi melihat keduanya.&lt;br /&gt;       “Inna lillahi wa inna ilahi raaji’un. Keduanya sudah tidak&lt;br /&gt;bernyawa. Ada gigitan ular di kaki kedua manusia jalang ini. Kata polisi itu.&lt;br /&gt;       Kepala desa langsung berkata pada ketua mafia, dan ia tidak tahu kalau yang ia ajak bicara adalah seorang ketua pengedar narkotika,&lt;br /&gt;       “Hai Bandot, berarti kau salah lihat. Yang berbuat mesum bersama sadia itu bukan Mahmud. Tapi si pemuda keriting ini. Saya tahu persis siapa Mahmud. Sejak dia datang sampai sekarang saya tahu persis akhlaknya. Memang rumah ini sering ditinggalkannya kalau malam untuk mengisi pengajian. Jadi sering kosong. Kelihatannya itu dimanfaatkan dua manusia itu. Karena mereka merasa aman melakukannya di sini. Tapi Allah tidak ingin membiarkan hal ini berlanjut terus.”&lt;br /&gt;       “Ya aku bersaksi Mahmud bersih dari tuduhan keji itu. Kenyataan di depan mata kita telah membuktikannya. Memang sejak satu minggu ini ada yang menyebar desas-desus tidak sedap tentang imam muda kita. Dan malam ini semuanya jelas.” Sahut seorang ibu-ibu yang ikut menyaksikan kejadian itu.&lt;br /&gt;       Dalam hati Mahmud bersyukur telah selamat dari fitnah. Ia merasa ada makar yang ingin mencelakainya di balik kejadian menggegerkan desa malam ini, dan Allahlah yang menggagalkan. &lt;br /&gt;       Penduduk desa, juga Mahmud tak ada yang tahu, apa yang dilakukan Sadia dan Pemuda Keriting setelah masuk rumah Mahmud. Setan telah membakar nafsu mereka berdua di tempat gelap itu karena pengaruh ganja yang mereka hisap. Tangan pemuda itu tidak sadar membuka ikatan karung goni yang berisi ular saat sedang berasyik masyuk. Saat jantung berdegup kencang. Tanpa mereka sadari ular itu memaruk kaki mereka.&lt;br /&gt;Jantung terus berdegup. Racun mematikan pun menyebar dengan cepat. Dan tamatlah riwayat mereka berdua. Makar yang mereka buat membinasakan mereka sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;* * *&lt;br /&gt;       Peristiwa malam itu berbuntut panjang. Kakak Sadia yang juga anggota mafia kecil itu tidak bisa teerima atas kematian adiknya. Ia tahu persis adiknya adalah korban dari makar busuk ketua mafia.&lt;br /&gt;       Diam-diam ia mendatangi kantor polisi dan membocorkan rahasia yang selama ini ia pendam. Ia juga mendatangi kepala desa, dan membocorkan semua yang ia tahu, termasuk makar fitnah untuk membinasakan sang imam muda, Mahmud, pada malam itu.&lt;br /&gt;       Polisi bergerak cepat. Seluruh anggota mafia di desa itu dan desa-desa sekitarnya di tangkap. Bahkan jaringan yang lebih besar di Mesir selatan segera digulung. Kepala desa mengum-pulkan warganya dan menjelaskan lebih detil tentang makar fitnah itu. Penduduk desa semakin mencintai Mahmud.       &lt;br /&gt;       Tak terasa sudah sembilan belas bulan Mahmud berdakwah di desa itu. Sudah cukup banyak perubahan. Anak-anak sudah fasih baca Al Quran. Para orang tua sudah memahami isi aqidah Thahawiyyah, Fiqh Sunnah, dan inti risalah Islam. Sebuah balai serba guna didirikan di samping masjid.&lt;br /&gt;       Tiga bulan lagi tugasnya usai. Ia ingin kembali ke Cairo dan melanjutkan S2. Ia hendak menyampaikan hal itu pada kepala desa, agar tidak mengejutkan kepergiannya. Usai shalat Maghrib ia membicarakn hal itu pada kepala desa dan beberapa pengurus&lt;br /&gt;masjid, termasuk Pak Raghib yang sangat dihormati. Apa yang ia sampaikan ditanggapi dengan keharuan dan tetesan airmata. Kepala desa berkata dengan mata berkaca,&lt;br /&gt;       “Kami sangat mencintaimu Nak Mahmud. Kami sebenarnya ingin Nak Mahmud tinggal di sini. Atau lebih lama di sini. Namun semua kembali pada Nak Mahmud. Kami tidak bisa dan tidak berhak memaksa. Namun ada satu permintaan kami yang kami sangat berharap Nak Mahmud tidak menolaknya.”&lt;br /&gt;       “Apa itu?” Tanya Mahmud.&lt;br /&gt;       “Bicaralah Paman Raghib.”&lt;br /&gt;       “Begini Nak Mahmud. Saya punya cucu. Satu-satunya. Tidak cucu langsung, tapi cucu kakak saya yang telah meninggal karena kecelakaan, setengah tahun sebelum kau datang kemari. Akulah satu-satunya keluarganya. Aku sudah tua. Sejak kecil ia hidup di desa ini. Sejak kecil. Meski ayah-ibunya tinggal di kota Thanta, ia tinggal di sini. Bersama kami. Karena ia memang dilahirkan di sini. Setiap dibawa ke Thanta ia sakit. Tapi jika dibawa ke sini ia sembuh.&lt;br /&gt;       “Boleh dikata cucu saya itu, menurut pengakuan orang-orang di desa ini adalah gadis tercantik dan terpandai. Dialah satu-satunya gadis yang menghafal Al-Quran. Menghafal Al- Quran dengan kemauannya sendiri. Cucu saya ini juga bisa dikatakan orang paling kaya di desa ini. Selain mewarisi kekayaan ayahnya di Thanta, ia juga mewarisi kekayaan kakeknya, yaitu kakak saya. Tanggung jawab saya adalah menikahkannya dengan pemuda yang saleh, bertakwa, berilmu dan bertanggung jawab. Saya merasa kau sangat tepat. Saya berani menjamin ia gadis yang salehah. Sekarang sedang kuliah di Al azhar Banat, Cairo, tahun kedua. Ini permohonan saya. Dan saya berharap tidak kamu tolak. Saya akan sangat merasa aman jika dia dalam naungan lelaki saleh sepertimu.”&lt;br /&gt;       Perkataan Pak Raghib membuatnya kaget dan terkesima. Lidahnya susah digerakkan. Ia diam. Semua yang ada dalam pembicaraan itu diam. Suasana hening sesaat. Akhirnya ia berhasil menggerakan lidah dan bibirnya,&lt;br /&gt;       “Sa… saya akan istikharah dulu.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;* * *&lt;br /&gt;       Tiga kali ia istikharah. Setiap kali istikharah ia tidur. Dan dalam tidur selalu bermimpi membaca Al Quran surat Ar Ruum ayat 21. Ia sangat yakin, itu ilham agar ia segera menikah. Akhirnya ia menyampaikan jawaban ‘menerima tawaran itu’ pada Pak Raghib. Jawaban Mahmud menerbitkan airmata haru lelaki itu.&lt;br /&gt;       Minggu berikutnya diadakan acara ta’aruf antara Mahmud dan cucu Pak Raghib itu. Acara dihadiri kepala desa. Mahmud hanya bisa menunduk dengan hati dan jantung berdebar-debar. Darah mudanya meluap. Ia penasaran. Seperti apa rupa gadis yang katanya paling pilihan di desa ini.&lt;br /&gt;       Istri Pak Raghib mengeluarkan minuman dan makanan. Gadis itu tidak ikut keluar. Setelah berbincang-bincang cukup lama. Pak Raghib berkata,&lt;br /&gt;       “Ya Hafshah keluarlah!”&lt;br /&gt;       Tak lama kemudian seorang gadis berjilbab panjang putih bersih keluar. Iaduduk di samping istri Pak Raghib.&lt;br /&gt;       “Nak Mahmud, ini Hafshah cucuku.” Kata Pak Raghib.&lt;br /&gt;       Mahmud mengangkat muka ke arah wajah gadis itu. Si gadis juga melakukan hal yang sama. Dan….&lt;br /&gt;       Subhanallah! Ia teringat peristiwa dua tahun yang lalu. Peristiwa di musim semi, saat ia berjualan buku. Gadis ini bukankah? Ya, persis! Mata yang bundar dan bening. muka yang bersih dengan tahi lalat di dagu kirinya. Si gadis agaknya juga kaget. Cukup lama mereka berpandangan.&lt;br /&gt;       “Agak aneh. Apa kalian pernah saling kenal?” Pak Raghib menangkap gelagat. Gadis itu diam. Mahmud mencoba mengingat kejadian itu. Ia bergumam,&lt;br /&gt;       “Masjid El Fath, Ramsis. Kaset Syaikh Sya’rawi berjudul: Al Mar’ah Ash-shalihah.”&lt;br /&gt;       Gadis itu tiba-tiba menyambung lirih,&lt;br /&gt;       “Ya kapten, lau samah, bikam syarith dza?&lt;br /&gt;       E….sab’ah junaihat!&lt;br /&gt;       Lu ya anisah, hadza jaded.&lt;br /&gt;       Arba’ah mumkin?&lt;br /&gt;       Musyi mumkin, afwan.&lt;br /&gt;       Khamsah la azid.&lt;br /&gt;       Masyi.”&lt;br /&gt;       Mahmud terhenyak, gadis itu masih ingat dialog tawar menawar kaset itu dua tahun yang lalu. Sebelum Mahmud bicara gadis itu menjelaskan dengan detail pertemuan dua tahun yang lalu. Pertemuan yang setelah itu tidak bertemu lagi kecuali saat ta’aruf itu.&lt;br /&gt;       Paman Raghib dan semua yang hadir mafhum. Ia lalu membahas lebih dalam. Hafshah dan Mahmud sama-sama rida. Hari pernikahan pun ditentukan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;* * *&lt;/p&gt; &lt;p&gt;       Musim semi yang penuh barakah. Pagi yang indah. Langit yang cerah. Orang-orang menatap hari dengan penuh gairah. Begitu juga Hafshah dan Mahmud. Pagi hari Jumat itu berlangsung akad nikah di desa bersuka cita. Anak-anak mendendangkan lagu kebahagiaan dan cinta.&lt;br /&gt;       Rumah tua yang ditempati Mahmud ternyata adalah rumah tempat Hafshah dulu dilahirkan. Rumah itu telah direnovasi. Dicat kembali. Kamar pengantin dihias indah dan wangi.&lt;br /&gt;       Malam usai shalat Isya Mahmud masuk kamar. Sang isteri telah menanti. Kali ini tidak berjilbab. Mahmud terhenyak ketika melihat kalung permata yang dipakai Hafshah. Kalung emas permata dengan bandul permata mulia berwarna merah tua yang sangat indah. Ia memandangi kalung itu lama sekali.&lt;br /&gt;       Hafshah heran dan bertnya,&lt;br /&gt;       “Ada apa denganmu, Suamiku? Kenapa wajahmu pucat dan matamu berkaca-kacaa saat kau melihat kalung permata ini?”&lt;br /&gt;       Mahmud berkaca-kaca, dan berkata,&lt;br /&gt;       “Jika mataku tidak silap. Aku pernah melihat kalung mutiara ini dua tahun yang lalu. Pemiliknya mengatakan kalung ini dibeli dari Madrid untuk hadiah putri semata wayangnya yang baru hafal Al-Quran.”&lt;br /&gt;       Mendengar hal itu Hafshah terisak. Ia teringat cerita ayahnya almarhum. Terbata- bata ia berkata,” Jadi kaukah yang menemukan tas hitam lusuh di kamar kecil masjid Al Fath itu?  Kaukah yang menolak pemberian tanda terima kasih dari pemiliknya itu?”&lt;br /&gt;       Mahmud kaget, “Kau tahu peristiwa itu? Dari mana kau tahu peristiwa itu?”&lt;br /&gt;       “Kau ingat nama Ragab Ali Ridhwan Hamid Ghazali.”&lt;br /&gt;       “Ya. Itu pemilik tas itu?”&lt;br /&gt;       “Beliau adalah ayahku.”&lt;br /&gt;       “Ayahmu?”&lt;br /&gt;       “Ya.”&lt;br /&gt;       “Subhanallah. Ketika namamu disebut dalam akad nikah Hafshah binti Ragab Ali Ridhwan Hamid Ghazali. Aku tidak pernah berpikiran nama pemilik tas hitam lusuh itu. Sebab betapa banyak nama Ragab di Mesir ini.”&lt;br /&gt;       “Hari itu aku datang ke masjid El Fath bersama ayah. Aku asyik melihat buku-buku. Ayah yang bertanya ke pengurus masjid. Ketika ayah bilang tasnya telah ditemukan masih utuh aku sangat bahagia. Sementara ayah menunggu di masjid bakda shalat Isya, aku memilih langsung istirahat ke hotel. Setengah sepuluh ayah masuk hotel sambil menangis. Aku bertanya pada ayah ada apa. Ayah menjawab, ‘Yang menemukan tas ayah yang sangat berharga ini adalah seorang pemuda yang sangat menjaga keikhlasan dan sangat menjaga amanah. Aku akan merasa bahgia jika Allah berkenan menjodohkan dirimu dengannya.’ Suamiku, apakah kautahu apa yang kulakukan saat mendengar perkataan ayah itu?”&lt;br /&gt;       “Aku tak tahu? Apa yang kaulakukan?”&lt;br /&gt;       “Dalam hati aku berdoa kepada Allah, jika pemuda itu memang benar-benar saleh dan menjaga amanah semoga kelak ia benar-benar menjadi jodohku. Dan Allahu akbar! Allah mengabulkan doaku.”&lt;br /&gt;       “Allahu akbar. Saat itu aku menolak amplop pemberian ayahmu. Dan ternyata Allah menyiapkan yang lebih berharga dari itu.”&lt;br /&gt;       “Ya. Aku dan segala yang kumiliki sekarang ada dalam kuasamu.”&lt;br /&gt;       “Aku merasa musim semi ini benar-benar penuh barakah.”&lt;br /&gt;       Hafshah mendekat dan meletakkan kepalanya dalam dada Mahmud. Sesaat, suasana haru dan indah memenuhi kamar pengantin. Kedua makhluk Allah itu larut dalam rasa syukur yang dalam dan panjang. * * *&lt;/p&gt; 1 Kapten, maaf, berapa harga kaset ini?&lt;br /&gt;2 Tujuh pound.&lt;br /&gt;3 Mahal sekali.&lt;br /&gt;4 Tidak nona, ini baru.&lt;br /&gt;5 Empat, mungkin.&lt;br /&gt;6 Tidak mungkin, afwan.&lt;br /&gt;7 Lima (pound), tak akan aku tambah.&lt;br /&gt;8 Okay.&lt;br /&gt;9 Semoga Allah selalu menjagamu, memberimu keberhasilan hidup wahai       anakku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3322941581416136977-1291240681423096728?l=adehendraputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adehendraputra.blogspot.com/feeds/1291240681423096728/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3322941581416136977&amp;postID=1291240681423096728' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/1291240681423096728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/1291240681423096728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adehendraputra.blogspot.com/2008/02/nyanyian-cinta.html' title='Nyanyian Cinta'/><author><name>adehp</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17702273497948511434</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977.post-3740670219360625203</id><published>2008-02-02T23:24:00.001-08:00</published><updated>2008-02-02T23:34:46.597-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Mawar Senja Gugur Kelopaknya</title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Untuk refresh isi blogku....ku sisipkan cerpen2 islami yang menggugah hati....&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;oleh Ema Kaysi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selembar surat bersampul biru muda jatuh di pangkuan Nur. Saat itu senja merona bersemburat cahaya jingga di ufuk barat. Sekelompok burung pipit terbang melintasi anjungan. Angin semilir meniup kelopak flamboyan, mahkotanya berhamburan mencium bumi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dulu, Nur paling benci bila dikatakan bagai flamboyan. Pohon yang tinggi tegar berbunga kecil yang mudah gugur, ibarat gadis angkuh yang mudah patah hati.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Hush, tidak boleh mencela makhluk Tuhan.” Si Mas bilang, “Mungkin kamu memandangnya dari sudut yang berbeda. Bagi saya, flamboyan itu memberi kesejukan. Coba kalau seisi taman dipenuhi mawar. Bagaimana kita bisa duduk sambil berteduh seperti hari ini.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ah si Mas bisa saja. Biasanya Nur mendebat dengan berbagai argumen. Tapi ujungnya sama saja, si mas akan bilang “Saya kan tidak bilang kalau kamu seperti flamboyan.” Biasanya lagi, Nur masih memprotes juga. “Jadi maumu apa?” tanya si Mas akhirnya. “Mawar” jawab Nur. Si Mas akan tertawa. “Mau ngomong mawar kok muter-muter soal flamboyan.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi kali ini Nur tidak berminat untuk bercanda tentang flamboyan dan mawar. Selembar surat bersampul biru mengusik perhatiannya. Sudah belasan kali surat itu ia baca. Masih saja Nur tertegun mengikuti baris demi baris kalimat yang ditulisnya. Ada nafas berat yang dirasakannya dalam isi surat itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Ibarat hari, saya ini sudah hampir senja dik Nur. Bukan saya tidak rela dengan takdir yang Maha Kuasa, namun saya pun sebenarnya ingin menemukan kesempurnaan dien ini dengan menjalankan yang separuhnya lagi.&lt;br /&gt;Apalagi sejak bapak dan ibu berpulang, saya tidak lagi mempunyai keluarga tempat kembali. Tiada tempat berbagi, terasa hidup ini seperti luka yang menganga.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Angan Nur melayang membayangkan sosok Kak Nurul di pedalaman, dalam kesendirian, bergulat dengan geliat masyarakat Bangkalan selama sepuluh tahun terakhir ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kak Nurul yang dulu bagai sekuntum mawar merekah, lembut dan harum. Indah tanpa cela. Wanginya tertiup angin hingga ke pelosok kampus dan bilik-bilik masjid. Nur tahu banyak pria yang memandangnya di kejauhan, mengaguminya dalam diam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukan sekali dua Nur terheran-heran mengapa para brothers itu tidak ada yang mau menikahinya. Apa salahnya menikahi wanita yang begitu “sempurna”. Ataukah mereka hanya berani mengaguminya dari jauh namun takut untuk memetiknya. Takut tertusuk durikah?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-21"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apakah kepintarannya yang menjadi penghalang, konon kaum pria takut menikahi wanita yang lebih cerdas dari dirinya. Ataukah kecantikannya yang dikhawatiri mendatangkan cemburu. Atau karena pribadi agungnya yang membuat para brothers merasa ciut di hadapannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mungkinkah seluruh kelebihan yang bersatu dalam sosok wanita ini membuat para aktivis da’wah pun takut, takut dengan kesempurnaannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Barangkali belum jodohnya, Dik. Insya Allah kalau sudah saatnya ada juga brother yang mau meminangnya.” Begitu selalu jawaban mas Fatih, suami Nur. Namun saat yang dinantikan itu belum juga kunjung tiba. Hingga kak Nurul mendapat tawaran untuk membantu masyarakat Bangkalan, sepuluh tahun yang lalu. Iapun pergi meninggalkan kampus tempatnya mengajar. Sejak itulah mereka terpisahkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nur memandangi wajah mas Fatih. Di bawah cahaya senja yang merona, …ah makin tampan saja ia dengan garis ketuaan yang mulai menggurat di wajahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Bagaimana mas ?” tanya Nur untuk ketiga kalinya. Wajah yang teduh itu tak bergeming.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Kau serius agaknya, dik” jawabnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Benar. Saya sudah lama memikirkannya” sahut Nur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Tapi saya bukan orang yang tepat untuk itu. Saya tidak cukup adil untuk itu.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Tak ada yang bisa bersikap adil kalau soal perasaan” Nur memotong.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Secara materi, kau sendiri dan anak-anak pun lebih banyak menahan diri bukan?” si Mas balik bertanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Saya insya Allah bisa membantumu. Saya bisa mengajar atau kembali seperti dulu.” Jawab Nur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Melihat Nur bersikukuh, mas Fatih melembut, “bagaimana kalau kita istikharah dulu.” Diusapnya kain yang menutup rambut indah milik Nur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hari-hari pun berlalu dalam kepatuhan mengikuti hukum alam. Malam siang datang silih berganti. Makhluk Allah menapaki hidupnya di bawah naungan sunatuLlah.&lt;br /&gt;Susah-senang hilang timbul bak gelombang laut, datang bergulung lalu pecah di pantai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Satu musim lewatlah sudah. Di sebuah dini hari yang bening, Nur berjalan mengendap ke ruang kerja mas Fatih. Lampunya menyala. Berarti semalaman mas Fatih tidak tidur. Lamat-lamat terdengar suara lirih mas Fatih membaca al Qur’an. Nur beranjak mendekat, namun malang kakinya tersandung kabel lampu. Ugh ! Ia jatuh terpelanting.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mas Fatih menghentikan bacaannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Kamu nggak apa-apa dik ?” tanya mas Fatih, cemas menghampiri Nur. Yang dihampiri tersenyum menahan malu dan nyeri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Makanya jangan suka mengintip.” Mas Fatih menggodanya, seraya menggosok kaki Nur yang memar. Pipi Nur bersemu dadu saat mas Fatih membantunya duduk di kursi kayu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menarik nafas sebentar, lalu Nur membuka percakapan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Kopornya sudah saya siapkan, Mas. Jangan lupa sampaikan salam saya buat kak Nurul.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mas Fatih terdiam. Nur memandangi wajah yang senantiasa nampak ikhlas ini. Mas Fatih tersenyum lembut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Dik, semoga pengorbananmu yang mulia ini membawamu ke tempat terbaik di sisi-Nya. Tolong doakan agar mas mampu berbuat adil terhadapmu dan anak-anak.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mata Nur membasah. “Terhadap kak Nurul juga…,” ujarnya. “Saya rela,mas, janganlah khawatir. Saya tahu tidak semua wanita beruntung seperti saya, hidup di sisi orang sebaikmu.” Nur berhenti sejenak sebelum melanjutkan ucapannya, ” Membagi kemurahan Allah tidak akan mengurangi rahmat-Nya.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hari itu mas Fatih akan berangkat menuju Bangkalan. Dengan air mata menggenang, diciumnya kedua anaknya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Ayah akan kembali dalam seminggu. Jaga Bunda baik-baik.” pesan mas Fatih kepada kedua balitanya yang masih terlena dibuai mimpi. Nur memberi isyarat dengan tangannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Jangan janjikan mereka dengan sesuatu yang sulit bagimu untuk memenuhinya.” ujarnya setengah berbisik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Saya akan memenuhinya, insya Allah” mas Fatih berbalik, menggenggam tangan Nur. Nur berjalan mengantarnya hingga pagar rumah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Jaga diri baik-baik ya dik,” pesan mas Fatih.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Mas juga.” Jawab Nur. Tersenyum dengan sepenuh kerelaan hatinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Angin pagi memainkan pucuk-pucuk pinus, melambaikan salam perpisahan untuk gelap malam. Mentari menyeruak, mengirim kehangatan di pagi yang beku. Nur membuka hari baru dengan hati ringan. Segumpal rasa cemas dihalaunya dengan kepasrahan. Kedua buah hatinya menjadi penghibur saat sunyi terasa menggigit. Celoteh mereka saat bermain mengusir galau yang kadang menyelinap di relung hati kecilnya. Dan lagi, merawat kedua bocah ciliknya sudah cukup menyibukkannya. Anak adalah hiburan, ia adalah cahaya mata. Nur bersyukur atas karunia yang tidak setiap perempuan merasakannya.&lt;br /&gt;Lalu hari pun terasa beranjak dalam tempo cepat, tiba-tiba sore sudah menjelanga. Malam kembali datang menggantikan siang. Gelap menyelimuti bumi saat hamba Tuhan melepas penatnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan Nur kembali termenung ketika anak-anak mulai terlelap.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semoga segala sesuatunya berjalan lancar, Nur membatin. Tidak mudah berhadapan dengan kondisi masyarakat yang belum siap menerima poligami. Anggapan sebagai langkah tercela dan penghalalan bagi kaum pria yang mengumbar nafsu sudah kadung meresap dalam pikiran masyarakat. Bukan salah mereka. Kenyataannya lelaki yang beristeri lebih dari satu adalah kebanyakan mereka yang kurang bertanggung jawab, kalau bukan para pejabat yang menyeleweng.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akibatnya banyak isteri yang tersia-sia, menderita di bawah tanggung jawab seorang lelaki.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadilah hukum Allah yang satu ini dianggap tidak relevan dan melukai kaum wanita. Benarkah begitu ? Lalu berapa banyak wanita malang yang tersaruk-saruk mencari pendamping sementara ratio laki-laki makin mengecil saja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa yang akan terjadi bila solusi menjadi sebuah mimpi buruk di benak kaum hawa. Kak Nurul hanyalah sebuah contoh dari ribuan kasus serupa. Dan Nur merasa itu berada di dalam jangkauannya. Nur teringat pertama kali bertemu kak Nurul. Perkenalan itu bermula setelah kuliah PAI yang menghebohkan di semester pertama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nur sendiri sudah mendengar banyak tentang kak Nurul, assisten Farmakologi yang jelita, mantan mahasiswi teladan yang agamis dan segudang predikat top lainnya.&lt;br /&gt;Sementara Nur baru nongol di Universitas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika itu dalam sebuah kelas PAI, Pak RN (semoga Allah merahmati beliau), menguraikan tentang dasar-dasar syariat Islam. Dalam satu kesempatan diskusi terlontarlah pertanyaan tentang poligami.&lt;br /&gt;Dengan sigap Nur mengacungkan jari memberikan suara persetujuan. Suasana mendadak hening. Karena Nur duduk paling depan, ia belum sadar apa yang terjadi. Waktu Ia rasakan kesenyapan ini lain dari biasanya, mulailah Nur mengintip kiri-kanan dan belakang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sadarlah Nur kalau dari enam puluh mahasiswa yang mengikuti kuliah PAI ini dialah satu-satunya yang menyetujui poligami.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aduh mak, grogi bercampur bingung ketika itu, namun Nur tetap berusaha tegar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Buntut dari peristiwa tersebut mudah ditebak, Nur pun jadi bulan-bulanan kawan-kawan. Di antara para cowok mulai menggoda kalau-kalau Nur mau jadi isteri keduanya. Yang mahasiswi tidak kalah sewotnya, dikatakan bahwa ia heartless, tidak punya perasaan, ngomong begitu karena belum kawin, coba kalau sudah menikah, dan masih banyak lagi bantahan mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nur sendiri berusaha untuk tetap bersikap tenang, ia katakan kalaupun mereka tidak setuju, itu tidak akan menghapus ta’addud sebagai bagian dari syariat Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Peristiwa heboh itu rupanya membawa berkah tersendiri. Karuan saja kak Nurul mendatangi Nur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Rupanya kita punya nama panggilan yang sama ya dik,” sapanya ketika memulai perkenalan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nur hanya terdiam. Dalam hati, malu rasanya membandingkan diri nya dengan wanita dewasa di depannya ini. Namun kemudian terjadilah apa yang telah terjadi. Nur dan kak Nurul menjadi sepasang sahabat yang akrab. Usia bukanlah hambatan, diskusi demi diskusi tetap hidup dengan jalinan persaudaraan yang penuh makna. Di bawah pancaran cahaya fajar maupun di keremangan sinar bulan dalam tetesan air wudlu dan lantunan ayat-ayat suci, Nur merasa hidup ini begitu berarti.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menjelang pernikahan Nur dengan mas Fatih, Nur memberanikan diri bertanya “Mengapa kak Nurul belum menikah. Bukankah usia kak Nurul lebih dari cukup?”, hari itu bertepatan dengan tiga puluh tahun usia kak Nurul.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Jangan tanya saya, dik Nur. Siapa yang tidak ingin membangun surga di istana kecilnya “&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan kisah malang itu sungguh terjadi. Satu demi satu brothers mundur teratur lantaran silau berhadapan dengan kak Nurul. Padahal, kurang bagaimana tawadlunya kak Nurul. Sementara itu usia kak Nurul terus beranjak, para kader muda lebih suka memilih bunga yang bisa dipetik pagi hari. Kini, siapa yang masih teringat mawar indah di senja hari. Usia kak Nurul mulai melewati empat puluh tahun. Di Bangkalan sana, ia membaktikan ilmu dan tenaganya untuk masyarakat papa. Sendiri tanpa sesiapa. Salahkah Nur bila ingin membagi kebahagiaannya dengan kak Nurul ? Dan mas Fatih, ah andai ada seribu mas Fatih di dunia ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“… Maukah kak Nurul menjadi kakak Nur di dunia dan akhirat?” itu adalah pertanyaan Nur di suratnya beberapa bulan yang lalu ketika mas Fatih akhirnya menyerah pada perjuangan Nur. Lama tak berbalas, hingga akhirnya jawaban didapat juga dari surat kak Nurul bulan lalu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“…bagaimanakah mungkin saya menolak permintaan dari seorang adik yang berhati mulia Sebenarnya ada yang tidak dik Nur ketahui setelah beberapa waktu berselang ini .namun saya sepenuhnya tawakal…”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Surat terakhir kak Nurul itu ditangkapnya sebagai persetujuan. Maka berangkatlah mas Fatih pagi itu menuju Bangkalan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;****&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Subuh baru saja usai. Nur bersegera melipat rukuhnya ketika bel pintu berdentang, tergopoh ia berjalan ke arah pintu. Tiba-tiba di dadanya berdebur gelombang.&lt;br /&gt;Seperti saat mula pertama ia bertemu mas Fatih di rumah cinta mereka. Hari ini tepat seminggu mas Fatih berangkat. Iakah yang datang memenuhi janjinya kepada buah hati mereka ? Tiba-tiba mata Nur basah. Inikah yang namanya haru ? Ataukah cinta yang tumbuh di puncak kerelaan ? Pintu terkuak. Benar. Dia mas Fatih.&lt;br /&gt;Tapi mengapa ia nampak tidak biasa. Ataukah Nur yang tiba-tiba jadi perasa. Seakan wajah mas Fatih berselimut duka. Nur ingin merangkulnya, namun terasa tangannya tertahan. Mas Fatih mengucapkan salam dengan perlahan. Nur membalasnya tak kalah pelan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Mas datang untuk saya atau anak-anak ?” Nur mencoba menggoda, mencairkan kebekuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Untuk kita” jawab mas Fatih. Tersenyum, namun berat terasa di dada Nur. Mas Fatih menggandeng tangan Nur.&lt;br /&gt;“Boleh masuk, dik?” kali ini ia yang menggoda. Nur mencolek pinggang mas Fatih, ditariknya masuk ke dalam rumah. Nur tidak berani membuka pertanyaan tentang kak Nurul.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Saya akan ceritakan setelah mandi dan shalat subuh.” Mas Fatih seakan mengetahui isi hati Nur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nur hanya mengangguk sebelum beranjak ke dapur meraih secangkir teh manis buat mas Fatih.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;***&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Ketika saya tiba di ujung desa.” Mas Fatih memulai ceritanya. “Ratusan penduduk berbondong-bondong ke arah tempat tinggal kak Nurul. Saya tidak menduga kalau mereka menyambut saya, saya merasa tidak pantas mendapat sambutan semeriah itu. Namun hati saya bertanya-tanya apa mungkin kak Nurul telah menceritakan rencana pernikahannya kepada masyarakat di sana …?” mas Fatih berhenti sejenak. Nur menahan nafas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Saat saya tiba di rumah kak Nurul yang sederhana, barulah saya menyadari wajah-wajah yang hadir menampakkan kedukaan. Sayapun bertanya apakah bisa bertemu dengan kak Nurul. Sebagian yang hadir nampak marah, salah seorang menarik kerah baju saya sambil mengepalkan tinju, untunglah dilerai oleh seorang bapak yang arif yang ternyata adalah pak lurah. Ia bertanya siapa saya dan ada perlu apa dengan kak Nurul. Saya katakan bahwa saya datang dari jauh untuk menikah dengannya. Saya calon pengantinnya. Saat itu terdengar tangis keras beberapa ibu. Pak lurah merangkul saya dan tak hentinya menggoyang bahu saya sampai akhirnya saya ditariknya ke dalam rumah. Di tengah ruangan saya dapati sebuah keranda.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nur tak tahan mendengar cerita mas Fatih. “Keranda siapa? Dimana kak Nurul waktu itu ?” pertanyaan Nur memburu. Mas Fatih menggenggam tangan Nur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Kak Nurul berada di dalam keranda itu, dik .”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Inna liLlahi wa inna ilaihi rajiun” Jantung Nur serasa terhenti sesaat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nur tersentak. Batin Nur terguncang hebat. Lalu Nur tersedu. Mas Fatih mengusap kepalanya dengan air mata menitik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Sabarlah dik sabar”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Apa yang telah terjadi ?” tanya Nur disela isaknya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Ada yang tidak kita ketahui tentang kak Nurul.” mas Fatih menjelaskan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tiba-tiba Nur teringat isi surat terakhir kak Nurul&lt;br /&gt;….&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Sebenarnya ada yang tidak dik Nur ketahui setelah beberapa waktu berselang ini. Namun saya sepenuhnya tawakal…”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nur teringat kalimat yang ditulis kak Nurul itu. Ia terkesiap.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Apa yang tidak kita ketahui mas ?” tanyanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mas Fatih menunduk. Jemarinya menghapus ujung sajadah yang terlipat. “Seorang perawat di puskesmas bercerita kepada pak lurah kalau kak Nurul sudah lama mengidap kanker stadium akhir, Nur, sudah metastase kemana-mana.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Ya Allah Saya tidak pernah tahu ” suara Nur bergetar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Tidak ada yang tahu, Nur, hingga menjelang kepergiannya kecuali perawat yang membantu kak Nur di klinik. Saya ikut mengantar dan menguburkan jenazah kak Nurul. Selepas itu saya menyelesaikan beberapa urusan kak Nurul di sana.&lt;br /&gt;Saya juga pergi ke Surabaya ke tempat dokter yang mendiagnosis kak Nur dengan kanker payudara sejak lima tahun yang lalu.” Lunglai terasa tubuh Nur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Kita terlambat, mas. Saya telah melalaikannya ” Nur seakan menyesali diri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mas Fatih membelai kepala Nur dengan lembut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Tidak, sayang. Allah lah yang lebih tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Insya Allah niat kita telah dicatat di buku-Nya.” ujar mas Fatih. “Semoga Allah membalas amal shalih kak Nurul dengan sebaik-baiknya. Masyarakat Bangkalan mencintai kak Nurul karena keikhlasannya membantu mereka .” Mas Fatih berhenti sejenak. Dirogohnya secarik kertas dari kantung tas pinggangnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Ini ada surat dari mbak Ririn, perawat itu.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nur membuka surat yang diberikan mas Fatih, “Salam hormat untuk keluarga Bu Nurul. Ia adalah jiwa yang berbahagia.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Air mata Nur berhamburan. Ia kehilangan mawar senja yang hampir dipetiknya di pekarangan cinta mereka sang Pencipta telah menyuntingnya di taman surga abadi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;…Mawar senja gugur kelopaknya&lt;br /&gt;wangi tersisa di pagi bening&lt;br /&gt;Sesosok cinta menebar air surga&lt;br /&gt;kembali ke bumi, menuju Dia yang abadi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam duka, hati Nur penuh doa. Semoga tempatmu&lt;br /&gt;terbaik di sisi-Nya, oh kak Nurul.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Satu hal ia tahu pasti, beribu kak Nurul di bumi ini,&lt;br /&gt;namun hanya ada satu mas Fatih&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3322941581416136977-3740670219360625203?l=adehendraputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adehendraputra.blogspot.com/feeds/3740670219360625203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3322941581416136977&amp;postID=3740670219360625203' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/3740670219360625203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/3740670219360625203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adehendraputra.blogspot.com/2008/02/mawar-senja-gugur-kelopaknya.html' title='Mawar Senja Gugur Kelopaknya'/><author><name>adehp</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17702273497948511434</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977.post-5636844100343061677</id><published>2007-12-27T01:11:00.000-08:00</published><updated>2007-12-27T01:15:05.212-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kajian'/><title type='text'>TANDA ORANG YANG SOMBONG</title><content type='html'>TANDA ORANG YANG SOMBONG&lt;br /&gt;Oleh : Syaikh Ibnu Atho'illah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Sebagian dari tanda-tanda orang yang senantiasa membanggakan amal perbuatannya, berarti kurang mempunyai pengharapan terhadap rahmat Allah, tatkala terjadi kekhilafan pada dirinya ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi sunnatullah, bahwa manusia mempunyai sifat khilaf dan lupa. Walau bagaimanapun kepandaian seseorang, sekali waktu ia pasti berbuat khilaf dan lupa. Karena itu, sebagai makhluq yang lemah kita harus senantiasa memohon rahmat dan ampunan dari-Nya atas segala kekhilafan dan kesalahan kita, baik yang kita sengaja maupun tidak.&lt;br /&gt;Apabila ada seseorang yang berbuat kekhilafan atau kesalahan, kemudian dia tidak mau memohon rahmat dan ampunan dari Allah, bahkan dia lalu menyombongkan diri atas amal perbuatannya, maka orang seperti inilah yang disebut sebagai kurang mempunyai pengharapan terhadap rahmat Allah, pada Al-Qur'an ayat 87 disebutkan, bahwa sesungguhnya tiada terputus asa dari mengharap rahmat Allah, kecuali kaum yang kafir.&lt;br /&gt;Tersebutlah beberapa kisah tentang kesombongan makhluq Allah baik dari kalangan bangsa manusia sendiri maupun dari bangsa jin, yang dengan sombong tidak mau mengharap rahmat dari Allah dan hanya menyombongkan amal perbuatan diri sendiri.&lt;br /&gt;   Beberapa kisah tersebut antara lain :&lt;br /&gt;I. Kisah tentang Abu Lahab dalam Al-Qur'an Surat Al-Lahb ayat 1 - 5.&lt;br /&gt;1. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.&lt;br /&gt;2. Tiadalah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.&lt;br /&gt;3. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.&lt;br /&gt;4. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah)&lt;br /&gt;5. Yang di lehernya ada tali dari sabut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Kisah tentang Qorun dalam Al-Qur'an Surat Al-Qoshosh ayat 78.&lt;br /&gt;Qorun berkata : "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karana ilmu yang ada padaku". Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat dari padanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.&lt;script&gt;&lt;!-- D(["mb","\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nIII. Kisah tentang Iblis dalam Al-Qur&amp;#39;an Surat Al-A&amp;#39;rof ayat 12 - 13.\u003cbr\&gt;\nAllah berfirman : &amp;quot;Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?&amp;quot;\u003cbr\&gt;\nMenjawab iblis : &amp;quot;Saya lebih baik daripadanya, Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah&amp;quot;.\u003cbr\&gt;\nAllah berfirman : &amp;quot;Turunlah kamu dari surga itu, karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka ke luarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina&amp;quot;.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nDari beberapa kisah diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa orang yang menyombongkan diri dan tiada mengharap rahmat dari Allah, sesungguhnya ia telah mencelakakan diri mereka sendiri, baik di dunia maupun di akhirat nanti.\u003cbr\&gt;\n   Adapun tanda-tanda orang yang celaka, sebagaimana yang pernah diucapkan oleh Ibnul Qoyim Al-Jauzi, adalah sebagai berikut :\u003cbr\&gt;\n&gt; Sesungguhnya semakin tambah ilmunya, semakin bertambah pula kesombongan dan kecongkakannya.\u003cbr\&gt;\n&gt; Setiap bertambah amalnya, semakin bertambah kebanggaannya dan memandang rendah orang lain, serta semakin bertambah prasangka baiknya terhadap diri sendiri.\u003cbr\&gt;\n&gt; Semakin tambah usianya, semakin bertambah rakus dan serakahnya kepada dunia.\u003cbr\&gt;\n&gt; Semakin menumpuk harta dan kekayaannya, semakin bertambah bakhil dan kikirnya.\u003cbr\&gt;\n&gt; Semakin meningkat derajat dan pangkatnya, semakin meningkat pula kesombongan dan keangkuhannya.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nSumber : Matnul Hikam (Jadilah Muslim Yang Berkualitas)\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n[Non-text portions of this message have been removed]\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n          \u003c/div\&gt; \n    \u003cdiv\&gt;\n      \u003cdiv\&gt;\n        \u003ca href\u003d\"#116200900d7c9b8d_toc\"\&gt;\n          Back to top        \u003c/a\&gt;\n      \u003c/div\&gt;                         \u003ca href\u003d\"mailto:sukmamy@nasa.co.id?Subject\u003dRe%3ATanda%20orang%20yang%20sombong\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\&gt;\n            Reply to \u003cspan\&gt;sender\u003c/span\&gt;\n          \u003c/a\&gt; |\n          \u003ca href\u003d\"mailto:daarut-tauhiid@yahoogroups.com?Subject\u003d+Re%3ATanda%20orang%20yang%20sombong\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\&gt;",1] );  //--&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Kisah tentang Iblis dalam Al-Qur'an Surat Al-A'rof ayat 12 - 13.&lt;br /&gt;Allah berfirman : "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?"&lt;br /&gt;Menjawab iblis : "Saya lebih baik daripadanya, Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah".&lt;br /&gt;Allah berfirman : "Turunlah kamu dari surga itu, karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka ke luarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa kisah diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa orang yang menyombongkan diri dan tiada mengharap rahmat dari Allah, sesungguhnya ia telah mencelakakan diri mereka sendiri, baik di dunia maupun di akhirat nanti.&lt;br /&gt;   Adapun tanda-tanda orang yang celaka, sebagaimana yang pernah diucapkan oleh Ibnul Qoyim Al-Jauzi, adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&gt; Sesungguhnya semakin tambah ilmunya, semakin bertambah pula kesombongan dan kecongkakannya.&lt;br /&gt;&gt; Setiap bertambah amalnya, semakin bertambah kebanggaannya dan memandang rendah orang lain, serta semakin bertambah prasangka baiknya terhadap diri sendiri.&lt;br /&gt;&gt; Semakin tambah usianya, semakin bertambah rakus dan serakahnya kepada dunia.&lt;br /&gt;&gt; Semakin menumpuk harta dan kekayaannya, semakin bertambah bakhil dan kikirnya.&lt;br /&gt;&gt; Semakin meningkat derajat dan pangkatnya, semakin meningkat pula kesombongan dan keangkuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Matnul Hikam (Jadilah Muslim Yang Berkualitas)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3322941581416136977-5636844100343061677?l=adehendraputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adehendraputra.blogspot.com/feeds/5636844100343061677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3322941581416136977&amp;postID=5636844100343061677' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/5636844100343061677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/5636844100343061677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adehendraputra.blogspot.com/2007/12/tanda-orang-yang-sombong.html' title='TANDA ORANG YANG SOMBONG'/><author><name>adehp</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17702273497948511434</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977.post-732219532613251477</id><published>2007-12-27T01:03:00.000-08:00</published><updated>2007-12-27T01:11:11.678-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ulama'/><title type='text'>SYURAIH AL-QADLI</title><content type='html'>SYURAIH AL-QADLI (Sisi-Sisi Keadilan Islam Nan Membuat Air Mata Menitik Terharu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada orang yang bertanya kepada Syuraih, 'Bagaimana anda mendapatkan ilmu ini?.' Dia menjawab, 'Dengan bermudzakarah bersama para ulama; Aku mengambil dari mereka dan mereka mengambil dariku" (Sufyan al-Ausi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amirul mu'minin, Umar bin Al-Khaththab membeli seekor kuda dari seorang laki-laki Badui, dan membayar kontan harganya, kemudian menaiki kudanya dan pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi belum jauh mengendarai kuda, beliau menemukan luka pada kuda itu yang membuatnya terganggu ketika berpacu, maka beliau segera kembali ke tempat dimana beliau berangkat, lalu berkata kepada orang Badui tersebut, "Ambillah kudamu, karena ia terluka." Maka orang itu menjawab, "Aku tidak akan mengambilnya -wahai Amirul mu'minin- karena aku telah menjualnya kepada anda dalam keadaan sehat tanpa cacat sedikitpun." Lalu Umar berkata, "Tunjuklah seorang hakim yang akan memutus antaramu dan aku." Lalu orang itu berkata, "Yang akan menghakimi di antara kita adalah Syuraih bin al-Harits al-Kindi." Lalu Umar berkata, "Baiklah, aku setuju."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amirul mu'minin Umar bin al-Khathab dan pemilik kuda pun menyerahkan perkaranya kepada Syuraih. Ketika Syuraih mendengar perkataan orang Badui, dia menengok ke arah Umar bin al-Khaththab dan berkata, "Apakah engkau menerima kuda dalam keadaan tanpa cacat, wahai Amirul mu'minin?." "Ya." Jawab 'Umar. Syuraih berkata, "Simpanlah apa yang anda beli- wahai Amirul mu'minin- atau kembalikanlah sebagaimana anda menerima."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Umar melihat kepada Syuraih dengan pandangan kagum dan berkata, "Beginilah seharusnya putusan itu; ucapan yang pasti dan keputusan yang adil. Pergilah anda ke Kufah, aku telah mengangkatmu sebagai hakim (Qadli) di sana."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat diangkat sebagai hakim, Syuraih bin al-Harits bukanlah seorang yang tidak dikenal oleh masyarakat Madinah atau seorang yang kedudukannya tidak terdeteksi oleh ulama dan Ahli Ra'yi dari kalangan para pembesar Sahabat dan Tabi'in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang besar dan generasi dahulu, telah mengetahui kecerdasan dan kecerdikan Syuraih yang sangat tajam, akhlaknya yang mulia dan pengalaman hidupnya yang lama dan mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia adalah seorang berkebangsaan Yaman dan keturunan Kindah, mengalami hidup yang tidak sebentar pada masa Jahiliyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika jazirah Arab telah bersinar dengan cahaya hidayah, dan sinar Islam telah menembus bumi Yaman, Syuraih termasuk orang-orang pertama yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta menyambut dakwah hidayah dan kebenaran. Waktu itu mereka telah mengetahui keutamaannya dan mengakui akhlak dan keistimewaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka sangat menyayangkan dan bercita-cita andaikata dia ditakdirkan untuk datang ke Madinah lebih awal sehingga bertemu Rasulullah SAW sebelum beliau kembali kepada Tuhannya, dan mentransfer ilmu beliau yang jernih bersih secara langsung, bukan melalui perantara dan supaya beruntung mendapatkan predikat "sahabat" setelah mengenyam nikmatnya iman. Dengan begitu, dia akan dapat menghimpun segala kebaikan. Akan tetapi dia sudah ditakdirkan untuk tidak bertemu dengan Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar al-Faruq radliyall���âhu 'anhu tidaklah tergesa-gesa, ketika menempatkan seorang Tabi'in pada posisi besar di peradilan, sekalipun pada waktu itu langit-langit Islam masih bersinar-sinar dengan bintang-bintang sahabat Rasulullah Shallall���âhu 'alaihi Wa Sallam. Waktu telah membuktikan kebenaran firasat Umar dan ketepatan tindakannya dimana Syuraih menjabat sebagai hakim di tengah kaum muslimin sekitar enam puluh tahun berturut-turut tanpa putus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengakuan terhadap kapasitasnya dalam jabatan ini dilakukan secara silih berganti sejak dari pemerintahan Umar, Utsman, Ali hingga Muawiyah radliyall���âhu 'anhum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dia diakui oleh para khalifah Bani Umayyah pasca Muawiyah, hingga akhirnya pada zaman pemerintahan al-Hajjaj dia meminta dirinya dibebaskan dari jabatan tersebut. Dan pada waktu itu dia telah berumur seratus tujuh tahun, dimana hidupnya diisi dengan segala keagungan dan kebesaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Peradilan Islam telah bergelimang dengan sikap Syuraih yang menawan dan berkibar dengan ketundukan kalangan elit dan awam kaum Muslimin terhadap syari'at Allah yang ditegakkan Syuraih dan penerimaan mereka terhadap hukum-hukum-Nya. Buku-buku induk penuh dengan keunikan, berita, perkataan dan tindakan tokoh langka satu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara contohnya adalah, bahwa suatu hari Ali bin Abi Thalib RA kehilangan baju besinya yang sangat disukainya dan amat berharga baginya. Tidak lama dari itu, dia menemukannya berada di tangan orang kafir dzimmi. Orang itu sedang menjualnya di pasar Kufah. Ketika beliau melihatnya, beliau mengetahui dan berkata, "Ini adalah baju besiku yang jatuh dari ontaku pada malam anu, di tempat anu." Lalu kafir Dzimmi itu berkata, "Ini adalah baju besiku dan sekarang ada di tanganku, wahai Amirul mu'minin." Lalu Ali berkata, "Itu adalah baju besiku, aku belum pernah menjualnya atau memberikannya kepada siapapun, hingga kemudian bisa jadi milik kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu orang kafir itu berkata, "Mari kita putuskan melalui seorang Hakim kaum Muslimin." Lalu Ali berkata, "Kamu benar, mari kita ke sana." Kemudian keduanya pergi menemui Syuraih al-Qadli, dan ketika keduanya telah berada di tempat persidangan, Syuraih berkata kepada Ali RA, "Ada apa wahai Amirul mu'minin?."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Ali menjawab, "Aku telah menemukan baju besiku di bawa orang ini, baju besi itu telah terjatuh dariku pada malam anu dan di tempat anu. Kini ia telah berada di tangannya tanpa melalui jual beli ataupun hibah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Syuraih berkata kepada orang kafir itu, "Dan apa jawabmu, wahai orang laki-laki?." Lalu dia menjawab, "Baju besi ini adalah milikku dan ia ada di tanganku tapi aku tidak menuduh Amirul mu'minin berdusta." Maka Syuraih menoleh ke arah Ali dan berkata, "Aku tidak meragukan bahwa anda adalah orang yang jujur dalam perkataanmu, wahai Amirul mu'minin, dan bahwa baju besi itu adalah milikmu, akan tetapi anda harus mendatangkan dua orang saksi yang akan bersaksi atas kebenaran apa yang anda klaim tersebut."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Ali berkata, "Baiklah! Budakku Qanbar dan anakku al-Hasan akan bersaksi untukku." Maka Syuraih berkata, "Akan tetapi kesaksian anak untuk ayahnya tidak boleh, wahai Amirul mu'minin." Lalu Ali berkata, "Ya Subhanallah!! Orang dari ahli surga tidak diterima kesaksiannya!! Apakah anda tidak mendengar bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "al-Hasan dan al-Husain adalah dua pemuda ahli surga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Syuraih berkata, "Benar wahai Amirul mu'minin! namun aku tidak menerima kesaksian anak untuk ayahnya." Setelah itu Ali menoleh ke arah orang kafir itu dan berkata, "Ambillah, karena aku tidak mempunyai saksi selain keduanya." Maka kafir Dzimmi itu berkata, "Akan tetapi aku bersaksi bahwa baju besi itu adalah milikmu, wahai Amirul mu'minin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia meneruskan perkataannya, "Ya Allah! Kok ada Amirul mu'minin menggugatku di hadapan hakim yang diangkatnya sendiri, namun hakimnya malah memenangkan perkaraku terhadapnya!! Aku bersaksi bahwa agama yang menyuruh ini pastilah agama yang haq. Dan aku bersaksi bahwasanya tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwasanya Muhammad adalah Hamba dan utusan Allah." Ketahuilah wahai Qadli, bahwa baju besi ini adalah benar milik Amirul mu'minin. Aku mengikuti tentara yang sedang berangkat ke Shiffin (Suatu daerah di Siria, di sana terjadi peperangan besar antara Ali dan Muawiyah RA) lalu menemukan baju besi terjatuh dari onta berwarna abu-abu, lalu memungutnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Ali RA berkata kepadanya, "Karena engkau telah masuk Islam, maka aku menghibahkannya kepadamu, dan aku memberimu juga seekor kuda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan belum lama dari kejadian ini, orang kafir itu ternyata ditemukan mati syahid saat ikut berperang melawan orang-orang Khawarij di bawah bendera Ali, pada perang Nahrawan. Orang itu amat bersemangat dalam berperang hingga dia mati syahid."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara sikap menawan yang ditunjukkan juga oleh Syuraih adalah bahwa pernah suatu hari, putranya berkata kepadanya, "Wahai ayahku, sesungguhnya antara aku dan kaum kita ada perselisihan, maka telitilah perkaranya; jika kebenaran ada di pihakku, aku akan menggugat mereka ke pengadilan dan jika kebenaran ada di pihak mereka, aku akan mengajak mereka berdamai." Kemudian sang putra menuturkan kisahnya kepada ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ayahnya berkata kepadanya, "Kalau begitu, pergilah dan ajukan mereka ke pengadilan." Lalu putranya menemui lawannya dan mengajak mereka memperkarakannya ke pengadilan. Mereka pun menyetujuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika mereka telah berada di hadapan Syuraih, Syuraih memenangkan perkara mereka terhadap putranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika syuraih dan putranya telah pulang ke rumah, sang putra berkata kepada ayahnya, "Engkau telah mempermalukanku, wahai ayahku!" Demi Allah seandainya aku tidak mengkonsultasikannya terlebih dahulu kepadamu, tentu aku tidak akan mengecammu seperti ini." Maka syuraih berkata, "Wahai anakku, Sungguh engkau memang lebih aku cintai daripada bumi dan seisinya, akan tetapi Allah 'Azza wa Jalla lebih Mulia dan berharga bagiku daripada dirimu. Bila aku beritahukan kepadamu bahwa kebenaran berada di pihak mereka, aku khawatir engkau akan mengajak mereka berdamai dimana hal ini akan menghilangkan sebagian hak mereka. Karenanya, aku mengatakan kepadamu seperti itu tadi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah terjadi bahwa anak Syuraih menjadi jaminan seseorang, dan Syuraih menerimanya, ternyata orang itu kabur dari pengadilan. Maka Syuraih memenjarakan anaknya sebagai ganti jaminan orang yang kabur itu. Akhirinya, Syuraih sendiri yang mengirimi makanannya setiap hari ke penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang, Syuraih meragukan sebagian saksi. Namun dia tidak mendapatkan jalan untuk menolak kesaksiannya, karena syarat keadilan telah mencukupi mereka, maka dia berkata kepada mereka sebelum mereka menyatakan kesaksiannya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengarkanlah aku -mudah-mudahan Allah memberi petunjuk kepada anda semua-Sesungguhnya yang menghakimi orang ini adalah kalian sendiri. Dan sesungguhnya aku hanya menjaga diri dari api neraka melalui kalian. Karena itu, bila kalian sendiri yang berlindung darinya adalah lebih utama lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang memungkinkan bagi kalian untuk tidak memberikan kesaksian dan berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mereka bersikeras untuk bersaksi, Syuraih menoleh kepada orang yang mereka bersaksi untuknya, seraya berkata, "Ketahuilah, wahai tuan, sesungguhnya aku mengadili anda melalui kesaksian mereka. Dan sesungguhnya aku melihat anda adalah orang yang dzalim. Akan tetapi aku tidak boleh memberikan putusan berdasarkan sangkaan, tetapi berdasarkan kesaksian para saksi. Dan sesungguhnya keputusanku, tidak menghalalkan sama sekali apa yang diharamkan Allah terhadapmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ungkapan yang sering diulang-ulang oleh Syuraih di ruang sidangnya adalah perkataannya, "Besok orang dzalim akan mengetahui siapa yang rugi. Sesungguhnya orang yang dzalim sedang menunggu siksa. Sedangkan orang yang teraniaya menunggu keadilan. Dan sesungguhnya aku bersumpah kepada Allah, bahwa tidak ada seorangpun yang meninggalkan sesuatu karena Allah Azza wa Jalla, kemudian dia merasa kehilangannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syuraih bukan hanya sebagai penasehat karena Allah, Rasul-Nya dan Kitab-Nya saja, akan tetapi dia juga penasehat untuk kalangan awam dan kalangan khusus kaum muslimin semua. Salah seorang dari mereka meriwayatkan, "Syuraih memperdengarkan kepadaku suatu ucapan saat aku mengadukan sebagian sesuatu yang meresahkanku karena ulah seorang kawanku. Lantas Syuraih memegang tanganku dan menarikku ke pinggir seraya berkata, "Wahai anak saudaraku, janganlah kamu mengadu kepada selain Allah Azza wa Jalla. Karena sesungguhnya orang yang kamu mengadu kepadanya, bisa jadi dia adalah kawanmu atau musuhmu. Kalau dia kawan, berarti kamu akan membuatnya bersedih. Dan kalau dia musuh, maka kamu akan ditertawakannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia berkata, "Lihatlah mataku ini- dan dia menunjuk ke salah satu matanya- Demi Allah, aku tidak bisa melihat seseorang dan jalan karenanya sejak lima belas tahun lalu. Sekalipun demikian, aku tidak ceritakan kepada siapapun mengenainya, kecuali kepadamu sekarang ini. Tidakkah kamu mendengar ucapan seorang hamba yang shaleh (yakni Nabi Ya'qub a.s), 'Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.'(Yusuf:86). Maka jadikanlah Allah Azza wa Jalla sebagai tempat mengadu dan melampiaskan kesedihanmu setiap kali musibah menimpamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Dia adalah Dzat Yang paling Dermawan dan Yang paling dekat untuk diseru." Pada suatu hari, dia melihat ada seseorang sedang meminta sesuatu kepada orang lain, lalu dia berkata kepadanya, "Wahai anak saudaraku, siapa yang memohon hajat kepada manusia, maka dia telah menjerumuskan dirinya ke dalam perbudakan. Jika orang yang diminta itu memberinya, maka dia telah menjadikannya budak karena pemberian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika orang itu tidak memberinya, maka keduanya akan kembali dengan kehinaan. Yang satu, hina karena bakhil sedangkan yang satu lagi hina karena ditolak. Maka jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, dan jika kamu memohon pertolongan, memohonlah pertolongan kepada Allah. Dan ketahuilah, bahwa tidak ada upaya, kekuatan dan pertolongan kecuali dengan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat suatu ketika, di Kufah telah mewabah penyakit Tha'un, lalu salah seorang sahabat Syuraih kabur dari sana menuju ke Najef untuk menyelamatkan diri dari penyakit tersebut, maka Syuraih mengirim surat kepadanya, "Amma ba'du, Sesungguhnya daerah yang kamu tinggalkan tidak mendekatkan kematianmu dan tidak juga merampas hari-harimu. Dan sesungguhnya daerah yang kamu pindah ke sana adalah berada dalam genggaman Dzat Yang tidak bisa dikalahkan dengan usaha dan tidak akan luput pelarian itu dari-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya kami dan kamu juga berada di atas hamparan Raja Yang Satu. Dan sesungguhnya Najef adalah sangat dekat dari Dzat Yang Maha Kuasa." Di samping hal itu semua, Syuraih juga seorang penyair, mudah dicerna, manis penyampaiannya dan tema-temanya begitu memikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut suatu riwayat, dia mempunyai seorang anak berumur sekitar sepuluh tahun, dan anak itu lebih suka meghabiskan waktu untuk bermain dan berhura-hura. Pada suatu hari dia kehilangan anak itu, dan ternyata anak itu tidak masuk sekolah dan menggunakan wakut tersebut untuk melihat anjing-anjing. Dan ketika anak itu pulang, dia bertanya kepadanya, Apakah kamu sudah shalat? Maka anak itu menjawab, Belum. Lalu Syuraih meminta kertas dan pena, lalu menulis surat kepada guru anak itu dalam untain berikut: Anak ini meninggalkan shalat karena mencari anjing-anjing Mengincar kejelekan bersama anak-anak nakal Sungguh dia akan menemuimu besok membawa secarik lembaran. Dituliskan untuknya seperti lembaran pemohon (minta dieksekusi)&lt;br /&gt;Jika dia datang kepadamu, maka obatilah dengan celaan. Atau nasehati dengan nasehat orang bijak lagi cerdik. Jika ingin memukulnya, maka pukullah dengan alat. Jika pukulan telah sampai tiga kali, maka hentikanlah. Ketahuilah bahwa anda tidak akan mendapatkan sepertinya. Apapun yang diperbuatnya, ia adalah jiwa yang paling berharga bagiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Allah meridhai Umar al-Faruq yang telah menghias wajah peradilan Islam dengan permata yang mulia lagi asli. Mutiara yang putih dan tampak menawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau telah memberikan lentera terang kepada kaum muslimin yang hingga sekarang mereka masih mengambil sinar kefiqihannya terhadap syariat Allah. Berpetunjuk dengan cahaya kefahamannya terhadap Sunnah Rasulullah. Dan berbangga dengannya terhadap umat-umat lain pada hari kiamat. Mudah-mudahan Allah merahmati Syuraih aql-Qadhli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia telah menegakkan keadilan di tengah manusia selama enam puluh tahun, tidak pernah berbuat dzalim terhadap siapapun, tidak pernah melenceng dari kebenaran serta tidak pernah membedakan antara raja dan masyarakat biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATATAN:&lt;br /&gt;Sebagai bahan tambahan biografi Syuraih al-Qadli, silahkan baca:&lt;br /&gt;ath-Thabaqat al-Kubra, oleh Ibnu Sa'd, 6/11, 34, 94, 108, 109, 170, 206, 268, dan 7/151, 194, 453 dan 8/ 494.&lt;br /&gt;Shifat ash-Shafwah, oleh Ibnu Al-Jauzi (cetakan Halb), 3/38.&lt;br /&gt;Hilyatu al-Auliya, oleh Al-Ashfahani, 4/256-258.&lt;br /&gt;Tarikh ath-Thabari, oleh Ibnu Jarir Ath-Thabari, Jilid 4,5,6 (Lihat daftar isi di jilid 10)&lt;br /&gt;Tarikh Khalifah Ibnu Khayyath, 129, 158, 184, 217, 251, 266, 298, 304.&lt;br /&gt;Syadzarat adz-Dzahab, 1/85-86.&lt;br /&gt;Fawat al-Wafayat, 2/167-169.&lt;br /&gt;Kitab al-Wafayat, oleh Ahmad bin Hasan bin Ali bin Al-Khathib, 80-81.&lt;br /&gt;al-Muhabbar, oleh Muhammad bin Habib, 305, 387.&lt;br /&gt;Dairatu al-Ma'arif, oleh farid Wajdi, 5/373-473.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3322941581416136977-732219532613251477?l=adehendraputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adehendraputra.blogspot.com/feeds/732219532613251477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3322941581416136977&amp;postID=732219532613251477' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/732219532613251477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/732219532613251477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adehendraputra.blogspot.com/2007/12/syuraih-al-qadli.html' title='SYURAIH AL-QADLI'/><author><name>adehp</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17702273497948511434</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977.post-8975161325116471837</id><published>2007-12-27T01:01:00.000-08:00</published><updated>2007-12-27T01:03:43.288-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat'/><title type='text'>Abu Bakar Ash Shidiq</title><content type='html'>Abu Bakar Ash Shidiq&lt;br /&gt;Oleh : Haryanto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompetensi inti atau kompetensi utama Abu Bakar RA terdiri dari&lt;br /&gt;integritas (ING), konsisten dan komitmennya (CO) pada kebenaran,&lt;br /&gt;kepemimpinan (Leadership)yang kuat dan kedermawanan (Charitable).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau adalah sahabat yang paling mulia setelah Rasululah Orang&lt;br /&gt;pertama-tama masuk Islam. Orang yang menggantikan Rasulullah sebagai&lt;br /&gt;Imam. Sahabat sejak kecil sekaligus mertua Rasulullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ING (Integritas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Integritas adalah bertindak konsisten sesuai dengan nilai-nilai dan&lt;br /&gt;kebijakan organisasi serta kode etik profesi, walaupun dalam keadaaan&lt;br /&gt;yang sulit untuk melakukan ini, dengan kata lain "satunya kata dengan&lt;br /&gt;perbuatan". Mengkomunikasikan maksud ide dan perasan secara terbuka,&lt;br /&gt;jujur dan langsung sekalipun dalam negoisasi yang sulit dengan pihak&lt;br /&gt;lain.[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun Abu Bakar, ia adalah orang yang memiliki integritas dan&lt;br /&gt;kejujuran yang tinggi. Ini dibuktikan dalam kesederhanaan hidupnya.&lt;br /&gt;Serta sikapnya yang sangat cermat, teliti dan hati-hati dalam mengelola&lt;br /&gt;kas Negara (baitul maal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joesoef Sou'ib dalam bukunya Sejarah Khulafaur Rasyidin menyatakan,&lt;br /&gt;meskipun sebagian panglima perang dan pejabat pemerintahan khalifah Abu&lt;br /&gt;Bakar hidup dalam kemewahan, namun beliau tetap hidup dalam&lt;br /&gt;kesederhanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"... akan tetapi khalifah abu Bakar tetap tinggal dalam rumah&lt;br /&gt;biasa di Medinah, hidup sebagai rakyat biasa, membeli kebutuhannya di&lt;br /&gt;pasar dan menjadi imam setiap sholat lima waktu."[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sejarah mencatat bahwa masa pemerintahannya yang 2 tahun 3 bulan&lt;br /&gt;itu, Abu Bakar hanya mengeluarkan 8.000 (delapan ribu) dirham[3] dari&lt;br /&gt;Baitul Maal bagi keperluan keluarganya."[4] Beliau juga menolak&lt;br /&gt;mengambil dari Baitul Maal melebihi dari kebutuhan hidupnya.[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"... Abu Bakar wafat meninggalkan seekor unta, ember, susu dan&lt;br /&gt;baju resmi, serta dengan gigih mengembalikannya ke Baitul Maal."[6]&lt;br /&gt;Adakah pejabat di negeri ini seperti beliau? Atau justru mobil, uang,&lt;br /&gt;deposito, rumah, perusahaan dan tanah mereka semakin banyak serta&lt;br /&gt;semakin sulit dihitung oleh KPK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar juga termasuk orang yang dapat dipercaya dan sangat&lt;br /&gt;dipercaya oleh Rasulullah ??? ???? ???? ?????. Rasulullah berkata,&lt;br /&gt;"Tidak kuajak seorangpun masuk Islam melainkan ia ragu dan bimbang,&lt;br /&gt;kecuali Abu Bakar." (Riwayat Ibnu Ishaq).[7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia adalah teman setia Rasulullah dalam perjalanan hijrah. Dan yang&lt;br /&gt;menemani beliau ketika di gua Tsur. Beliau juga tidak pernah absen&lt;br /&gt;dalam semua peperangan bersama Rasulullah.[8] Kalau bukan orang&lt;br /&gt;terpercaya tentu Rasulullah tidak akan mengajak Abu Bakar dalam&lt;br /&gt;perjalanan yang sangat rahasia dan sangat berbahaya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ketika Rasulullah melakukan Isra' Mi'raj dari Masjidil haram ke&lt;br /&gt;Masjidil Aqsha kemudian naik ke langit tujuh, banyak orang musyrik yang&lt;br /&gt;tidak percaya. Lalu mereka mendatangi Abu Bakar dengan harapan Abu&lt;br /&gt;Bakar akan menolaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ternyata Abu Bakar mejawab, "Jika memang benar Muhammad yang&lt;br /&gt;mengatakannya, maka ia telah berkata benar, dan sungguh aku akan&lt;br /&gt;membenarkannya lebih dari itu."[9] Karena itulah Abu Bakar mendapat&lt;br /&gt;gelar Ash Shidiq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komitmen Pada Jama'ah (Commitmen to Organization)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompetensi inti (core) lainnya dari Abu Bakar adalah komitmennya&lt;br /&gt;pada organisasi (jama'ah). Komitmen Organisasi adalah kemampuan dan&lt;br /&gt;kemauan untuk menyelaraskan perilaku pribadi dengan kebutuhan,&lt;br /&gt;perioritas dan sasaran organisasi, ini mencakup cara-cara mengembangkan&lt;br /&gt;tujuan atau memenuhi kebutuhan organisasi. Intinya adalah mendahulukan&lt;br /&gt;misi organisasi dari pada kepentingan pribadi.[10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa penulis adalah mendahulukan kepentingan umat dan jama'ah&lt;br /&gt;kaum muslimin di atas kepentingan pribadi. Jama'ah juga berarti&lt;br /&gt;komitmen kepada kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Abu Bakar adalah orang yang sangat mendahulukan kepentingan&lt;br /&gt;umatnya/kaum muslimin serta sangat komitmen dengan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, setelah diangkat sebagai khalifah, beliau berkhutbah dan&lt;br /&gt;berpidato di atas mimbar Masjid Nabawi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai orang banyak semuanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku diangkat mengepalai kalian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku bukanlah yang terbaik diantara kalian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aku membuat kebaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dukunglah aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aku membuat kejelekan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka luruskanlah aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran itu suatu amanat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kebohonganitu suatu khianat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terlemah diantara kalian aku anggap yang terkuat sampai aku&lt;br /&gt;mengambil dan memulangkan haknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terkuat diantara kalian aku anggap yang terlemah sampai aku&lt;br /&gt;mengambil hak si lemah dari tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah seorangpun diantara kalian meninggalkan jihad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum yang meninggalkan jihad akan ditimpakan kehinaan oleh Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patuhilah aku selama aku mematuhi Allah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila aku mendurhakai Allah dan Rasul-Nya tidak ada kewajiban patuh&lt;br /&gt;kepadaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini marilah kita melakukan sholat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada kalian[11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba anda cari pemimpin di dunia yang siap dikritik jika melakukan&lt;br /&gt;kesalahan dan kejahatan. Pemimpin-pemimpin kerdil itu justru&lt;br /&gt;memberangus, memenjarakan dan membunuh orang-orang yang mengkritiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga sangat komitmen dalam tugasnya menjaga kemurnian ajaran&lt;br /&gt;Islam. Karena pada saat itu terjadi banyak kesesatan seperti lahirnya&lt;br /&gt;nabi palsu Musailamah Al Kadzab la'natullah, gerakan pemurtadan&lt;br /&gt;(riddah) dan pembangkangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarawan Islam Joesoef Sou'yb mencatat, "Wafatnya Rasululah telah&lt;br /&gt;menimbulkan kegoncangan di semenanjung Arabia. Timbul gerakan riddat&lt;br /&gt;disana-sini. Yakni gerakan membelot dari agama Islam. Hampir seuruh&lt;br /&gt;kabilah-kabilah di luar kota Madinah dan Mekah terlibat dalam gerakan&lt;br /&gt;riddat. Begitupun kerajaan-kerajaan setempat pada belahan selatan&lt;br /&gt;Arabia. Peristiwa itu menimbulkan kecemasan yang besar di ibukota&lt;br /&gt;Madinah Al Munawwarah."[12]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi seperti ini tampak jelas kompetensi Abu Bakar dalam&lt;br /&gt;membela kebenaran sekaligus juga kuatnya karakter kepemimpinan&lt;br /&gt;(Leadership)dan keberanian beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan komitmen dan tekad yang bulat Abu Bakar mengirimkan pasukan&lt;br /&gt;untuk memberantas para pemeberontak agama tersebut. Akhirnya beliau&lt;br /&gt;berhasil mengatasi ujian berat ini. Beliau berhasil menumpas kaum&lt;br /&gt;riddat di Bahrain, Oman, Mahra, Hadralmaut dan Yaman.[13]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komitmen dalam kebenaran ini juga ditunjukkan dalam sikapnya untuk&lt;br /&gt;selalu memenuhi hak-hak Allah SWT dan hak-hak manusia. Suatu hari&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa diantara kalian yang berpuasa hari ini?", "Saya jawab Abu&lt;br /&gt;Bakar.". Siapa yang mengiringi jenazah pada hari ini?, "Saya jawab Abu&lt;br /&gt;Bakar." Siapa diantara kalian yang memberi makan fakir miskin pada hari&lt;br /&gt;ini?, "Saya jawab Abu Bakar." (HR Muslim).[14]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Team Leadership (TL) Abu Bakar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan Abu Bakar terlihat pada sikapnya dalam membela&lt;br /&gt;kebenaran dan menumpas gerakan pemurtadan &amp;amp; nabi palsu sebagaimana&lt;br /&gt;telah dijelaskan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti ini juga terlihat dalam debat yang seru antara beliau dan&lt;br /&gt;Umar bin Khattab dalam mensikapi orang-orang yang tidak mau membayar&lt;br /&gt;zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar berpendirian bahwa mereka tidak perlu diperangi selama mereka&lt;br /&gt;masih sholat. Sementara Abu Bakar berpendirian untuk memerangi dan&lt;br /&gt;menumpas orang yang memisahkan antara sholat dan zakat. Sebab zakat&lt;br /&gt;adalah bagian dari rukun Islam. Maka jika salah satunya roboh maka&lt;br /&gt;robohlah rukun Islam. Yang berarti keluar dari Islam (murtad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti lainnya adalah hanya&lt;br /&gt;Bukti ini juga terlihat dalam debat yang seru antara beliau dan Umar&lt;br /&gt;bin Khattab dalam mensikapi orang-orang yang tidak mau membayar zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar berpendirian bahwa mereka tidak perlu diperangi selama mereka&lt;br /&gt;masih sholat. Sementara Abu Bakar berpendirian untuk memerangi dan&lt;br /&gt;menumpas orang yang memisahkan antara sholat dan zakat. Sebab zakat&lt;br /&gt;adalah bagian dari rukun Islam. Maka jika salah satunya roboh maka&lt;br /&gt;robohlah rukun Islam. Yang berarti keluar dari Islam (murtad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti lainnya adalah hanya Abu Bakar (diantara para sahabat) yang&lt;br /&gt;mampu meng-Islamkan seluruh anggota keluarganya. Beliau meng-Islamkan&lt;br /&gt;bapak dan ibunya. Semua anak laki-lakinya yaitu Abdullah, Abdurrahman&lt;br /&gt;dan Muhammad. Dan anak-anak perempuannya yaitu Asma', Aisyah dan Ummi&lt;br /&gt;Habibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga meng-Islamkan semua istri-istrinya. Qatilah, Ummi&lt;br /&gt;Ruman dan Asma' binti Umais dan Habibah binti Kharijah Radiyallahu&lt;br /&gt;'anhum.[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu beliau juga meng-Islamkan sahabat-sahabat terkemuka. Seperti&lt;br /&gt;Zubair bin Awwam, Utsman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Sa'd bin Abi&lt;br /&gt;Waqqash, Thallah bin Ubaidilah dan Abu Ubaydah bin Jarrah Radhiyallahu&lt;br /&gt;'anhum. Semuanya termasuk orang-orang yang dijamin masuk syurga.[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Charitable (CH)- Kedermawanan Abu Bakar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau adalah saudagar yang kaya raya. Dengan hartanya ia bebaskan para&lt;br /&gt;budak. Yaitu Bilal, Amir ibnu Fuhairah, Zunairah, Nahdiyah dan&lt;br /&gt;putrinya, Jariyah binti Mua'amil dan Ummu Ubays.[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar RA juga sangat dermawan. Namun hidupnya sangat&lt;br /&gt;sederhana. 'Aisyah berkata, "Abu Bakar menginfakkan 4.000 dirham kepada&lt;br /&gt;Nabi SAW." "Ketika meninggal dunia, beliau tidak meninggalkan satu&lt;br /&gt;dinar dan tidak pula satu dirhampun. " kata putrinya 'Aisyah RA.[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal kita tahu beliau adalah khalifah. Seorang kepala negara yang&lt;br /&gt;memiliki kedudukan tertinggi dalam pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan menurut riwayat beliau pernah menyumbangan seluruh hartanya&lt;br /&gt;untuk dakwah Islam. Sampai-sampai Rasulullah bertanya, "Lalu apa yang&lt;br /&gt;kau tinggalkan untuk keluargamu?". Abu Bakar menjawab, "Allah dan&lt;br /&gt;Rasul-Nya."[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]Abu Bakar Jabir Al Jazairi, Ilmu dan Ulama, Pustaka Azzam&lt;br /&gt;(Jakarta:2001), hal. 164.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2]Ibid Muhammad Sa'id Mursi, hal. 6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3]Ibid hal. 6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4]Ibnu Hajar Al Asqalani, Fathul Baari, Pustaka Azzam (Jakarta:2006),&lt;br /&gt;jilid 18, hal. 397. 1 dirham = 3,5 gram perak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5]Khalid Muhammad Khalid hal. 81.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]Joko Siswanto, Materi Pelatihan SDM, Manajemen SDM Berbasis&lt;br /&gt;Kompetensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2]Joesoef Sou'yb, Sejarah Daulat Khulafaur Rasyidin, Bulan Bintang&lt;br /&gt;(Jakarta:1979), hal. 132.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3]1 dirham setara dengan 3.5 gram perak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4]Joesoef Sou'yb, hal 133.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5]Khalid Muhammad Khalid, Kehidupan Para Khalifah teladan, Pustaka&lt;br /&gt;Amani (Jakarta:1995), hal. 81&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6]Ibid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7]Syaikh Muhammad Sa'id Mursi, Tokoh-Tokoh Besar islam Sepanjang&lt;br /&gt;Sejarah, Pustaka Al Kautsar (Jakarta:2007), hal. 6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[8]Ibid hal. 8.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9]Muhammad Sa'id Ramadhan Al Buthy, Sirah Nabawiyah, Rabbani Press&lt;br /&gt;(Jakarta:1992), Buku Kesatu, hal. 193.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[10]Joko Siswanto, Materi pelatihan Manajemen SDM Berbasis Kompetesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[11]Joesoef Sou'yb, Sejarah Daulat Khulafaur Rasyidin, Bulan Bintang&lt;br /&gt;(Jakarta:1979), hal. 26-27. Pidato tersebut dilakukan menjelang sholat&lt;br /&gt;Isya'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[12]Ibid hal. 31.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[13]Ibid hal. 77-84.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[14]Ibid hal. 7.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3322941581416136977-8975161325116471837?l=adehendraputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adehendraputra.blogspot.com/feeds/8975161325116471837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3322941581416136977&amp;postID=8975161325116471837' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/8975161325116471837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/8975161325116471837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adehendraputra.blogspot.com/2007/12/abu-bakar-ash-shidiq.html' title='Abu Bakar Ash Shidiq'/><author><name>adehp</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17702273497948511434</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977.post-8701821677378966614</id><published>2007-12-27T00:57:00.000-08:00</published><updated>2007-12-27T01:00:58.799-08:00</updated><title type='text'>Sirah Nabawiyah: Perang Thaif [Tahun 9 H]</title><content type='html'>Sirah Nabawiyah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang Thaif [Tahun 9 H]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika orang-orang Tsaqif yang kalah tiba di Thaif, mereka menutup&lt;br /&gt;pintu-pintu kotanya dan membuat sejumlah persiapan untuk perang. Urwah bin&lt;br /&gt;Mas'ud dan Ghailan bin Salamah tidak ikut hadir di Perang Hunain dan&lt;br /&gt;pengepungan Thaif, karena keduanya berada di Jurasy sedang bertugas&lt;br /&gt;mempelajari pembuatan dabbabah*, minjaniq**, dan dhabur***".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setelah perang Hunain reda, Rasulullah berangkat ke Thaif. Ketika beliau&lt;br /&gt;memutuskan berangkat ke Thaif, Ka'ab bin Malik RA berkata,&lt;br /&gt;'Kami lumat seluruh keraguan dari Tihamah dan Khaibar&lt;br /&gt;Kemudian kami mengistirahatkan pedang-pedang kami dari perang&lt;br /&gt;Kami berbicara dengan pedang-pedang kami&lt;br /&gt;Jika pedang-pedang kami dapat berbicara, ia pasti berbicara&lt;br /&gt;Aku bukan wanita menyusui anak jika kalian tidak pernah melihatnya&lt;br /&gt;Ada beribu-ribu orang dari kami di halaman kalian&lt;br /&gt;Kami cabut atap rumah di Wajj&lt;br /&gt;Hingga rumah-rumah kalian menjadi kosong tanpa kalian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rasulullah berjalan melewati Nakhlah Al-Yamaniyah, Qarn, Al-Mulaih, dan&lt;br /&gt;Bahrah Ar-Rugha' dari Liyyah****. Di sana, Rasulullah membangun masjid dan&lt;br /&gt;mengerjakan shalat di dalamnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah berjalan melewati jalan Adh-Dhaiqah. Ketika Rasulullah&lt;br /&gt;berjalan ke arah jalan tersebut, beliau bertanya tentang nama jalan&lt;br /&gt;tersebut, "Apa nama jalan ini?". Dikatakan kepada beliau, "Jalan ini&lt;br /&gt;bernama Adh-Dhaiqah". Rasulullah bersabda, "Aku ganti jalan ini menjadi&lt;br /&gt;Al-Yusra".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, Rasulullah keluar dari jalan Adh-Dhaiqah (Al-Yusra) melewati&lt;br /&gt;Nakhab dan berhenti di pohon bernama Ash-Shadirah yang dekat dengan kebun&lt;br /&gt;salah seorang dari Tsaqif. Rasulullah pergi menemui pemilik kebun tersebut&lt;br /&gt;dan berkata kepadanya, "Engkau harus pergi dari sini. Jika tidak, kami akan&lt;br /&gt;menghancurkan kebunmu". Orang dari Tsaqif tersebut menolak keluar dari&lt;br /&gt;kebunnya, kemudian Rasulullah memerintahkan penghancuran kebun orang Tsaqif&lt;br /&gt;tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, Rasulullah meneruskan perjalanan hingga tiba di daerah dekat&lt;br /&gt;Thaif dan di sana beliau bermarkas. Tapi, di tempat tersebut beberapa orang&lt;br /&gt;dari sahabat Rasulullah terkena lemparan anak panah, karena markas beliau&lt;br /&gt;berdekatan dengan tembok Thaif, jadi tidak heran kalau anak panah mengenai&lt;br /&gt;kaum muslimin dan mereka tidak dapat memasuki tembok orang-orang Thaif&lt;br /&gt;karena orang-orang Thaif menutup temboknya. Ketika beberapa sahabat terkena&lt;br /&gt;serangan anak panah, Rasulullah memindahkan markasnya ke masjid beliau yang&lt;br /&gt;ada di Thaif sekarang (waktu penulisan buku ini), kemudian beliau mengepung&lt;br /&gt;orang-orang Thaif dua puluh malam lebih".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika Rasulullah ditemani dua orang istrinya, salah satunya ialah Ummu&lt;br /&gt;Salamah binti Abu Umaiyyah. Untuk itu, dua kubah untuk keduanya dipasang&lt;br /&gt;dan Rasulullah mengerjakan shalat di antara kedua kubah tersebut. Ketika&lt;br /&gt;orang-orang Tsaqif masuk Islam, Amr bin Umaiyyah bin Wahb bin Muattib bin&lt;br /&gt;Malik membangun masjid di tempat shalat Rasulullah tersebut. Di masjid&lt;br /&gt;tersebut terdapat sebuah tiang yang jika matahari terbit dan sinarnya&lt;br /&gt;mengenainya, maka terdengar suara. Rasulullah mengepung orang-orang Thaif,&lt;br /&gt;memerangi mereka dengan dahsyat, dan terjadi saling lempar anak panah pada&lt;br /&gt;kedua belah pihak".*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hingga pada pertempuran syadkhah di samping tembok Thaif, beberapa sahabat&lt;br /&gt;Rasulullah masuk di bawah dabbabah, kemudian de-ngan dabbabah tersebut,&lt;br /&gt;mereka mendekat ke tembok orang-orang Thaif untuk melubanginya. Ketika&lt;br /&gt;itulah, orang-orang Tsaqif melepaskan paku besi yang menyala-nyala ke arah&lt;br /&gt;kaum muslimin, kemudian kaum muslimin keluar dari bawah paku besi tersebut.&lt;br /&gt;Pada saat yang sama, orang-orang Thaif menyerang kaum muslimin dengan anak&lt;br /&gt;panah, hingga banyak sekali jatuh korban dari mereka. Kemudian Rasulullah&lt;br /&gt;memerintahkan kaum muslimin menebang pohon-pohon anggur milik orang-orang&lt;br /&gt;Tsaqif lalu kaum muslimin pergi ke pohon-pohon anggur tersebut untuk&lt;br /&gt;menebangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disampaikan kepadaku bahwa Rasulullah bersabda kepada Abu Bakar ketika&lt;br /&gt;beliau mengepung orang-orang Tsaqif, "Hai Abu Bakar, aku bermimpi dihadiahi&lt;br /&gt;gelas besar dari kayu yang penuh dengan mentega, kemudian gelas besar dari&lt;br /&gt;kayu tersebut dilubangi ayam jago, lalu ayam jago tersebut menumpahkan&lt;br /&gt;mentega tersebut". Abu Bakar berkata, "Aku pikir engkau tidak dapat&lt;br /&gt;mengalahkan mereka pada hari ini seperti engkau inginkan". Rasulullah&lt;br /&gt;bersabda, "Tapi aku tidak berpendapat seperti itu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khuwailah binti Hakim As-Sulami, istri Utsman bin Madz'un berkata, "Wahai&lt;br /&gt;Rasulullah, jika Allah menaklukkan Thaif untukmu, berikan kepadaku&lt;br /&gt;perhiasan Badiyah binti Ghailan bin Salamah atau perhiasan Al-Fari'ah binti&lt;br /&gt;Aqil". Khuwailah berkata seperti itu, karena kedua wanita tersebut adalah&lt;br /&gt;wanita Tsaqif yang paling banyak perhiasannya. Disebutkan kepadaku bahwa&lt;br /&gt;ketika Rasulullah bersabda kepada Khu-wailah binti Hakim, "Bagaimana kalau&lt;br /&gt;aku tidak diberi izin terhadap orang-orang Tsaqif, wahai Khuwailah?"&lt;br /&gt;Khuwailah binti Hakim keluar dari hadapan Rasulullah kemudian menceritakan&lt;br /&gt;ucapan Rasulullah tersebut kepada Umar bin Khaththab, lalu Umar bin&lt;br /&gt;Khaththab masuk menemui Rasulullah dan berkata kepada beliau, "Wahai&lt;br /&gt;Rasulullah, ucapan apa yang telah engkau katakan kepada Khuwailah karena ia&lt;br /&gt;bercerita bahwa engkau mengatakan sesuatu?". Rasulullah bersabda, "Ya, aku&lt;br /&gt;telah berkata seperti itu". Umar bin Khaththab berkata, "Wahai Rasulullah,&lt;br /&gt;bagaimana kalau aku memberimu izin terhadap mereka?". Rasulullah b&lt;br /&gt;ersabda, "Tidak". Umar bin Khaththab berkata, "Bagaimana kalau aku&lt;br /&gt;mengumumkan kepada orang-orang agar mereka pergi?" Rasulullah bersabda,&lt;br /&gt;"Ya, silakan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Khaththab pun mengumumkan kepada orang-orang agar mereka pergi.&lt;br /&gt;Ketika orang-orang telah berangkat, tiba-tiba Sa'id bin Ubaid bin Usaid bin&lt;br /&gt;Abu Amr bin Ilaj berkata, "Ketahuilah, sesungguhnya rombongan tidak pergi".&lt;br /&gt;Uyainah bin Hishn berkata, "Demi Allah, ini sebuah kemuliaan". Salah&lt;br /&gt;seorang dari kaum muslimin berkata kepada Uyainah bin Hishn, "Semoga Allah&lt;br /&gt;mematikanmu, hai Uyainah, pantaskah engkau memuji orang-orang musyrikin&lt;br /&gt;karena penghadangan mereka terhadap Rasulullah, padahal engkau datang ke&lt;br /&gt;sini untuk menolong beliau?". Uyainah bin Hishn berkata, "Demi Allah, aku&lt;br /&gt;datang ke sini tidak untuk memerangi orang-orang Tsaqif bersama kalian,&lt;br /&gt;namun aku ingin Muhammad dapat membuka Thaif, kemudian aku mendapatkan&lt;br /&gt;salah seorang gadis Tsaqif, kemudian aku menggaulinya dengan harapan gadis&lt;br /&gt;tersebut melahirkan anak laki-laki untukku, karena Tsaqif itu kaum yang&lt;br /&gt;cerdas".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa budak di antara orang-orang yang terkepung di Thaif menemui&lt;br /&gt;Rasulullah untuk masuk Islam, kemudian beliau memerdekakan mereka".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika orang-orang Thaif masuk Islam, beberapa orang dari mereka&lt;br /&gt;membicarakan tentang budak-budak tersebut, kemudian Rasulullah bersabda,&lt;br /&gt;"Tidak, mereka adalah orang-orang yang dimerdekakan oleh Allah". Di antara&lt;br /&gt;orang yang membicarakan tentang budak-budak tersebut adalah Al-Harits bin&lt;br /&gt;Kaladah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah total sahabat Rasulullah yang gugur sebagai syuhada di Perang Thaif&lt;br /&gt;ialah dua belas orang; tujuh orang dari Quraisy, empat orang dari kaum&lt;br /&gt;Anshar, dan satu orang dari Bani Laits".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika Rasulullah meninggalkan Thaif setelah menyerang dan mengepungnya,&lt;br /&gt;Bujair bin Zuhair bin Abu Salma bersyair mengenang Perang Hunain dan Perang&lt;br /&gt;Thaif,&lt;br /&gt;'Di pertempuran di Hunain&lt;br /&gt;Di pagi hari di Lembah Authas dan perang di Gunung Al-Abraq&lt;br /&gt;Kabilah Hawazin menyesatkan pasukannya dengan mengumpulkan mereka&lt;br /&gt;Kemudian mereka bercerai berai seperti burung yang terkoyak-koyak&lt;br /&gt;Tidak ada satu tempat pun yang melindungi mereka dari kami&lt;br /&gt;Melainkan tembok mereka dan parit&lt;br /&gt;Sungguh kami maju ke tempat mereka agar mereka keluar&lt;br /&gt;Tapi mereka berlindung diri dari kami di pintu yang terkunci rapat&lt;br /&gt;Pasukan kami yang tidak bertameng kembali ke pasukan besar&lt;br /&gt;Yang putih dan berkemilau memancarkan kematian&lt;br /&gt;Pasukan tersebut bersatu dan berwarna hijau&lt;br /&gt;jika pasukan tersebut diarahkan ke benteng&lt;br /&gt;Pasti benteng tersebut hancur lebur rata dengan tanah&lt;br /&gt;Pasukan tersebut berjalan dengan sembunyi-sembunyi di atas tumbuhan&lt;br /&gt;Al-Hiras&lt;br /&gt;Kami tak ubahnya seperti kuda yang meletakkan kakinya ke tempat tangannya&lt;br /&gt;jika berjalan&lt;br /&gt;Dengan baju besi yang menutup seluruh tubuh yang jika dipakai sebagai alat&lt;br /&gt;pelindung&lt;br /&gt;Maka baju besi tersebut seperti aliran sungai dimana angin berhembus&lt;br /&gt;padanya&lt;br /&gt;Baju besi tersebut paling baik yang sisa-sisanya menyentuh sandal kami&lt;br /&gt;baju besi tersebut dibuat oleh Daud dan keluarga Muharriq******'."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATATAN KAKI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Dabbaabah adalah salah satu alat perang berupa kendaraan yang dinaiki&lt;br /&gt;oleh seorang personil lalu ia merangkak dengan kendaraan itu mendekati&lt;br /&gt;benteng musuh.&lt;br /&gt;** Minjaniq adalah salah satu alat untuk mengurung dan mengepung musuh,&lt;br /&gt;sejenis alat pelempar batu besar.&lt;br /&gt;*** Dhabur bentuknya seperti tempurung penyu, digunakan untuk melindungi&lt;br /&gt;diri ketika berpaling.&lt;br /&gt;**** Qarn, Mulaih dan Bahrah Raghaa' dan Liyyah adalah nama-nama tempat di&lt;br /&gt;Thaif.&lt;br /&gt;***** Ibnu Hisyam menyebutkan bahwa Rasulullah melempar mereka dengan&lt;br /&gt;manjaniq. Seseorang yang dapat kupercaya telah menceritakan kepadaku bahwa&lt;br /&gt;lemparan manjaniq pertama dalam Islam adalah saat membombardir pasukan&lt;br /&gt;Thaif&lt;br /&gt;****** Keluarga Muharriq adalah keluarga Amru bin Hindun, raja Hiirah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3322941581416136977-8701821677378966614?l=adehendraputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adehendraputra.blogspot.com/feeds/8701821677378966614/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3322941581416136977&amp;postID=8701821677378966614' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/8701821677378966614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/8701821677378966614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adehendraputra.blogspot.com/2007/12/sirah-nabawiyah-perang-thaif-tahun-9-h.html' title='Sirah Nabawiyah: Perang Thaif [Tahun 9 H]'/><author><name>adehp</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17702273497948511434</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977.post-5592789901912587095</id><published>2007-12-27T00:43:00.000-08:00</published><updated>2007-12-27T00:53:46.891-08:00</updated><title type='text'>Keutamaan Zikir Mengingat Allah</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.media-islam.or.id/" target="_blank" onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)"&gt;http://www.media-islam.or.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Allah memerintahkan orang yang beriman untuk berzikir&lt;br /&gt;(mengingat dan menyebut nama Allah)&lt;br /&gt;sebanyak-banyaknya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan&lt;br /&gt;menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.”&lt;br /&gt;[QS Al Ahzab 33:41]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berzikir akan mengakibatkan seseorang jadi orang&lt;br /&gt;yang rugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan&lt;br /&gt;anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah.&lt;br /&gt;Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah&lt;br /&gt;orang-orang yang merugi.” [QS Al Munaafiquun 63:9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah mengingat orang yang mengingatNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena itu, ingatlah Aku, niscaya Aku ingat (pula)&lt;br /&gt;kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah&lt;br /&gt;kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” [Al Baqarah:152]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang beriman selalu ingat kepada Allah dalam&lt;br /&gt;berbagai keadaan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan&lt;br /&gt;silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda&lt;br /&gt;bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang&lt;br /&gt;yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau&lt;br /&gt;dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang&lt;br /&gt;penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan&lt;br /&gt;kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia,&lt;br /&gt;Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa&lt;br /&gt;neraka.” [QS Ali ‘Imran 3:190-191]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berzikir hati menjadi tenteram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka&lt;br /&gt;manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah,&lt;br /&gt;hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi&lt;br /&gt;tenteram.” [QS 13:28]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyebut Allah dapat membawa ketenangan dan&lt;br /&gt;menyembuhkan jiwa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;« Menyebut-nyebut Allah adalah suatu penyembuhan dan&lt;br /&gt;menyebut-nyebut tentang manusia adalah penyakit&lt;br /&gt;(artinya penyakitakhlak). (HR. Al-Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script&gt;&lt;!-- D(["mb","\nNabi berkata: Tiada amal perbuatan anak Adam yang\u003cbr\&gt;\nlebih menyelamatkannya dari azab Allah daripada\u003cbr\&gt;\nzikrullah. (HR. Ahmad)\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n« Demi yang jiwaku dalam genggamanNya, kalau kamu\u003cbr\&gt;\nselamanya bersikap seperti saat kamu ada bersamaku dan\u003cbr\&gt;\nmendengarkan zikir, pasti para malaikat akan\u003cbr\&gt;\nbersalaman dengan kamu di tempat tidurmu dan di\u003cbr\&gt;\njalan-jalan yang kamu lalui. Tetapi, wahai Hanzhalah\u003cbr\&gt;\n(nama seorang sahabat) kadangkala begini dan\u003cbr\&gt;\nkadangkala begitu. (Beliau mengucapkan perkataan itu\u003cbr\&gt;\nkepada Hanzhalah hingga diulang-ulang tiga kali). (HR.\u003cbr\&gt;\nTirmidzi dan Ahmad)\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n« Perumpamaan orang yang berzikir kepada Robbnya dan\u003cbr\&gt;\nyang tidak, seumpama orang hidup dan orang mati » (HR.\u003cbr\&gt;\nBukhari dan Muslim)\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nNabi berkata: ” Nyanyian dan permainan hiburan yang\u003cbr\&gt;\nmelalaikan menumbuhkan kemunafikan dalam hati,\u003cbr\&gt;\nbagaikan air menumbuhkan rerumputan. Demi yang jiwaku\u003cbr\&gt;\ndalam genggamanNya, sesungguhnya Al Qur’an dan zikir\u003cbr\&gt;\nmenumbuhkan keimanan dalam hati sebagaimana air\u003cbr\&gt;\nmenumbuhkan rerumputan” (HR. Ad-Dailami)\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nNabi berkata: ”Maukah aku beritahu amalanmu yang\u003cbr\&gt;\nterbaik, yang paling tinggi dalam derajatmu, paling\u003cbr\&gt;\nbersih di sisi Robbmu serta lebih baik dari menerima\u003cbr\&gt;\nemas dan perak dan lebih baik bagimu daripada\u003cbr\&gt;\nberperang dengan musuhmu yang kamu potong lehernya\u003cbr\&gt;\natau mereka memotong lehermu? Para sahabat lalu\u003cbr\&gt;\nmenjawab, “Ya.” Nabi Saw berkata,”Zikrullah.” (HR.\u003cbr\&gt;\nAhmad dan Ibnu Majah)\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nSeorang sahabat berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya\u003cbr\&gt;\nsyariat-syariat Islam sudah banyak bagiku. Beritahu\u003cbr\&gt;\naku sesuatu yang dapat aku menjadikannya pegangan.”\u003cbr\&gt;\nNabi Saw berkata, “Biasakanlah lidahmu selalu bergerak\u003cbr\&gt;\nmenyebut-nyebut Allah (zikrullah).” (HR. Ahmad dan\u003cbr\&gt;\nTirmidzi)\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nNabi berkata: Sebaik-baik zikir dengan suara rendah\u003cbr\&gt;\ndan sebaik-baik rezeki yang secukupnya. (HR. Abu\u003cbr\&gt;\nYa’la)\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nDi antara ucapan tasbih Rasulullah Saw ialah : “Maha\u003cbr\&gt;\nsuci yang memiliki kerajaan dan kekuasaan seluruh alam\u003cbr\&gt;\nsemesta, Maha suci yang memiliki kemuliaan dan",1] );  //--&gt;&lt;/script&gt; Nabi berkata: Tiada amal perbuatan anak Adam yang&lt;br /&gt;lebih menyelamatkannya dari azab Allah daripada&lt;br /&gt;zikrullah. (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;« Demi yang jiwaku dalam genggamanNya, kalau kamu&lt;br /&gt;selamanya bersikap seperti saat kamu ada bersamaku dan&lt;br /&gt;mendengarkan zikir, pasti para malaikat akan&lt;br /&gt;bersalaman dengan kamu di tempat tidurmu dan di&lt;br /&gt;jalan-jalan yang kamu lalui. Tetapi, wahai Hanzhalah&lt;br /&gt;(nama seorang sahabat) kadangkala begini dan&lt;br /&gt;kadangkala begitu. (Beliau mengucapkan perkataan itu&lt;br /&gt;kepada Hanzhalah hingga diulang-ulang tiga kali). (HR.&lt;br /&gt;Tirmidzi dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;« Perumpamaan orang yang berzikir kepada Robbnya dan&lt;br /&gt;yang tidak, seumpama orang hidup dan orang mati » (HR.&lt;br /&gt;Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi berkata: ” Nyanyian dan permainan hiburan yang&lt;br /&gt;melalaikan menumbuhkan kemunafikan dalam hati,&lt;br /&gt;bagaikan air menumbuhkan rerumputan. Demi yang jiwaku&lt;br /&gt;dalam genggamanNya, sesungguhnya Al Qur’an dan zikir&lt;br /&gt;menumbuhkan keimanan dalam hati sebagaimana air&lt;br /&gt;menumbuhkan rerumputan” (HR. Ad-Dailami)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi berkata: ”Maukah aku beritahu amalanmu yang&lt;br /&gt;terbaik, yang paling tinggi dalam derajatmu, paling&lt;br /&gt;bersih di sisi Robbmu serta lebih baik dari menerima&lt;br /&gt;emas dan perak dan lebih baik bagimu daripada&lt;br /&gt;berperang dengan musuhmu yang kamu potong lehernya&lt;br /&gt;atau mereka memotong lehermu? Para sahabat lalu&lt;br /&gt;menjawab, “Ya.” Nabi Saw berkata,”Zikrullah.” (HR.&lt;br /&gt;Ahmad dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya&lt;br /&gt;syariat-syariat Islam sudah banyak bagiku. Beritahu&lt;br /&gt;aku sesuatu yang dapat aku menjadikannya pegangan.”&lt;br /&gt;Nabi Saw berkata, “Biasakanlah lidahmu selalu bergerak&lt;br /&gt;menyebut-nyebut Allah (zikrullah).” (HR. Ahmad dan&lt;br /&gt;Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi berkata: Sebaik-baik zikir dengan suara rendah&lt;br /&gt;dan sebaik-baik rezeki yang secukupnya. (HR. Abu&lt;br /&gt;Ya’la)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara ucapan tasbih Rasulullah Saw ialah : “Maha&lt;br /&gt;suci yang memiliki kerajaan dan kekuasaan seluruh alam&lt;br /&gt;semesta, Maha suci yang memiliki kemuliaan dan&lt;script&gt;&lt;!-- D(["mb","\u003cbr\&gt;\nkemahakuasaan, Maha suci yang hidup kekal dan tidak\u003cbr\&gt;\nmati.” (HR. Ad-Dailami)\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n“Dua kalimat ringan diucapkan lidah, berat dalam\u003cbr\&gt;\ntimbangan dan disukai oleh Allah yaitu kalimat:\u003cbr\&gt;\n“Subhanallah wabihamdihi, subhanallahil ‘Adzhim” (Maha\u003cbr\&gt;\nsuci Allah dan segala puji bagi-Nya, Maha suci Allah\u003cbr\&gt;\nyang Maha Agung). (HR. Bukhari)\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nNabi berkata: ”Ada empat perkara, barangsiapa\u003cbr\&gt;\nmemilikinya Allah akan membangun untuknya rumah di\u003cbr\&gt;\nsurga, dan dia dalam naungan cahaya Allah yang Maha\u003cbr\&gt;\nAgung. Apabila pegangan teguhnya “Laailaha illallah”.\u003cbr\&gt;\nJika memperoleh kebaikan dia mengucapkan\u003cbr\&gt;\n“Alhamdulillah”, jika berbuat salah (dosa) dia\u003cbr\&gt;\nmengucapkan “Astaghfirullah” dan jika ditimpa musibah\u003cbr\&gt;\ndia berkata “Inna lillahi wainna ilaihi roji’uun.”\u003cbr\&gt;\n(HR. Ad-Dailami)\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nNabi berkata: Wahai Aba Musa, maukah aku tunjukkan\u003cbr\&gt;\nucapan dari perbendaharaan surga? Aku menjawab, “Ya.”\u003cbr\&gt;\nNabi berkata, “La haula wala Quwwata illa billah.”\u003cbr\&gt;\n(Tiada daya upaya dan tiada kekuatan kecuali dengan\u003cbr\&gt;\npertolongan Allah).” (HR. Ibnu Hibban dan Ahmad)\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nDi antara zikir yang utama adalah Laa ilaaha illallahu\u003cbr\&gt;\n(Tidak ada Tuhan selain Allah)\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n“Aku pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: ‘Zikir\u003cbr\&gt;\nyang paling utama adalah Laa ilaaha illallahu” [HR\u003cbr\&gt;\nTurmudzi]\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n‘Rasulullah bersabda : ‘Sesungguhnya aku berkata bahwa\u003cbr\&gt;\nkalimat : ‘Subhanallah, wal hamdulillah, wa Laa Ilaaha\u003cbr\&gt;\nIllallah, wallahu akbar’ (Maha Suci Allah, dan segala\u003cbr\&gt;\npuji bagi Allah, dan tidak ada Tuhan kecuali Allah,\u003cbr\&gt;\ndan Allah Maha Besar) itu lebih kusukai daripada apa\u003cbr\&gt;\nyang dibawa oleh matahari terbit.’ (HR Bukhari dan\u003cbr\&gt;\nMuslim)\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nReferensi:\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nSumber: 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) -\u003cbr\&gt;\nDr. Muhammad Faiz Almath - Gema Insani Press\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nDisadur dari: HaditsWeb 2.0 - Sofyan Efendi - Kumpulan\u003cbr\&gt;\ndan Referensi Belajar Hadits\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n\u003d\u003d\u003d\u003cbr\&gt;\nSaat ini ada kelompok yang ingin menghapus hukuman mati bagi pembunuh sadis. Padahal hukuman mati (qishash) diwajibkan dalam Islam.",1] );  //--&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;kemahakuasaan, Maha suci yang hidup kekal dan tidak&lt;br /&gt;mati.” (HR. Ad-Dailami)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dua kalimat ringan diucapkan lidah, berat dalam&lt;br /&gt;timbangan dan disukai oleh Allah yaitu kalimat:&lt;br /&gt;“Subhanallah wabihamdihi, subhanallahil ‘Adzhim” (Maha&lt;br /&gt;suci Allah dan segala puji bagi-Nya, Maha suci Allah&lt;br /&gt;yang Maha Agung). (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi berkata: ”Ada empat perkara, barangsiapa&lt;br /&gt;memilikinya Allah akan membangun untuknya rumah di&lt;br /&gt;surga, dan dia dalam naungan cahaya Allah yang Maha&lt;br /&gt;Agung. Apabila pegangan teguhnya “Laailaha illallah”.&lt;br /&gt;Jika memperoleh kebaikan dia mengucapkan&lt;br /&gt;“Alhamdulillah”, jika berbuat salah (dosa) dia&lt;br /&gt;mengucapkan “Astaghfirullah” dan jika ditimpa musibah&lt;br /&gt;dia berkata “Inna lillahi wainna ilaihi roji’uun.”&lt;br /&gt;(HR. Ad-Dailami)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi berkata: Wahai Aba Musa, maukah aku tunjukkan&lt;br /&gt;ucapan dari perbendaharaan surga? Aku menjawab, “Ya.”&lt;br /&gt;Nabi berkata, “La haula wala Quwwata illa billah.”&lt;br /&gt;(Tiada daya upaya dan tiada kekuatan kecuali dengan&lt;br /&gt;pertolongan Allah).” (HR. Ibnu Hibban dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara zikir yang utama adalah Laa ilaaha illallahu&lt;br /&gt;(Tidak ada Tuhan selain Allah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: ‘Zikir&lt;br /&gt;yang paling utama adalah Laa ilaaha illallahu” [HR&lt;br /&gt;Turmudzi]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Rasulullah bersabda : ‘Sesungguhnya aku berkata bahwa&lt;br /&gt;kalimat : ‘Subhanallah, wal hamdulillah, wa Laa Ilaaha&lt;br /&gt;Illallah, wallahu akbar’ (Maha Suci Allah, dan segala&lt;br /&gt;puji bagi Allah, dan tidak ada Tuhan kecuali Allah,&lt;br /&gt;dan Allah Maha Besar) itu lebih kusukai daripada apa&lt;br /&gt;yang dibawa oleh matahari terbit.’ (HR Bukhari dan&lt;br /&gt;Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) -&lt;br /&gt;Dr. Muhammad Faiz Almath - Gema Insani Press&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadur dari: HaditsWeb 2.0 - Sofyan Efendi - Kumpulan&lt;br /&gt;dan Referensi Belajar Hadits&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3322941581416136977-5592789901912587095?l=adehendraputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adehendraputra.blogspot.com/feeds/5592789901912587095/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3322941581416136977&amp;postID=5592789901912587095' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/5592789901912587095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/5592789901912587095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adehendraputra.blogspot.com/2007/12/keutamaan-zikir-mengingat-allah.html' title='Keutamaan Zikir Mengingat Allah'/><author><name>adehp</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17702273497948511434</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977.post-1777172295479410494</id><published>2007-12-25T17:37:00.000-08:00</published><updated>2007-12-25T17:39:19.456-08:00</updated><title type='text'>Dialog Iblis vs Rasulullah SAW</title><content type='html'>Allah SWT telah memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis supaya dia  menghadap Rasulullah saw untuk memberitahu segala rahasianya, baik yang disukai  maupun yang dibencinya. Hikmatnya ialah untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad  SAW dan juga sebagai peringatan dan perisai kepada umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka  Malaikat itu pun berjumpa Iblis dan berkata, "Hai Iblis! Bahwa Allah Yang Maha  Mulia dan Maha Besar memberi perintah untuk menghadap Rasullullah saw. Hendaklah  engkau buka segala rahasiamu dan apapun yang ditanya Rasulullah hendaklah engkau  jawab dengan sebenar-benarnya. Jikalau engkau berdusta walau satu perkataan pun,  niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu, serta disiksa dengan azab  yang amat keras."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu, Iblis  sangat ketakutan. Maka segeralah dia menghadap Rasulullah SAW dengan menyamar  sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai,  panjangnya seperti ekor lembu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis pun memberi salam, sehingga 3 kali  tidak juga dijawab oleh Rasulullah saw. Maka sambut Iblis (alaihi laknat), &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Rasulullah! Mengapa engkau tidak mejawab salamku? Bukankah salam itu  sangat mulia di sisi Allah?" Maka jawab Nabi dengan marah, "Hai Aduwullah seteru  Allah! Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu? Janganlah mencoba menipuku  sebagaimana kau tipu Nabi Adam a.s sehingga keluar dari syurga, Habil mati  teraniaya dibunuh Qabil dengan sebab hasutanmu, Nabi Ayub engkau tiup dengan  asap beracun ketika dia sedang sujud sembahyang hingga dia sengsara beberapa  lama, kisah Nabi Daud dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan  kerajaannya karena engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa  Anbiya dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai  Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wajalla, cuma  salammu saja aku tidak hendak menjawabnya karena diharamkan Allah. Maka aku  kenal baik-baik engkaulah Iblis, raja segala iblis, syaitan dan jin yang  menyamar diri. Apa kehendakmu datang menemuiku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taklimat Iblis, "Ya  Nabi Allah! Janganlah engkau marah. Karena engkau adalah Khatamul Anbiya maka  dapat mengenaliku. Kedatanganku adalah diperintah Allah untuk memberitahu segala  tipu dayaku terhadap umatmu dari zaman Nabi Adam hingga akhir zaman. Ya Nabi  Allah! Setiap apa yang engkau tanya, aku bersedia menerangkan satu persatu  dengan sebenarnya, tiadalah aku berani menyembunyikannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Iblis  pun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata, "Ya Rasulullah! Sekiranya aku  berdusta barang sepatah pun niscaya hancur leburlah badanku menjadi abu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila mendengar sumpah Iblis itu, Nabi pun tersenyum dan berkata dalam  hatinya, inilah satu peluangku untuk menyiasati segala perbuatannya agar  didengar oleh sekalian sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai kepada  seluruh umatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan Nabi (1):&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Hai Iblis! Siapakah  sebesar-besar musuhmu dan bagaimana aku terhadapmu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;b&gt;Jawab Iblis:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Ya Nabi Allah! Engkaulah musuhku yang paling  besar di antara segala musuhku di muka bumi ini." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Nabi pun  memandang muka Iblis, dan Iblis pun menggeletar karena ketakutan. Sambung Iblis,  "Ya Khatamul Anbiya! Ada pun aku dapat merubah diriku seperti sekalian manusia,  binatang dan lain-lain hingga rupa dan suara pun tidak berbeda, kecuali dirimu  saja yang tidak dapat aku tiru karena dicegah oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya aku  menyerupai dirimu, maka terbakarlah diriku menjadi abu. Aku cabut iktikad / niat  anak Adam supaya menjadi kafir karena engkau berusaha memberi nasihat dan  pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam, begitu jugalah aku  berusaha menarik mereka kepada kafir, murtad atau munafik. Aku akan menarik  seluruh umat Islam dari jalan benar menuju jalan yang sesat supaya masuk ke  dalam neraka dan kekal di dalamnya bersamaku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan Nabi  (2):&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Hai Iblis! Bagaimana perbuatanmu kepada makhluk Allah?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;b&gt;Jawab Iblis:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Adalah satu kemajuan bagi  perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya,  setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Aku goda semua  manusia supaya meninggalkan sholat, terbuai dengan makan minum, berbuat durhaka,  aku lalaikan dengan harta benda daripada emas, perak dan permata, rumahnya,  tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan haram. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga ketika pesta yang bercampur antara lelaki dan perempuan.  Disana aku lepaskan sebesar-besar godaan supaya hilang peraturan dan minum arak.  Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu aku  ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang  perasaan hasad dengki hingga kepada pekerjaan zina. Apabila terjadi kasih antara  mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan  pencuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat  atau berbuat amal ibadat, aku akan rayu mereka supaya mereka menangguhkannya.  Bertambah keras aku goda supaya menambahkan maksiat dan mengambil isteri orang.  Bila kena goda hatinya, datanglah rasa ria, takabur, megah, sombong dan  melengahkan amalnya. Bila pada lidahnya, mereka akan gemar berdusta, mencela dan  mengumpat. Demikianlah aku goda mereka setiap saat."  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan Nabi (3): &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Hai Iblis! Mengapa engkau  bersusah payah melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan  menambahkan laknat yang besar serta siksa yang besar di neraka yang paling  bawah? Hai yang dikutuk Allah! Siapa yang menjadikanmu? Siapa yang melanjutkan  usiamu? Siapa yang menerangkan matamu? Siapa yang memberi pendengaranmu? Siapa  yang memberi kekuatan anggota badanmu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;b&gt;Jawab  Iblis:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Semuanya itu adalah anugerah daripada Allah Yang Maha Besar juga.  Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi jahat sebesar-besarnya. Engkau  lebih tahu bahwa Diriku telah beribu-ribu tahun menjadi ketua seluruh Malaikat  dan pangkatku telah dinaikkan dari satu langit ke satu langit yang tinggi.  Kemudian Aku tinggal di dunia ini beribadat bersama sekalian Malaikat beberapa  waktu lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba datang firman Allah SWT hendak menjadikan  seorang Khalifah di dunia ini, maka akupun membantah. Lalu Allah menciptakan  lelaki (Nabi Adam) lalu dititahkan seluruh Malaikat memberi hormat kepada lelaki  itu, kecuali aku yang ingkar. Oleh karena itu Allah murka kepadaku dan wajahku  yang tampan rupawan dan bercahaya itu bertukar menjadi keji dan kelam. Aku  merasa sakit hati. Kemudian Allah menjadikan Adam raja di syurga dan dikurniakan  seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah seluruh bidadari. Aku bertambah  dengki dan dendam kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku berhasil menipu mereka  melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah Khuldi, lalu keduanya diusir  dari syurga ke dunia. Keduanya berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan  Allah (di Padang Arafah), hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Kemudian  kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Itu pun aku  masih tidak puas hati dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga Hari Kiamat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Engkau lahir ke dunia, aku beserta bala tentaraku dengan mudah  dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia serta tulisan yang menyuruh  manusia berbuat ibadat serta balasan pahala dan syurga mereka. Kemudian aku  turun ke dunia, dan memberitahu manusia yang lain aripada apa yang sebenarnya  aku dapatkan, dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab  bid'ah dan carut-marut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ketika engkau lahir ke dunia ini, maka  aku tidak dibenarkan oleh Allah untuk naik ke langit serta mencuri rahasia,  kerana banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Jika aku  berkeras juga hendak naik, maka Malaikat akan melontarkan anak panah dari api  yang menyala. Sudah banyak bala tenteraku yang terkena lontaran Malaikat itu dan  semuanya terbakar menjadi abu. Maka besarlah kesusahanku dan bala tentaraku  untuk menjalankan tugas menghasut." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan Nabi  (4):&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Hai Iblis! Apakah yang pertama engkau tipu dari manusia?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;b&gt;Jawab Iblis:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Pertama sekali aku palingkan  iktikad / niatnya, imannya kepada kafir juga ada dari segi perbuatan, perkataan,  kelakuan atau hatinya. Jika tidak berhasil juga, aku akan tarik dengan cara  mengurangi pahala. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikut kemauan  jalanku" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan Nabi (5):&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Hai Iblis! Jika  umatku sholat karena Allah, bagaimana keadaanmu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;b&gt;Jawab Iblis:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Sebesar-besarnya kesusahanku. Gementarlah  badanku dan lemah tulang sendiku. Maka aku kerahkan berpuluh-puluh iblis datang  menggoda seorang manusia, pada setiap anggota badannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setengah-setengahnya datang pada setiap anggota badannya supaya malas  sholat, was-was, terlupa bilangan rakaatnya, bimbang pada pekerjaan dunia yang  ditinggalkannya, sentiasa hendak cepat habis sholatnya, hilang khusyuknya -  matanya sentiasa menjeling ke kiri kanan, telinganya senantiasa mendengar orang  bercakap serta bunyi-bunyi yang lain. Setengah Iblis duduk di belakang badan  orang yang sembahyang itu supaya dia tidak kuasa sujud berlama-lama, penat atau  duduk tahiyat dan dalam hatinya senantiasa hendak cepat habis sholatnya, itu  semua membawa kepada kurangnya pahala. Jika para Iblis itu tidak dapat menggoda  manusia itu, maka aku sendiri akan menghukum mereka dengan seberat-berat  hukuman." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan Nabi (6):&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Jika umatku membaca  Al-Quran karena Allah, bagaimana perasaanmu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;b&gt;Jawab Iblis:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Jika mereka membaca Al-Quran karena Allah,  maka rasa terbakarlah tubuhku, putus-putus segala uratku lalu aku lari  daripadanya." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan Nabi (7):&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Jika umatku  mengerjakan haji karena Allah, bagaimana perasaanmu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;b&gt;Jawab Iblis:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Binasalah diriku, gugurlah daging dan tulangku  karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya."  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan Nabi (8):&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Jika umatku berpuasa karena  Allah, bagaimana keadaanmu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;b&gt;Jawab  Iblis:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Ya Rasulullah! Inilah bencana yang paling besar bahayanya  kepadaku. Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy dan  Kursi, bahkan seluruh Malaikat menyambut dengan suka cita. Bagi orang yang  berpuasa, Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan  pahala yang amat besar serta tidak dicatatkan dosanya selama dia berpuasa. Yang  menghancurkan hatiku ialah segala isi langit dan bumi, yakni Malaikat, bulan,  bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam mendoakan ampunan bagi orang  yang berpuasa. Satu lagi kemuliaan orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap  masa dari azab neraka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu  syurga dibuka seluas-luasnya, serta dihembuskan angin dari bawah Arasy yang  bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga. Pada hari umatmu mulai  berpuasa, dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan garangnya  menangkapku dan tentaraku, jin, syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan  dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam.  Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami. Setelah habis umatmu  berpuasa barulah aku dilepaskan dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu.  Umatmu sendiri telah merasa ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan  bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan bulan  biasa." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan Nabi (9):&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Hai Iblis! Bagaimana  seluruh sahabatku menurutmu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;b&gt;Jawab  Iblis:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Seluruh sahabatmu juga adalah sebesar - besar seteruku. Tiada  upayaku melawannya dan tiada satu tipu daya yang dapat masuk kepada mereka.  Karena engkau sendiri telah berkata: "Seluruh sahabatku adalah seperti bintang  di langit, jika kamu mengikuti mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersamamu, aku tidak dapat  mendekatinya, apalagi setelah berdampingan denganmu. Dia begitu percaya atas  kebenaranmu hingga dia menjadi wazirul a'zam. Bahkan engkau sendiri telah  mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar,  maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Tambahan pula dia telah menjadi  mertuamu karena engkau menikah dengan anaknya, Saiyidatina Aisyah yang juga  banyak menghafadz Hadits-haditsmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saidina Umar Al-Khattab pula tidaklah  berani aku pandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syariat  Islam dengan seksama. Jika aku pandang wajahnya, maka gemetarlah segala tulang  sendiku karena sangat takut. Hal ini karena imannya sangat kuat apalagi engkau  telah mengatakan, "Jikalau adanya Nabi sesudah aku maka Umar boleh menggantikan  aku", karena dia adalah orang harapanmu serta pandai membedakan antara kafir dan  Islam hingga digelar 'Al-Faruq'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saidina Usman Al-Affan lagi, aku tidak  bisa bertemu, karena lidahnya senantiasa bergerak membaca Al-Quran. Dia penghulu  orang sabar, penghulu orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak dua kali.  Karena taatnya, banyak Malaikat datang melawat dan memberi hormat kepadanya  karena Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga engkau mengatakan, "Barang  siapa menulis Bismillahir rahmanir rahim pada kitab atau kertas-kertas dengan  dakwat merah, nescaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saidina Ali Abi Talib pun itu aku sangat takut karena hebatnya dan  gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat sopan santun, alim orangnya. Jika  iblis, syaitan dan jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka  karena dia sangat kuat beribadat serta beliau adalah golongan orang pertama  memeluk agama Islam dan tidak pernah menundukkan kepalanya kepada sebarang  berhala. Bergelar 'Ali Karamullahu Wajhahu' - dimuliakan Allah akan wajahnya dan  juga 'Harimau Allah' dan engkau sendiri berkata, "Akulah negeri segala ilmu dan  Ali itu pintunya." Tambahan pula dia menjadi menantumu, semakin aku ngeri  kepadanya." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan Nabi (10):&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana tipu daya  engkau kepada umatku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;b&gt;Jawab Iblis:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Umatmu  itu ada tiga macam. Yang pertama seperti hujan dari langit yang menghidupkan  segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya  mengerjakan perintah Allah serta meninggalkan laranganNya seperti kata Jibril  a.s, "Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat." Yang kedua umat tuan  seperti tanah yaitu orang yang sabar, syukur dan ridha dengan karunia Allah.  Berbuat amal soleh, tawakal dan kebajikan. Yang ketiga umatmu seperti Firaun;  terlampau tamak dengan harta dunia serta dihilangkan amal akhirat. Maka akupun  bersukacita lalu masuk ke dalam badannya, aku putarkan hatinya ke lautan durhaka  dan aku hela ke mana saja mengikuti kehendakku. Jadi dia senantiasa bimbang  kepada dunia dan tidak hendak menuntut ilmu, tiada masa beramal ibadat, tidak  hendak mengeluarkan zakat, miskin hendak beribadat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;Lalu aku goda agar minta kaya dulu, dan apabila diizinkan Allah dia  menjadi kaya, maka dilupakan beramal, tidak berzakat seperti Qarun yang  tenggelam dengan istana mahligainya. Bila umatmu terkena penyakit tidak sabar  dan tamak, dia senantiasa bimbang akan hartanya dan setengahnya asyik hendak  merebut dunia harta, bercakap besar sesama Islam, benci dan menghina kepada yang  miskin, membelanjakan hartanya untuk jalan maksiat, tempat judi dan perempuan  lacur." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan Nabi (11):&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Siapa yang serupa dengan  engkau?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;b&gt;Jawab Iblis:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Orang yang  meringankan syariatmu dan membenci orang belajar agama Islam."  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan Nabi (12):&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Siapa yang mencahayakan muka  engkau?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;b&gt;Jawab Iblis:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Orang yang berdosa,  bersumpah bohong, saksi palsu, pemungkir janji."  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan Nabi (13):&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Apakah rahasia engkau kepada  umatku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;b&gt;Jawab Iblis:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Jika seorang Islam  pergi buang air besar serta tidak membaca doa pelindung syaitan, maka aku  gosok-gosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sadari."  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan Nabi (14):&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Jika umatku bersatu dengan  isterinya, bagaimana hal engkau?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;b&gt;Jawab  Iblis:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Jika umatmu hendak bersetubuh dengan isterinya serta membaca doa  pelindung syaitan, maka larilah aku dari mereka. Jika tidak, aku akan bersetubuh  dahulu dengan isterinya, dan bercampurlah benihku dengan benih isterinya. Jika  menjadi anak maka anak itu akan gemar kepada pekerjaan maksiat, malas pada  kebaikan, durhaka. Ini semua karena kealpaan ibu bapaknya sendiri. Begitu juga  jika mereka makan tanpa membaca Bismillah, aku yang dahulu makan daripadanya.  Walaupun mereka makan, tiadalah merasa kenyang."  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan Nabi (15):&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Dengan jalan apa dapat  menolak tipu daya engkau?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;b&gt;Jawab  Iblis:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Jika dia berbuat dosa, maka dia kembali bertaubat kepada Allah,  menangis menyesal akan perbuatannya. Apabila marah segeralah mengambil air  wudhu', maka padamlah marahnya." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan Nabi  (16):&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Siapakah orang yang paling engkau lebih sukai?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;b&gt;Jawab Iblis:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau  mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari. Di  situlah aku mengecilkan diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada  bulu itu." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan Nabi (17):&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Hai Iblis!  Siapakah saudara engkau?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;b&gt;Jawab  Iblis:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Orang yang tidur meniarap / telungkup, orang yang matanya terbuka  (mendusin) di waktu subuh tetapi menyambung tidur lagi. Lalu aku lenakan dia  hingga terbit fajar. Demikian jua pada waktu zuhur, asar, maghrib dan isya', aku  beratkan hatinya untuk sholat." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan Nabi  (18):&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Apakah jalan yang membinasakan diri engkau?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;b&gt;Jawab Iblis:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Orang yang banyak menyebut nama Allah,  bersedekah dengan tidak diketahui orang, banyak bertaubat, banyak tadarus  Al-Quran dan sholat tengah malam." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan Nabi  (19):&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Hai Iblis! Apakah yang memecahkan mata engkau?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;b&gt;Jawab Iblis:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Orang yang duduk di dalam masjid serta  beriktikaf di dalamnya" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan Nabi (20):&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Apa  lagi yang memecahkan mata engkau?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:red;"&gt;Jawab  Iblis:&lt;br /&gt;"Orang yang taat kepada kedua ibu bapanya, mendengar kata mereka,  membantu makan pakaian mereka selama mereka hidup, karena engkau telah bersabda,  'Syurga itu di bawah tapak kaki ibu'" &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3322941581416136977-1777172295479410494?l=adehendraputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adehendraputra.blogspot.com/feeds/1777172295479410494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3322941581416136977&amp;postID=1777172295479410494' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/1777172295479410494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/1777172295479410494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adehendraputra.blogspot.com/2007/12/dialog-iblis-vs-rasulullah-saw.html' title='Dialog Iblis vs Rasulullah SAW'/><author><name>adehp</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17702273497948511434</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977.post-8834415286510190897</id><published>2007-12-25T17:34:00.000-08:00</published><updated>2007-12-25T17:36:11.536-08:00</updated><title type='text'>Khanzab, setan spesialis shalat</title><content type='html'>&lt;p&gt;Shalat adalah ibadah paling menentukan posisi seorang hamba di akhirat kelak.  Jika shalatnya baik, maka baiklah nilai amal yang lain, begitu pula sebaliknya.  Wajar jika iblis menugaskan tentara khususnya untuk menggarap proyek ini. Ada  setan spesialis yang mengganggu orang shalat, menempuh segala cara agar shalat  seorang hamba kosong dari nilai atau minimal rendah kualitasnya. Setan itu  bernama ‘&lt;b&gt;Khanzab&lt;/b&gt;’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utsman pernah bertanya kepada Rasulullah:  “Wahai Rasulullah, setan telah mengganggu shalat dan bacaanku.” Beliau  bersabda:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Itulah setan yang disebut dengan ‘Khanzab’, jika engkau  merasakan kehadirannya maka bacalah ta’awudz kepada Allah dan meludah kecillah  ke arah kiri tiga kali.” (HR Ahmad) &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utsman melanjutkan: “Akupun  melaksanakan wejangan Nabi tersebut dan Allah mengusir gangguan tersebut  dariku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;h4&gt;Melafazhkan Niat&lt;/h4&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana halnya dengan wudhu, serangan pertama yang dilakukan setan  kepada orang yang shalat adalah menyibukkan ia untuk melafazhkan niat. Terkadang  diiringi dengan gerakan aneh, dia membaca niat lalu mengangkat tangannya, lalu  gagal dan idturunkan kembali tangannya. Dia ulangi lagi seperti itu berkali-kali  hingga terkadang imam sudah rukuk atau sujud, sementara ia masih dipermainkan  setan dalam niat dan takbirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat dan usaha menghadirkan hati memang  dituntut ketika hendak shalat, namun tak ada tuntunan sedikitpun bagi orang yang  hendak shalat untuk melafazhkan niatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim Al-Jauziyah di  dalam Zaadul Ma’ad berkata:&lt;br /&gt;Nabi memulai shalatnya dengan bacaan ‘Allahu  Akbar’, dari Nabi beliau tidak membaca apapun sebelumnya dan tidak melafazhkan  niatnya sama sekali. Beliau tidak mengatakan: ushalli.., ‘aku niat shalat anu  karena Allah menghadap kiblat empat rekaat sebagai imam (sebagai makmum)..”  Tidak pula beliau mengatakan ‘ada’an’ atau ‘qadha’an’, atau ‘fardhan’ dan  sebagainya. Semua itu adalah bid’ah yang tidak disebutkan sedikitpun dalam  hadits yang shahih, atau dha’if, tidak pula terdapat dalam musnad atau mursal,  walau hanya satu kalimat saja. Bahkan tak satupun sahabat mengerjakannya, tidak  ada tabi’in yang menganggapnya baik, begitupun dengan empat imam madzhab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang belakangan yang membacanya keliru memahami perkataan Imam  Syafi’i yang berbunyi 'shalat itu tidak sebagaimana shaum, tidak ada orang yang  memulai shalat kecuali dengan dzikir’. Mereka menyangka bahwa maksud beliau  adalah melafazhkan niat, padahal yang dimaksud tidak lain hanyalah takbiratul  ihram.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;h4&gt;Ingat Ini..Ingat Itu !&lt;/h4&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Serangan kedua, setan akan mendatangi orang yang tengah mengerjakan  shalat untuk mengingatkan urusan di luar shalat. Maka berapa banyak orang yang  jasadnya mengerjakan shalat namun hatinya sibuk menghitung laba rugi perniagaan,  mengingat barang yang telah hilang, atau bahkan urusan ‘kebaikan’ yang tidak ada  hubungannya dengan shalat. Tidak heran jika usai shalat seseorang menjadi ingat  letak barang yang mana ia telah lupa sebelumnya. Setan rela ‘membantu’ orang itu  untuk mengingatkan dan menemukan barangnya kembali, asalkan shalat yang  dikerjakan menjadi rusak dan tidak bermutu. Pernah di zaman salaf seseorang  kehilangan barang, seseorang menyarankan agar ia mengerjakan shalat dan diapun  segera melaksanakan shalat. Ajaib, usai shalat tiba-tiba dia beranjak dari  tempatnya dan mengambil barang yang telah dia ingat letaknya ketika shalat.  Diapun ditanya: “Apa yang Anda dapatkan ketika shalat?” Dia menjawab: “Aku  mendapatkan bahwa setan mencuri perhatian saya dari shalat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang  terlalu asyik dengan khayalan dan pikirannya tentang urusan di luar shalat,  hingga dia lupa sudah berapa rekaat yang telah dia kerjakan. Tentang godaan  setan ini, Nabi SAW. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Jika adzan untuk shalat dikumandangkan,  setan akan lari terbirit-birit sambil mengeluarkan bunyi kentutnya sehingga  tidak mendengar adzan. Jika adzan telah usai diapun akan kembali menggoda.  Ketika iqamah dikumandangkan setanpun akan lari hingga usai iqamah setan akan  mendatangi orang yang shalat lalu membisikkan ke hati seseorang sembari berkata:  ‘Ingat ini..ingat itu..’ setan mengingatkan apa-apa yang telah dia lupakan  hingga seseorang tidak mengetahui berapa rekaat yang telah ia kerjakan.” (HR  al-Bukhari) &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;h4&gt;Ragu antara Kentut dan Tidak&lt;/h4&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Ada kalanya muncul dalam benak seseorang keraguan, apakah dia kentut  ataukah tidak. Ini adalah keraguan yang dihembuskan oleh setan untuk mengacaukan  shalat seseorang. Dia tidak lagi konsentrasi dengan shalatnya karena ragu, atau  dia akan membatalkan shalatnya, lalu dia berwudhu dan memulai shalatnya lagi,  lalu akan digoda lagi dengan cara yang sama. Sehingga untuk satu shalat dia bisa  mengulangi tiga sampai empat kali berwudhu. Bisa dibayangkan, seandainya ada  lima orang saja dalam satu masjid yang terkena godaan ini, niscaya cukup membuat  kacau jama’ah yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menangkal godaan tersebut Nabi memberikan  solusi dan informasi:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Jika salah seorang di antara kalian mendapatkan  yang demikian itu maka janganlah membatalkan shalatnya hingga dia mendengar  suaranya dan mencium baunya tanpa ragu. (HR Ahmad)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara ulama  ada yang menyebutkan bahwa hadits ini merupakan salah satu pengecualian dari  hadits da’ ma yariibuka ilaa ma laa yariibuka, tinggalkan apa yang meragukan dan  ambil sesuatu yang tidak meragukan. Dalam kasus ini kita dilarang membatalkan  shalat kendati berada dalam keraguan antara kentut dan tidak, kecuali jika  mencium bau kentut atau mendengar suaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;h4&gt;Mencuri Perhatian&lt;/h4&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Kita juga sering melihat atau bahkan mengalami sendiri menengok ketika  shalat terkadang tanpa terasa karena terbiasa. Ini juga tak lepas dari serangan  setan yang ingin merusak shalat kita. Nabi ditanya tentang orang yang menoleh ke  kanan dan ke kiri, beliau menjawab:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Itu adalah setan yang mencuri  perhatian seorang hamba dari shalatnya.” (HR Al-Bukhari dan Abu  Dawud)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menangkal serangan ini, hendaknya orang yang shalat  berusaha menghadirkan hatinya, bahwa dia tengah berhadapan dengan Allah Yang  Maha Berkuasa atas segalanya. Jika Anda malu atau takut menoleh ke kanan dan ke  kiri ketika berbicara kepada pejabat, lantas bagaimana halnya jika Anda sedang  berkomunikasi dengan sang pencipta dan Penguasa para pejabat itu? (Ar  risalah)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3322941581416136977-8834415286510190897?l=adehendraputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adehendraputra.blogspot.com/feeds/8834415286510190897/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3322941581416136977&amp;postID=8834415286510190897' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/8834415286510190897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/8834415286510190897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adehendraputra.blogspot.com/2007/12/khanzab-setan-spesialis-shalat.html' title='Khanzab, setan spesialis shalat'/><author><name>adehp</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17702273497948511434</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977.post-8635002257603080115</id><published>2007-12-25T17:23:00.000-08:00</published><updated>2007-12-25T17:24:44.923-08:00</updated><title type='text'>Bergembira Ria ada batasnya....</title><content type='html'>Siapa pun orangnya boleh-boleh saja mengisi hidup dengan kegembiraan. Namun sebagai muslim, kita harus menggunakan ajaran syariat seutuh-utuhnya, kapan dan di mana saja. Ketika tertimpa musibah, waktu beribadah, selagi beraktivitas, termasuk juga pada saat bergembira ria. Waktu dan tempat juga harus menjadi pertimbangan. Selain itu, cara dan keyakinan yang ikut terlibat dalam amalan, harus menjadi unsur paling penting. Saat paling monumental bagi seorang muslim untuk bergembira-ria adalah pada hari raya 'Idul Adha dan 'Idul Fitri. Namun ternyata masih seabrek lagi hari-hari lain yang juga diperingati oleh sebagian kaum muslimin. Bagaimana hukumnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjaga Sikap Bijak dalam Tertawa dan Bergembira&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergembira dan tertawa, boleh-boleh saja. Rasulullah sendiri juga suka bergembira dan bercanda dengan para sahabatnya. Dari Anas, diriwayatkan bahwa ada seorang lelaki yang dating menemui Nabi. Orang itu meminta, "Wahai Rasulullah, bawalah aku berjalan-jalan. "Beliau Menjawab, "Kami bisa membawamu berjalan-jalan, tetapi dengan menaiki anak unta saja." Lelaki itu bertanya, "Apa yang dapat saya lakukan dengan anak unta itu?" beliau berkata, "Bukankah setiap anak unta itu anak dari ibunya?" (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Shuhaib diriwayatkan bahwa berkata, "Aku pernah bertemu dengan Nabi. Ketika itu di depan beliau ada roti dan kurma. Beliau menawarkan. "Mendekatlah dan makanlah!" Aku pun mulai memakan kurma tersebut. Tiba-tiba Nabi berkata, "Mengapa kamu memakan kurma, bukankah kamu sakit mata? " Aku menjawab, "Ya. Tetapi aku memakannya dengan mata yang sebelahnya." Beliaupun tersenyum. (HR. Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah diriwayatkan bahwa ia menceritakan, "Orang-orang pernah bertanya, "Wahai Rasulullah, mengapa Anda juga mengajak kami bercanda?' Belai menjawab, "Betul, namun namun aku hanya mengatakan sesuatu apa adanya (tanpa berdusta)." (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad bin An-Nu'man bin Abdussalam diriwayatkan bahwa ia bercerita, "Aku belum pernah melihat orang yang lebih kuat ibadahnya dari Yahya bin Hammad. Menurut dugaan saya, beliau belum pernah tertawa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal itu, Adz-Dzahabi berkomentar, "Tertawa ringan dengan sedikit senyum itu lebih utama. Diriwayatkan bahwa sebagian ulama tidak pernah tertawa, itu bisa dibagi ada dua kemungkinan bagian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang Pertama: akan menjadi keutamaan, jika dia meninggalkannya demi menjaga adab dan rasa takut kepada Allah, juga karena merasa kasihan terhadap dirinya sendiri yang miskin amal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang Kedua: menjadi tercela, bila ia melakukannya karena kejahilan, angkuh dan dibuat-buat. Orang yang terlalu banyak tertawa akan diremehkan orang. Hanya saja, tertawa bagi anak muda lebih ringan konsekuensinya dan lebih bisa dimaklumi dibandingkan bila dilakukan orang yang sudah berumur. Adapun tersenyum dan berwajah cerah, hukumnya lebih baik dari semuanya, daripada tidak pernah tertawa atau terlalu banyak tertawa. Karena Nabi bersabda, "Senyummu di hadapan temanmu adalah shadaqah. " (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarir menuturkan' "Setiap kali Rasulullah melihatku, beliau pasti tersenyum." (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ingat, seorang muslim dilarang membuat cerita bohong alias membual, meskipun untuk membuat orang lain tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Muawiyyah bin Bahaz diriwaytkan bahwa ia bertutur, "Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Naar (neraka) Wail bagi orang yang berbicara lalu berdusta untuk melucu (membuat orang tertawa), Naar Wail bagi mereka dan Naar Wail bagi mereka." (HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam menuntunkan agar seseorang senantiasa membuat orang lain merasa senang. Rasulullah bersabda yang artinya, "Kamu tidak akan dapat menyenangkan seseorang dengan harta bendamu, tapi kamu bisa menyenangkan mereka dengan wajahmu yang cerah." (HR. Al-Hakim dan Abu Nu'aim dalam Al-Hilyah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kesimpulannya, Islam membolehkan kita bersenang-senang dan tertawa, asal tidak keterlaluan, atau membuat hal-hal yang dilarang. Lalu bagaimana jika bergembira ria dengan orang-orang kafir? Terutama dalam hari raya dan acara-acara yang mereka buat? Bagaimana pula dengan hari raya adapt dan kebangsaan? Simak pembahasan berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Jenis Larangan "Berserikat" dengan Orang Kafir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.. Berpakaian Ala orang Kafir saja Dilarang. Apalagi Mengambil Keyakinan Mereka&lt;br /&gt;Karena berpakaian adalah symbol. Symbol keyakinan, budaya, kebebasan berfikir, bahkan symbol kekafiran dan kemaksiatan. Tidak percaya? Lihat saja kaos-kaos yang di jual pasaran sekarang. Banyak slogan-slogan, ucapan-ucapan, dan pantun yang tidak beres. Sering menjurus kepada maksiat, bahkan juga kekafiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, dalam hadist Ibnu Umar disebutkan Rasulullah bersabda, yang artinya: "Apabila seorang diantaramu memiliki dua potong pakaian, hendaknya ia shalat dengan mengenakan keduanya. Namun kalu ia hanya memiliki satu potong (baru saja misalnya), hendaknya digunakan untuk bersarung. Namun jangan menyelimuti seluruh tubuhnya (termasuk tangan) sebagaimana yang dilakukan orang-orang Yahudi." (HR. Abu Dawud dan yang lainnya dengan sanad yang shahih). Sesungguhnya pelarangan yang terdapat dalam hadits tersebut dikarenakan penyerupaan terhadap orang Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah juga berfirman yang artinya, "Orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti millah mereka. Katakanlah, 'Sesungguhnya petunjuk Allah tulah petunjuk (yang sebenarnya)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu." (Al-Baqarah : 120).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahli kitab tidaklah terlalu menuntut agar kita keluar dari agama Islam. Target yang ingin mereka capai adalah kita mengikuti millah mereka. Jika kita sudah meniru gaya hidup mereka, seoerti cara berpakaian, cara makan, dan yang lainnya, itu sudah cukup bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.. Larangan  Mengangkat Pegawai dari Orang Kafir Untuk Menangani Urusan Khusus Kaum Muslimin&lt;br /&gt;Imam Ahmad meriwayatkan dengan sanad yang shahih dari Abu Musa Al-Asy'ari, bahwa ia bercerita, "Aku pernah berkata kepada Umar bin Khatthab, "Saya mempunyai seorang juru tulis beragama Nasrani." Maka beliau menanggapi, "untuk apa, tidakkah kamu mendengar firman Allah, "Wahai orang-orang beriman, janganlah kalian jadikan orang-orang Yahudi dan Nashrani sebagai pelindung-pelindung (wali-wali) diantara kalian, sebagian di antaranya menjadi pelindung sebagian yang lain.." Tidakkah engkau ingin agamamu menjadi lurus?" Ia menjawab, "Wahai Amirul Mukminin, aku hanya megambil kepandaian menulisnya, sedangkan urusan agamanya adalah urusannya sendiri." Umar menanggapi, "Tidak bisa, saya tak akan memuliakan mereka setelah Allah menghinakan mereka. Saya tak akan mengangkat harkat mereka, karena Allah telah merendahkan mereka, saya juga tak akan mendekati mereka, karena Allah telah menjauhi mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu juga didasari oleh petunjuk Al-Kitab, dan dijelaskan oleh riwayat Sunnah Nabi dan sunnah para Al-Khulafa Ar-Rasyidin, yang telah disepakati oleh alim ulama fiqih. Yaitu untuk membedakan diri dengan mereka (orang-orang kafir) danmenghindari penyerupaan diri dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, boleh-boleh saja mempekerjakan orang-orang kafir, dalam posisi yang tidak penting, tentunya dengan ektra hati-hati. Misalnya sebagai pekerja kasar, tukang kebun, dan sebagainya. Karena sebagian dari Al-Khulafa Ar-Rasyidin diriwayatkan pernah melakukan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.. Menjual Sesuatu yang Digunakan pada Hari Raya Mereka&lt;br /&gt;Benda-benda yang digunakan oleh orang kafir untuk merayakan hari raya mereka bias terbagi menjadi dua kelompok, yaitu benda-benda kebutuhan sehari-hari namun khusus digunakan untuk merayakan hari raya mereka, dan benda-benda yang memang sudah khusus menjadi bagian dari agama atau hari raya mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, benda-benda kebutuhan sehari-hari, seperti makanan, minuman, dan pakaian tidak diharamkan untuk dijual kepada orang kafir. Namun, pengertian 'Id' atau hari raya adalah ungkapan untuk segala aktivitas ibadah dan kebiasaan yang dilakukan di hari tersebut. Karena itu, jika kaidah Imam Ahmad dalam persoalan-persoalan ini diterapkan, maka jelas bahwa menjual kepada mereka segala sesuatu yang dapat mendukung berlangsungnya hari raya mereka adalah haram. Seperti menjual barang-barang rumah tangga, pakaian, makanan dan minuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan keharamannya bisa lebih dari yang kita kira. Karena kemungkinan penggunaan barang sehari-hari tersebut lebih besar daripada kemungkinan penggunaan khamr. Barang-barang tersebut dapat mereka pakai untuk melakukan kebiasaan sehari-hari namun khusus untuk hari raya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja terdapat perselisihan pendapat mengenai hokum pelarangan tersebut. Ada yang berpendapat mengenai hokum larangan tersebut adalah haram, seperti mahzab Imam Malik. Ada pula yang sekedar memakruhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, jika yang mereka beli adalah benda yang haram seperti salib, patung sesembahan, kemenyan, binatang yang disembelih untuk selain Allah, gambar mahluk hidup dan lain-lain, tidak diragukan lagi bahwa itu haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.. Hukum Menerima Hadiah Orang-orang Kafir di Hari Raya Mereka&lt;br /&gt;Adapun berkenaan dengan hokum menerima hadiah dari mereka di hari raya mereka, kita kemukakan di sini riwayat dari Ali Radhiyallahu 'anhu bahwa beliau pernah diberikan hadiah Nairuuz dan beliau terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan dalam Al-Mushannaf bahwa Qaabus meriwayatkan dari ayahnya, "Ada seorang wanita yang bertanya kepada Aisyah, "Kami memiliki beberapa teman dari Majusi. Suatu hari datang waktu hari raya mereka. Mereka pun memberi kami hadiah. (Bagaimana dengan hal ini?)" Aisyah menjawab, "Adapun bila hadiah itu binatang yang mereka sembelih untuk hari itu, jangan dimakan. Namun silakan makan yang mereka berikan dari hasil kebun mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abi Syaibah juga menyatakan, "Waki' telah menceritakan kepada kami, dari Al-Hakam bin Hukaim, dari ibunya, dari Abu Barzah bahwa beliau memiliki teman-teman dari penduduk Majusi. Di hari raya festival dan Nairuuz, mereka biasa memberikan hadiah. Maka beliau mengatakan kepada keluarganya, "Kalau berupa buah, maka saja. Tapi kalau selain itu, jangan diterima."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua riwayat itu menunjukkan bahwa menerima hadiah tersebut sama saja di hari raya atau di hari lain. Bila mendukung kemaksiatan, atau kekufuran, atau hari raya mereka maka hal itu dilarang, kalau tidak, dibolehkan menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Larangan Membuat Hari Raya atau Menghadiri Hari Raya selain 'Idul Adha dan 'Idul Fitri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu meriwayatkan, "Ketika Rasulullah tiba di Madinah, mereka (orang-orang Madinah) telah memiliki dua hari yang dijadikan waktu mereka bermain-main. Beliau bertanya, "Ada apa dengan dua hari ini?" Mereka menjawab, "Di masa Jahiliyyah, kami biasa bermain-main di dua hari itu." Maka Rasulullah menanggapi, "Sesungguhnya allah telah menggantikan buat kalian (hari raya) yang lebih baik dari itu, yaitu hari 'Idul Fitri dan 'Idul Adha." (HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu diperhatikan, dua hari raya Jahiliyyah itu tidak mendapat pengabsahan dari Rasulullah. Bahkan beliau tidak membiarkan mereka bermain-main di kedua hari itu mengikuti kebiasaan. Namun beliau menyatakan bahwa Allah telah menggantikan keduanya dengan dua hari lain yang lebih baik. Menggantikan sesuatu dengan sesuatu yang lain, berarti meninggalkan sesuatu yang sudah diganti. Karena antara pengganti dan yang diganti tak mungkin bersatu. Oleh sabab itu, ungkapan mengganti hanya digunakan untuk sesuatu yang tak mungkin digabungkan, alias yang diganti harus ditinggalkan. Sebagaimana Allah berfirman yang artinya, "Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripadaKu, sedang mereka adalah musuhmu amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang zhalim."(Al-Kahfi : 50)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua hari dalam masa Jahiliyyah itu sudah ditinggalkan dalam ajaran Islam. Keduanya tak lagi berbekas di masa kehidupan Rasulullah, juga pada masa Al-Khulafaur Rasyidin. Kalaulah mereka tidak dilarang untuk bermain-main (merayakan) pada kedua hari itu oleh Rasulullah dengan larangan yang keras, mereka akan tetap melakukan kebiasaan tersebut sebagaimana biasa. Karena tabiat banyak orang adalah cenderung mendambakan satu hari yang mereka jadikan saat berlibur dan bermain-main. Larangan keras beliau menunjukkan bahwa hal itu -hari raya Jahiliyyah itu- adalah haram. Budaya dan kebiasaan itu hanya dapat dirubah oleh sesuatu yang memberangusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh abu Dawud, "Syu'aib bin Ishaq telah berbicara kepada kami, dari Al-Auzaa'i, Yahya bin Katsir telah berbicara kepada kami, Abu Kilaabah telah berbicara kepada kami, beliau berkata, "Seseorang lelaki di masa hidup Rasulullah pernah bernadzar untuk menyembelih seekor unta di Buwaanah. Maka Rasulullah bertanya, "Apakah di sana ada salah satu berhala Jahiliyyah?" Mereka menjawab, "Tidak." Beliau bertanya lagi, "Apakah ada hari raya Jahiliyyah yang dirayakan disana?" Mereka menjawab, "Tidak". Maka beliau bersabda, "Laksanakan nadzarmu. Sesungguhnya tidak dibolehkan melaksanakan nadzar dalam kemaksiatan kepada Allah. Atau dalam hal yang di luar kemampuan anak manusia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyembelih hewan adalah boleh-boleh saja jika untuk dimakan atau untuk mendekatkan diri kepada Allah pada hari raya Idul Adha. Namun jika penyembelihan tersebut dilakukan di tempat yang biasa dipakai oleh orang kafir untuk beribadah maka hal itu dilarang karena dapat memberikan kesan pembenaran terhadap ibadah orang kafir di tempat tersebut. Begitu juga, penyembelihan tersebut dilarang pula dilakukan pada tempat di mana orang kafir merayakan hari raya mereka, karena dapat timbul pula kesan pembenaran terhadap hari raya mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Raya dan Isme-isme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang ada pula hari-hari besar yang tidak terkait dengan agama tertentu. Hari-hari besar itu terkait dengan suatu kelompok, golongan, atau pun negara dan bangsa. Sebab dari adanya hari besar itu pun bermacam-macam. Ada hari besar yang disebabkan lahirnya atau didirikannya suatu kelompok tertentu, ada pula yang disebabkan karena momen penting pembelaan terhadap bangsa dan negara terhadap kezhaliman penjajah, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, sekedar membela keluarga atau negeri kita dari kezhaliman orang lain, seperti perampok, penjajah dan lain-lain, itu disyariatkan. Tetapi membela keluarga, negeri, adapt atau yang lain dalam keadaan benar atau salah, menurut ungkapan "Jelek-jelek negeri sendiri", jelas haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Suraqah bin Malik bin Ju'syum Al-Mudliji, bahwa ia berkata, "Rasulullah pernah memberi wajangan kepada kami. Beliau bersabda yang artinya, "Sebaik-baiknya kamu adalah yang membela keluarganya, selama tidak untuk berbuat dosa."(HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu riwayat, dinukil oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah, dari Watsilah bin Al-Asqa' Radiyallahu'anhu, bahwa ia berkata, "Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud Al-Ashabiyyah(kefanatikan)?" Beliau menjawab, "Yaitu bila kamu membela kaummu dalam berbuat zhalim."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Dawud juga meriwayatkan dari Jubair bin Muth'im Radhiyallahu'anhu, bahwa Rasulullah bersabda, "Bukan termasuk golongan kita orang yang mendakwahkan kefanatikan. Bukan golongan kita orang yang berperang demi kefanatikan. Dan bukan golongan kita orang yang mati membela kefanatikan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Abu Dawud juga meriwayatkan dari Ibnu Mas'ud, dari Nabi bahwa beliau bersabda, "Barangsiapa yang membela kaumnya tanpa kebenaran, maka ia ibarat seekor unta yang terjerembab dan mati terseret dengan ekornya dan tak dapat melepaskan diri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika menyerukan gelar-gelar yang ada pada Islam bahkan pada diri sahabat pun dilarang, seperti gelar Muhajirin dan Anshar, apalagi gelar-gelar yang benar-benar tidak ada asalnya dalam Islam. Gelar-gelar tersebut jelas hanya mengacu kepada fanatisme kelompok dan golongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari raya yang dirayakan berkaitan dengan kelompok atau golongan tertentu baik dalam lingkup kecil atau besar dapat terkena dua perkara yang menjadikan hari tersebut haram untuk dirayakan. Yang pertama adalah karena keterkaitan hari tersebut dengan fanatisme kelompok dan golongan. Yang kedua adalah terkena larangan merayakan hari raya selain 'Idul Adha dan 'Idul Fithri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bias disimpulkan adalah kita harus menghindari sebisa mungkin berbagai perayaan yang tidak diajarkan dalam Islam, apalagi yang mengandung hal-hal haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Majalah El-Fata Edisi 8/I/2001 hal. 54-59&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3322941581416136977-8635002257603080115?l=adehendraputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adehendraputra.blogspot.com/feeds/8635002257603080115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3322941581416136977&amp;postID=8635002257603080115' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/8635002257603080115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/8635002257603080115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adehendraputra.blogspot.com/2007/12/bergembira-ria-ada-batasnya.html' title='Bergembira Ria ada batasnya....'/><author><name>adehp</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17702273497948511434</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977.post-5385055919296975744</id><published>2007-12-25T17:21:00.001-08:00</published><updated>2007-12-25T17:21:50.535-08:00</updated><title type='text'>Selamanya Tahun Baru</title><content type='html'>Selamanya Tahun Baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada rutinitas ritual 365 hari (kadang-kadang 366) sekali pada saat jarum jam mendekati pukul 24.00 di sebagian besar belahan bumi ini. Orang banyak menyebutkannya sebagai tahun baru dan menobatkan tanggal 1 Januari sebagai permulaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak cara untuk merayakan ritual ini. Orang biasa membeli terompet kertas atau plastic untuk kemudian bersiap-siap meniupnya jika jarum jam mendekati pukul 24.00 tanggal 31 Desember tahun lama -yang konon juga berarti pukul 00.00 tanggal 1 Januari tahun baru. Orang sangat beragam dalam cara dan acara perayaannya. Yang berjiwa bisnis memanfaatkan momen ini dengan menjual terompet tersebut. Yang berjiwa bisnis lebih serakah biasanya menggelar acara-acara khusus menyambut tahun baru di hotel, klub malam, atau Cuma sekedar dipertontonkan kepada pemirsa layar kaca. Yang sekedar senang hura-hura cukup buat acara sendiri dengan sesama teman, atau anak dan istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Relativitas Tahun Baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa artinya tahun baru? Secara mudah, perayaan tahun baru adalah perayaan habisnya 1 periode tahun yang lalu dan datangnya periode tahun yang setelahnya. Jadi, hari ini bisa tahun baru, besok juga bisa tahun baru, bahkan sebulan yang lalu bisa juga tahun baru. Hal ini disebabkan karena I periode tahun bagi suatau komunitas -entah yang berdasarkan etnis atau kepercayaan tertentu- bisa berbeda dengan komunitas yang lain, baik dalam hal durasi I tahun ataupun kapan mulainya. Dan perbedaan ini sah-sah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, yang beruntung di dunia internasional atau di planet bumi ini adalah Julius Cesar. Kalender buatannyalah yang kita tahu sejak kita sekolah di Taman Kanak-Kanak. Dan perayaan tahun baru yang dirayakan adalah tahun baru untuk penanggalan yang ia buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalender made ini Julius Cesar merupakan kalender yang dibuat berdasarkan perputaran bumi bumi menggelilingi matahari. Konon kalender ini dihitung sejak hari Kristus lahir. Walaupun Kristus dipercayai oleh umat Nasrani lahir pada tanggal 25 Desember, tapi mereka baru merayakan tahun baru 6 hari setelahnya. Wallahu a'lam, mengapa jadi seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya buatan manusia, kalender ini pernah keliru juga. Gara-gara tidak memperhitungkan seperempat hari terakhir dari waktu keliling bumi terhadap matahari, kalender Julius Cesar pernah mengalami 'pemotongan' beberapa hari pada zaman Paus Gregorius. Duniapun kalang kabut. Bayangkan saja jika Anda berjanji untuk rapat antar pemegang saham pada, misalnya 12 Februari, dan tiba-tiba intruksi 'suci' dari Vatikan menghapus hal tersebut, dan tahu-tahu esok hari sudah 27 Februari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Cina tidak begitu beruntung dengan penanggalannya, tapi kalender mereka masih dipegang teguh di Cina daratan maupun kepulauan. Bahkan yang sudah imigrasi ke kepulauan Indonesia pun masih sering memakainya. Coba lihat beberapa cetakan kalender di negeri kita ini. Setelah reformasi, mereka pun mendapat angin segar untuk merayakan Imlek secara lebih terbuka. Berbeda dengan kalender Masehi yang baru 2007, orang Cina sudah merayakan pergantian millennium III-nya beberapa ratus tahun lebih awal daripada pengguna kalender Masehi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum muslimin masih bisa berbangga dengan penanggalan Hijriyah yang ditetapkan oleh Umar bin Khattab. Kalender ini dihitung sejak hari Rasulullah hijrah dari Makkah ke Madinah. Karena Nabi Muhammad adalah nabi yang diutus setelah Nabi Isa, wajar saja jika kalender Hijriyah lenih muda sekitar 580 tahun daripada kalender Masehi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan kalender lain yang perhitungan tiap bulannya pasti, tidak begitu dengan kalender muslim. Penentuan awal bulan dilakukan dengan melihat hilal pada akhir hari ke-29. Jika hilal terlihat, besok berarti tanggal I bulan baru. Jika tidak, besok masih merupakan hari ke-30. bahkan mendung yang menutup hilal pun bisa jadi penyebab ditetapkannya hari ke-30.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian kaum muslim berusaha 'memastikan' durasi tiap bulan dengan ilmu hisab dan falak. Tapi ini tidak bisa jadi patokan karena mnyelisihi sunnah Rasulullah. Selain itu, perhitungan dengan hisab malah menimbulkan kebinggungan kaum muslim negeri ini. Mending kita patuh kepada ulil amri yang walaupun kadang memakai hisab, tapi masih menghargai sunnah Nabi untuk kepastiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Jawa lain lagi, dalam masalah hitungan jumlah hari pun mereka sudah berbeda. Jika orang Nasrani masihbisa kompromi dengan kaum muslim dalam hal jumlah hari, tidak demikian dengan orang Jawa. Orang Jawa cukup beraktivitas dalam 5 hari dan tidak tujuh hari sebagaimana penanggalan lainnya. Memang aneh, tapi ini cukup bermanfaat bagi takmir masjid yang membuat jadwal khatib Jum'at di masjid-masjid pulau Jawa. Jika mereka menjadwal khatib berdasarkan Jum'at I, II, III dan IV, maka kadang-kadang khatib pada Jum'at IV bisa tidak kebagian jatah karena bulan Februari mungkin cukup tiga minggu saja. Sebaliknya, jika ada Jum'at V, pihak takmir masjid kebinggungan mencari khatib baru. Alih-alih dengan system di atas, sitem Jum'at Pon, Jum'at Wage, dan seterusnya tidak menimbulkan kekacauan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari empat komunitas di atas saja sudah cukup berbeda durasi tahun dan starting point tahunnya. Tak menutup kemungkinan penduduk asli Timbuktu, orang Eskimo, suku Mohican dan Indian Maya atau Aztec punya tahun sendiri-sendiri yang sangat berbeda dengan apa yang telah kita ketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar Jadi Bebek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu jika tahun baru bisa berbeda-beda, mengapa kita begitu hangar binger merayakan tahun baru?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah hasil hegemoni barat. Dari situ tampak ketidakpercayaandiri kaum muslim untuk bangga menggunakan kalender Hijriyahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada yang berpendapat bahwa kalender Hijriyah sulit digunakan. Misalnya saja, untuk penjadwalan rapat perusahaan dan perencanaan kurikulum beberapa bulan ke depan akan sulit jika untuk bulan ini saja kita tidak tahu akan terdapat 29 hari atau 30 hari. Tapi keyantaannya, Kerajaan Arab Saudi, yang tentunya membutuhkan rapat kementrian dan penyusunan kurikulum sekolah, bisa berjalan dengan penanggalan berdasarkan Sunnah Nabi. Mungkin kita perlu membuka hubungan lebih dalam ke Negara-negara muslim daripada membebek ke negara kuffar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau pun alas an penggunaan kalender Masehi demi kemudahan bisa dibenarkan, toh kita bisa mengatasi penggunaannya sekedar untuk alasan-alasan di atas. Dan itu berarti, tak perlu merayakannya dengan hingar bingar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikut merayakan tahun baru Masehi hanya akan menambah daftar masalah kita di akhirat nanti. Pertama, hal tersebut berarti tasyabbuh, meiru-niru kaum kafir, sedangkan kita dilarang dengan keras oleh Rasulullah terhadap hal itu. Sabda beliau, "Barangsiapa yang meniru-niru suatu kaum maka ia termasuk kaum tersebut." (HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan perayaan tahun baru juga merupakan hura-hura. Alangkah baiknya jika harta yang dihamburkan hanya untuk kesenangan itu digunakan untuk membantu orang yang tak punya sehingga bisa jadi tabungan kita di akhirat nanti. Lebih-lebih lagi, orang yang mubadzir sudah dinyatakan Allah sebagai saudara setan, "Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya."(Al-Isra':27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ritual Kontemplasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian aktivis muslim menanggapi tahun baru Masehi dengan acara yang menurut mereka lebih sejuk. Yaitu dengan menggelar muhasabah tahunan pada malam tahun baru. Rame-rame mereka merenungi apa yang telah dilakukan pada hari-hari kemarin dan apa yang musti direncanakan tahun depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh-boleh saja kita melakukan muhasabah, bahkan hal itu dianjurkan. Umar bin Khattab pernah berkata, "Hisablah diri kalian sebelum dihisab. Timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang dan berhiaslah untuk menghadapi hari penampakan yang agung." Walaupun konteks muhasabah dianjurkan untuk menghisab persiapan di akhirat, tak mengapalah muhasabah dilakukan untuk melihat amalan setahun lalu. Toh, hakikatnya tetaplah menghitung amalan untuk bekal ke akhirat nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun muhasabah dianjurkan, kegitan berbentuk seperti di atas perlu dikritisi. Karena mnegkhususkan dan merutinkan muhasabah setiap pergantian tahun Masehi dengan rame-rame memerlukan dalil khusus. Jangan-jangan perbuatan ini merupakan amalan baru yang tidak ada contohnya dari Rasulullah. Jelas bukan kebaikan jika maksiat dilawan dengan bid'ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terbaik adalah yang melakukan muhasabah setiap waktu, setiap ia merasa telah melakukan kesalahan sekecil apapun dan setiap kali ia telah selesai melakukan amal kebajikan. Tak perlu menunggu satu tahun, apalagi menunggu adanya acara muhasabah tahunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap Hari adalah 'Tahun Baru'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika masalahnya 'hanya sekedar' muhasabah, ingat pentingnya waktu, sejak dulu Islam seudah memperingatkan hal itu. Allah sendiri bersumpah dengan waktu, dan jika Allah bersumpah dengan sesuatu berarti sesuatu tersebut mempunyai nilai yang sangat penting. Orang Arab sendiri berkata, "Waktu adalah pedang." Artinya jika kita tidak hati-hati menggunakan waktu, kita sendiri yang akan binasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini karena karakteristik waktu itu sendiri. Yang pertam adalah cepat berlalu, sehingga seakan kita baru beraktivitas sebentar di pagi hari, ternyata kita sudah menemui sore hari. Hal ini dinyatakan sendiri oleh Allah dlam firman-Nya yang artinya, "Pada hari mereka melihat hari berbagkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja seperti di suatu waktu) di waktu sore atau pagi hari." (An-Naziat:46)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, waktu mustahil kembali. Sebagaimana kata Hasan Al basri, "Tiada hari tanpa menyeru, "Hai, anak Adam, aku adalah mahluk baru, dan aku menjadi saksi terhadap amalmu. Maka berbekallah denganku, sebab jika aku sudah lewat, tak mungkin bisa kembali sampai hari kiamat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, waktu itulah kehidupan yang sebenarnya. Masih kata Hasan Al-Basri, "Hai anak Adam, sesungguhnya hidup kamu adalah himpunan hari-hari. Setiap hari milikmu itu pergi, berarti pergilah sebagian darimu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ragu lagi, setiap hari adalah modal keselamatan setiap anak manusia. Tak bijak jika dilewatkan dengan hura-hura. Kata lainnya, setiap hari harus dipersiapkan dengan baik. Setiap hari butuh semangat baru untuk hidup barau yang lebih baik. Setiap hari yang berlalu harus dihisab setiap hari. Untuk kemudian memperbaiki kesalahan hari ini agar hari esok lebih baik. Tak perlu menunggu tahun baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Majalah Nikah edisi 10/I/2002, hal. 20-22&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3322941581416136977-5385055919296975744?l=adehendraputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adehendraputra.blogspot.com/feeds/5385055919296975744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3322941581416136977&amp;postID=5385055919296975744' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/5385055919296975744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/5385055919296975744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adehendraputra.blogspot.com/2007/12/selamanya-tahun-baru.html' title='Selamanya Tahun Baru'/><author><name>adehp</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17702273497948511434</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977.post-7721498789677592485</id><published>2007-12-25T17:20:00.001-08:00</published><updated>2007-12-25T17:20:39.873-08:00</updated><title type='text'>Korban Mbah Dukun</title><content type='html'>Korban Mbah Dukun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Banyak media massa tersedia jasa comblang perjodohan. Masing-masing dengan berbagai model dan variasi, tapi intinya sama,mendekatkan insane yang biasanya seret jodoh. Bukan berarti yang lelaki tidak ada, tapt sederet pencari jodoh sering didominasi oleh kaum hawa. Fenomena seret jodoh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Problematika Kaum Muda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menemukan jodoh idaman memang menjadi cita-cita setiap insane yang masih terpelihara fitrahnya. Kaum muda sebagai generasi yang mulai memasuki ranah rawan ini biasanya mempunyai perhatian tersendiri. Usia yang semakinmerayap membuat hati terasa gundah gulana. Tidak sedikit yang telah sekian lama menapaki hari-hari tidak jua mampu menghadirkan calon belahan jiwa. Perasaan gundah ini umumnya lebih sering dialami oleh kaum wanita. Umur pernikahan bagi kaum hawa lebih mempunyai makna mendalam, salah satunya berkaitan dengan batas masa kesuburan. Maka begitu ada indikasi menemukan sang belahan jiwa muncullah rasa senang dan bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih berbahagia lagi kalau pertemuan itu berlanjut menuju titin sebuah pernikahan. Begitu usai akad nikah muncullah bunga-bunga di hati, begitu gembira seolah tak pernah ada masalah. Dalam benaknya seakan tak pernah terbetik bahwa sebuah rumah tangga yang mampu mendatangkan kebahagiaan dan ketentraman pun tak lepas dari ujian dan cobaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kunjung Tiba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal pernikahan memang hamper pasti selalu mengundang rasa bahagia. Namun, seperti ketika menapaki kehidupan berumahtangga, jalan menuju pernikahan itu sendiri bukannya sepi dari aral. Banyak factor yang berperan dalam masalah ini. Factor personal, factor lingkungan dan factor keluarga biasanya yang sering muncul, baik dari pihak laki-laki maupun perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau minimal ketiga factor tersebut mendukung, maka sebuah usaha menyongsong sang belahan jiwa terasa begitu mudahnya Insya Allah. Hanya saja salah satu atau lebih dari factor-faktor itu tidak jarang muncul sebagai penghambat. Akhirnya jalan menuju sebuah pernikahan kadang dirasakan bagai melintas di jalan setapak dengan jalan tertatih-tatih, sangat rawan untuk mengalami kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak setiap orang mampu memenej kegagalan yang sedang dialaminya. Apalagi kalau hal itu harus dialami sampai berulang kali. Hidupnya terasa menjadi sebuah perjalanan yang begitu sulit karena membawa beban yang sangat berat sambil mendaki jalan yang terjal. Kalau beban hidup semacam ini tidak segera diuraikan dikhawatirkan akan memunculkan masalah hidup yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Salah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang memang ingin beban yang menghimpitnya segera hilang. Hanya setiap orang mungkin punya jalan pikiran yang tidak sama. Ada yang datng ke psikiater, ada yang mempercayai ke tokoh agama, ada juga yang berusaha menghilangkan dengan cara bertukar pikiran bersama teman karibnya yang mungkin saja pernah mengalami hal serupa. Dalam masalah begini jangan salah langkah dan salah mempercayai. Repotnya di Negara yang katanya mayoritas penduduknya muslim ini masih banyak yang menyerahkan masalah hidupnya ini kepada mbah dukun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang masih percaya bahwa mbah dukun mampu menyambung hati dua insan. Sehingga yang tadinya benci jadi cinta, yang tadinya bersikap menolak manjadi mau menerima. Akhirnya banyak kasus cinta mbah dukun. Tidak hanya laki-laki yang kemudian menempuh jalur cinta mbah dukun, yang perempuan pun tidak sedikit. Pun tak hanya lajang, yang sudah menikah juga konsultasi dengan mbah dukun agar tak kehilangan pasangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Kepada-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang muslim mestinya tahu batas-batas agama yang mengatur langkah hidupnya. Segala sesuatu-termasuk kesulitan-kesulitan hidup- hendaknya selalu diserahkan hanya kepada Allah. Penyerahan di sini bukan berarti sekedar berdoa dan berkeluh kesah kepada-Nya. Di samping itu harus ada usaha yang tetap berjalan di dalam koridor syariat-Nya. Pendek kata usaha itu tidak melanggar batasan syariat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kalau sekedar melihat dari usaha, dating dan berkonsultasi ke dukun juga merupakan sebentuk usaha. Misalnya orang yang merasa sudah sekian lama belum juga ketemu jodoh. Ia kemudian menghubungi dukun untuk menanyakan nasib asmaranya. Atau orang yang menyukai seseorang, tapi bertepuk sebelah tangan, kemudian dating ke dukun minta cara agar cintanya diterima. Dalam pandangan orang awam dukun memang terkesan memberikan solusi dan pemecahan. Dukun akan mengajukan beberapa syarat sebelum memberikan apa yang ia sebut jalan keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya masalahnya syarat dan cara penyelesaian mbah dukun hamper selalu bertabrakan dengan syaraiat. Upaya-upaya dari mbah dukun -selain irasional- selalu melibatkan pihak ketiga. Yakni majikannya, jin setan. Setan akan memberikan jalan kesesatan yang Nampak sebagai jalan keluar. Demi keselamatan manusia maka Allah mengharamkan perdukunan, walau sekedar mendatanginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun kemudian mempercayai perkataannya, maka sungguh ia telah mengingkari apa yang dibawa Muhammad." (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat Sampingan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempercayai dukun merupakan tindakan kesyirikan, termasuk menganggap sang dukun punya sifat seperti Allah yakni mengetahui sesuatu yang gaib. Padahal hanya Allahlah yang memegang kunci-kunci kegaiban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan pada sisi Allahlah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri."(Al-An'am:59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian dukun tentunya tak mau kalau dia dianggap berlaku syirik, maka sering keluar darinya kata-kata 'tawadhu'. Bahwasannya mereka hanyalah perantara, semuanya kembali kepada Yang Kuasa. Kata-kata yang terkesan merendah ini justru mengundang simpati orang banyak. Semakin larislah dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saying sekali kalau kita tertipu oleh berbagai hal yang bersifat basa-basi untuk menutupi kesesatan. Termasuk juga label, karena tidak setiap dukun mengaku sebagai dukun. Bagi seorang muslim sejati, nama tidak akan mengubah hakikat, sehingga mestinya jangan sampai tertipu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih runyam lagi kalau yang tertipu adalah seorang perempuan. Tambah lagi yang ditemuainya ternyata dukun cabul. Akhirnya tertipulah ia luar dalam. Sudah hina di hadapan Allah, ditambah kehilangan kehormatannya lagi. Untuk itu hendaknya kita senantiasa berlindung kepada Allah dari Iblis dan bala tentaranya, setan. Baik dari golongan jin maupun manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Majalah Nikah edisi 10/I/2002, hal. 24-25&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3322941581416136977-7721498789677592485?l=adehendraputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adehendraputra.blogspot.com/feeds/7721498789677592485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3322941581416136977&amp;postID=7721498789677592485' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/7721498789677592485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/7721498789677592485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adehendraputra.blogspot.com/2007/12/korban-mbah-dukun.html' title='Korban Mbah Dukun'/><author><name>adehp</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17702273497948511434</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977.post-3334288267989913578</id><published>2007-12-25T17:19:00.000-08:00</published><updated>2007-12-25T17:20:06.549-08:00</updated><title type='text'>Makar Kaum Kuffar</title><content type='html'>Makar Kaum Kuffar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam dan umatnya seringkali mendapatkan perlakuan yang tak menyenangkan dari umat lain yang membencinya. Tercatat sejak negara Islam pertama kali ditegakkan di kota Madinah, musuh tak henti-hentinya mengintai dan membuat makar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan seperti ini digambarkan oleh sahabat Rasulullah Ka'ab bin Malik dalam sebuah hadist yang panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ketika aku berjalan-jalan di pasar Madinah, seketika itu ada seorang petani yang berasal dari Syam yang dating membawa makanan untuk di jual di pasar Madinah. Dia bertanya 'Siapakah yang dapat menunjukkan Ka'ab bin Malik?' Orang-orang langsung menunjukkannya sampai ia menemuiku dan menyerahkan kepadaku surat dari Raja Ghassan. Aku adalah seorang yang dapat menulis, aku baca: amma ba'du, sesungguhnya telah sampai berita kepadaku bahwa pemimpinmu telah berpaling meninggalkanmu. Sesungguhnya Allah tidaklah menjadikan bagimu tempat yang hina dan kesia-siaan, maka bergabunglah kepada kami, kami akan menggembirakanmu" (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah tersebut diawali dengan absennya Ka'ab bin Malik dari perang Tabuk. Sebagai hukuman, Ka'ab bin Malik dan beberapa sahabat yang absent dari perang diboikot oleh Rasulullah dan para sahabatnya. Tidak ditegur, diberikan salam, atau diajak bicara. Dan anehnya, kondisi yang demikian ini diketahui oleh Raja Ghassan-orang kafir- yang jauh dari Madinah. Raja itu mencari celah dan titik kelemahan kaum muslimin. Maka orang itu tersebut mengirimkan surat mengajak Ka'ab untuk bergabung ikut serta dalam front kekafirannya. Petikan cerita di atas bisa menunjukkan sedikit bukti bahwa kaum kuffar tidak berhenti untuk mengintai kaum muslimin dan mencari kelemahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah terus berlanjut sepanjang sejarah umat Islam. Berbagai kejadian dalam perang dunia pertama dan kedua juga menunjukkan bagaimana sebenarnya makar Yahudi dan Nasrani dalam meruntuhkan kekhalifahan Turki Utsmani. Mereka memang selalu membuat makar. Allah memberitakan kegigihan orang Yahudi dan Nasrani dengan firman-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan ridha kepada kalian sampai kalian mengikuti millah mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memurtadkan dari ajaran Allah adalah tujuan utama mereka. Caranya beragam, dari model yang terhalus sampai tahap yang paling kasar, memerangi umat Islam secara fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Alasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;God, Glory dan Gospel, demikian semboyan para penjajah Nasrani kala itu. Alas an religius tentu yang utama. Penjajahan Nasrani atas negeri-negeri itu biasanya diiringi dengan gerakan permurtadan. Pendudukan Indonesia selama tiga abad lebih adalah fakta yang tak bisa dipungkiri. Di sisi yang lain ada alasan-alasan yang mendompleng. Diakui atau tidak, negeri-negeri kaum muslimin banyak memiliki kekayaan alam. Hasil bumi dan tambang melimpah, menggiurkan orang-orang non Islam. Ini seperti yang diberitakan oleh Rasulullah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nyaris umat-umat berkumpul menghadapi kalian sebagaimana berkumpulnya orang-orang yang makan menghadapi bejana makanannya..."(HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serbuan pasukan koalisi ke Irak beberapa tahun lalu hanyalah satu dari sekian banyak contoh ngilernya orang kuffar pada sumber daya alam kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menciptakan Musuh dari Dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melemahkan barisan umat Islam sehingga lebih mudah untuk dihancurkan, diciptakanlah kerusuhan dari dalam. Dengan munculnya ide-ide, pemikiran dan tooh-tokoh penyesat. Sebenarnya hal ini merupakan perulangan sejarah lama. Di zaman sahabat mencuat nama Abdullah bin Saba', seorang tokoh Yahudi yang menyembunyikan kekafiran dan pura-pura masuk Islam. Dengan kedok tersebut ia menyebarkan pemikiran kekufuran kepada orang-orang yang tinggal jauh dari para sahabat. Pada waktu itu wilayah kaum muslimin telah luas dibuka oleh tangan-tangan para sahabat. Ia membuat agama baru yang sekarang lebih dikenal dengan nama Syiah atau Rafidhah. Abdullah bin Saba' pertama kali mengkritisi masalah kekhalifahan sepeninggal Rasulullah. Menurutnya yang paling berhak mendapatkannya adalah Ali bin abi Thalib, bukan yang lain. Keyakinan ini terus berlanjut dengan menuhankan Ali bin abi Thalib, dan mengkafirkan hampir seluruh sahabat Nabi. Seandainya diteliti dan dipelajari apa yang ditulis dan dibicarakan oleh kaum Syiah tentang para sahabat Rasulullah, ternayata mereka menganggap bahwa para sahabat itu menyerupai komplotan pencuri dan perampok. Para sahabat nabi dipandang tidak beragama dan tidak mempunyai kata hati untuk mencegah kebohongan, kebinasaan dan kerusakan duniawiah. Padahal menurut riwayat yang sebenarnya, ternyata para sahabat itu dalam sejarah dari generasi ke generasi tercatat sebagai orang yang sangat takwa kepada Allah dan terhormat jalan hidupnya. Dan lagi, ajaran Islam tidak akan tersebar ke seluruh pelosok dunia tanpa usaha para sahabat yang dengan gagah berani sanggup meninggalkan keluarga dan kampong halaman dalam membela kebenaran yang diyakini, dalam rangka menaati Allah. Inilah di antara maka untuk menohok umat Islam dari dalam. Dan Syiah bukan satu-satunya, gerakan Ahmadiyah di dataran India pun kelahirannya banyak dibidani oleh kaum kuffar. Demikian pula sekte-sekte ekstrim lain yang bermunculan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemurtadan lewat Media Massa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui media massa orang-orang kuffar berusaha memperlemah kekuatan umat Islam. Di antara bentuknya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.. Mendakwahkan (agama) kekufuran dengan menonjolkan keistimewaannya yang semu, kasih saying dan kelemahlembutan yang semu kepada dunia seluruhnya. Umat Islam yang tak waspada akan dengan mudah terperdaya dan hati pun mudah condong kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.. Menyampaikan kerancuan-kerancuan kepada kaum muslimin dalam masalah akidah, syiar-syiar keagamaan mereka. Akhirnya muncullah pendapat bahwa semua agama itu sama, tidak masalah gonta-ganti agama dan atau menikah dengan orang yang beda agama. Melalui corong anak-anak didiknya, kaum kuffar menghujamkan kerancuan-kerancuan ini sedalam-dalamnya ke tubuh umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.. Menyebarkan pornografi, gambar buka-bukaan dan hal-hal yang membangkitkan birahi hingga melenakan orang yang menyaksikannya, merusak ahlak, mengotori kesucian kaum muslimin. Akibatnya hilanglah rasa malu para pemuda dan pemudi Islam dan berubahlah generasi muda Islam menjadi budak-budak birahi dan penuntut kenikmatan yang murah. Beberapa langkah kemudian, dengan sukarela mereka menerima dakwah kekufuran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah beberapa kiat dan usaha yang mereka lancarkan, dan tentu yang disebutkan tadi bukanlah pembatasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menangkal Makar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.. Tanamkan aqidah Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah benteng paling kokoh yang harus ditancapkan, misalnya melalui kurikulum-kurikulum pendidikan sekolah resmi maupun program-program pembinaan umum, seperti kajian rutin, pertemuan, ataupun ceramah-ceramah keagamaan. Penanaman aqidah yang sahih juga bisa dilakukan melalui tulisan-tulisan, baik majalah, tabloid maupun bulletin-buletin dakwah. Secara lebih luas dakwah ini diberikan melalui media-media yang lain seperti televise, radio, internet, maupun sarana komunikasi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.. Menyebarkan pemahaman agama yang benar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai kerancuan yang dilancarkan kaum kuffar sebenarnya tak akan banyak membikin gerah, ketika umat Islam betul-betul memahami ajaran Islam yang sahih. Masalahnya menjadi begitu rumit di saat pemahaman Islam yang sahih tak diketahui oleh banyak kaum muslimin. Akibatnya? Setiap penyimpangan pemikiran, syubhat, 'tafsir agama baru' begitu mudahnya dimakan mentah-mentah. Sampai ujung-ujungnya, beberapa orang dengan berani mengkritisi ajaran Islam yang sahih. Dari sini, menyebarkan pemahaman dien yang benar -sesuai yang dipahami generasi utama umat ini- mutlak diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.. Perhatikan semua sector&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini poin penting lain yang harus diusahakan. Yaitu memberikan perhatian yang baik dan serius kepada semua sector penting yang berkaitan dengan kehidupan seorang muslim. Baik dalam masalah pendidikan secara khusus (sekolah-sekolah formal), sector medis, atau sector-sektor yang lain. Sudah semestinya beragam sector ini ditangani secara baik, serius dan professional. Berbagai kejadian yang ada menunjukkan bahwa sector-sektor tersebut banyak dimanfaatkan oleh gerakan tanshiriyah untuk memurtadkan umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.. Membangkitkan interaksi social&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap mukmin bersaudara. Demikian petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Hal itu sekaligus memberikan isyarat bahwa seorang mukmin punya keterkaitan dengan mukmin yang lain. Termasuk dalam masalah social. Orang-orang yang kaya hendaknya memperhatikan hak-hak si miskin, membuka tangan-tangan mereka untuk memberikan harta dan membantu program-program social mereka. Hal ini merupakan peluang beramal kebajikan orang yang berpunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang menghilangkan kesusahan seorang mukmin di dunia, maka Allah akanmenghilangkan kesusahannya pada hari kiamat."(HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu umat Islam mestinya memenuhi anjuran syariat untuk melakukan persiapan jihad sebagaimana yang diisyaratkan Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggetarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahui; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya(dirugikan)". (Al-Anfal:60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Majalah Nikah edisi 02/II/2003, Hal.28-30&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3322941581416136977-3334288267989913578?l=adehendraputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adehendraputra.blogspot.com/feeds/3334288267989913578/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3322941581416136977&amp;postID=3334288267989913578' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/3334288267989913578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/3334288267989913578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adehendraputra.blogspot.com/2007/12/makar-kaum-kuffar.html' title='Makar Kaum Kuffar'/><author><name>adehp</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17702273497948511434</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977.post-1142111709302673345</id><published>2007-12-25T17:17:00.000-08:00</published><updated>2007-12-25T17:18:25.616-08:00</updated><title type='text'>Tentang Hadist</title><content type='html'>Pengertian Hadits&lt;br /&gt;Hadits adalah segala perkataan (sabda), perbuatan dan ketetapan dan&lt;br /&gt;persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan ataupun hukum&lt;br /&gt;dalam agama Islam. Hadits dijadikan sumber hukum dalam agama Islam selain&lt;br /&gt;Al-Qur'an, Ijma dan Qiyas, dimana dalam hal ini, kedudukan hadits merupakan&lt;br /&gt;sumber hukum kedua setelah Al-Qur'an.&lt;br /&gt;Ada banyak ulama periwayat hadits, namun yang sering dijadikan referensi&lt;br /&gt;hadits-haditsnya ada tujuh ulama, yakni Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu&lt;br /&gt;Daud, Imam Turmudzi, Imam Ahmad, Imam Nasa'i, dan Imam Ibnu Majah.&lt;br /&gt;Ada bermacam-macam hadits, seperti yang diuraikan di bawah ini.&lt;br /&gt;* Hadits yang dilihat dari banyak sedikitnya perawi&lt;br /&gt;o Hadits Mutawatir&lt;br /&gt;o Hadits Ahad&lt;br /&gt;* Hadits Shahih&lt;br /&gt;* Hadits Hasan&lt;br /&gt;* Hadits Dha'if&lt;br /&gt;* Menurut Macam Periwayatannya&lt;br /&gt;o Hadits yang bersambung sanadnya (hadits Marfu' atau Maushul)&lt;br /&gt;o Hadits yang terputus sanadnya&lt;br /&gt;* Hadits Mu'allaq&lt;br /&gt;* Hadits Mursal&lt;br /&gt;* Hadits Mudallas&lt;br /&gt;* Hadits Munqathi&lt;br /&gt;* Hadits Mu'dhol&lt;br /&gt;* Hadits-hadits dha'if disebabkan oleh cacat perawi&lt;br /&gt;o Hadits Maudhu'&lt;br /&gt;o Hadits Matruk&lt;br /&gt;o Hadits Mungkar&lt;br /&gt;o Hadits Mu'allal&lt;br /&gt;o Hadits Mudhthorib&lt;br /&gt;o Hadits Maqlub&lt;br /&gt;o Hadits Munqalib&lt;br /&gt;o Hadits Mudraj&lt;br /&gt;o Hadits Syadz&lt;br /&gt;* Beberapa pengertian dalam ilmu hadits&lt;br /&gt;* Beberapa kitab hadits yang masyhur / populer&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Hadits yang dilihat dari banyak sedikitnya Perawi&lt;br /&gt;I.A. Hadits Mutawatir&lt;br /&gt;Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok orang dari beberapa sanad&lt;br /&gt;yang tidak mungkin sepakat untuk berdusta. Berita itu mengenai hal-hal yang&lt;br /&gt;dapat dicapai oleh panca indera. Dan berita itu diterima dari sejumlah orang&lt;br /&gt;yang semacam itu juga. Berdasarkan itu, maka ada beberapa syarat yang harus&lt;br /&gt;dipenuhi agar suatu hadits bisa dikatakan sebagai hadits Mutawatir:&lt;br /&gt;1. Isi hadits itu harus hal-hal yang dapat dicapai oleh panca indera.&lt;br /&gt;2. Orang yang menceritakannya harus sejumlah orang yang menurut ada&lt;br /&gt;kebiasaan, tidak mungkin berdusta. Sifatnya Qath'iy.&lt;br /&gt;3. Pemberita-pemberita itu terdapat pada semua generasi yang sama.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;I.B. Hadits Ahad&lt;br /&gt;Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang atau lebih tetapi tidak mencapai&lt;br /&gt;tingkat mutawatir. Sifatnya atau tingkatannya adalah "zhonniy". Sebelumnya&lt;br /&gt;para ulama membagi hadits Ahad menjadi dua macam, yakni hadits Shahih dan&lt;br /&gt;hadits Dha'if. Namun Imam At Turmudzy kemudian membagi hadits Ahad ini&lt;br /&gt;menjadi tiga macam, yaitu:&lt;br /&gt;I.B.1. Hadits Shahih&lt;br /&gt;Menurut Ibnu Sholah, hadits shahih ialah hadits yang bersambung sanadnya. Ia&lt;br /&gt;diriwayatkan oleh orang yang adil lagi dhobit (kuat ingatannya) hingga&lt;br /&gt;akhirnya tidak syadz (tidak bertentangan dengan hadits lain yang lebih&lt;br /&gt;shahih) dan tidak mu'allal (tidak cacat). Jadi hadits Shahih itu memenuhi&lt;br /&gt;beberapa syarat sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Kandungan isinya tidak bertentangan dengan Al-Qur'an.&lt;br /&gt;2. Harus bersambung sanadnya&lt;br /&gt;3. Diriwayatkan oleh orang / perawi yang adil.&lt;br /&gt;4. Diriwayatkan oleh orang yang dhobit (kuat ingatannya)&lt;br /&gt;5. Tidak syadz (tidak bertentangan dengan hadits lain yang lebih&lt;br /&gt;shahih)&lt;br /&gt;6. Tidak cacat walaupun tersembunyi.&lt;br /&gt;I.B.2. Hadits Hasan&lt;br /&gt;Ialah hadits yang banyak sumbernya atau jalannya dan dikalangan perawinya&lt;br /&gt;tidak ada yang disangka dusta dan tidak syadz.&lt;br /&gt;I.B.3. Hadits Dha'if&lt;br /&gt;Ialah hadits yang tidak bersambung sanadnya dan diriwayatkan oleh orang yang&lt;br /&gt;tidak adil dan tidak dhobit, syadz dan cacat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Menurut Macam Periwayatannya&lt;br /&gt;II.A. Hadits yang bersambung sanadnya&lt;br /&gt;Hadits ini adalah hadits yang bersambung sanadnya hingga Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;Hadits ini disebut hadits Marfu' atau Maushul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.B. Hadits yang terputus sanadnya&lt;br /&gt;II.B.1. Hadits Mu'allaq&lt;br /&gt;Hadits ini disebut juga hadits yang tergantung, yaitu hadits yang permulaan&lt;br /&gt;sanadnya dibuang oleh seorang atau lebih hingga akhir sanadnya, yang berarti&lt;br /&gt;termasuk hadits dha'if.&lt;br /&gt;II.B.2. Hadits Mursal&lt;br /&gt;Disebut juga hadits yang dikirim yaitu hadits yang diriwayatkan oleh para&lt;br /&gt;tabi'in dari Nabi Muhammad SAW tanpa menyebutkan sahabat tempat menerima&lt;br /&gt;hadits itu.&lt;br /&gt;II.B.3. Hadits Mudallas&lt;br /&gt;Disebut juga hadits yang disembunyikan cacatnya. Yaitu hadits yang&lt;br /&gt;diriwayatkan oleh sanad yang memberikan kesan seolah-olah tidak ada&lt;br /&gt;cacatnya, padahal sebenarnya ada, baik dalam sanad ataupun pada gurunya.&lt;br /&gt;Jadi hadits Mudallas ini ialah hadits yang ditutup-tutupi kelemahan&lt;br /&gt;sanadnya.&lt;br /&gt;II.B.4. Hadits Munqathi&lt;br /&gt;Disebut juga hadits yang terputus yaitu hadits yang gugur atau hilang&lt;br /&gt;seorang atau dua orang perawi selain sahabat dan tabi'in.&lt;br /&gt;II.B.5. Hadits Mu'dhol&lt;br /&gt;Disebut juga hadits yang terputus sanadnya yaitu hadits yang diriwayatkan&lt;br /&gt;oleh para tabi'it dan tabi'in dari Nabi Muhammad SAW atau dari Sahabat tanpa&lt;br /&gt;menyebutkan tabi'in yang menjadi sanadnya. Kesemuanya itu dinilai dari ciri&lt;br /&gt;hadits Shahih tersebut di atas adalah termasuk hadits-hadits dha'if.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Hadits-hadits dha'if disebabkan oleh cacat perawi&lt;br /&gt;III.A. Hadits Maudhu'&lt;br /&gt;Yang berarti yang dilarang, yaitu hadits dalam sanadnya terdapat perawi yang&lt;br /&gt;berdusta atau dituduh dusta. Jadi hadits itu adalah hasil karangannya&lt;br /&gt;sendiri bahkan tidak pantas disebut hadits.&lt;br /&gt;III.B. Hadits Matruk&lt;br /&gt;Yang berarti hadits yang ditinggalkan, yaitu hadits yang hanya diriwayatkan&lt;br /&gt;oleh seorang perawi saja sedangkan perawi itu dituduh berdusta.&lt;br /&gt;III.C. Hadits Mungkar&lt;br /&gt;Yaitu hadits yang hanya diriwayatkan oleh seorang perawi yang lemah yang&lt;br /&gt;bertentangan dengan hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang terpercaya /&lt;br /&gt;jujur.&lt;br /&gt;III.D. Hadits Mu'allal&lt;br /&gt;Artinya hadits yang dinilai sakit atau cacat yaitu hadits yang didalamnya&lt;br /&gt;terdapat cacat yang tersembunyi. Menurut Ibnu Hajar Al Atsqalani bahwa hadis&lt;br /&gt;Mu'allal ialah hadits yang nampaknya baik tetapi setelah diselidiki ternyata&lt;br /&gt;ada cacatnya. Hadits ini biasa disebut juga dengan hadits Ma'lul (yang&lt;br /&gt;dicacati) atau disebut juga hadits Mu'tal (hadits sakit atau cacat).&lt;br /&gt;III.E. Hadits Mudhthorib&lt;br /&gt;Artinya hadits yang kacau yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi&lt;br /&gt;dari beberapa sanad dengan matan (isi) kacau atau tidak sama dan kontradiksi&lt;br /&gt;dengan yang dikompromikan.&lt;br /&gt;III.F. Hadits Maqlub&lt;br /&gt;Artinya hadits yang terbalik yaitu hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang&lt;br /&gt;dalamnya tertukar dengan mendahulukan yang belakang atau sebaliknya baik&lt;br /&gt;berupa sanad (silsilah) maupun matan (isi).&lt;br /&gt;III.G. Hadits Munqalib&lt;br /&gt;Yaitu hadits yang terbalik sebagian lafalnya hingga pengertiannya berubah.&lt;br /&gt;III.H. Hadits Mudraj&lt;br /&gt;Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi yang didalamnya terdapat&lt;br /&gt;tambahan yang bukan hadits, baik keterangan tambahan dari perawi sendiri&lt;br /&gt;atau lainnya.&lt;br /&gt;III.I. Hadits Syadz&lt;br /&gt;Hadits yang jarang yaitu hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang tsiqah&lt;br /&gt;(terpercaya) yang bertentangan dengan hadits lain yang diriwayatkan dari&lt;br /&gt;perawi-perawi (periwayat / pembawa) yang terpercaya pula. Demikian menurut&lt;br /&gt;sebagian ulama Hijaz sehingga hadits syadz jarang dihapal ulama hadits.&lt;br /&gt;Sedang yang banyak dihapal ulama hadits disebut juga hadits Mahfudz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. Beberapa pengertian (istilah) dalam ilmu hadits&lt;br /&gt;IV.A. Muttafaq 'Alaih&lt;br /&gt;Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari sumber&lt;br /&gt;sahabat yang sama, atau dikenal juga dengan Hadits Bukhari - Muslim.&lt;br /&gt;IV.B. As Sab'ah&lt;br /&gt;As Sab'ah berarti tujuh perawi, yaitu:&lt;br /&gt;1. Imam Ahmad&lt;br /&gt;2. Imam Bukhari&lt;br /&gt;3. Imam Muslim&lt;br /&gt;4. Imam Abu Daud&lt;br /&gt;5. Imam Tirmidzi&lt;br /&gt;6. Imam Nasa'i&lt;br /&gt;7. Imam Ibnu Majah&lt;br /&gt;IV.C. As Sittah&lt;br /&gt;Yaitu enam perawi yang tersebut pada As Sab'ah, kecuali Imam Ahmad bin&lt;br /&gt;Hanbal.&lt;br /&gt;IV.D. Al Khamsah&lt;br /&gt;Yaitu lima perawi yang tersebut pada As Sab'ah, kecuali Imam Bukhari dan&lt;br /&gt;Imam Muslim.&lt;br /&gt;IV.E. Al Arba'ah&lt;br /&gt;Yaitu empat perawi yang tersebut pada As Sab'ah, kecuali Imam Ahmad, Imam&lt;br /&gt;Bukhari dan Imam Muslim.&lt;br /&gt;IV.F. Ats tsalatsah&lt;br /&gt;Yaitu tiga perawi yang tersebut pada As Sab'ah, kecuali Imam Ahmad, Imam&lt;br /&gt;Bukhari, Imam Muslim dan Ibnu Majah.&lt;br /&gt;IV.G. Perawi&lt;br /&gt;Yaitu orang yang meriwayatkan hadits.&lt;br /&gt;IV.H. Sanad&lt;br /&gt;Sanad berarti sandaran yaitu jalan matan dari Nabi Muhammad SAW sampai&lt;br /&gt;kepada orang yang mengeluarkan (mukhrij) hadits itu atau mudawwin (orang&lt;br /&gt;yang menghimpun atau membukukan) hadits. Sanad biasa disebut juga dengan&lt;br /&gt;Isnad berarti penyandaran. Pada dasarnya orang atau ulama yang menjadi sanad&lt;br /&gt;hadits itu adalah perawi juga.&lt;br /&gt;IV.I. Matan&lt;br /&gt;Matan ialah isi hadits baik berupa sabda Nabi Muhammad SAW, maupun berupa&lt;br /&gt;perbuatan Nabi Muhammad SAW yang diceritakan oleh sahabat atau berupa&lt;br /&gt;taqrirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. Beberapa kitab hadits yang masyhur / populer&lt;br /&gt;1. Shahih Bukhari&lt;br /&gt;2. Shahih Muslim&lt;br /&gt;3. Riyadhus Shalihin&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/hadits" target="_blank" onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)"&gt;http://id.wikipedia.org/wiki&lt;wbr&gt;/hadits&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3322941581416136977-1142111709302673345?l=adehendraputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adehendraputra.blogspot.com/feeds/1142111709302673345/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3322941581416136977&amp;postID=1142111709302673345' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/1142111709302673345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/1142111709302673345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adehendraputra.blogspot.com/2007/12/tentang-hadist.html' title='Tentang Hadist'/><author><name>adehp</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17702273497948511434</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977.post-211403639255774303</id><published>2007-12-25T17:10:00.000-08:00</published><updated>2007-12-25T17:17:20.580-08:00</updated><title type='text'>Keutamaan Yang Terabaikan</title><content type='html'>Keutamaan Yang Terabaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : KH Abdullah Gymnastiar&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar kami menyatakan (baik buruknya ) hal ihwalmu.” (Q.S. Muhammad [47] : 31)&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Ada satu fenomena menarik yang tampaknya dapat menjadi indikasi betapa sebagian besar manusia kerapkali kurang pandai menentukan skala prioritas dalam melakukan suatu tindakan ataupun mengerjakan suatu amalan. Lihatlah, misalnya dalam sebagaian dari prosesi amalan orang-orang ketika menunaikan ibadah umrah atau haji. Di Masjidil Haram ada yang namanya Multazam, yakni satu tempat yang mega mustajab. Letaknya antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Orang-orang yang ingin mencium Hajar Aswad jumlahnya ratusan. Sehingga berdesak-desakan. Akan tetapi yang sungguh mengherankan adalah mengapa orang-orang yang memilih berada di Multazam jumlahnya amat sedikit? Sungguh tidak sebanding dengan mereka yang mau mencium Hajar Aswad. Apalagi bila dibandingkan dengan jumlah orang yang thawaf, yang jumlahnya beratus-ratus apalagi ketika musim haji, jumlah itu bahkan bisa sampai beribu-ribu.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Padahal justru tempat inilah yang dijanjikan Allah amat mustajab. Mengapa gerangan? Sekiranya mau kita banding-banding antara kedua tempat itu, akan tampak kenyataan bahwa keutamaan (fadhilah) berdoa di Multazam itu, wallahu a’lam, lebih tinggi daripada mencium Hajar Aswad. Mencium Hajar Aswad itu hukumnya sunnah; dikerjakan mendapat pahala, tidak dikerjakan sekalipun tidak menjadi dosa. Akan tetapi, kalau untuk dapat menciumnya saja harus berdesakan dan berebutan, sehingga sampai-sampai harus saling sikut dan saling dorong, tidaklah ini termasuk perbuatan zhalim?&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Bagi yang pernah melaksanakan unrah atau haji, pemandangan orang-orang saling berebut untuk mencium Hajar Aswad itu, memang tampak begitu.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Orang-orang yang sedang dalam prosesi ibadah umrah/haji itu sendiri akan memaklumi keadaan itu. Betapa tidak! Untuk sampai dapat menciumnya saja alangkah susahnya karena setiap orang sama-sama ingin dapat lebih dulu. Apalagi untuk keluar dari kerumunan setelah usai melakukan ibadah tersebut. Akibatnya, tangan bisa secara reflek menyikut, mendorong kepala, dan sebagainya. Alih-alih ingin memperoleh pahala sunnah, malah bisa jadi kita menyakiti orang lain. Bukankah itu sangat potensial berakibat dosa?&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Anehnya terhadap Multazam yang notabene tempat yang teramat mustajab, orang-orang sepertinya tidak berminat. Akibatnya, orang-orang yang mendatangi tempat itu jumlahnya sedikit saja. Sekiranyakita memilih berdoa disana, suasananya akan terasa relatif tenang karena tidak saling mengganggu, sehingga kita pun bisa berdoa secara lebih khusyuk.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Dari kisah yang dipaparkan tersebut hikmah yang dapat dipetik, banyak, ternyata di antara kita yang kurang memiliki kemampuan untuk menentukan prioritas (hampir) dalam setiap tindakan. Ketika hendak melakukan sesuatu, kerapkali kita hanya terdorong oleh rasa suka atau sekadar karena ingin belaka, yang tentunya tanpa didasari pengetahuan, pemikiran, dan pertimbangan yang matang. Oleh karena itu alangkah bijaksananya kita seandainya dalam mengambil suatu tindakan kuncinya ternyata terletak pada diri kita sendiri, sekiranya disadari bahwa diri kita memiliki karakter yang kurang baik, maka keinginan untuk mengubahnya menjadi baik, bukanlah datang dari orang lain, melainkan dari diri sendiri. Kesungguhan untuk berproses meniti perubahan dari waktu ke waktu itulah yang Insya Allah akan membuahkan kedewasaan, kearifan dan kematangan hidup.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Wallahu a’lam bish showab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3322941581416136977-211403639255774303?l=adehendraputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adehendraputra.blogspot.com/feeds/211403639255774303/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3322941581416136977&amp;postID=211403639255774303' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/211403639255774303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/211403639255774303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adehendraputra.blogspot.com/2007/12/keutamaan-yang-terabaikan.html' title='Keutamaan Yang Terabaikan'/><author><name>adehp</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17702273497948511434</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977.post-8698526271004672094</id><published>2007-12-25T17:08:00.000-08:00</published><updated>2007-12-25T17:09:44.179-08:00</updated><title type='text'>Jangan Marah Kawan</title><content type='html'>Sering kita marah-marah padahal&lt;br /&gt;Nabi sangat melarang hal ini. Adakalanya kita berdalih dengan alasan kita&lt;br /&gt;melakukannya karena agama. Padahal Allah mengutamakan kebaikan akhlak, bukan kekasaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka disebabkan rahmat dari&lt;br /&gt;Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu&lt;br /&gt;bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari&lt;br /&gt;sekelilingmu." [Ali `Imran:159]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ada beberapa kondisi yang&lt;br /&gt;mewajibkan kita marah bahkan berperang mengangkat senjata terhadap orang-orang&lt;br /&gt;yang sangat zhalim tapi itu ada persyaratan khusus yang biasanya dibahas dalam&lt;br /&gt;bab lain khususnya yang berkaitan dengan jihad. Di sini kita akan mempelajari&lt;br /&gt;tentang marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Umar r.a.&lt;br /&gt;mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, "Orang Islam itu adalah orang yang&lt;br /&gt;orang-orang Islam lainnya selamat dari lidah dan tangannya; dan orang yang&lt;br /&gt;berhijrah (muhajir) adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh&lt;br /&gt;Allah." [HR&lt;br /&gt;Bukhari]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang mukmin bukanlah&lt;br /&gt;pengumpat, pengutuk, berkata keji atau berkata busuk. (HR. Bukhari dan Al Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits di atas jelaslah seorang&lt;br /&gt;yang pemarah bukanlah orang Islam dan juga bukan orang beriman karena&lt;br /&gt;orang-orang takut mendekat dan kena marah olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Musa r.a. berkata, "Mereka&lt;br /&gt;(para sahabat) bertanya, Wahai Rasulullah, Islam manakah yang lebih utama?'&lt;br /&gt;Beliau menjawab, 'Orang yang orang-orang Islam lainnya selamat dari lidah dan&lt;br /&gt;tangannya. "'[HR Bukhari]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika marah, kita harus bisa&lt;br /&gt;menahan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallaahu 'alaihi&lt;br /&gt;wa Sallam bersabda: "Orang kuat itu bukanlah orang yang menang bergulat,&lt;br /&gt;tetapi orang kuat ialah orang yang dapat menahan dirinya ketika marah." Muttafaq Alaihi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang suka marah/zhalim pada&lt;br /&gt;orang lain niscaya akan merasa kegelapan pada hari kiamat. Ketika&lt;br /&gt;listrik mati di malam hari dan gelap tak ada alat penerang kita tidak suka hal&lt;br /&gt;itu. Nah&lt;br /&gt;kegelapan hari kiamat jauh lebih buruk dari hal itu dan lebih lama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir Radliyallaahu 'anhu bahwa&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Jauhilah kedholiman karena&lt;br /&gt;kedholiman ialah kegelapan pada hari kiamat, dan jauhilah kikir karena ia telah&lt;br /&gt;membinasakan orang sebelummu." Riwayat Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seseorang minta nasehat, Nabi&lt;br /&gt;menjawab "Jangan marah" berulangkali:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah Radliyallaahu&lt;br /&gt;'anhu bahwa ada seseorang berkata: Wahai Rasulullah, berilah aku nasehat.&lt;br /&gt;Beliau bersabda: "Jangan marah." Lalu orang itu mengulangi beberapa&lt;br /&gt;kali, dan beliau bersabda: "Jangan marah." Riwayat Bukhari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang paling baik akhlaknya&lt;br /&gt;yang dekat dengan Nabi. Bukan orang yang pemarah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling dekat dengan aku kedudukannya&lt;br /&gt;pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya dan sebaik-baik kamu&lt;br /&gt;ialah yang paling baik terhadap keluarganya. (HR. Ar-Ridha)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang marah karena diingatkan&lt;br /&gt;untuk takwa kepada Allah berdosa besar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup berdosa orang yang jika&lt;br /&gt;diingatkan agar bertaqwa kepada Allah, dia marah. (HR. Ath-Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu penyebab yang paling&lt;br /&gt;banyak membuat orang masuk neraka adalah mulut yang suka marah. Meski dia rajin&lt;br /&gt;sholat, puasa, zakat dan haji tapi jika suka marah tetap masuk neraka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Saw ditanya tentang&lt;br /&gt;sebab-sebab paling banyak yang memasukkan manusia ke surga. Beliau menjawab,&lt;br /&gt;"Ketakwaan kepada Allah dan akhlak yang baik." Beliau ditanya lagi,&lt;br /&gt;"Apa penyebab banyaknya manusia masuk neraka?" Rasulullah Saw&lt;br /&gt;menjawab, "Mulut dan kemaluan." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan dosa anak Adam karena&lt;br /&gt;lidahnya. (HR.&lt;br /&gt;Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kamu apa ghibah itu? Para sahabat menjawab, "Allah dan rasulNya lebih&lt;br /&gt;mengetahui." Beliau bersabda, "Menyebut-nyebut sesuatu tentang&lt;br /&gt;saudaramu hal-hal yang dia tidak sukai."(HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulaiman bin Shurad ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Dua orang pemuda saling mencaci di hadapan Rasulullah saw. lalu mulailah mata&lt;br /&gt;salah seorang dari mereka memerah dan urat lehernya membesar. Rasulullah saw.&lt;br /&gt;bersabda: Sesungguhnya aku tahu suatu kalimat yang apabila diucapkan, maka akan&lt;br /&gt;hilanglah kemarahan yang didapati yaitu "Aku berlindung kepada Allah dari&lt;br /&gt;godaan setan yang terkutuk". Lelaki itu berkata: Apakah engkau menyangka&lt;br /&gt;aku orang gila?. (Shahih Muslim No.4725)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering orang marah kepada&lt;br /&gt;pembantunya / bawahannya karena dia merasa lebih tinggi sementara pembantunya /&lt;br /&gt;bawahannya lebih rendah dan selalu takut kepadanya. Padahal menurut Anas&lt;br /&gt;seorang pembantu Nabi, selama 10 tahun dia bekerja dengan Nabi, tak pernah&lt;br /&gt;sekalipun Nabi memarahinya meski dia ada salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat berkata kepada&lt;br /&gt;Rasulullah Saw, "Pelayan (pembantu rumah tangga) saya berbuat keburukan&lt;br /&gt;dan kezaliman." Nabi Saw menjawab, "Kamu harus memaafkannya setiap&lt;br /&gt;hari tujuh puluh kali." (HR. Al-Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya orang marah terhadap&lt;br /&gt;pembantu / bawahan karena pekerjaan "kurang/tidak beres". Padahal Nabi&lt;br /&gt;memerintahkan untuk memberi pekerjaan hanya sesuai kemampuan mereka dan jika&lt;br /&gt;perlu kita harus membantu mereka jika mereka kesulitan. Allah memberi ganjaran&lt;br /&gt;pahala untuk itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang kamu ringankan dari&lt;br /&gt;pekerjaan pembantumu bagimu pahala di neraca timbanganmu. (HR. Ibnu Hibban)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang budak jaminan&lt;br /&gt;pangan dan sandangnya. Dia tidak boleh dipaksa melakukan pekerjaan yang tidak&lt;br /&gt;mampu dilakukannya. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelayan-pelayanmu&lt;br /&gt;adalah saudara-saudaramu. Allah menjadikan mereka bernaung di&lt;br /&gt;bawah kekuasaanmu. Barangsiapa saudaranya yang berada di bawah naungan&lt;br /&gt;kekuasaannya hendaklah mereka diberi makan serupa dengan yang dia makan dan&lt;br /&gt;diberi pakaian serupa dengan yang dia pakai. Janganlah membebani mereka dengan&lt;br /&gt;pekerjaan yang tidak dapat mereka tunaikan. Jika kamu memaksakan suatu&lt;br /&gt;pekerjaan hendaklah kamu ikut membantu mereka. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah melarang kita untuk banyak&lt;br /&gt;bicara. Apalagi banyak marah. Karena akan menyebabkan kita masuk neraka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah melarang kamu&lt;br /&gt;banyak omong, yang diomongkan, dan menyia-nyiakan harta serta banyak bertanya. (HR. Asysyihaab)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa banyak bicara maka&lt;br /&gt;banyak pula salahnya dan barangsiapa banyak salah maka banyak pula dosanya, dan&lt;br /&gt;barangsiapa banyak dosanya maka api neraka lebih utama baginya. (HR.&lt;br /&gt;Ath-Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika marah, diamlah. Kebanyakan&lt;br /&gt;penyebab retaknya rumah tangga / keluarga adalah ketika suami/istri marah,&lt;br /&gt;mereka tidak diam. Justru melontarkan perkataan yang menyakitkan hati&lt;br /&gt;pasangannya. Padahal dengan diam pun pasangan kita tahu kita sedang marah tanpa&lt;br /&gt;membuat dia sakit hati karena perkataan kita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila seorang dari kamu sedang marah hendaklah&lt;br /&gt;diam. (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita marah, maka pahala&lt;br /&gt;kita akan diberikan kepada orang yang kita marahi. Jika pahala kita habis, maka&lt;br /&gt;dosa orang yang kita marahi dipindahkan Allah ke kita. Inilah orang yang&lt;br /&gt;muflis/bangkrut di akhirat. Dia mengira akan masuk surga karena rajin&lt;br /&gt;beribadah, tapi dia juga rajin menzhalimi/memarahi orang lain hingga akhirnya&lt;br /&gt;masuk neraka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila ada orang yang&lt;br /&gt;mencaci-maki kamu tentang apa yang dia ketahui pada dirimu, janganlah kamu&lt;br /&gt;mencaci-maki dia tentang apa yang kamu ketahui pada dirinya karena pahalanya&lt;br /&gt;untuk kamu dan kecelakaan untuk dia. (HR. Ad-Dailami)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kamu siapa orang yang&lt;br /&gt;bangkrut? Para sahabat menjawab, "Allah dan rasulNya lebih&lt;br /&gt;mengetahui." Nabi Saw lalu berkata, " Sesungguhnya orang yang&lt;br /&gt;bangkrut dari umatku ialah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa&lt;br /&gt;amalan puasa, shalat dan zakat, tetapi dia pernah mencaci-maki orang ini dan&lt;br /&gt;menuduh orang itu berbuat zina. Dia pernah memakan harta orang itu. Di akhirat&lt;br /&gt;orang-orang yang disakitinya menuntut dan mengambil pahalanya sebagai tebusan. Bila&lt;br /&gt;pahalanya habis sebelum selesai ganti rugi atas dosa-dosanya maka dosa&lt;br /&gt;orang-orang yang menuntut itu diletakkan di atas bahunya lalu dia dihempaskan&lt;br /&gt;ke api neraka." (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita berbuat salah kepada&lt;br /&gt;Allah, begitu kita tobat dan minta ampun kepada Allah, niscaya Allah memaafkan.&lt;br /&gt;Tetapi jika kita berbuat salah terhadap manusia, misalnya memarahinya, dosa&lt;br /&gt;kita tidak akan diampuni kecuali orang yang kita meminta maaf kepada orang yang&lt;br /&gt;kita zhalimi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu kisah seorang ayah&lt;br /&gt;menyuruh anaknya yang pemarah untuk memaku beberapa paku ke pagar. Meski&lt;br /&gt;paku-paku itu dicabut, namun lubang bekas paku itu tetap ada. Begitulah jika&lt;br /&gt;kita memarahi orang. Meski kita sudah minta maaf, namun bekas luka di hati orang&lt;br /&gt;yang kita marahi akan tetap ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus yakin bahwa Allah&lt;br /&gt;Maha Melihat dan Maha Mendengar. Sehingga Allah mengetahui jika kita sedang&lt;br /&gt;menzhalimi seseorang. Kita juga harus yakin bahwa segala ucapan dan tindakan&lt;br /&gt;kita selalu dicatat oleh dua malaikat, yaitu Roqib dan `Atid dan akan dihitung&lt;br /&gt;di hari Kiamat nanti. Oleh sebab itu hindarilah segala ucapan dan perbuatan&lt;br /&gt;yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan mencaci/menghina orang&lt;br /&gt;lain dengan sebutan yang anda sendiri tidak suka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman,&lt;br /&gt;janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi&lt;br /&gt;yang ditertawakan itu lebih baik. Dan jangan pula sekumpulan perempuan&lt;br /&gt;merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan&lt;br /&gt;janganlah suka mencela dirimu sendiri (maksudnya saudaramu) dan jangan&lt;br /&gt;memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan..." [Al Hujuraat:11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips agar&lt;br /&gt;tidak marah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·       &lt;br /&gt;Baca ta´awudz (a´udzubillahi minasy syaithoonir rojiim)&lt;br /&gt;sebab setan membisikkan manusia untuk berbuat dosa termasuk marah. Berlindunglah&lt;br /&gt;terhadap Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·       &lt;br /&gt;Bersabarlah. Tahan kemarahan anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·       &lt;br /&gt;Diamlah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·       &lt;br /&gt;Jika anda berdiri, duduklah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·       &lt;br /&gt;Jika masih marah, berwudlu-lah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·       &lt;br /&gt;Jika terpaksa bicara, beritahu cara yang benar. Misalnya:&lt;br /&gt;Kalau melakukan ini caranya begini sambil memperagakannya. Jangan panjang-panjang&lt;br /&gt;cukup 2x. Kalau kesalahan masih terulang, ulangi lagi nasehat tersebut. Hindari&lt;br /&gt;menggelari orang dengan sebutan yang anda sendiri tidak suka seperti bodoh, dan&lt;br /&gt;sebagainya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3322941581416136977-8698526271004672094?l=adehendraputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adehendraputra.blogspot.com/feeds/8698526271004672094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3322941581416136977&amp;postID=8698526271004672094' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/8698526271004672094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/8698526271004672094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adehendraputra.blogspot.com/2007/12/jangan-marah-kawan.html' title='Jangan Marah Kawan'/><author><name>adehp</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17702273497948511434</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977.post-9104500498045425466</id><published>2007-12-25T17:04:00.000-08:00</published><updated>2007-12-25T17:05:17.365-08:00</updated><title type='text'>Seberapa seringkah kita bersyukur ?!</title><content type='html'>Seberapa seringkah kita bersyukur ?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Wibowo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber :dudung.net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh ini dilengkapi oleh Allah dengan 5 panca indra, dan masing-masing indra mempunyai fungsi yang berbeda, kelima panca indra itu merupakan fasilitas untuk menunjang aktifitas kehidupan. Dari kelima panca indra itu salah satunya adalah mata dan tentu semua dari kita pasti sudah tau fungsi mata, yaitu untuk melihat. Melalui mata, kita bisa dengan mudah melangkah menuntun kaki menapaki jalan, baik dalam keadaan siang maupun malam. Mata juga bisa dikatakan jendela keindahan, pasalnya kita tidak akan bisa mengatakan sesuatu yang nampak indah, bila kita sebelumnya tidak pernah melihatnya dan mata ini lah alat untuk menikmati keindahan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukur tiada terkira saat ini saya bisa browsing internet, dapat membaca informasi beserta gambarnya dengan nyaman. Itu lantara di bagian depan kepala ini ada 2 buah bola mata yang terpasang sejajar dan rapih, Maha Suci Allah yang telah memberikan mata secara cuma-cuma pada saya, Alhamdulillah. Tentu tidak hanya itu saja nikmat yang saya rasakan melalui mata ini, banyak nikmat-nikmat lainnya. Salah satunya saya bisa pergi ke kantor dengan mengendarai motor, itu lantaran saya dapat melihat. Karena bila mata ini dalam keadaan buta, sangat tidak mungkin saya bisa mengendarai motor, walaupun tangan sudah memegang stang motor dan kaki sudah siap mengatur Gear dan menginjak rem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu, saya melihat seorang wanita muda yang sedang diberi ujian oleh Allah, kedua matanya tidak dapat melihat, sepertinya dia menyandang tuna netra sejak lahir. Kalau mau digolongkan, dia termasuk wanita yang tegar dan gigih. Saya akan menceritakan pada Anda mengenai wanita itu. Kala itu selepas pulang kerja, sudah menjadi biasa sore itu saya melintasi jalan yang sama seperti hari sebelumnya, karena memang jalan itu adalah jalan utama rute perjalanan saya pulang pergi ke kantor. Saat itu dari kejauhan, di sebelah kiri jalan saya melihat ada seorang wanita berjalan dengan langkah yang lamban dan di pundak kanan kirinya tergangtung 2 bungkus plastik besar yang berisi kerupuk dengan jenis yang berbeda, sepertinya dia sedang berjulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motor saya pun makin lama makin mendekati wanita itu dan melewatinya. Benar seperti dugaan saya sebelumnya, dia sedang menjajakan kerupuk barang dagangannya. Karena memang saya tidak ada niat membeli kerupuk, jadi saya melewatinya. Tapi tiba-tiba terfikir dibenak ini untuk membeli kerupuknya, membeli dengan niat tidak semata ingin memakan kerupuk, tapi untuk menolong agar dagangannya cepat berkurang. Kemudian saya balikkan arah motor untuk menghampiri wanita tuna netra penjual kerupuk itu, sampailah saya menghampirinya, dari samping kanannya saya panggil dia "mba, beli kerupuknya" lalu dia memberi pilihan "mau yang mana mas, yang ini apa yang ini ?" sambil dia menyebutkan jenis kerupuknya. Lalu saya pilih kerupuk yang tergantung dipundak kirinya (1 plastik berukuran sedang berisi 5 buah kerupuk bundar, seharga 5 ribu rupiah) dan dia mengeluarkan kantong kresek untuk membungkus kerupuk itu, lantas saya memberikan uang padanya, setelah itu saya mengucap terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ketujuan semula pulang ke rumah, motor saya gas sedang, kantong kresek berisi kerupuk tergantung di sebelah kiri stang motor. Kira-kira jarak 500 Meter, reflek terfikir di otak ini "kenapa tadi saya tidak memberi uang tip (bersodakoh) pada penjual kerupuk itu...wah ladang amal nih ! segera saya balikan arah motor untuk mencari wanita itu dan ternyata dia sudah tidak ada di sekitar pinggiran jalan tadi, saya bergumam di dalam hati "jangan-jangan dia sudah belok ke gang itu". Ketika saya akan belok, dari sebrang jalan saya lihat wanita itu sedang duduk di pos satpam. Di sebelah kanan gang itu ada pintu gerbang sebuah perusahaan terbuka lebar, waktunya pulang kerja. Dan rupanya dia duduk di dekat pos satpam itu harapannya para karyawan dan karyawati yang pulang kerja, mampir membeli kerupuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun menyebrang jalan dan motor saya parkirkan sebentar di depan pintu gerbang, lalu saya menghampiri wanita tuna netra itu sambil memberinya uang, terlihat satpam dan beberapa karyawan memperhatikan saya, mungkin mereka bertanya-tanya "koq saya memberikan uang padanya tapi tidak mengambil kerupuk ?!" dalam hati saya berbicara "akh biarin aja lah, mereka mau menduga apa....Allah maha tau niat di hati ini". Istri di rumah mendengar cerita tadi, terharu plus salut sekali pada wanita tuna netra penjual kerupuk itu, dalam keadaan buta dia tegar, semangat ikhtiarnya untuk mencari nafkah gigih sekali, SubhanAllah. Kita-kita ini yang diberi penglihatan normal, akan kah terlontar dari mulut ini kata mengeluh...sedangkan seorang yang buta begitu gigih mencari karunia Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbayangkah oleh Anda, bila mata ini buta ?! yang dulunya kita di siang hari menatap ke depan, menoleh ke kanan/kiri, menenggak ke atas dan berbalik ke belakang...semua serba terang dan jelas memandang, mungkin kita akan merasa menderita bila keadaan berbalik, pandangan menjadi gelap baik siang maupun malam karena mengalami kebutaan. Puji syukur pada Allah, Anda dan saya sekarang ini masih dapat melihat, Dia-lah Allah yang telah memberikan mata ini sebagai salah satu nikmat yang manfaatnya sungguh amat bernilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini penggalan ayat (QS. Ibrahim:34) "Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya". Bila dalam sebuah kompetisi lomba melukis, lomba cipta lagu dan lomba seni lainnya seorang juri dapat memberi nilai terhadap karya seseorang, lain halnya dengan nikmat Allah, tak satu manusia pun mampu memberi nilai atas nikmat-Nya ! Satu contoh tadi nikmat mata, manfaatnya sungguh luar biasa. Coba kita bayangkan ilustrasi berikut ini : Pasangan suami istri yang sedang menanti kelahiran anak, dalam masa penantian itu penglihatan mereka masih berfungsi dengan normal. Ketika usia kehamilan mendekati 9 bulan, entah karena kecelakaan atau sebab lain, mata mereka menjadi buta. Jadi saatnya sang jabang bayi lahir, mereka tidak dapat melihat wajah anaknya !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhubung sebelumnya penglihatan mereka normal, bisa kita bayangkan betapa sedih dan tersiksanya mereka ketika sedang menimang-nimang anak tidak dapat membayangkan wajahnya. Lain halnya dengan orang yang buta bawaan semenjak lahir, mereka sedari kecil memang tidak pernah bisa melihat satu benda pun, apalagi untuk membayangkannya...Kembali ke pasangan suami istri tadi, mungkin dalam keadaan buta seperti itu, mereka akan memohon pada Allah untuk menormalkan matanya walau hanya beberapa detik saja agar dapat melihat wajah anaknya, agar mereka bisa membayangkan wajah anaknya. Bila Allah benar mengabulkan permohonannya, sungguh itu detik-detik yang sangat berharga, pasti lah kesempatan itu dimanfaatkan sekali untuk merekam wajah anaknya di dalam ingatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan beberapa diantara kita yang sudah mempunyai anak, setiap hari dapat memandangi wajahnya dengan leluasa, sungguh itu amat menyenangkan sekali. Bila kita diminta memberi penilaian atas nikmat mata ini, berapa nilai yang akan kita berikan ?! pasti Anda akan tertegun bingung sulit untuk menghinggakannya ! Baru satu nikmat saja, kita sudah tidak mampu menghitung nilainya, bagaimana jika diminta menghitung dan memberi nilai terhadap nikmat-nikmat lainnya, seperti : mulut, di dalam mulut ada lidah sebagai perasa, ada gigi untuk mengunyah dan di dalam perut ada jantung, paru-paru dll. Masih ada lagi anggota tubuh yang lain dan di luar itu masih banyak nikmat yang kita dapat, seperti air, udara, sinar matahari dan selebihnya silahkan Anda teruskan sendiri untuk menyebutkannya satu persatu hingga lelah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh berlimpah nikmat Allah yang diberikan pada manusia, dari mulai manusia berada di dalam rahim ibu, hingga besar seperti kita sekarang ini. Allah berkata tegas pada (QS. Al-Rahman:13) "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" Oleh karena itu Allah mengancam manusia yang tidak pandai bersyukur dengan azab yang amat pedih, itu tertulis pada (QS. Ibrahim:7). Dan ternyata pada kenyataannya hanya segelintir saja manusia yang pandai bersyukur, begitu Allah berkata di dalam (QS. Al-A'raf:10) "Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur". Mari intropeksi diri, seberapa seringkah kita bersyukur ?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu'alam bish showab. Semoga bermanfaat !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3322941581416136977-9104500498045425466?l=adehendraputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adehendraputra.blogspot.com/feeds/9104500498045425466/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3322941581416136977&amp;postID=9104500498045425466' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/9104500498045425466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/9104500498045425466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adehendraputra.blogspot.com/2007/12/seberapa-seringkah-kita-bersyukur.html' title='Seberapa seringkah kita bersyukur ?!'/><author><name>adehp</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17702273497948511434</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977.post-489653344598973834</id><published>2007-12-25T16:59:00.000-08:00</published><updated>2007-12-25T17:03:04.781-08:00</updated><title type='text'>Bentengi Jiwa, Jauhi Narkoba</title><content type='html'>Republika: Jumat, 07 Desember 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentengi Jiwa, Jauhi Narkoba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tahun ke tahun, kasus narkoba terus meningkat. Dari catatan BNN (Badan&lt;br /&gt;Narkotika Nasional) bila pada tahun 2004 kasus narkoba sebanyak 8.409&lt;br /&gt;kasus, maka pada tahun 2004 berlipat menjadi 17.355 kasus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa narkoba terus meningkat? Ternyata barang haram ini meminjam istilah&lt;br /&gt;komedian Cici Tegal, bukan barangnya yang enak, tapi duitnya juga enak&lt;br /&gt;menjadi sebuah industri yang menjanjikan. Bayangkan, untuk wilayah&lt;br /&gt;Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) saja, peredaran&lt;br /&gt;uang yang terkait dengan narkoba setiap harinya tak kurang dari Rp 10&lt;br /&gt;miliar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mencengangkan, saat ini tak kurang dari 8.000 siswa SD menjadi&lt;br /&gt;pengguna narkoba. Bahkan, dari data yang dikeluarkan BNN belum lama ini,&lt;br /&gt;dalam lima tahun terakhir, jumlah pengguna narkoba dari kalangan pekerja&lt;script&gt;&lt;!-- D(["mb","\u003cbr\&gt;\nswasta cukup mencolok. Tahun 2001, penguna narkoba dari pekerja swasta\u003cbr\&gt;\nsebanyak 1.228 orang, tahun 2006 melonjak tajam hingga 13.914 orang.\u003cbr\&gt;\nPengguna di kalangan buruh, tahun 2001 sebanyak 833 orang, tahun 2006\u003cbr\&gt;\nmelonjak menjadi 4.675 orang. Narkoba juga menembus ke berbagai profesi\u003cbr\&gt;\ntanpa batas hingga ke kalangan aparat Polri dan TNI, meskipun jumlahnya tak\u003cbr\&gt;\nsebanyak pekerja swasta.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nYang sangat mengerikan, seperti diungkapkan Menpora Adhyaksa Dault, setiap\u003cbr\&gt;\ntahunnya 15 ribu warga Indonesia tewas menjadi korban narkoba. Kalau\u003cbr\&gt;\ndihitung rata-rata sehari sekitar 40 orang. Jadi, betapa seriusnya, kalau\u003cbr\&gt;\nsetiap tahun harus jatuh korban 15 ribu orang, yang setiap harinya 40 orang\u003cbr\&gt;\nmeninggal karena narkoba,&amp;#39;&amp;#39; ungkapnya kepada Republika, Senin (3/12).\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nPeredaran narkoba juga terjadi tak hanya di Jakarta dan kota-kota besar\u003cbr\&gt;\nlainnya. Bahkan hingga ke pelosok daerah dan luar Jawa. Ketua Badan\u003cbr\&gt;\nNarkotika Propinsi (BNP) Kalimantan Selatan, HM Rosehan NB. Mengatakan,\u003cbr\&gt;\nnarkoba sudah merasuk hingga ke desa-desa. Harus ada kemauan dari\u003cbr\&gt;\nmasyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba, ujarnya. Sosialisasi dan\u003cbr\&gt;\nimbauan, kata dia menjadi percuma tanpa keterlibatan masyarakat.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nIa mencontohkan dana yang dianggarkan Pemda Kalsel untuk penanggulangan\u003cbr\&gt;\nnarkoba sebasar Rp 600 juta. Dana itu, kata dia, hanya terserap untuk\u003cbr\&gt;\npenyuluhan dan inspeksi mendadak. Masyarakat mau tidak mau memang harus\u003cbr\&gt;\nterlibat, ujarnya. Namun para publik figur, yang semestinya menjadi contoh,\u003cbr\&gt;\njuga banyak yang tumbang karena narkoba. Kasus terakhir menimpa aktor gaek\u003cbr\&gt;\nRoy Marten yang digiring ke jeruji besi untuk kedua kalinya dalam kurun\u003cbr\&gt;\nhanya delapan bulan.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nPendapat yang menyebut dunia seni dekat dengan narkoba dimentahkan oleh\u003cbr\&gt;\nmusisi dan pencipta lagu asal Bandung Dwiki Dharmawan. Menurut pentolan di\u003cbr\&gt;\nKrakatau Band ini, narkoba sama sekali tidak bisa mendorong kreativitas\u003cbr\&gt;\nmusisi atau seniman. Malah sebaliknya, &amp;#39;&amp;#39;Seorang musisi akan mengalami",1] );  //--&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;swasta cukup mencolok. Tahun 2001, penguna narkoba dari pekerja swasta&lt;br /&gt;sebanyak 1.228 orang, tahun 2006 melonjak tajam hingga 13.914 orang.&lt;br /&gt;Pengguna di kalangan buruh, tahun 2001 sebanyak 833 orang, tahun 2006&lt;br /&gt;melonjak menjadi 4.675 orang. Narkoba juga menembus ke berbagai profesi&lt;br /&gt;tanpa batas hingga ke kalangan aparat Polri dan TNI, meskipun jumlahnya tak&lt;br /&gt;sebanyak pekerja swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sangat mengerikan, seperti diungkapkan Menpora Adhyaksa Dault, setiap&lt;br /&gt;tahunnya 15 ribu warga Indonesia tewas menjadi korban narkoba. Kalau&lt;br /&gt;dihitung rata-rata sehari sekitar 40 orang. Jadi, betapa seriusnya, kalau&lt;br /&gt;setiap tahun harus jatuh korban 15 ribu orang, yang setiap harinya 40 orang&lt;br /&gt;meninggal karena narkoba,'' ungkapnya kepada Republika, Senin (3/12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peredaran narkoba juga terjadi tak hanya di Jakarta dan kota-kota besar&lt;br /&gt;lainnya. Bahkan hingga ke pelosok daerah dan luar Jawa. Ketua Badan&lt;br /&gt;Narkotika Propinsi (BNP) Kalimantan Selatan, HM Rosehan NB. Mengatakan,&lt;br /&gt;narkoba sudah merasuk hingga ke desa-desa. Harus ada kemauan dari&lt;br /&gt;masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba, ujarnya. Sosialisasi dan&lt;br /&gt;imbauan, kata dia menjadi percuma tanpa keterlibatan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mencontohkan dana yang dianggarkan Pemda Kalsel untuk penanggulangan&lt;br /&gt;narkoba sebasar Rp 600 juta. Dana itu, kata dia, hanya terserap untuk&lt;br /&gt;penyuluhan dan inspeksi mendadak. Masyarakat mau tidak mau memang harus&lt;br /&gt;terlibat, ujarnya. Namun para publik figur, yang semestinya menjadi contoh,&lt;br /&gt;juga banyak yang tumbang karena narkoba. Kasus terakhir menimpa aktor gaek&lt;br /&gt;Roy Marten yang digiring ke jeruji besi untuk kedua kalinya dalam kurun&lt;br /&gt;hanya delapan bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat yang menyebut dunia seni dekat dengan narkoba dimentahkan oleh&lt;br /&gt;musisi dan pencipta lagu asal Bandung Dwiki Dharmawan. Menurut pentolan di&lt;br /&gt;Krakatau Band ini, narkoba sama sekali tidak bisa mendorong kreativitas&lt;br /&gt;musisi atau seniman. Malah sebaliknya, ''Seorang musisi akan mengalami&lt;script&gt;&lt;!-- D(["mb","\u003cbr\&gt;\ndisorientasi, hilang tempo, tidak konsisten, atau hilang kontrol emosional\u003cbr\&gt;\ndan menyanyi akan fals,&amp;#39;&amp;#39; tegas Dwiki yang belum lama ini sukses menggelar\u003cbr\&gt;\nkonser Menembus Batas.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nSutradara dan bintang sinetron Para Pencari Tuhan Dedi Mizwar juga\u003cbr\&gt;\nmembantah jika narkoba bisa mendorong seniman melahirkan karya yang baik.\u003cbr\&gt;\n&amp;#39;&amp;#39;Bagaimana mungkin seorang seniman dan musisi bisa membuat karya yang\u003cbr\&gt;\nbaik, kalau urat syarafnya putus gara-gara narkoba, ujarnya.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nDalam pandangan Ketua umum IKADI (Ikatan Dai Indonesia) Prof Dr Ahmad\u003cbr\&gt;\nsatori Ismail mengatakan masalah narkoba dan minuman keras, sudah ada sejak\u003cbr\&gt;\ndulu. Penyebabnya antara lain karena kekosongan jiwa dan harta yang banyak.\u003cbr\&gt;\n&amp;#39;&amp;#39;Memang banyak faktor hingga munculnya kecanduan terhadap narkoba. Salah\u003cbr\&gt;\nsatunya adalah kekeringan iman, ujarnya. Jadi sebelum gerilyawan narkoba\u003cbr\&gt;\nmenyambangi rumah-rumah kita, mari kita siapkan bentengnya: keimanan! n dam\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n( )\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nDisclaimer : This email and any file transmitted with it are confidential\u003cbr\&gt;\nand are intended solely for the use of the individual or entity whom they\u003cbr\&gt;\nare addressed, if you are not the original recipient, please delete it from\u003cbr\&gt;\nyour system.  Any views or opinions expressed in this email are those of\u003cbr\&gt;\nthe author only.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n          \u003c/div\&gt; \n    \u003cdiv\&gt;\n      \u003cdiv\&gt;\n        \u003ca href\u003d\"#116c9bf95e0b172e_toc\"\&gt;\n          Back to top        \u003c/a\&gt;\n      \u003c/div\&gt;                         \u003ca href\u003d\"mailto:Erwin@asc.co.id?Subject\u003dRe%3ABentengi%20Jiwa%2C%20Jauhi%20Narkoba\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\&gt;\n            Reply to \u003cspan\&gt;sender\u003c/span\&gt;\n          \u003c/a\&gt; |\n          \u003ca href\u003d\"mailto:sabili@yahoogroups.com?Subject\u003d+Re%3ABentengi%20Jiwa%2C%20Jauhi%20Narkoba\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\&gt;\n            Reply to \u003cspan\&gt;group\u003c/span\&gt;\n          \u003c/a\&gt; |\n          \u003ca href\u003d\"http://groups.yahoo.com/group/sabili/post;_ylc\u003dX3oDMTJyczE5dDlpBF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzEwNTA4ODkEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDc2MTc5BG1zZ0lkAzg3OTk5BHNlYwNkbXNnBHNsawNycGx5BHN0aW1lAzExOTczODU2NDg-?act\u003dreply&amp;amp;messageNum\u003d87999\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\&gt;",1] );  //--&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;disorientasi, hilang tempo, tidak konsisten, atau hilang kontrol emosional&lt;br /&gt;dan menyanyi akan fals,'' tegas Dwiki yang belum lama ini sukses menggelar&lt;br /&gt;konser Menembus Batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutradara dan bintang sinetron Para Pencari Tuhan Dedi Mizwar juga&lt;br /&gt;membantah jika narkoba bisa mendorong seniman melahirkan karya yang baik.&lt;br /&gt;''Bagaimana mungkin seorang seniman dan musisi bisa membuat karya yang&lt;br /&gt;baik, kalau urat syarafnya putus gara-gara narkoba, ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pandangan Ketua umum IKADI (Ikatan Dai Indonesia) Prof Dr Ahmad&lt;br /&gt;satori Ismail mengatakan masalah narkoba dan minuman keras, sudah ada sejak&lt;br /&gt;dulu. Penyebabnya antara lain karena kekosongan jiwa dan harta yang banyak.&lt;br /&gt;''Memang banyak faktor hingga munculnya kecanduan terhadap narkoba. Salah&lt;br /&gt;satunya adalah kekeringan iman, ujarnya. Jadi sebelum gerilyawan narkoba&lt;br /&gt;menyambangi rumah-rumah kita, mari kita siapkan bentengnya: keimanan! n dam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3322941581416136977-489653344598973834?l=adehendraputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adehendraputra.blogspot.com/feeds/489653344598973834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3322941581416136977&amp;postID=489653344598973834' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/489653344598973834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/489653344598973834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adehendraputra.blogspot.com/2007/12/bentengi-jiwa-jauhi-narkoba.html' title='Bentengi Jiwa, Jauhi Narkoba'/><author><name>adehp</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17702273497948511434</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977.post-2857246604549600598</id><published>2007-12-25T15:59:00.000-08:00</published><updated>2007-12-25T16:59:24.924-08:00</updated><title type='text'>AIR MATA ORANG-ORANG SHALIH</title><content type='html'>AIR MATA ORANG-ORANG SHALIH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Sufyan ats-Tsauri RAH bahwa ia berkata, "Aku menemui Ja'far ash-Shadiq&lt;br /&gt;RAH lalu aku katakan kepadanya, 'Wahai putra Rasulullah, berwasiatlah&lt;br /&gt;kepadaku!' Beliau berkata, 'Wahai Sufyan, orang yang banyak dusta tidak&lt;br /&gt;punya harga diri, orang yang banyak dengki tidak memiliki ketentraman,&lt;br /&gt;orang yang suka bosan tidak punya saudara, dan orang yang buruk akhlak-nya&lt;br /&gt;tidak punya penolong.' Aku berkata, 'Wahai putra Rasulul-lah, tambahkan&lt;br /&gt;kepadaku.' Beliau berkata, 'Wahai Sufyan, jauhilah hal-hal yang diharamkan&lt;br /&gt;Allah, maka kamu menjadi seorang 'abid (ahli ibadah). Ridhalah dengan apa&lt;br /&gt;yang Allah bagikan kepadamu, maka kamu menjadi seorang muslim (yang&lt;br /&gt;sejati). Pergaulilah manusia dengan apa yang kamu suka bila mereka&lt;br /&gt;memperlakukanmu, maka kamu menjadi seorang mukmin (yang sejati), dan jangan&lt;br /&gt;bergaul dengan orang yang suka berbuat dosa sehingga ia mengajarkan&lt;br /&gt;perbuatan dosanya ke-padamu. Seseorang itu tergantung agama kekasihnya.&lt;br /&gt;Oleh karena itu hendaklah salah seorang dari kalian memperhatikan, dengan&lt;br /&gt;siapakah ia bergaul. Dan mintalah saran dalam urusan-mu kepada orang-orang&lt;br /&gt;yang takut kepada Allah.' Aku berkata, 'Wahai putra Rasulullah, tambahkan&lt;br /&gt;kepadaku!' Beliau berkata, 'Wahai Sufyan, barangsiapa yang ingin hidup&lt;br /&gt;mulia dengan tanpa sanak kerabat, dan kewibawaan tanpa kekuasaan, maka&lt;br /&gt;hendaklah ia keluar dari kehinaan kemaksiatan menuju kemulia-an ketaatan.'&lt;br /&gt;Aku katakan, 'Wahai putra Rasulullah, tambahkan kepadaku!' Beliau berkata,&lt;br /&gt;'Ayah mendidikku dengan tiga perkara, beliau berkata kepadaku, 'Wahai&lt;br /&gt;putraku, barang-siapa yang berteman dengan teman yang buruk maka ia tidak&lt;br /&gt;akan selamat, barangsiapa yang memasuki gerbang keburuk-an maka ia akan&lt;br /&gt;dituduh (telah melakukan keburukan) dan barangsiapa yang tidak bisa menahan&lt;br /&gt;lisannya maka ia akan menyesal'."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zainal Abidin bin Ali bin al-Husain RAH jika berwudhu dan selesai dari&lt;br /&gt;wudhunya, maka ia ketakutan. Ketika dia ditanya mengenai hal itu, maka dia&lt;br /&gt;menjawab, "Kasihan kalian, tahukah kalian kepada siapa aku akan berdiri dan&lt;br /&gt;kepada siapa aku hendak bermunajat?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Mughirah 5 berkata, "Aku keluar pada suatu malam setelah manusia sudah&lt;br /&gt;tidur pulas. Ketika aku melewati Malik bin Anas RA, ternyata aku berdiri&lt;br /&gt;bersamanya untuk melaksa-nakan shalat. Ketika selesai dari membaca&lt;br /&gt;al-Fatihah, ia mulai membaca,&lt;br /&gt;'Bermegah-megahan telah melalaikan kamu' (At-Takatsur: 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hingga sampai ayat,&lt;br /&gt;'Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenik-matan (yang&lt;br /&gt;kamu megah-megahkan di dunia itu),' (At-Taka-tsur: 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ia menangis dalam waktu yang lama. Ia terus membacanya berulang-ulang&lt;br /&gt;dan menangis. Apa yang aku dengar dan aku lihat darinya telah melupakanku&lt;br /&gt;dari keperluanku yang karena-nya aku keluar. Aku masih tetap berdiri,&lt;br /&gt;sedangkan dia terus membacanya berulang-ulang sambil menangis hingga terbit&lt;br /&gt;fajar. Ketika ia mengetahui sudah fajar, maka ia rukuk. Kemudian aku pulang&lt;br /&gt;ke rumah, lalu berwudhu, lalu berangkat kembali ke masjid. Ternyata ia&lt;br /&gt;sedang berada di majelisnya dan orang-orang berada di sekitarnya. Pada pagi&lt;br /&gt;harinya, aku memandangnya. Ternyata aku melihat wajahnya telah diliputi&lt;br /&gt;cahaya dan ke-indahan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafizh Ibnu Asakir meriwayatkan bahwa asy-Syafi'i suatu hari membaca&lt;br /&gt;firmanNya,&lt;br /&gt;"Ini adalah hari keputusan; (pada hari ini) Kami mengumpulkan kamu dan&lt;br /&gt;orang-orang yang terdahulu. Jika kamu mempunyai tipu daya, maka lakukanlah&lt;br /&gt;tipu dayamu itu terhadapKu. Kece-lakaan yang besarlah pada hari itu bagi&lt;br /&gt;orang-orang yang men-dustakan." (Al-Mursalat: 38-40).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ia terus menangis sampai pingsan; Semoga Allah merahmatinya.*&lt;br /&gt;Umar bin Abdil Aziz RA berkata kepada seorang ulama, "Berilah nasihat&lt;br /&gt;kepadaku!" Ulama itu berkata, "Bertakwalah ke-pada Allah karena engkau akan&lt;br /&gt;mati." Umar berkata, "Tambah-kan kepadaku!" Ia berkata, "Tidak ada seorang&lt;br /&gt;pun dari nenek moyangmu hingga Adam melainkan telah merasakan kematian. Dan&lt;br /&gt;kini tiba giliranmu." Umar pun menangis karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Abdil Aziz RA biasa mengumpulkan para ulama dan fuqaha' pada&lt;br /&gt;setiap malam untuk saling mengingatkan kematian dan Kiamat. Kemudian mereka&lt;br /&gt;menangis seolah-olah ada jenazah di tengah-tengah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mu'adzah al-Adawiyyah RA** jika tiba siang hari, ia berkata, "Ini adalah&lt;br /&gt;hari di mana aku akan mati." Lalu ia tidak tidur hingga sore hari. Ketika&lt;br /&gt;tiba malam hari, ia berkata, "Ini adalah malam di mana aku akan mati." Lalu&lt;br /&gt;ia tidak tidur kecuali se-bentar. Ia shalat dan menangis hingga pagi. Ia&lt;br /&gt;pernah berkata, "Sungguh mengherankan bagi mata yang selalu tidur, padahal&lt;br /&gt;ia telah mengetahui akan adanya tidur panjang di dalam kubur yang gelap."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hammad bin Salamah berkata, "Tsabit membaca,&lt;br /&gt;'Apakah kamu kafir kepada (Rabb) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian&lt;br /&gt;dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang&lt;br /&gt;sempurna,' (Al-Kahfi: 37)&lt;br /&gt;pada shalat malam sambil menangis dan mengulang-ulangnya."***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsabit al-Bunani RA**** berkata, "Tidak ada sesuatu pun yang aku jumpai&lt;br /&gt;dalam hatiku yang lebih lezat daripada qiyamul lail. Seandainya kaum yang&lt;br /&gt;celaka mencobanya, niscaya mereka me-ngetahui rahasia kebahagiaan yang&lt;br /&gt;sebenarnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hammad bin Zaid berkata tentang Tsabit al-Bunani, "Aku melihat Tsabit&lt;br /&gt;menangis hingga tulang-tulang rusuknya ber-selisih." Raghib al-Qathan&lt;br /&gt;menuturkan dari Bakr al-Muzani, "Barangsiapa yang ingin melihat orang yang&lt;br /&gt;paling gemar ber-ibadah di zamannya, maka lihatlah Tsabit al-Bunani."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qatadah berkata, " Menjelang kematiannya,Amir bin Qais RA menangis.&lt;br /&gt;Ditanyakan kepadanya, 'Apakah yang membuat-mu menangis?' Ia menjawab, 'Aku&lt;br /&gt;tidak menangis karena ber-sedih terhadap kematian dan tidak pula karena&lt;br /&gt;menginginkan harta duniawi. Tetapi aku menangisi kehausan di tengah hari&lt;br /&gt;(yakni puasa) dan qiyamul lail."*****&lt;br /&gt;Ibunya berkata kepadanya pada suatu hari, "Orang-orang sedang tidur,&lt;br /&gt;mengapa kamu tidak tidur?" Ia menjawab, "Neraka Jahanam tidak membiarkanku&lt;br /&gt;tidur."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsabit al-Bunani RA berkata, "Kami pernah menyaksikan beberapa jenazah,&lt;br /&gt;maka kami tidak menyaksikan mereka kecuali dalam keadaan menangis.&lt;br /&gt;Demikianlah rasa takut mereka kepada Allah SWT."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saudara Malik bin Dinar meninggal, Malik keluar mengikuti jenazahnya&lt;br /&gt;dengan menangis seraya berkata, "Demi Allah, aku tidak terhibur hingga aku&lt;br /&gt;tahu ke mana engkau kem-bali, dan aku tidak tahu selagi aku masih hidup."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang shalih berkata, "Aku berjalan bersama Sufyan ats-Tsauri , tiba-tiba&lt;br /&gt;seorang pengemis datang kepadanya, sedangkan dia tidak memiliki sesuatu&lt;br /&gt;untuk diberikan, maka Sufyan me-nangis. Aku bertanya, 'Apakah yang&lt;br /&gt;membuatmu menangis?' Dia menjawab, 'Suatu musibah bila seseorang&lt;br /&gt;mengharapkan ke-baikan darimu tapi ia tidak mendapatkannya'."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATATAN KAKI:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Ibnu al-Atsir, Manaqib asy-Syafi'i, hal. 108&lt;br /&gt;** Mu'adzah binti Abdillah al-Adawiyyah, adalah seorang wanita ahli ibadah&lt;br /&gt;sekaligus seorang ulama wanita dari Bashrah, dinilai tsiqah (dapat&lt;br /&gt;dipercaya) oleh Yahya bin Ma'in. Meninggal pada tahun 83 H. Lihat, Siyar&lt;br /&gt;A'lam an-Nubala', 4/ 508&lt;br /&gt;*** Siyar A'lam an-Nubala', 5/ 224&lt;br /&gt;**** Tsabit al-Bunani adalah seorang imam panutan, tabi'in, tsiqah, abid&lt;br /&gt;dan zahid, meninggal pada tahun 127 H. Lihat, Siyar A'lam an-Nubala', 5/&lt;br /&gt;220&lt;br /&gt;***** Lihat, Siyar A'lam an-Nubala', 4/ 19&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3322941581416136977-2857246604549600598?l=adehendraputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adehendraputra.blogspot.com/feeds/2857246604549600598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3322941581416136977&amp;postID=2857246604549600598' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/2857246604549600598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/2857246604549600598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adehendraputra.blogspot.com/2007/12/air-mata-orang-orang-shalih.html' title='AIR MATA ORANG-ORANG SHALIH'/><author><name>adehp</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17702273497948511434</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977.post-2388582111684900159</id><published>2007-12-25T15:47:00.000-08:00</published><updated>2007-12-25T15:48:13.354-08:00</updated><title type='text'>32 Cara Berbakti kepada Orangtua</title><content type='html'>32 Cara Berbakti kepada Orangtua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Asy-Syaikh Muhammad Jamil Zainu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Berbicaralah kamu kepada kedua orang tuamu dengan adab dan&lt;br /&gt;janganlah mengucapkan â€œAhâ€  kepada mereka, jangan hardik mereka, berucaplah&lt;br /&gt;kepada mereka dengan ucapan yang mulia.&lt;br /&gt;2.      Selalu taati mereka berdua di dalam perkara selain maksiat, dan&lt;br /&gt;tidak ada ketaatan kepada makhluk di dalam bermaksiat kepada sang Khalik.&lt;br /&gt;3.      Lemah lembutlah kepada kedua orangtuamu, janganlah bermuka masam&lt;br /&gt;serta memandang mereka dengan pandangan yang sinis.&lt;br /&gt;4.      Jagalah nama baik, kemuliaan, serta harta mereka. Janganlah engkau&lt;br /&gt;mengambil sesuatu tanpa seizin mereka.&lt;br /&gt;5.      Kerjakanlah perkara-perkara yang dapat meringankan beban mereka&lt;br /&gt;meskipun tanpa diperintah. Seperti melayani mereka, belanja ke warung, dan&lt;br /&gt;pekerjaan rumah lainnya, serta                  bersungguh-sungguhlah&lt;br /&gt;dalam menuntut ilmu.&lt;br /&gt;6.      Bermusyawarahlah dengan mereka berdua dalam seluruh kegiatanmu.&lt;br /&gt;Dan berikanlah alasan jika engkau terpaksa menyelisihi pendapat mereka.&lt;br /&gt;7.      Penuhi panggilan mereka dengan segera dan disertai wajah yang&lt;br /&gt;berseri dan menjawab, â€œYa ibu, ya ayahâ€ .&lt;br /&gt;8.      Muliakan teman serta kerabat mereka ketika kedua orang tuamu masih&lt;br /&gt;hidup, begitu pula setelah mereka telah wafat.&lt;br /&gt;9.      Janganlah engkau bantah dan engkau salahkan mereka berdua. Santun&lt;br /&gt;dan beradablah ketika menjelaskan yang benar kepada mereka.&lt;br /&gt;10. Janganlah berbuat kasar kepada mereka berdua, jangan pula engkau&lt;br /&gt;angkat suaramu kepada mereka. Diamlah ketika mereka sedang berbicara,&lt;br /&gt;beradablah ketika bersama mereka. Janganlah     engkau berteriak kepada&lt;br /&gt;salah seorang saudaramu sebagai bentuk penghormatan kepada mereka berdua.&lt;br /&gt;11. Bersegeralah menemui keduanya jika mereka mengunjungimu, dan ciumlah&lt;br /&gt;kepala mereka.&lt;br /&gt;12. Bantulah ibumu di rumah. Dan jangan pula engkau menunda membantu&lt;br /&gt;pekerjaan ibumu.&lt;br /&gt;13. Janganlah engkau pergi jika mereka berdua tidak mengizinkan meskipun&lt;br /&gt;itu untuk perkara yang penting. Apabila kondisinya darurat maka berikanlah&lt;br /&gt;alasan ini kepada mereka dan janganlah  putus komunikasi dengan mereka.&lt;br /&gt;14. Janganlah masuk menemui mereka tanpa izin terlebih dahulu, apalagi di&lt;br /&gt;waktu tidur dan istirahat mereka.&lt;br /&gt;15. Jika engkau kecanduan merokok, maka janganlah merokok di hadapan&lt;br /&gt;mereka.&lt;br /&gt;16. Jangan makan dulu sebelum mereka makan, muliakanlah mereka dalam&lt;br /&gt;(menyajikan) makanan dan minuman.&lt;br /&gt;17. Janganlah engkau berdusta kepada mereka dan jangan mencela mereka jika&lt;br /&gt;mereka mengerjakan perbuatan yang tidak engkau sukai.&lt;br /&gt;18. Jangan engkau utamakan istri dan anakmu di atas mereka. Mintalah&lt;br /&gt;keridhaan mereka berdua sebelum melakukan sesuatu karena ridha Allah&lt;br /&gt;tergantung ridha orang tua. Begitu juga kemurkaan       Allah tergantung&lt;br /&gt;kemurkaan mereka berdua.&lt;br /&gt;19. Jangan engkau duduk di tempat yang lebih tinggi dari mereka. Jangan&lt;br /&gt;engkau julurkan kakimu di hadapan mereka karena sombong.&lt;br /&gt;20. Jangan engkau menyombongkan kedudukanmu di hadapan bapakmu meskipun&lt;br /&gt;engkau seorang pejabat besar. Hati-hati, jangan sampai engkau mengingkari&lt;br /&gt;kebaikan-kebaikan mereka berdua         atau menyakiti mereka walaupun&lt;br /&gt;dengan hanya satu kalimat.&lt;br /&gt;21. Jangan pelit dalam memberikan nafkah kepada kedua orang tua sampai&lt;br /&gt;mereka mengeluh. Ini merupakan aib bagimu. Engkau juga akan melihat ini&lt;br /&gt;terjadi pada anakmu. Sebagaimana engkau         memperlakukan orang tuamu,&lt;br /&gt;begitu pula engkau akan diperlakukan sebagai orang tua.&lt;br /&gt;22. Banyaklah berkunjung kepada kedua orang tua, dan persembahkan hadiah&lt;br /&gt;bagi mereka. Berterimakasihlah atas perawatan mereka serta atas kesulitan&lt;br /&gt;yang mereka hadapi. Hendaknya engkau    mengambil pelajaran dari&lt;br /&gt;kesulitanmu serta deritamu ketika mendidik anak-anakmu.&lt;br /&gt;23. Orang yang paling berhak untuk dimuliakan adalah ibumu, kemudian&lt;br /&gt;bapakmu. Dan ketahuilah bahwa surga itu di telapak kaki ibu-ibu kalian.&lt;br /&gt;24. Berhati-hati dari durhaka kepada kedua orang tua serta dari kemurkaan&lt;br /&gt;mereka. Engkau akan celaka dunia akhirat. Anak-anakmu nanti akan&lt;br /&gt;memperlakukanmu sama seperti engkau             memperlakukan kedua&lt;br /&gt;orangtuamu.&lt;br /&gt;25. Jika engkau meminta sesuatu kepada kedua orang tuamu, mintalah dengan&lt;br /&gt;lembut dan berterima kasihlah jika mereka memberikannya. Dan maafkanlah&lt;br /&gt;mereka jika mereka tidak memberimu.     Janganlah banyak meminta kepada&lt;br /&gt;mereka karena hal itu akan memberatkan mereka berdua.&lt;br /&gt;26. Jika engkau mampu mencukupi rezeki mereka maka cukupilah, dan&lt;br /&gt;bahagiakanlah kedua orangtuamu.&lt;br /&gt;27. Sesungguhnya orang tuamu punya hak atas dirimu. Begitu pula pasanganmu&lt;br /&gt;(suami/istri) memiliki hak atas dirimu. Maka penuhilah haknya&lt;br /&gt;masing-masing. Berusahalah untuk menyatukan hak         tersebut apabila&lt;br /&gt;saling berbenturan. Berikanlah hadiah bagi tiap-tiap pihak secara&lt;br /&gt;diam-diam.&lt;br /&gt;28. Jika kedua orang tuamu bermusuhan dengan istrimu maka jadilah engkau&lt;br /&gt;sebagai penengah. Dan pahamkan kepada istrimu bahwa engkau berada di&lt;br /&gt;pihaknya jika dia benar, namun engkau   terpaksa melakukannya karena&lt;br /&gt;menginginkan ridha kedua orang tuamu.&lt;br /&gt;29. Jika engkau berselisih dengan kedua orang tuamu di dalam masalah&lt;br /&gt;pernikahan atau perceraian, maka hendaknya kalian berhukum kepada syariâ€™at&lt;br /&gt;karena syariâ€™atlah sebaik-baiknya pertolongan   bagi kalian.&lt;br /&gt;30. Doa kedua orang itu mustajab baik dalam kebaikan maupun doa kejelekan.&lt;br /&gt;Maka berhati-hatilah dari doa kejelekan mereka atas dirimu.&lt;br /&gt;31. Beradablah yang baik kepada orang-orang. Siapa yang mencela orang lain&lt;br /&gt;maka orang tersebut akan kembali mencelanya. Rasulullah shallallahu&lt;br /&gt;â€˜alaihi wasallam bersabda,&lt;br /&gt;        â€œTermasuk dosa besar adalah seseorang mencela kedua orang tuanya&lt;br /&gt;dengan cara dia mencela bapaknya orang lain, maka orang tersebut balas&lt;br /&gt;mencela bapaknya. Dia mencela ibu seseorang,    maka orang tersebut balas&lt;br /&gt;mencela ibunya.â€  (Muttafaqun â€˜alaihi).&lt;br /&gt;32. Kunjungilah mereka disaat mereka hidup dan ziarahilah ketika mereka&lt;br /&gt;telah wafat. Banyaklah berdoa bagi mereka berdua dengan mengucapkan,&lt;br /&gt;        â€œWahai Rabb-ku ampunilah aku dan kedua orang tuaku. Waha Rabb-ku,&lt;br /&gt;rahmatilah mereka berdua sebagaimana mereka telah merawatku ketika kecilâ€ .&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3322941581416136977-2388582111684900159?l=adehendraputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adehendraputra.blogspot.com/feeds/2388582111684900159/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3322941581416136977&amp;postID=2388582111684900159' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/2388582111684900159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/2388582111684900159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adehendraputra.blogspot.com/2007/12/32-cara-berbakti-kepada-orangtua.html' title='32 Cara Berbakti kepada Orangtua'/><author><name>adehp</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17702273497948511434</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977.post-7546393938479239097</id><published>2007-12-25T15:41:00.000-08:00</published><updated>2007-12-25T15:47:27.250-08:00</updated><title type='text'>Ringkasan Buku: Ikhlas - Syarat Diterimanya Ibadah</title><content type='html'>... Ringkasan Buku ...&lt;br /&gt;&lt;a href="http://buku-islam.blogspot.com/" target="_blank" onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)"&gt;http://buku-islam.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul             : Ikhlas - Syarat Diterimanya Ibadah&lt;br /&gt;Penulis           : Husain bin 'Audah al 'Awayisyah&lt;br /&gt;Penerjemah    : Beni Sarbeni&lt;br /&gt;Pengedit Isi    : Arman bin Amri, Lc&lt;br /&gt;Penerbit         : Pustaka Ibnu Katsir&lt;br /&gt;Cetakan         : Kedua - Januari 2006&lt;br /&gt;Halaman         : xviii + 242&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya untuk menjadikan suatu ibadah yang kita lakukan itu bernilai ikhlas&lt;br /&gt;hanya untuk Allah merupakan perkara yang tidak mudah. Bahkan lebih berat&lt;br /&gt;daripada amal ibadah itu sendiri. Padahal keikhlasan merupakan salah satu&lt;br /&gt;syarat diterimanya suatu ibadah sebagaimana banyak diterangkan dalam ayat Al&lt;br /&gt;Qur'an dan hadits Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam. Bisa jadi pada saat&lt;br /&gt;kita beribadah, kita telah mengikhlaskan segalanya untuk Allah. Tetapi di&lt;br /&gt;lain waktu, karena terdorong riya' kita pun membeberkan ibadah yang telah&lt;br /&gt;kita sembunyikan untuk Allah semata. Hanya kepada Allah kita meminta&lt;br /&gt;pertolongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini menerangkan banyak hal kepada kita. Agar kita bisa beramal dengan&lt;br /&gt;ikhlas dan menghindari dari sifat riya'. Simaklah persyaratan agar amal&lt;br /&gt;diterima Allah; Perintah untuk ikhlas dan peringatan agar terhindar dari&lt;br /&gt;riya'; Renungkan pula apa yang dimaksud dengan mengosongkan hati hanya untuk&lt;br /&gt;Allah semata. Perlu juga Anda ketahui macam-macam riya' dan kesalahan&lt;br /&gt;sebagian masyarakat yang menganggap suatu amal sebagai riya' padahal bukan&lt;br /&gt;riya', atau yang dianggap ikhlas padahal bukan ikhlas. Dengan memahami buku&lt;br /&gt;ini semoga Anda bisa mengetahui bagaimana caranya agar dapat beramal secara&lt;br /&gt;ikhlas hanya untuk Allah semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut saya kutipkan sebagian dari buku tersebut dengan meringkasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[MACAM-MACAM RIYA']&lt;br /&gt;--------------------&lt;br /&gt;1. Riya' badan&lt;br /&gt;Yaitu dengan memperlihatkan badan yang kurus dan pucat agar orang lain&lt;br /&gt;melihat bahwa dia adalah orang yang rajin dalam beribadah, sangat takut akan&lt;br /&gt;akhirat, atau dengan suara yang lembut, menampakkan mata yang cekung atau&lt;br /&gt;dengan menampakkan kelayuan badan agar menunjukkan bahwa dia adalah orang&lt;br /&gt;yang selalu rajin di dalam berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Riya' dari segi perhiasan&lt;br /&gt;Dengan membuat bekas sujud pada muka, atau dengan memakai hiasan khusus,&lt;br /&gt;yang sebagian kelompok menganggapnya bahwa dia adalah seorang ulama, dia&lt;br /&gt;memakai pakaian tersebut agar disebut sebagai seorang alim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Riya' dengan ucapan&lt;br /&gt;Ini paling banyak dilakukan oleh ahli agama ketika memberikan nasihat, dan&lt;br /&gt;menghafal suatu riwayat ketika berbicara, menampakkan keluasan ilmu,&lt;br /&gt;menggerakkan dua bibir dengan dzikir di hadapan orang lain, menampakkan&lt;br /&gt;kemarahan ketika mengingkari kemungkaran di hadapan orang lain dan&lt;br /&gt;memelankan suara dan melembutkannya ketika membaca al Qur'an agar hal&lt;br /&gt;tersebut menunjukkan rasa takut, sedih dan kekhusyu'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Riya' dengan perbuatan&lt;br /&gt;Seperti riya' orang yang melakukan shalat dengan lama berdiri, ruku' dan&lt;br /&gt;sujud, dan dengan menampakkan kekhusyu'an. Riya' dengan puasa, berperang,&lt;br /&gt;haji, shadaqah, juga yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Riya' dengan banyaknya teman dan orang-orang yang mengunjunginya&lt;br /&gt;Seperti orang yang berusaha untuk mengundang para ulama atau ahli ibadah ke&lt;br /&gt;rumahnya agar dikatakan kepadanya, "Sesungguhnya si fulan telah mengunjungi&lt;br /&gt;si fulan," atau dengan mengundang banyak orang ke rumahnya agar dikatakan&lt;br /&gt;kepadanya, "Bahwa ahli agama selalu datang dan pergi kepadanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[YANG DIANGGAP SEBAGAI PERBUATAN RIYA'&lt;br /&gt;DAN SYIRIK PADAHAL BUKANLAH DEMIKIAN]&lt;br /&gt;------------------------------&lt;div&gt;&lt;wbr&gt;--------&lt;br /&gt;1. Pujian seseorang kepada yang lainnya terhadap suatu perbuatan yang baik.&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Dzarr radhiyallahu'anhu, beliau berkata:&lt;br /&gt;"Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam ditanya, "Bagaimana menurut baginda&lt;br /&gt;tentang orang yang melakukan suatu perbuatan baik, lalu orang lain&lt;br /&gt;memujinya?" Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam menjawab, "Itu adalah&lt;br /&gt;kabar gembira bagi seorang mukmin yang disegerakan." (HR. Muslim no 2642&lt;br /&gt;(166)).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kegiatan seorang hamba dengan beribadah di pandangan para ahli ibadah.&lt;br /&gt;Al Maqdisi berkata di dalam kitab Mukhtashar Minhaajil Qaashidiin (ha. 234),&lt;br /&gt;"Terkadang seseorang menginap di rumah orang yang ahli di dalam bertahajjud,&lt;br /&gt;lalu dia melakukan shalat pada kebanyakan malam, padahal kebiasaan dia&lt;br /&gt;melakukan shalat hanya dalam satu jam saja, dia menyesuaikan dirinya dengan&lt;br /&gt;mereka, dan dia berpuasa ketika mereka melakukan puasa. Jika bukan karena&lt;br /&gt;mereka, niscaya tidak akan timbul di dalam dirinya kegiatan seperti ini.&lt;br /&gt;Sebagian orang menyangka bahwa sikap seperti ini merupakan riya', bahkan&lt;br /&gt;secara umum hal ini sama sekali bukanlah riya', akan tetapi di dalamnya ada&lt;br /&gt;perincian, yang bahwa setiap mukmin pada dasarnya sangat senang untuk&lt;br /&gt;melakukan ibadah-ibadah kepada Allah, akan tetapi berbagai kendala telah&lt;br /&gt;menghalanginya, begitu pula banyak kelalaian yang telah melupakannya,&lt;br /&gt;mungkin saja menyaksikan orang lain telah menyebabkan kelalaian tersebut&lt;br /&gt;lenyap."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beliau berkata,&lt;br /&gt;"Dia harus menguji dirinya dengan melaksanakan ibadah di suatu tempat, di&lt;br /&gt;mana dia dapat melihat orang lain sedangkan orang lain tidak dapat&lt;br /&gt;melihatnya, jika dia melihat jiwanya yang tenang dengan beribadah, maka&lt;br /&gt;itulah hati yang ikhlas, sedangkan jika jiwanya itu tidak tenang, maka&lt;br /&gt;ketenangan jiwanya ketika beribadah di hadapan orang lain adalah sebuah&lt;br /&gt;sikap riya', dan kiyaskanlah yang lainnya kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Memakai pakaian atau sandal yang baik.&lt;br /&gt;Di dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ibnu&lt;br /&gt;Mas'ud radhiyallahu'anhu dari Nabi shallallahu'alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;sesungguhnya beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak akan masuk Surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan sebesar&lt;br /&gt;atom," lalu seseorang berkata, "Sesungguhnya seseorang suka memakai pakaian&lt;br /&gt;yang indah dan sandal yang indah," Rasul bersabda, "Sesungguhnya Allah indah&lt;br /&gt;dan menyukai yang indah, kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan&lt;br /&gt;meremehkan orang lain." (HR. Muslim no. 91 (147), at Tirmidzi no. 1999).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tidak membicarakan dosa dan menyembunyikannya.&lt;br /&gt;Secara syara' ini merupakan sebuah kewajiban bagi seorang muslim, sebaliknya&lt;br /&gt;seseorang tidak diperbolehkan untuk menampakkan kemaksiatan, hal ini&lt;br /&gt;sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua umatku akan diampuni kecuali orang-orang yang melakukan dosa secara&lt;br /&gt;terang-terangan, dan sesungguhnya termasuk (hukum) melakukan dosa secara&lt;br /&gt;terang-terangan adalah seseorang yang melakukan perbuatan (dosa) pada malam&lt;br /&gt;hari, dan Allah subhanahu wa ta'ala telah menutupinya, kemudian pada waktu&lt;br /&gt;pagi hari dia mengatakan, 'Wahai fulan, semalam aku telah melakukan ini dan&lt;br /&gt;itu,' padahal Allah telah menutupinya sedangkan pada pagi hari dia membuka&lt;br /&gt;apa-apa yang telah Allah tutupi." (HR. Al Bukhari, no. 6069, Muslim no. 2990&lt;br /&gt;(52)).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mendapatkan ketenaran tanpa meminta.&lt;br /&gt;Al Maqdisi berkata di dalam kitab Mukhtashar Minhaajil Qaashidiin (hal.&lt;br /&gt;218), "Yang tercela adalah seorang manusia yang mencari ketenaran, sedangkan&lt;br /&gt;keberadaannya yang merupakan karunia dari Allah subhanahu wa ta'ala tanpa&lt;br /&gt;dicari, maka hal tersebut sama sekali tidak tercela, akan tetapi&lt;br /&gt;keberadaannya merupakan fitnah bagi orang-orang yang lemah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[MENGOBATI PENYAKIT RIYA'&lt;br /&gt;DAN BERLEPAS DIRI DARINYA]&lt;br /&gt;-------------------------------&lt;br /&gt;1. Mengetahui keagungan Allah subhanahu wa ta'ala, Nama-Nama-Nya,&lt;br /&gt;Sifat-Sifat-Nya dan penuh perhatian terhadap ketauhidan sesuai dengan&lt;br /&gt;kemampuan.&lt;br /&gt;2. Mengetahui siksa dan nikmat kubur.&lt;br /&gt;3. Mengetahui hadits-hadis yang menjelaskan tenang adzab Neraka.&lt;br /&gt;4. Mengetahui segala sesuatu yang dijanjikan oleh Allah bagi orang-orang&lt;br /&gt;yang bertakwa di Surga sesuai dengan kemampuannya.&lt;br /&gt;5. Mengingat kematian dan pendeknya harapan.&lt;br /&gt;6. Mengetahui nilai dunia dan kefanaannya.&lt;br /&gt;7. Do'a.&lt;br /&gt;8. Rasa takut bahwa riya' tersebut adalah kesempatan terakhir bagi amal&lt;br /&gt;Anda.&lt;br /&gt;9. Banyak melakukan amal kebaikan yang tidak disaksikan oleh orang lain, dan&lt;br /&gt;tidak memberitahukannya kepada orang lain kecuali jika dibutuhkan.&lt;br /&gt;10. Bersahabat dengan orang yang tampak di pandangan Anda bahwa mereka&lt;br /&gt;adalah orang-orang yang selalu melakukan keikhlasan, amal shalih, dan&lt;br /&gt;ketakwaan.&lt;br /&gt;11. Takut melakukan riya'.&lt;br /&gt;12. Menjauhi celaan Allah.&lt;br /&gt;13. Lebih cinta diingat oleh Allah daripada diingat oleh makhluk.&lt;br /&gt;14. Mengetahui segala sesuatu yang dapat mengusir syaitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[YANG DIANGGAP SEBAGAI PERBUATAN&lt;br /&gt;IKHLAS AKAN TETAPI TIDAKLAH DEMIKIAN]&lt;br /&gt;------------------------------&lt;wbr&gt;--------&lt;br /&gt;1. Terkadang keikhlasan bercampur dengan sesuatu keinginan jiwa, seperti&lt;br /&gt;orang yang mengajar karena ingin merasakan nikmat dengan keindahan&lt;br /&gt;kata-kata, atau orang yang berperang agar pandai di dalam berperang, ini&lt;br /&gt;sama sekali bukan kesempurnaan ikhlas kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Terkadang seseorang melakukan riya tidak dengan menampakkan ibadahnya&lt;br /&gt;dengan ucapan, baik secara sendirian maupun terang-terangan, akan tetapi&lt;br /&gt;dengan tanda-tanda, seperti menampakkan kelesuan, muka pucat, suara&lt;br /&gt;dilemahkan, bekas air mata dan banyak mengantuk sebagai akibat dari&lt;br /&gt;banyaknya shalat malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Terkadang seseorang merasa berat untuk melakukan tahajjud setiap malam,&lt;br /&gt;tetapi ketika datang kepadanya seorang tamu, maka dia akan merasa ringan dan&lt;br /&gt;mudah untuk melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Terkadang seseorang datang kepada suatu undangan, karena pengetahuannya&lt;br /&gt;bahwa makanan di tempat tersebut akan lebih baik daripada makanan di&lt;br /&gt;rumahnya, artinya yang mendorong dirinya untuk mendatangi undangan tersebut&lt;br /&gt;adalah kesenangan akan makan dan bukan karena melaksanakan ketaatan kepada&lt;br /&gt;Allah dalam memenuhi undangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[PERSONAL VIEW]&lt;br /&gt;------------------&lt;br /&gt;Ada dua syarat agar amal ibadah yang kita lakukan diterima Allah Jalla wa&lt;br /&gt;'Ala. Yang pertama adalah ikhlas dan yang kedua adalah sesuai dengan&lt;br /&gt;syari'at Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;Bagaimana jadinya bila amal ibadah yang kita lakukan tidak disertai dengan&lt;br /&gt;niat ikhlas untuk Allah? Allah Jalla wa 'Ala menjelaskan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"... Jika kamu mempersekutukan (Rabb), niscaya akan hapuslah amalmu...."&lt;br /&gt;(QS. Az Zumar: 65).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku ini menjelaskan pentingnya untuk ikhlas dalam beribadah&lt;br /&gt;kepada-Nya, sehingga jerih payah kita dalam beribadah tidak sia-sia.&lt;br /&gt;Termasuk yang perlu untuk diketahui oleh kita adalah apa-apa yang dianggap&lt;br /&gt;sebagai ikhlas dan apa-apa yang dianggap sebagai riya' dan syirik. Jangan&lt;br /&gt;sampai karena kelalaian kita, kita menganggapnya sebagai ikhlas, tetapi&lt;br /&gt;sebenarnya adalah riya', atau sebaliknya. Maka sudah sepatutnya kita&lt;br /&gt;memahami masalah ikhlas ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memohon kepada Allah agar bisa beribadah dengan ikhlas untuk-Nya&lt;br /&gt;semata, sebagaimana doa Nabi Ibrahim 'alaihissalam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"... Sesungguhnya jika Rabb-ku tidak memberi hidayah kepadaku, pastilah aku&lt;br /&gt;termasuk orang-orang yang sesat." (QS. al An'aam: 77).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasan buku ini dibuat oleh Chandraleka&lt;br /&gt;di Depok, 02 Desember 2007&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3322941581416136977-7546393938479239097?l=adehendraputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adehendraputra.blogspot.com/feeds/7546393938479239097/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3322941581416136977&amp;postID=7546393938479239097' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/7546393938479239097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/7546393938479239097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adehendraputra.blogspot.com/2007/12/ringkasan-buku-ikhlas-syarat.html' title='Ringkasan Buku: Ikhlas - Syarat Diterimanya Ibadah'/><author><name>adehp</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17702273497948511434</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977.post-7564592154317178268</id><published>2007-12-25T15:39:00.000-08:00</published><updated>2007-12-25T15:41:14.000-08:00</updated><title type='text'>PERANAN SHALAT DALAM MENCEGAH KEMAKSIATAN &amp; KEJAHATAN</title><content type='html'>PERANAN SHALAT DALAM MENCEGAH KEMAKSIATAN &amp;amp; KEJAHATAN&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.nurulyaqin.org/" target="_blank" onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)"&gt;http://www.nurulyaqin.org&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis : Dr.H.Suhairy Ilyas Lc.Ma&lt;br /&gt;Monday, 17 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah segenap perbuatan keji dan mungkar,. dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.)QS.Al-Ankabut 29:45)&lt;br /&gt;Ayat diatas memberikan jaminan bahwa shalat itu dapat mencegah kemaksiatan dan kejahatan ("Dan dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah segenap perbuatan keji dan mungkar (kemaksiatan dan kejahatan)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa shalat dapat mencegah segenap perbuatan keji dan mungkar (kemaksiatan dan kejahatan) dapat kita saksikan dengan bukti sejarah yang telah diukir oleh Rasulullah saw.. Manusia-manusia jahiliyah yang penuh sarat dengan segala bentuk kemaksiatan dan kejahatan, kekufuran dan kemusyrikan dalam waktu yang relatif pendek berhasil beliau robah menjadi umat yang terbaik "Khaira ummatin" yang bersih dari segenap kemaksiatan dan kejahatan, umat yang senantiasa menegakkan yang makruf dan menjegah kemungkaran karena panggilan iman (QS.3:110).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendirikan shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan apa, dan bagaimana caranya Rasulullah saw. membersihkan segenap kemaksiatan dan kejahatan tersebut? Jawabnya ialah dengan shalat, dengan cara melatih mereka yang telah mengikrarkan dua kalimat syahadat sebagai pernyataan masuk Islam untuk segera "mendirikan shalat" sesuai dengan perintah ayat diatas, bukan sekedar mengerjakan shalat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendirikan sholat adalah menanamkan dan meangaplikasikan hikmah dan nilai-nilai taqwa yang terkandung dalam ibadat. Shalat. Sesuai dengan isyarat dan panduan Al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menghadapi umat manusia dizaman jahiliah yang penuh dengan segenap bentuk kemaksiatan dan kejahatan.umat manusia yang jahiliyah yang penuh dengan kemaksiatan dan kejahatan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat &amp;amp; Zikrullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran mengingatkan bahwa mendirikan shalat itu adalah dengan  melatih diri untuk selalu ingat dengan Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Aku Ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, Maka sembahlah Aku dan Dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.(QS.Thaha 20:14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segenap bacaan yang kita baca dalam shalat, baik bacaan yang wajib seperti al-Fatihah, maupun bacaan sunat seperti doa iftitah, tasbih waktu rukuk dan sujud, demikian juga bacaan ayat setelah al-fatihah, semuanya itu akan mengingatkan kita kepada Allah, mengingatkan kita pada Kebesaran dan Kekuasaan Allah , mengingatkan kita pada kemurkaan Allah bila kita durhaka padaNya dan mengingatkan kita pada Redha Allah bila kita ta'at padaNya.Apabila dzikrullah, selalu ingat pada Allah sudah tertanam dalam jiwa seseorang, maka dia akan merasa takut untuk melakukan kejahatan dan kemaksiatan, karena dia menyadari pula bahwa kemanapun dia pergi menyembunyikan kejahatan dan kemaksitannya niscaya Allah senantiasa melihat dan mengamatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemaksiatan dan kejahatan pada umumnya terjadi karena orang tidak ingat pada Allah, dan tidak sadar bahwa kemanapun dia pergi, dia bersama Allah.Dengan jiwa dzikrullah yang terkandung dalam shalat, diharapkan manusia tidak akan berani lagi berbuat maksiat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah Gerak Gerik Shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Af'al atau sikap dan gerak gerik kita dalam shalat mengandung hikmah yang sangat efektif untuk mencegah kemaksiatan dan kejahatan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Waktu shalat kita, kita dituntut untuk menutup aurat dengan sempurna, baik laki maupun wanita. Hikmah yang terkandung didalamnya adalah agar senantiasa menutupi aurat kemanapun kita pergi atau berhadapan dengan orang lain yang bukan muhrim atau bukan suami/isteri. Karena terjadinya maksiat umumnya adalah karena manusia tidak memelihara auratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Selama shalat mata kita dilatih untuk hanya melihat tempat sujud , tidak boleh menoleh kiri kanan atau kebelakang walau apa yang terjadi. Ini melatih diri kita untuk selalu mengendalikan pandangan mata "Ghadhul bashar" karena mata yang liar tidak terkendali juga adalah sumber kejahatan dan kemaksiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Selama shalat lidah kita hanya boleh membaca bacaan shalat saja.Ini melatih diri kita untuk senantiasa hanya mengucapkan kata kata yang diredhai Allah saja., agar terjauh dari kata kata kotor, bohong, gunjing, gossip dan caci maki yang semuanya akan membawa pada kejahatan dan kemaksiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Selama shalat, telinga juga tidak boleh mendengarkan apapun dengan sengaja selain bacaan shalat kita sendiri atau bacaan imam. Ini melatih diri kita untuk hanya mendengarkan hal hal yang diredhai Allah saja. , menjauhkan pendengaran dari hal yang tidak diredhai Allah karena apa yang kita dengarkan akan mempengaruhi hati dan tingkah laku kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kaki dan tangan kita selama shalat dilatih tidak bergerak seenaknya, tidak melangkah kemanapun, dan tidak memegang atau menggerakkan tangan seenaknya, ini melatih kita agar kaki dan tangan kita juga hendaknya selalu melangkah dan melakukan hal hal yang diredhai Allah saja. Tidak mempergunakannnya untuk kejahatan dan kemaksiatan apapun karena semuanya itu akan dipertanguggung jawabkan dihadapan Allah kelak diakhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah diantara hikmah bacaan dan sikap gerak gerik shalat yang telah ditanamkan Rasulullah saw. pada para sahabat dan umat beliau sehingga shalat mereka telah terbukti membentuk pribadi berakhlaq mulia yang bersih dari segenap kemaksiatan dan kejahatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemaksiatan dan kejahatan sekitar kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kemaksiatan dan kejahatan sekitar kita seakan tidak pernah berkurang, bahkan senantiasa meningkat dimana-mana? Padahal masyarakat kita adalah mayoritas muslim dan mereka juga shalat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya adalah karena umumnya masyarakat itu hanya melakukan shalat, tapi belum lagi mendirikan shalat seperti dizaman Rasulullah saw. Masyarakat kita hanya membaca lafal shalat tapi tidak memahami apa yang mereka baca, apa lagi menghayatinya. Mereka hanya menutupi aurat dalam shalat, sedang diluar shalat mereka pamer aurat. Masyarakat kita mengendalikan pandangan mata, telinga ,lidah dan kaki tangan mereka hanya dalam shalat, diluar shalat mata,telinga,lidah dan kaki tangan mereka dikendalikan oleh hawa nafsu mereka. Karena itulah shalat mereka tidak mempunyai dampak positif seperti dizaman Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuali hanya sedikit mereka yang telah mendirikan shalat, memahami apa yang mereka baca dan kerjakan dalam shalat, kemudian mereka mengaplikasikan nilai-nilai taqwa yang terkandung dalam shalat, mereka itulah yang telah mendapatkan hidayah sehingga terjauh dari maksiat dan kejahatan berkat shalat yang mereka dirikan sesuai dengan perintah Allah swt.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3322941581416136977-7564592154317178268?l=adehendraputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adehendraputra.blogspot.com/feeds/7564592154317178268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3322941581416136977&amp;postID=7564592154317178268' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/7564592154317178268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/7564592154317178268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adehendraputra.blogspot.com/2007/12/peranan-shalat-dalam-mencegah.html' title='PERANAN SHALAT DALAM MENCEGAH KEMAKSIATAN &amp; KEJAHATAN'/><author><name>adehp</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17702273497948511434</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977.post-7256427083318802588</id><published>2007-12-25T15:32:00.000-08:00</published><updated>2007-12-25T15:38:51.605-08:00</updated><title type='text'>SANKSI BAGI YANG SUKA MENGABAIKAN WAKTU SHALAT</title><content type='html'>Saudaraku, ada lima belas kesengsaraan yang akan menimpa orang yang&lt;br /&gt;mengabaikan waktu shalat. enam kesengsaraan akan menimpa ketika di dunia,&lt;br /&gt;tiga ketika sakaratul maut, tiga ketika di dalam kubur, dan tiga lagi&lt;br /&gt;ketika bangkit dari kubur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam  kesengsaraan ketika di dunia adalah:&lt;br /&gt;Pertama , dicabut keberkahan hidupnya.&lt;br /&gt;Kedua , dihapus ciri-ciri orang saleh yang berada di wajahnya.&lt;br /&gt;Ketiga , setiap amal baik yang di lakukan,tidak akan di beri pahala oleh&lt;br /&gt;allah.&lt;br /&gt;Keempat , doa yang di panjatkan tidak akan pernah dikabulkan.&lt;br /&gt;Kelima , tidak akan pernah mendapatkan bagian dari doa orang-orang yang&lt;br /&gt;saleh.&lt;br /&gt;Keenam , keluar dari dunia tanpa membawa iman.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sedangkan tiga kesengsaraan ketika sakratul maut adalah :&lt;br /&gt;Pertama , mati dalam keadaan sangat hina.&lt;br /&gt;Kedua , mati dalam keadaan sangat lapar.&lt;br /&gt;Ketiga , mati dalam keadaan sangat dahaga, sehingga apabila seluruh air&lt;br /&gt;samudra diminum, tidak akan bisa mengurangi rasa hausnya.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;Tiga kesengsaraan ketika di dalam kubur adalah :&lt;br /&gt;Pertama , segera dijepit oleh kubur.&lt;br /&gt;Kedua , sepanjang siang dan malam dibakar dengan api membara.&lt;br /&gt;Ketiga , dililit dengan erat sekali oleh ular besar bernama Syuja;  Ular&lt;br /&gt;ini matanya terbuat dari api. Kukunya panjang terbuat dari besi, yang&lt;br /&gt;panjangnya setiap kukunya adalah perjalanan sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tiga kesengsaraan ketika dibangkitkan dari kubur adalah :&lt;br /&gt;Pertama , dihisab dengan berat.&lt;br /&gt;Kedua , mendapat murka Allah SWT.&lt;br /&gt;Ketiga , dimasukkan ke dalam Neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, ketika mendengar suara adzan, bergegaslah wudhu untuk&lt;br /&gt;mendirikan shalat. Karena adzan memiliki makna-makna filosofis yang luar&lt;br /&gt;biasa.&lt;br /&gt;Dalam kitab Tanbihul Ghafilin  disebutkan bahwa Sa'id Jubair berkata, Ibnu&lt;br /&gt;'Abbas ra ketika mendengar suara (seruan) adzan, ia menangis sampai basah&lt;br /&gt;sorbannya, dan merah matanya. Ketika ditanya, beliau menjawab, "Seandainya&lt;br /&gt;manusia tahu persis suara (seruan) mu'adzin,  pasti tidak mungkin sempat&lt;br /&gt;beristirahat dan tidur." Apa maksudnya? Ia lalu menjelaskan :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. Seruan pertama,   "Allahu Akbar"   mempunyai makna, "Hai sekalian&lt;br /&gt;manusia yang    telah sibuk mengurusi harta dunia, berhentilah dulu&lt;br /&gt;sejenak,sambutlah seruan ini, istirahatlah badanmu dan segeralah beramal&lt;br /&gt;baik demi keuntungan dirimu."&lt;br /&gt;2. Seruan kedua, "Ashadu alla ilaha illallah"  mempunyai makna, "Aku mohon&lt;br /&gt;persaksian semua masyarakat langit dan bumi, bagiku di sisi Allah kelak di&lt;br /&gt;Hari Kiamat bahwa ' Aku telah menyeru kalian."&lt;br /&gt;3. Seruan ketiga "Asyadu anna Muhammadar Rasulullah"   mempunyai makna,&lt;br /&gt;"Aku mohon persaksian dari para Nabi khususnya, Nabi Muhammad saw kelak di&lt;br /&gt;Hari Kiamat bahwa Aku telah memberitahu kepada kalian setiap harinya lima&lt;br /&gt;kali."&lt;br /&gt;4. Seruan keempat, "Hayya 'alash-shalat"  mempunyai makna, "Sungguh Allah&lt;br /&gt;telah menegakkan shalat bagi kalian, maka tegakkanlah shalat olehmu."&lt;br /&gt;5.  Seruan kelima,   "Hayya 'alal-falah"  mempunyai makna, "Masuklah&lt;br /&gt;kalian dalam rahmat dan peganglah petunjuk bagimu."&lt;br /&gt;6.  Seruan keenam, "Allahu akbar"  mempunyai makna, "Segala pekerjaan&lt;br /&gt;(urusan duniawi) terlarang bagimu, sebelum melaksanakan shalat."&lt;br /&gt;7. Seruan ketujuh, "La ilaha illallah"  mempunyai makna, "Inilah amanat&lt;br /&gt;tujuh lapisan bumi dan langit, sudah berada di pundakmu, maka terserah&lt;br /&gt;kepada kalian akan dilaksanakan atau tidak."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dikutip Dari Buku Jejak Langkah Mengenal Allah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3322941581416136977-7256427083318802588?l=adehendraputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adehendraputra.blogspot.com/feeds/7256427083318802588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3322941581416136977&amp;postID=7256427083318802588' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/7256427083318802588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/7256427083318802588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adehendraputra.blogspot.com/2007/12/sanksi-bagi-yang-suka-mengabaikan-waktu.html' title='SANKSI BAGI YANG SUKA MENGABAIKAN WAKTU SHALAT'/><author><name>adehp</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17702273497948511434</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977.post-6316102442251281128</id><published>2007-12-25T15:31:00.001-08:00</published><updated>2007-12-25T15:31:54.323-08:00</updated><title type='text'>LELAKI ANSHAR DENGAN TIGA ANAK PANAH</title><content type='html'>Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah al-Anshari, dia ber-kata, "Dalam suatu&lt;br /&gt;peperangan kami keluar bersama Rasulullah SAW menuju salah satu daerah&lt;br /&gt;orang musyrik, kami berhasil menawan isteri salah seorang di antara mereka,&lt;br /&gt;lalu Rasulullah SAW kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian suami perempuan tersebut datang, kemudian diceritakan&lt;br /&gt;kepadanya apa yang terjadi. Suaminya bersumpah, bahwa ia tidak akan pulang&lt;br /&gt;ke rumah sehingga dapat melukai para sahabat Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah sedang dalam sebuah perjalanan, beliau berhenti di suatu&lt;br /&gt;perkampungan lalu bertanya, 'Siapakah dua orang di antara kalian yang&lt;br /&gt;bersedia nanti malam menjaga kami dari serangan musuh?' Seorang lelaki dari&lt;br /&gt;Kaum Muhajirin dan seorang lelaki dari Anshar menjawab, 'Kami berdua akan&lt;br /&gt;men-jaga engkau wahai Rasulullah.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua orang lelaki tersebut berangkat menuju mulut gang perkampungan tanpa&lt;br /&gt;disertai seorang pengawal pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki Anshar bertanya kepada lelaki Muhajirin, 'Kamu dulu yang akan&lt;br /&gt;berjaga lalu aku ataukah aku dulu baru kamu?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki Muhajirin menjawab, 'Kamu dulu saja aku bela-kangan.'&lt;br /&gt;Lalu Lelaki Muhajirin tidur, sedang lelaki Anshar mulai berdiri untuk&lt;br /&gt;Qiyamullail, ia membaca ayat-ayat al-Qur´an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah membaca ayat al-Qur´an di dalam Qiyamullail itu, suami&lt;br /&gt;perempuan musyrik tersebut datang. Ketika ia melihat ada seorang lelaki&lt;br /&gt;yang sedang berdiri (tidak tidur) ia menyangka pasti dia pemimpin mereka.&lt;br /&gt;Lalu dengan cepat ia mengambil panah dan melepaskannya ke arah lelaki yang&lt;br /&gt;sedang shalat hingga mengenainya. Lelaki Anshar itu mencabut anak panah&lt;br /&gt;yang menancap di tubuhnya dalam keadaan berdiri dan tidak bergeser sedikit&lt;br /&gt;pun, karena tidak ingin memutus bacaan al-Qur´annya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu suami perempuan musyrik itu mengambil satu panah lagi dan&lt;br /&gt;dibidikkannya ke arah lelaki Anshar, tetapi ia kembali mencabutnya tanpa&lt;br /&gt;memutuskan shalatnya dan bacaan al-Qur´annya. Suami perempuan musyrik itu&lt;br /&gt;mengulangi melepas panah ke arah lelaki yang berdiri sedang Qiyamullail&lt;br /&gt;untuk ketiga kalinya. Ia kembali mencabut anak panah, meletakkannya dan&lt;br /&gt;melanjutkan dengan ruku´ dan sujud. Seusai shalat, lelaki Anshar&lt;br /&gt;membangunkan lelaki Muhajirin yang sedang tidur sambil berkata, 'Bangun!,&lt;br /&gt;sekarang tiba giliranmu.' Kemudian lelaki Muhajirin bangun dan duduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika suami perempuan musyrik melihat ada dua orang berjaga, yang satu&lt;br /&gt;menolong kawannya ia mengetahui bahwa nadzarnya telah terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata dari tubuh lelaki Anshar itu mengalir darah karena terkena panah&lt;br /&gt;suami perempuan musyrik tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki Muhajirin berkata kepada kawannya, 'Semoga Allah SWT mengampuni&lt;br /&gt;dosamu, mengapa kamu tidak memberi tahu aku pada saat panah pertama&lt;br /&gt;mengenai tubuhmu?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki Anshar menjawab, 'Ketika itu aku tengah membaca salah satu surat&lt;br /&gt;al-Qur´an dalam Qiyamullail-ku, aku enggan menghentikan bacaanku. Dan Demi&lt;br /&gt;Allah, sekiranya aku bergeser, berusaha meninggalkan benteng pertahanan&lt;br /&gt;yang Rasulullah memerintahkan agar dijaga pastilah aku binasa sebelum aku&lt;br /&gt;menghentikan bacaan al-Qur´anku tadi'."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(SUMBER: 99 KISAH ORANG SHALIH, seperti yang dinukil dari Shifatush Shafwah&lt;br /&gt;1/773)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3322941581416136977-6316102442251281128?l=adehendraputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adehendraputra.blogspot.com/feeds/6316102442251281128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3322941581416136977&amp;postID=6316102442251281128' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/6316102442251281128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/6316102442251281128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adehendraputra.blogspot.com/2007/12/lelaki-anshar-dengan-tiga-anak-panah.html' title='LELAKI ANSHAR DENGAN TIGA ANAK PANAH'/><author><name>adehp</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17702273497948511434</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977.post-2325244741548565693</id><published>2007-12-25T15:27:00.000-08:00</published><updated>2007-12-25T15:30:11.127-08:00</updated><title type='text'>HARI-HARI PENANTIAN</title><content type='html'>HARI-HARI PENANTIAN    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : &lt;a href="http://eramuslim.com/" target="_blank" onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)"&gt;eramuslim.com&lt;/a&gt;          &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Mohon maaf atas salah2 kata sebelumnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang gadis, ada masa penantian yang acapkali menimbulkan suasana rawan, menanti jodoh. Padahal jodoh, maut dan rezeki adalah wewenang Allah semata. Tak ada sedikitpun hak manusia untuk mengklaim wewenang tersebut. Tapi, watak manusia terkadang lupa dengan janji Allah. Apalagi bila lingkungan sekitarnya terus menerus memburu'nya untuk menikah, sementara jodoh yang dinantikan tak kunjung tiba. Dalam keadaan demikian, kerap muncul bermacam efek yang dapat membahayakan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita akan dianggap dewasa bila ia telah mengalami menstruasi. Islam mencatat masa ini sebagai masa awal mukallafnya seorang wanita. Yang perlu diketahui, wanita sekarang menjadi akil baligh jauh lebih cepat dibanding masa dahulu. Dua puluh tahun yang lampau, wanita paling cepat mengalami menstruasi pada usia 15 tahun. Namun pada masa ini, tak jarang wanita mulai mens pada usia 11 tahun. Akibatnya, kedewasaan wanita terhadap masalah-masalah perkawinan akan meningkat secara cepat.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Keresahan mulai melanda tatkala usia sudah merangkak naik, tapi calon suami tak kunjung datang. Tanpa disadari, ada perilaku-perilaku yang mestinya tak layak dilakukan oleh seseorang yang sudah dianggap sebagai teladan dilingkungannya. Ada muslimah-muslimah yang menjadi sangat sensitif terhadap acara-acara walimah ataupun wacana-wacana seputar jodoh dan pernikahan. Ada juga yang bersikap seolah tak ingin segera menikah dengan berbagai alasan seperti karir, studi maupun ingin terlebih dulu membahagiakan orang tua. Padahal, hal itu cuma sebagai pelampiasan perasaan lelah menanti jodoh.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Sebaliknya, ada juga muslimah yang cenderung bersikap over acting. Terlebih bila sedang menghadiri acara-acara yang juga dihadiri lawan jenisnya. Ia akan melakukan berbagai hal agar "terlihat", berkomentar hal-hal yang nggak perlu yang gunanya cuma untuk menarik perhatian, atau aktif berselidik jika mendengar ada laki-laki (ikhwan) yang siap menikah. Seperti halnya wanita dimata laki-laki, kajian dengan tema "ikhwan" pun menjadi satu wacana favorit yang tak kunjung usai dibicarakan dalam komunitas muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data yang terlihat dibeberapa biro jodoh juga menambah daftar panjang fenomena yang menggambarkan betapa kaum Hawwa sangat dihantui masalah-masalah rawan yang membuat kita berpikir panjang dan harus segera dicarikan jalan keluarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang hal diatas, Al qur'an dengan apik mengisahkan ketidakberdayaan seorang wanita menghadapi masa penantian. "Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali ..." (QS. An Nahl:92).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan memang bukan fardhu. Tidak ada dosa atas seseorang yang tidak menikah selama ia memang tidak menentang sunnah Rasul ini. Jadi, sekarang atau nanti kita menikah, bukanlah problem utama. Yang terpenting adalah bagaimana mengisi masa-masa penantian ini dengan hal-hal yang positif ataupun aktifitas yang berkenaan dengan persiapan pra nikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan berawal dari hati. Kebersihan hati akan membuat seseorang tenang dalam melangkah. Istilah "perawan tua" tidak akan menggetarkan perjalanannya dan membuat dia berpaling dari jalan dakwah. Kalaupun tak berjodoh di dunia, bukankah Allah akan menggantikannya di akhirat kelak sesuai dengan tingkatan amalnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebersihan hati juga akan sangat menentukan sikap qona'ah (ikhlas menerima dan merasa cukup) terhadap pemberian Allah. Sehingga ia dengan senang hati menerima, jika sekiranya Allah memberinya jodoh seseorang yang secara fisik (selain agama) tidak sesuai harapannya, agar tidak kaget melihat standar kebahagiaan yang diluar bayangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua dan keluarga juga perlu dikondisikan, agar mereka tidak menyalahkan Islam. Banyak orang tua yang beranggapan bahwa jilbab adalah yang selama ini menjadi penghalang anaknya tidak mendapatkan pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, bersabar dan berdo'a nampaknya merupakan kunci mutlak untuk menstabilkan moral (akhlaq). Dengan kesabaran, ada pintu-pintu yang terbuka yang barangkali tak terlihat ketika kita sedang sempit dada. Dengan do'a, ada jalinan mesra dengan Sang Pemilik. Mungkin tidak saat itu juga do'a-do'a kita akan segera dikabulkan, tetapi bukankah do'a adalah ibadah? Jadi, semakin banyak do'a terucap, semakin banyak pula ibadah dilakukan.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Buat para muslimah yang baru saja menikmati keindahan meneguk bahtera rumah tangga, tampaknya ada sikap yang harus dilakukan untuk menjaga perasaan muslimah yang belum menikah. Istri-istri baru itu, biasanya senang "mengompori". Sebenarnya sikap ini sah-sah saja, agar tampak bukti bahwa menikah tanpa pacaran, menikah dalam rangka dakwah adalah "pengorbanan" yang menyejukkan. Tapi jika hanya sekedar memanasi tanpa solusi, sebaiknya sikap seperti itu ditahan. Apalagi jika si muslimah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu tidak siap dengan cerita-cerita seputar nikah itu, bisa jadi akan memedihkan perasaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, lain halnya dengan muslimah-muslimah yang 'bandel', yang dengan berbagai alasan kerap menolak untuk menikah meski seharusnya sudah siap. Baik tuntutan dakwah maupun tuntutan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah adalah ibadah. Tapi, ia bukan satu-satunya ibadah. Masih banyak alternatif ibadah yang bisa dilakukan. Alangkah naifnya bila kita malah banyak membuang waktu untuk memikirkan masalah pernikahan yang tak kunjung juga teralami. Masih banyak pekerjaan dan hal lain yang membutuhkan penyaluran potensi kita. Mumpung masih gadis, optimalkanlah potensi diri. Karena kelak, jika kesibukan menjadi istri dan ibu menghampiri kita, waktu untuk menuntut ilmu, menghapal ayat Qur'an dan hadits, bahkan untuk bertemu Allah di sepertiga malam, tentu saja akan berkurang. Nah, kenapa tidak kita optimalkan sejak sekarang?&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar" (QS 3:142)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Mata adalah penuntun, dan hati adalah pendorong dan penuntut. Mata memiliki kenikmatan pandangan dan hati memiliki kenikmatan pencapaian. Keduanya merupakan sekutu yang mesra dalam setiap tindakan dan amal perbuatan manusia, dan tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lain]&lt;br /&gt;  **YATHIE**&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3322941581416136977-2325244741548565693?l=adehendraputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adehendraputra.blogspot.com/feeds/2325244741548565693/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3322941581416136977&amp;postID=2325244741548565693' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/2325244741548565693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/2325244741548565693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adehendraputra.blogspot.com/2007/12/hari-hari-penantian.html' title='HARI-HARI PENANTIAN'/><author><name>adehp</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17702273497948511434</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977.post-6205262259585715652</id><published>2007-12-25T15:25:00.000-08:00</published><updated>2007-12-25T15:27:02.446-08:00</updated><title type='text'>Keutamaan Qiyamullail</title><content type='html'>Sunnah Nabawiyah&lt;br /&gt;16/11/2007 | 6/Dzulqaidah/1428 H | Hits: 1,093&lt;br /&gt;Keutamaan Qiyamullail&lt;br /&gt;Oleh: Tim &lt;a href="http://dakwatuna.com/" target="_blank" onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)"&gt;dakwatuna.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir r.a., ia barkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda,&lt;br /&gt;“Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang&lt;br /&gt;muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia&lt;br /&gt;dan akhirat, pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya); dan itu&lt;br /&gt;setiap malam.” (HR. Muslim dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qiyamullail adalah sarana berkomunikasi seorang hamba dengan Rabbnya.&lt;br /&gt;Sang hamba merasa lezat di kala munajat dengan Penciptanya. Ia berdoa,&lt;br /&gt;beristighfar, bertasbih, dan memuji Sang Pencipta. Dan Allah Yang Maha&lt;br /&gt;Pengasih lagi Maha Penyayang, sesuai dengan janjinya, akan mencintai&lt;br /&gt;hamba yang mendekat kepadanya. Kalau Allah swt. mencintai seorang hamba,&lt;br /&gt;maka Ia akan mempermudah semua aspek kehidupan hambaNya. Dan memberi&lt;br /&gt;berkah atas semua aktivitas sang hamba, baik aktivitas di bidang dakwah,&lt;br /&gt;pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, maupun politik. Sang hamba akan&lt;br /&gt;dekat dengan Rabbnya, diampuni dosanya, dihormati oleh sesama, dan&lt;br /&gt;menjadi penghuni surga yang disediakan untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim yang kontinu mengerjakan qiyamullail, pasti dicintai dan&lt;br /&gt;dekat dengan Allah swt. Karena itu, Rasulullah saw. menganjurkan kepada&lt;br /&gt;kita, “Lazimkan dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi&lt;br /&gt;orang-orang shalih sebelummu, mendekatkan diri kepada Allah, menghapus&lt;br /&gt;dosa, menolak penyakit, dan pencegah dari dosa.” (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda ingin mendapat kemuliaan di sisi Allah dan di mata manusia,&lt;br /&gt;amalkanlah qiyamullail secara kontinu. Dari Sahal bin Sa’ad r.a., ia&lt;br /&gt;berkata, “Malaikat Jibril a.s. datang kepada Nabi saw. lalu berkata,&lt;br /&gt;‘Wahai Muhamad, hiduplah sebebas-bebasnya, akhirnya pun kamu akan mati.&lt;br /&gt;Berbuatlah semaumu, pasti akan dapat balasan. Cintailah orang yang&lt;br /&gt;engkau mau, pasti kamu akan berpisah. Kemuliaan orang mukmin dapat&lt;br /&gt;diraih dengan melakukan shalat malam, dan harga dirinya dapat ditemukan&lt;br /&gt;dengan tidak minta tolong orang lain.’”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang shalat kala orang lain lelap tertidur, diganjar dengan masuk&lt;br /&gt;surga. Kabar ini sampai kepada kita dari hadits yang diriwayatkan oleh&lt;br /&gt;Imam Tirmidzi dari Abdullah bin Salam dari Nabi saw., beliau bersabda,&lt;br /&gt;“Wahai manusia, sebarkanlah salam, berikanlah makanan, dan shalat&lt;br /&gt;malamlah pada waktu orang-orang tidur, kalian akan masuk surga dengan&lt;br /&gt;selamat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang dai yang ingin berhasil dakwahnya, harus mennabur kasih sayang&lt;br /&gt;kepada seluruh lapisan masyarakat. Hal itu dapat digapai dengan wajah&lt;br /&gt;yang berseri-seri, mengucapkan salam, mengulurkan bantuan, silaturahim,&lt;br /&gt;dan pada malam hari memohon kepada Allah diawali dengan qiyamulail. Tapi&lt;br /&gt;sayang, yang melaksanakan qiyamulail secara kontinu sangat sedikit&lt;br /&gt;jumlahnya. Semoga kita termasuk kelompok yang sedikit ini dan berhak&lt;br /&gt;masuk surga tanpa dihisab. Rasululah saw. bersabda, “Seluruh manusia&lt;br /&gt;dikumpulkan di tanah lapang pada hari kiamat. Tiba-tiba ada panggilan&lt;br /&gt;dikumandangkan dimana orang yang meninggalkan tempat tidurnya, maka&lt;br /&gt;berdirilah mereka jumlahnya sangat sedikit, lalu masuk surga tanpa&lt;br /&gt;hisab. Baru kemudiaan seluruh manusia diperintah untuk diperiksa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiat Mudah Qiyamullail&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qiyamullail memerlukan kesungguhan dan kebulatan tekad. Jika ada tekad,&lt;br /&gt;akan sangat mudah merealisasikannya dengan izin Allah. Berikut ini&lt;br /&gt;kiat-kiat pendorong meninggalkan tempat tidur untuk bermunajat kepada&lt;br /&gt;Yang Maha Pengasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Programlah aktivitas Anda di hari yang malamnya Anda rencanakan untuk&lt;br /&gt;qiyamulail agar memungkinkan Anda tidak kelelahan. Sehingga tidak&lt;br /&gt;membuat Anda tidur terlalu lelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pahamilah bahwa Anda punya kebutuhan jasmani, aqli, dan ruhani, serta&lt;br /&gt;Anda wajib memenuhinya dengan seimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hindari maksiat. Sebab menurut pengalaman Sufyan Ats-Tsauri, “Aku&lt;br /&gt;sulit sekali melakukan qiyamullail selama 5 bulan disebabkan satu dosa&lt;br /&gt;yang aku lakukan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ketahuilah fadhilah (keutamaan) dan keistimewaan qiyamulail. Dengan&lt;br /&gt;begitu Anda termotivasi untuk melaksanakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tumbuhkan perasaan sangat ingin bermunajat dengan Allah yang Maha&lt;br /&gt;Pengasih lagi Maha Penyayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Makan malam jangan kekenyangan, berdoa untuk bisa bangun malam, dan&lt;br /&gt;jangan lupa pasang alarm sebelum tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Baik juga jika Anda janjian dengan beberapa teman untuk saling&lt;br /&gt;membangunkan dengan miscall melalui telepon atau handphone yang Anda&lt;br /&gt;miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Buat kesepakatan dengan istri dan anak-anak bahwa keluarga punya&lt;br /&gt;program qiyamullail bersama sekali atau dua malam dalam sepekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Berdoalah kepada Allah swt. untuk dipermudah dalam beribadah&lt;br /&gt;kepadaNya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3322941581416136977-6205262259585715652?l=adehendraputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adehendraputra.blogspot.com/feeds/6205262259585715652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3322941581416136977&amp;postID=6205262259585715652' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/6205262259585715652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/6205262259585715652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adehendraputra.blogspot.com/2007/12/keutamaan-qiyamullail.html' title='Keutamaan Qiyamullail'/><author><name>adehp</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17702273497948511434</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977.post-6264685402317228872</id><published>2007-12-25T15:14:00.000-08:00</published><updated>2007-12-25T15:23:48.697-08:00</updated><title type='text'>DEBAT ABU HANIFAH DENGAN ILMUWAN KAFIR</title><content type='html'>Pada Zaman Imam Abu Hanifah hiduplah seorang ilmuwan besar, atheis dari kalangan bangsa Romawi.&lt;br /&gt;Pada suatu hari, Ilmuwan Atheis tersebut berniat untuk mengadu kemampuan berfikir dan keluasan ilmu dengan ulama-ulama Islam. Dia hendak menjatuhkan ulama Islam dengan beradu argumentasi. Setelah melihat sudah banyak manusia yang berkumpul di dalam masjid, orang kafir itu naik ke atas mimbar. Dia menantang siapa saja yang mau berdebat dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan diantara shaf-shaf masjid bangunlah seorang laki-laki muda, dialah Abu Hanifah dan ketika sudah berada dekat di depan mimbar, dia berkata : "Inilah saya, hendak bertukar fikiran dengan tuan".&lt;br /&gt;Mata Abu Hanifah berusaha untuk menguasai suasana, namun dia tetap merendahkan diri karena usianya yang masih muda.&lt;br /&gt;Abu Hanifah berkata, "sekarang apa yang akan kita perdebatkan!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmuwan kafir itu heran akan keberanian Abu Hanifah, dia lalu memulai pertanyaannya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis : Pada tahun berapakah Tuhan-mu dilahirkan?&lt;br /&gt;Abu Hanifah : Allah berfirman "Dia (Allah) tidak dilahirkan dan tidak pula melahirkan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis : Masuk akalkah bila dikatakan bahwa Allah adalah yang pertama dan tidak ada sesuatu sebelum-Nya?, pada tahun berapa Dia ada?&lt;br /&gt;Abu Hanifah : Dia (Allah) ada sebelum adanya sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis : Kami mohon diberikan contoh yang lebih jelas dari kenyataan!&lt;br /&gt;Abu Hanifah : Tahukah tuan tentang perhitungan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis : Ya.&lt;br /&gt;Abu Hanifah : Angka berapa sebelum angka satu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis : Tidak ada angka (nol).&lt;br /&gt;Abu Hanifah : Kalau sebelum angka satu tidak ada angka lain yang mendahuluinya, kenapa tuan heran kalau sebelum Allah Yang Maha satu yang hakiki tidak ada yang mendahului-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis : Dimanakah Tuhan-mu berada sekarang?, sesuatu yang ada pasti ada tempatnya.&lt;br /&gt;Abu Hanifah : Tahukah tuan bagaimana bentuk susu?, apakah di dalam susu itu keju?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis : Ya, sudah tentu.&lt;br /&gt;Abu Hanifah : Tolong perlihatkan kepadaku di mana, di bagian mana tempatnya keju itu sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis : Tak ada tempat yang khusus. Keju itu menyeluruh meliputi dan bercampur dengan susu di seluruh bagian.&lt;br /&gt;Abu Hanifah : Kalau keju makhluk itu tidak ada tempat khusus dalam susu tersebut, apakah layak tuan meminta kepadaku untuk menetapkan tempat Allah Ta'ala?, Dia tidak bertempat dan tidak ditempatkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis :Tunjukkan kepada kami zat Tuhan-mu, apakah ia benda padat seperti besi, atau benda cair seperti air, atau menguap seperti gas?&lt;br /&gt;Abu Hanifah : Pernahkan tuan mendampingi orang sakit yang akan meninggal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis :Ya, pernah.&lt;br /&gt;Abu Hanifah : Sebelum ia meninggal, sebelumnya dia bisa berbicara dengan tuan dan menggerak-gerakan anggota tubuhnya. Lalu tiba-tiba diam tak bergerak, apa yang menimbulkan perubahan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis : Karena rohnya telah meninggalkan tubuhnya.&lt;br /&gt;Abu Hanifah : Apakah waktu keluarnya roh itu tuan masih ada disana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis : Ya, masih ada.&lt;br /&gt;Abu Hanifah: Ceritakanlah kepadaku, apakah rohnya itu benda padat seperti besi, atau cair seperti air atau menguap seperti gas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis : Entahlah, kami tidak tahu.&lt;br /&gt;Abu Hanifah : Kalau tuan tidak boleh mengetahui bagaimana zat maupun bentuk roh yang hanya sebuah makhluk, bagaimana tuan boleh memaksaku untuk mengutarakan zat Allah Ta'ala?!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis : Ke arah manakah Allah sekarang menghadapkan wajahnya? Sebab segala sesuatu pasti mempunyai arah?&lt;br /&gt;Abu Hanifah : Jika tuan menyalakan lampu di dalam gelap malam, ke arah manakah sinar lampu itu menghadap?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis : Sinarnya menghadap ke seluruh arah dan penjuru.&lt;br /&gt;Abu Hanifah : Kalau demikian halnya dengan lampu yang cuma buatan itu, bagaimana dengan Allah Ta'ala Pencipta langit dan bumi, sebab Dia nur cahaya langit dan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis : Kalau ada orang masuk ke syurga itu ada awalnya, kenapa tidak ada akhirnya? Kenapa di syurga kekal selamanya?&lt;br /&gt;Abu Hanifah : Perhitungan angka pun ada awalnya tetapi tidak ada akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis : Bagaimana kita boleh makan dan minum di syurga tanpa buang air kecil dan besar?&lt;br /&gt;Abu Hanifah : Tuan sudah mempraktekkanya ketika tuan ada di perut ibu tuan. Hidup dan makan minum selama sembilan bulan, akan tetapi tidak pernah buang air kecil dan besar disana. Baru kita melakukan dua hajat tersebut setelah keluar beberapa saat ke dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis : Bagaimana kebaikan syurga akan bertambah dan tidak akan habis-habisnya jika dinafkahkan?&lt;br /&gt;Abu Hanifah : Allah juga menciptakan sesuatu di dunia, yang bila dinafkahkan malah bertambah banyak, seperti ilmu. Semakin diberikan (disebarkan) ilmu kita semakin berkembang (bertambah) dan tidak berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya! kalau segala sesuatu sudah ditakdirkan sebelum diciptakan, apa yang sedang Allah kerjakan sekarang?" tanya Atheis.&lt;br /&gt;"Tuan menjawab pertanyaan-pertanyaan saya dari atas mimbar, sedangkan saya menjawabnya dari atas lantai. Maka untuk menjawab pertanyaan tuan, saya mohon tuan turun dari atas mimbar dan saya akan menjawabnya di tempat tuan", pinta Abu Hanifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmuwan kafir itu turun dari mimbarnya, dan Abu Hanifah naik di atas.&lt;br /&gt;"Baiklah, sekarang saya akan menjawab pertanyaan tuan. Tuan bertanya apa pekerjaan Allah sekarang?".&lt;br /&gt;Ilmuwan kafir mengangguk.&lt;br /&gt;"Ada pekerjaan-Nya yang dijelaskan dan ada pula yang tidak dijelaskan. Pekerjaan-Nya sekarang ialah bahwa apabila di atas mimbar sedang berdiri seorang kafir yang tidak hak seperti tuan, Dia akan menurunkannya seperti sekarang, sedangkan apabila ada seorang mukmin di lantai yang berhak, dengan segera itu pula Dia akan mengangkatnya ke atas mimbar, demikian pekerjaan Allah setiap waktu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para hadirin puas dengan jawapan yang diberikan oleh Abu Hanifah dan begitu pula dengan ilmuwan besar atheis tersebut dia mengakui kecerdikan dan keluasan ilmu yang dimiliki Abu Hanifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------&lt;div&gt;&lt;wbr&gt;----------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tugas agama ialah memelihara akal.&lt;br /&gt;Memelihara akal ialah dengan jalan menambah ilmu melatih diri berfikir &amp;amp; merenungkannya. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3322941581416136977-6264685402317228872?l=adehendraputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adehendraputra.blogspot.com/feeds/6264685402317228872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3322941581416136977&amp;postID=6264685402317228872' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/6264685402317228872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/6264685402317228872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adehendraputra.blogspot.com/2007/12/debat-abu-hanifah-dengan-ilmuwan-kafir.html' title='DEBAT ABU HANIFAH DENGAN ILMUWAN KAFIR'/><author><name>adehp</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17702273497948511434</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977.post-2740841428365372316</id><published>2007-12-25T15:12:00.000-08:00</published><updated>2007-12-25T15:14:08.232-08:00</updated><title type='text'>Akhirnya kutemukan juga ... cinta ...</title><content type='html'>Aku pernah mencari cinta ...&lt;br /&gt;Kucari di utara, timur, selatan dan barat&lt;br /&gt;tapi tak jua kutemukan&lt;br /&gt;Semakin keras ku mencari,&lt;br /&gt;semakin aku tak menemukannya ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kusangka cinta adalah suatu perasaan membara,&lt;br /&gt;tapi aku terbakar ...&lt;br /&gt;Kusangka cinta adalah kebahagiaan hingga langit ketujuh,&lt;br /&gt;tapi aku terjatuh ...&lt;br /&gt;Kusangka cinta adalah memiliki dan dimiliki,&lt;br /&gt;tapi aku terkekang ...&lt;br /&gt;Kusangka cinta adalah semu,&lt;br /&gt;dan aku kecewa ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya ...&lt;br /&gt;kutemukan sebuah perasaan hangat&lt;br /&gt;merayap menyelimuti seluruh jiwaku&lt;br /&gt;tumbuh dan berkembang dengan indahnya&lt;br /&gt;memelukku tapi tidak mengikatku&lt;br /&gt;menenangkan hatiku dan mencerahkan pikiranku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kutemukan juga ... cinta ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------&lt;div&gt;&lt;wbr&gt;----------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini ku awali dengan bismillah dan senyum bahagia.&lt;br /&gt;Alhamdulillah... Aku begitu bahagia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena hari ini adalah present = hadiah/anugerah/berkah dari yang Maha Mempunyai Kekuatan. Yang Maha Penyayang&lt;br /&gt;Jadi... hari ini adalah hadiah... ketika kamu buka matamu dari lelap tidurmu&lt;br /&gt;Hari yang baru menyambut dengan segudang hadiahnya...&lt;br /&gt;Nikmatilah setiap detik di hari ini... karena hari ini adalah berkah yang tidak ternilai harganya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktumu hari ini&lt;br /&gt;Bukan kemarin yang telah tutup buku&lt;br /&gt;Bukan pula esok yang belum tentu&lt;br /&gt;Detikmu detik ini juga&lt;br /&gt;So Todays is Yours, do it as your best&lt;br /&gt;Wise word inspired by La Tahzan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan... akhirnya hanya kata "Syukur Alhamdulillah...."  terima kasih Ya Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atas hadiah/anugerah/berkah-MU di setiap harinya sampai dengan detik ini....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berupa cinta kasih sayang-Mu kepada semua makhluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cinta Maha Agung yang Kau turunkan dari langit yang senantiasa memenuhi bumi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;juga loyalitas cinta Rasulullah kepada ummatnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang Rasulullah begitu mengkhawatirkan keadaan ummatnya di akhirat nanti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selalu ku ingat... detik-detik terakhir kehidupan Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di waktu sakratul mautnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat Izrail melakukan tugasnya, perlahan ruh Rasulullah ditarik, tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." berkata Rasulullah kepada malaikat Jibril.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, karena sakit yang tak tertahankan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah, dahsyat niat maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan kemudian badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka perkenankan aku mencintai-Mu semampuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan mencintai Rasul-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan mencintai keluargaku..&lt;br /&gt;dengan mencintai sahabat-sahabatku..&lt;br /&gt;dengan mencintai manusia dan alam semesta..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cinta bukan mengajar kita untuk lemah,&lt;br /&gt;tetapi membangkitkan kekuatan.&lt;br /&gt;cinta bukan mengajar kita menghinakan diri,&lt;br /&gt;tetapi menghembuskan kegagahan.&lt;br /&gt;cinta bukan melemahkan semangat,&lt;br /&gt;tetapi membangkitkan semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Hamka)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, mulai hari ini.... semangat !&lt;br /&gt;smile always......  ^_^&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3322941581416136977-2740841428365372316?l=adehendraputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adehendraputra.blogspot.com/feeds/2740841428365372316/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3322941581416136977&amp;postID=2740841428365372316' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/2740841428365372316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/2740841428365372316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adehendraputra.blogspot.com/2007/12/akhirnya-kutemukan-juga-cinta.html' title='Akhirnya kutemukan juga ... cinta ...'/><author><name>adehp</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17702273497948511434</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977.post-6225027513089485169</id><published>2007-12-25T14:54:00.000-08:00</published><updated>2007-12-25T15:12:30.767-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Siapa Membeli Syurga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk urusan uang dan harta benda, manusia cenderung lebih teliti dalam hal berhitung untung ruginya. Sebagai contoh, ketika Anda memiliki uang sejumlah Rp 10.000,  lalu Anda berikan kepada orang lain setengahnya, maka tentu jumlahnya tinggal Rp 5.000. Atau Anda memiliki sekarung beras, Anda sumbangkan setengahnya, tentu yang tersisa setengah karung lagi. Secara matematis, memang demikianlah perhitungannya. Namun perhitungannya akan sangat&lt;br /&gt;berbeda, ketika uang maupun beras itu Anda niatkan untuk bersedekah karena Allah&lt;br /&gt;I. Harta Anda bukannya berkurang, tapi justru telah dilipatgandakan menjadi 700 kali lipat. Anda mungkin belum percaya, tapi inilah di antara keajaiban sedekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGUNGKAP KEAJAIBAN SEDEKAH&lt;br /&gt;Dilipatgandakan hingga 700 Kali Lipat Allah Shubhaanahu wa Taala berfirman, artinya:&lt;br /&gt;"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan&lt;br /&gt;hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan&lt;br /&gt;tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Mahamengetahui." (QS. Al Baqarah: 261).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ab€ ¦û Mas'€ ¦ûd Al Ansh€ ¦âr€ ¦î Radhiyallahu Anhu berkata, "Ada seorang lelaki datang&lt;br /&gt;&lt;script&gt;!-- D(["mb","\u003cbr\&gt;\nSallam pun bersabda, &amp;quot;Kamu akan mendapatkan tujuh\u003cbr\&gt;\nratus unta semisal itu pada \u003cbr\&gt;\nhari kiamat, semuanya dicocok hidungnya.&amp;quot; (HR.\u003cbr\&gt;\nMuslim).\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nSedekah, Perdagangan yang Tak Pernah Rugi\u003cbr\&gt;\nMarilah bersama-sama kita cermati sabda Rasulullah r\u003cbr\&gt;\nberikut ini. Dari Abu \u003cbr\&gt;\nHurairah t, dia berkata, &amp;quot;Rasulullah Shallallahu\u003cbr\&gt;\nAlaihi wa Sallam bersabda,\u003cbr\&gt;\n&amp;quot;Barangsiapa bersedekah meskipun seharga kurma, namun\u003cbr\&gt;\ndari hasil yang baik&amp;#151;dan \u003cbr\&gt;\nAllah tidak akan menerima sesuatu kecuali yang\u003cbr\&gt;\nbaik&amp;#151;sesungguhnya Allah akan \u003cbr\&gt;\nmenerima sedekah kurma tersebut dengan Tangan\u003cbr\&gt;\nKanan-Nya. Kemudian Dia akan \u003cbr\&gt;\nmenggandakannya untuk orang yang bersedekah,\u003cbr\&gt;\nsebagaimana salah seorang di \u003cbr\&gt;\nantara kalian memelihara seekor anak kuda, sehingga\u003cbr\&gt;\nsedekah tersebut menjadi \u003cbr\&gt;\nsebesar gunung.&amp;quot; (HR. Bukh€ ¦âr€ ¦î).  \u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nMengapa diumpamakan dengan harga kurma? Agar tidak ada\u003cbr\&gt;\nseorang pun yang \u003cbr\&gt;\nberalasan, &amp;quot;Aku tidak memiliki apa pun yang bisa\u003cbr\&gt;\ndisedekahkan.&amp;quot; Atau berdalih, \u003cbr\&gt;\n&amp;quot;Aku hanya punya sedikit harta. Untuk menghidupi diri\u003cbr\&gt;\ndan keluarga saja tidak \u003cbr\&gt;\ncukup. Bagaimana mau bersedekah?&amp;quot;\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nDalam hadits di atas pula, mengapa Nabi Shallallahu\u003cbr\&gt;\nAlaihi wa Sallam mengaitkan \u003cbr\&gt;\npelipatgandaan satu dirham sedekah dengan\u003cbr\&gt;\npengembangbiakan anak kuda? Sebagian \u003cbr\&gt;\nulama menjelaskan, &amp;quot;Karena pengembangbiakan kuda\u003cbr\&gt;\nmembutuhkan perhatian khusus. \u003cbr\&gt;\nSi pemilik kuda sampai rela menghabiskan waktunya demi\u003cbr\&gt;\npemeliharaan hewan \u003cbr\&gt;\ntersebut, dan setiap hari ia akan selalu mencermati\u003cbr\&gt;\nperkembangan hewan \u003cbr\&gt;\npiaraannya itu.&amp;quot;\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nPernahkan Anda memperhatikan bagaimana pertumbuhan\u003cbr\&gt;\nseorang anak dalam perawatan \u003cbr\&gt;\nibunya? Setiap hari, anaknya tumbuh makin besar di\u003cbr\&gt;\ndepan matanya. \u003cbr\&gt;\nDemikianlah&amp;#151;dan bagi Allah permisalan yang Maha\u003cbr\&gt;\ntinggi&amp;#151;Allah juga memelihara \u003cbr\&gt;\ndan mengembangkan sedekah yang Anda berikan.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nPada hari kiamat kelak, Anda akan menghadap Allah, dan",1] );  //--&gt;&lt;/script&gt; kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dengan menuntun seekor unta yang dicocok hidungnya. Kemudian ia berkata, "Unta ini saya pergunakan untuk berperang di jalan Allah, wahai Rasulullah." Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pun bersabda, "Kamu akan mendapatkan tujuh ratus unta semisal itu pada hari kiamat, semuanya dicocok hidungnya." (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedekah, Perdagangan yang Tak Pernah Rugi Marilah bersama-sama kita cermati sabda Rasulullah r berikut ini. Dari Abu Hurairah t, dia berkata, "Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Barangsiapa bersedekah meskipun seharga kurma, namun dari hasil yang baik&amp;#151;dan  Allah tidak akan menerima sesuatu kecuali yang baik&amp;#151;sesungguhnya Allah akan menerima sedekah kurma tersebut dengan Tangan Kanan-Nya. Kemudian Dia akan&lt;br /&gt;menggandakannya untuk orang yang bersedekah, sebagaimana salah seorang di antara kalian memelihara seekor anak kuda, sehingga sedekah tersebut menjadi sebesar gunung." (HR. Bukh€ ¦âr€ ¦î). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa diumpamakan dengan harga kurma? Agar tidak ada seorang pun yang beralasan, "Aku tidak memiliki apa pun yang bisa disedekahkan." Atau berdalih, "Aku hanya punya sedikit harta. Untuk menghidupi diri dan keluarga saja tidak cukup. Bagaimana mau bersedekah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits di atas pula, mengapa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam mengaitkan pelipatgandaan satu dirham sedekah dengan pengembangbiakan anak kuda? Sebagian&lt;br /&gt;ulama menjelaskan, "Karena pengembangbiakan kuda membutuhkan perhatian khusus.&lt;br /&gt;Si pemilik kuda sampai rela menghabiskan waktunya demi pemeliharaan hewan tersebut, dan setiap hari ia akan selalu mencermati perkembangan hewan piaraannya itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkan Anda memperhatikan bagaimana pertumbuhan seorang anak dalam perawatan&lt;br /&gt;ibunya? Setiap hari, anaknya tumbuh makin besar di depan matanya. Demikianlah&amp;#151;dan bagi Allah permisalan yang Maha tinggi&amp;#151;Allah juga memelihara dan mengembangkan sedekah yang Anda berikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script&gt; D(["mb","\u003cbr\&gt;\nmendapati apa yang Anda \u003cbr\&gt;\nsedekahkan telah dikembangkan oleh Allah. Ketika\u003cbr\&gt;\nmendapati harta yang Anda \u003cbr\&gt;\nsedekahkan menjadi berlimpah ruah, Anda akan terkejut\u003cbr\&gt;\ndan&amp;#151;barangkali&amp;#151;akan \u003cbr\&gt;\nberkata, &amp;quot;Ya Rabbi, apakah Engkau mengajakku bercanda?\u003cbr\&gt;\nBenarkah harta yang aku \u003cbr\&gt;\nsedekahkan di dunia menjadi berlimpah sebanyak ini?&amp;quot;\u003cbr\&gt;\nYa, Allahlah yang mengembangkannya untuk Anda! \u003cbr\&gt;\nBayangkan, ketika Anda \u003cbr\&gt;\nmenyedekahkan sesuatu lalu Anda lupa dengan sedekah\u003cbr\&gt;\nAnda tersebut, kemudian \u003cbr\&gt;\nAnda meninggal dalam keadaan tidak mengetahui bahwa\u003cbr\&gt;\nAllah mengembangkan sedekah \u003cbr\&gt;\ntersebut untuk Anda, yaitu sejak Anda mengeluarkannya\u003cbr\&gt;\nhingga hari kiamat.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nLalu datanglah hari kiamat. Ketika itu Anda mendapati\u003cbr\&gt;\napa yang Anda sedekahkan \u003cbr\&gt;\ntelah menjelma menjadi sesuatu yang berlimpah ruah dan\u003cbr\&gt;\nmenggunung. Allah telah \u003cbr\&gt;\nmelipatgandakan sedekah tersebut untuk Anda.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nAkan tetapi, hal yang penting yang harus diperhatikan\u003cbr\&gt;\ndalam berinfak adalah \u003cbr\&gt;\n&amp;#39;harus berasal dari harta yang halal&amp;#39;. Sebab Allah\u003cbr\&gt;\nakan menerimanya dengan \u003cbr\&gt;\nTangan Kanan-Nya. Oleh karena itu, setiap kali\u003cbr\&gt;\n&amp;#39;Aisyah&amp;#151;radhiyall€ ¦âhu &amp;#39;anh€ ¦â&amp;#151;ingin \u003cbr\&gt;\nbersedekah, ia mengambil dirham yang dimilikinya,\u003cbr\&gt;\nkemudian ia celupkan ke dalam \u003cbr\&gt;\nwewangian sebelum ia berikan kepada orang fakir. Ia\u003cbr\&gt;\ntidak pernah sekalipun \u003cbr\&gt;\nmemilih hartanya yang terjelek untuk disedekahkan.\u003cbr\&gt;\nKetika ditanya alasannya, ia \u003cbr\&gt;\nmenjelaskan, &amp;quot;Sesungguhnya sedekah itu lebih dahulu\u003cbr\&gt;\nsampai pada kedua tangan \u003cbr\&gt;\nAllah sebelum sampai pada kedua tangan si fakir.&amp;quot;\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nHINDARI NERAKA DENGAN SEDEKAH\u003cbr\&gt;\nRasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,\u003cbr\&gt;\n&amp;quot;Jauhilah api neraka walaupun \u003cbr\&gt;\nhanya dengan sepotong kurma.&amp;quot;     (HR. Bukhari dan\u003cbr\&gt;\nMuslim)\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nLihatlah keagungan berinfak! Separuh buah kurma dapat\u003cbr\&gt;\nmenyelamatkan Anda dari \u003cbr\&gt;\napi neraka. Sampai-sampai, seandainya Anda tidak\u003cbr\&gt;\nmemiliki apa pun kecuali hanya \u003cbr\&gt;\nsebutir kurma yang Anda harus membelahnya menjadi dua,",1] );  //--&gt;&lt;/script&gt; Pada hari kiamat kelak, Anda akan menghadap Allah, dan mendapati apa yang Anda&lt;br /&gt;sedekahkan telah dikembangkan oleh Allah. Ketika mendapati harta yang Anda&lt;br /&gt;sedekahkan menjadi berlimpah ruah, Anda akan terkejut dan&amp;#151;barangkali&amp;#151;akan&lt;br /&gt;berkata, "Ya Rabbi, apakah Engkau mengajakku bercanda? Benarkah harta yang aku&lt;br /&gt;sedekahkan di dunia menjadi berlimpah sebanyak ini?" Ya, Allahlah yang mengembangkannya untuk Anda!  Bayangkan, ketika Anda menyedekahkan sesuatu lalu Anda lupa dengan sedekah&lt;br /&gt;Anda tersebut, kemudian Anda meninggal dalam keadaan tidak mengetahui bahwa Allah mengembangkan sedekah tersebut untuk Anda, yaitu sejak Anda mengeluarkannya hingga hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu datanglah hari kiamat. Ketika itu Anda mendapati apa yang Anda sedekahkan telah menjelma menjadi sesuatu yang berlimpah ruah dan menggunung. Allah telah melipatgandakan sedekah tersebut untuk Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, hal yang penting yang harus diperhatikan dalam berinfak adalah  'harus berasal dari harta yang halal'. Sebab Allah akan menerimanya dengan Tangan Kanan-Nya. Oleh karena itu, setiap kali 'Aisyah&amp;#151;radhiyall€ ¦âhu 'anh€ ¦â&amp;#151;ingin bersedekah, ia mengambil dirham yang dimilikinya, kemudian ia celupkan ke dalam wewangian sebelum ia berikan kepada orang fakir. Ia tidak pernah sekalipun memilih hartanya yang terjelek untuk disedekahkan.&lt;br /&gt;Ketika ditanya alasannya, ia  menjelaskan, "Sesungguhnya sedekah itu lebih dahulu sampai pada kedua tangan Allah sebelum sampai pada kedua tangan si fakir."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HINDARI NERAKA DENGAN SEDEKAH&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Jauhilah api neraka walaupun hanya dengan sepotong kurma."     (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah keagungan berinfak! Separuh buah kurma dapat menyelamatkan Anda dari&lt;br /&gt;api neraka. Sampai-sampai, seandainya Anda tidak memiliki apa pun kecuali hanya&lt;br /&gt;&lt;script&gt;- D(["mb","\u003cbr\&gt;\nAnda makan setengahnya \u003cbr\&gt;\ndan setengah lagi Anda infakkan kepada fakir miskin.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nJika demikian, apa lagi yang kita tunggu? Marilah kita\u003cbr\&gt;\nberinfak! Sedekahkanlah \u003cbr\&gt;\nbarang yang paling Anda sukai. Anda Subhaanahu wa\u003cbr\&gt;\nTaala berfirman, artinya: \u003cbr\&gt;\n&amp;quot;Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang\u003cbr\&gt;\nsempurna), sebelum kamu \u003cbr\&gt;\nmenafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa\u003cbr\&gt;\nsaja yang kamu nafkahkan \u003cbr\&gt;\nmaka sesungguhnya Allah mengetahuinya.&amp;quot; (QS. Ali\u003cbr\&gt;\n&amp;#39;Imr€ ¦ân: 92).\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nSedekah dapat meredakan kemurkaan Allah Subhaanahu wa\u003cbr\&gt;\nTaala, sebagaimana air \u003cbr\&gt;\nyang dapat memadamkan api. Rasulullah Shallallahu\u003cbr\&gt;\nAlaihi wa Sallam bersabda, \u003cbr\&gt;\n&amp;quot;Buatlah dinding antara dirimu dan api neraka walaupun\u003cbr\&gt;\nhanya dengan sebutir \u003cbr\&gt;\nkurma.&amp;quot;    (HR. Ath-Thabr€ ¦ân€ ¦î, ).\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nMISKIN, BUKAN ALASAN TIDAK BERINFAK\u003cbr\&gt;\nInilah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam yang\u003cbr\&gt;\ntelah mengajarkan kepada \u003cbr\&gt;\npara sahabatnya tentang kebesaran dan kemuliaan\u003cbr\&gt;\nberinfak dan bersedekah. Dalam \u003cbr\&gt;\nsebuah riwayat, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa\u003cbr\&gt;\nSallam bersabda kepada Bilal, \u003cbr\&gt;\npadahal ia adalah seorang fakir lagi lemah, &amp;quot;Wahai\u003cbr\&gt;\nBilal, berinfaklah! Jangan \u003cbr\&gt;\ntakut kekurangan dari Zat yang mempunyai langit.&amp;quot;\u003cbr\&gt;\n(Shah€ ¦îh al J€ ¦âm€ ¦î&amp;#39;).\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nKalau kepada orang yang miskin dan lemah saja, Nabi\u003cbr\&gt;\nShallallahu Alaihi wa \u003cbr\&gt;\nSallam  menganjurkan seperti itu, lalu apa kira-kira\u003cbr\&gt;\nyang akan beliau sabdakan \u003cbr\&gt;\nkepada orang-orang yang kaya?\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nPada peristiwa perang Tabuk, Rasulullah Shallallahu\u003cbr\&gt;\nAlaihi wa Sallam  membuka \u003cbr\&gt;\nkesempatan kepada para sahabatnya untuk bersedekah\u003cbr\&gt;\nsebagai bekal pasukan \u003cbr\&gt;\nperang. Maka berinfaklah para sahabat, kaya maupun\u003cbr\&gt;\nmiskin. Abu Bakar \u003cbr\&gt;\nmenginfakkan seluruh hartanya. Umar bin Khattab\u003cbr\&gt;\nmenginfakkan setengah hartanya. \u003cbr\&gt;\nUtsman bin Affan menginfakkan 100 kuda dan 300 unta\u003cbr\&gt;\nlengkap dengan pelananya \u003cbr\&gt;\n(dalam riwayat lain disebutkan 900 unta dan 100 kuda).\u003cbr\&gt;\nKaum wanita pun tak ",1] );  //--&gt;&lt;/script&gt; sebutir kurma yang Anda harus membelahnya menjadi dua, Anda makan setengahnya&lt;br /&gt;dan setengah lagi Anda infakkan kepada fakir miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian, apa lagi yang kita tunggu? Marilah kita berinfak! Sedekahkanlah barang yang paling Anda sukai. Anda Subhaanahu wa Taala berfirman, artinya: "Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya." (QS. Ali 'Imr€ ¦ân: 92).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedekah dapat meredakan kemurkaan Allah Subhaanahu wa Taala, sebagaimana air&lt;br /&gt;yang dapat memadamkan api. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,&lt;br /&gt;"Buatlah dinding antara dirimu dan api neraka walaupun hanya dengan sebutir&lt;br /&gt;kurma."    (HR. Ath-Thabr€ ¦ân€ ¦î, ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MISKIN, BUKAN ALASAN TIDAK BERINFAK&lt;br /&gt;Inilah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam yang telah mengajarkan kepada&lt;br /&gt;para sahabatnya tentang kebesaran dan kemuliaan berinfak dan bersedekah. Dalam&lt;br /&gt;sebuah riwayat, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepada Bilal,&lt;br /&gt;padahal ia adalah seorang fakir lagi lemah, "Wahai Bilal, berinfaklah! Jangan&lt;br /&gt;takut kekurangan dari Zat yang mempunyai langit." (Shah€ ¦îh al J€ ¦âm€ ¦î').&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kepada orang yang miskin dan lemah saja, Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam  menganjurkan seperti itu, lalu apa kira-kira yang akan beliau sabdakan kepada orang-orang yang kaya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada peristiwa perang Tabuk, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam  membuka&lt;br /&gt;kesempatan kepada para sahabatnya untuk bersedekah sebagai bekal pasukan&lt;br /&gt;&lt;script&gt;- D(["mb","\u003cbr\&gt;\nketinggalan menginfakkan perhiasan-perhiasan mereka. \u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nNamun ada pula para sahabat yang karena kemiskinan\u003cbr\&gt;\nmereka hanya mampu \u003cbr\&gt;\nmenginfakkan 60  gantang sampai 120 gantang kurma.\u003cbr\&gt;\nKurma yang sedikit untuk \u003cbr\&gt;\nmembekali pasukan yang berjumlah besar? Benar, ia\u003cbr\&gt;\nsedikit. Akan tetapi, yang \u003cbr\&gt;\nmereka infakkan adalah seluruh dari apa yang mereka\u003cbr\&gt;\npunyai. Mereka ingin \u003cbr\&gt;\nmemberikan makan kepada tentara berhari-hari. Bagi\u003cbr\&gt;\nsebagian orang, mungkin \u003cbr\&gt;\ninfak mereka tersebut tidak berarti. Akan tetapi bagi\u003cbr\&gt;\nmereka, infak tersebut \u003cbr\&gt;\nbanyak. Begitu juga di sisi Allah. Infak tersebut\u003cbr\&gt;\nbanyak, dan sangat banyak. \u003cbr\&gt;\nNamun kaum munafikin mengolok-ngolok pemberian infak\u003cbr\&gt;\nyang sedikit ini. Allah \u003cbr\&gt;\nSubhaanahu wa Taala pun menurunkan sebuah ayat sebagai\u003cbr\&gt;\npembelaan terhadap \u003cbr\&gt;\norang-orang miskin yang gemar berinfak tersebut;\u003cbr\&gt;\n &amp;quot;(Orang-orang munafik itu) yaitu orang-orang yang\u003cbr\&gt;\nmencela orang-orang mukmin \u003cbr\&gt;\nyang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela)\u003cbr\&gt;\norang-orang yang tidak \u003cbr\&gt;\nmemperoleh (untuk disedekahkan) selain sekadar\u003cbr\&gt;\nkesanggupannya, maka orang-orang \u003cbr\&gt;\nmunafik itu menghina mereka. Allah akan membalas\u003cbr\&gt;\npenghinaan mereka itu, dan \u003cbr\&gt;\nuntuk mereka azab yang pedih.&amp;quot; (QS. At-Taubah: 79).\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nAda pula sekelompok sahabat yang fakir yang hanya\u003cbr\&gt;\ndapat menangis karena \u003cbr\&gt;\nkehilangan kesempatan berjihad dengan jiwa dan harta\u003cbr\&gt;\nmereka. Tak ada sarana \u003cbr\&gt;\nuntuk mengikutkan dan memberangkatkan mereka bersama\u003cbr\&gt;\npasukan.  Allah pun \u003cbr\&gt;\nmenurunkan ayat untuk mereka, &amp;quot;Dan tiada (pula dosa)\u003cbr\&gt;\natas orang-orang yang \u003cbr\&gt;\napabila mereka datang kepadamu supaya kamu memberi\u003cbr\&gt;\nmereka kendaraan, lalu kamu \u003cbr\&gt;\nberkata, &amp;quot;Aku tidak memperoleh kendaraan untuk\u003cbr\&gt;\nmembawamu&amp;quot;. Lalu mereka kembali, \u003cbr\&gt;\nsedangkan mata mereka bercucuran air mata karena\u003cbr\&gt;\nkesedihan, lantaran mereka \u003cbr\&gt;\ntidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan.&amp;quot; (QS.\u003cbr\&gt;\nAt-Taubah: 92).\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nCermatilah, wahai hamba Allah yang dianugerahi\u003cbr\&gt;\nlimpahan harta! Ada sahabat yang ",1] );  //--&gt;&lt;/script&gt; perang. Maka berinfaklah para sahabat, kaya maupun miskin. Abu Bakar  menginfakkan seluruh hartanya. Umar bin Khattab menginfakkan setengah hartanya.  Utsman bin Affan menginfakkan 100 kuda dan 300 unta lengkap dengan pelananya (dalam riwayat lain disebutkan 900 unta dan 100 kuda). Kaum wanita pun tak ketinggalan menginfakkan perhiasan-perhiasan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada pula para sahabat yang karena kemiskinan mereka hanya mampu&lt;br /&gt;menginfakkan 60  gantang sampai 120 gantang kurma.Kurma yang sedikit untuk&lt;br /&gt;membekali pasukan yang berjumlah besar? Benar, ia sedikit. Akan tetapi, yang&lt;br /&gt;mereka infakkan adalah seluruh dari apa yang mereka punyai. Mereka ingin&lt;br /&gt;memberikan makan kepada tentara berhari-hari. Bagi sebagian orang, mungkin&lt;br /&gt;infak mereka tersebut tidak berarti. Akan tetapi bagi mereka, infak tersebut&lt;br /&gt;banyak. Begitu juga di sisi Allah. Infak tersebut banyak, dan sangat banyak.&lt;br /&gt;Namun kaum munafikin mengolok-ngolok pemberian infak yang sedikit ini. Allah&lt;br /&gt;Subhaanahu wa Taala pun menurunkan sebuah ayat sebagai pembelaan terhadap&lt;br /&gt;orang-orang miskin yang gemar berinfak tersebut; "(Orang-orang munafik itu) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin  yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekadar&lt;br /&gt;kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas&lt;br /&gt;penghinaan mereka itu, dan  untuk mereka azab yang pedih." (QS. At-Taubah: 79).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula sekelompok sahabat yang fakir yang hanya dapat menangis karena&lt;br /&gt;kehilangan kesempatan berjihad dengan jiwa dan harta mereka. Tak ada sarana&lt;br /&gt;untuk mengikutkan dan memberangkatkan mereka bersama pasukan.  Allah pun&lt;br /&gt;menurunkan ayat untuk mereka, "Dan tiada (pula dosa) atas orang-orang yang&lt;br /&gt;apabila mereka datang kepadamu supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu&lt;br /&gt;berkata, "Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu". Lalu mereka kembali,&lt;br /&gt;sedangkan mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka&lt;br /&gt;tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan." (QS. At-Taubah: 92).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cermatilah, wahai hamba Allah yang dianugerahi limpahan harta! Ada sahabat yang &lt;script&gt;&lt;!-- D(["mb","\u003cbr\&gt;\nbercucuran air mata karena tak punya harta benda untuk\u003cbr\&gt;\ndiinfakkan di jalan \u003cbr\&gt;\nAllah. Bandingkan dengan kebanyakan orang berada di\u003cbr\&gt;\nzaman sekarang ini. Mereka \u003cbr\&gt;\npun menangis, tapi karena takut kehilangan harta\u003cbr\&gt;\nmereka.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nSI BAKHIL YANG MERUGI \u003cbr\&gt;\n Allah Subhaanahu wa Taala berfirman, artinya: &amp;quot;Dan\u003cbr\&gt;\norang-orang yang menyimpan \u003cbr\&gt;\nemas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan\u003cbr\&gt;\nAllah, Maka beritahukanlah \u003cbr\&gt;\nkepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang\u003cbr\&gt;\npedih.&amp;quot; (QS. At-Taubah: \u003cbr\&gt;\n34).\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nRasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam  bersabda,\u003cbr\&gt;\n&amp;quot;Tidaklah ada satu hari, di \u003cbr\&gt;\nmana para hamba dapat berpagi-pagi di dalamnya kecuali\u003cbr\&gt;\nakan turun dua malaikat \u003cbr\&gt;\n(ke muka bumi). Salah seorang di antara keduanya\u003cbr\&gt;\nberkata, &amp;quot;Ya Allah, berikanlah \u003cbr\&gt;\nganti kepada orang yang bersedekah.&amp;quot; Sedangkan yang\u003cbr\&gt;\nsatu lagi berkata, &amp;quot;Ya \u003cbr\&gt;\nAllah, musnahkanlah harta orang yang menahan hartanya\u003cbr\&gt;\ntak mau bersedekah.&amp;quot; (HR. \u003cbr\&gt;\nBukh€ ¦âr€ ¦î).\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nCermatilah hadits di atas! Malaikat pertama memohon\u003cbr\&gt;\nkepada Rabbnya dengan \u003cbr\&gt;\nberkata, &amp;quot;Ya Allah, siapa saja yang menyedekahkan\u003cbr\&gt;\nhartanya, gantilah sedekahnya \u003cbr\&gt;\ndengan sesuatu yang lebih baik.&amp;quot; Sedangkan malaikat\u003cbr\&gt;\nlainnya menyeru kepada \u003cbr\&gt;\nRabbnya, &amp;quot;Ya Allah, siapa saja yang pelit terhadap\u003cbr\&gt;\nhartanya dan tidak mau \u003cbr\&gt;\nbersedekah, musnahkanlah hartanya.&amp;quot;\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nBayangkanlah, seandainya harta Anda melimpah! Jika\u003cbr\&gt;\nAnda kikir kepada Allah \u003cbr\&gt;\ndengan harta Anda, pada hakikatnya Anda tidaklah\u003cbr\&gt;\nberbuat kikir kepada Allah, \u003cbr\&gt;\nakan tetapi&amp;#133;\u003cbr\&gt;\n&amp;quot;&amp;#133;Dan siapa saja yang kikir, sesungguhnya ia\u003cbr\&gt;\nhanyalah kikir terhadap dirinya \u003cbr\&gt;\nsendiri. Dan Allahlah Yang Mahakaya sedangkan kamulah\u003cbr\&gt;\norang-orang yang \u003cbr\&gt;\nmembutuhkan-Nya.&amp;quot; (QS. Muhammad: 38). Rasulullah\u003cbr\&gt;\nShallallahu Alaihi wa Sallam \u003cbr\&gt;\nbersabda, &amp;quot;Berinfaklah dan janganlah kamu\u003cbr\&gt;\nmenghitung-hitung hartamu, karena \u003cbr\&gt;\nAllah juga akan menghitung-hitung rezeki-Nya untukmu.",1] );  //--&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;bercucuran air mata karena tak punya harta benda untuk diinfakkan di jalan&lt;br /&gt;Allah. Bandingkan dengan kebanyakan orang berada di zaman sekarang ini. Mereka&lt;br /&gt;pun menangis, tapi karena takut kehilangan harta mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SI BAKHIL YANG MERUGI&lt;br /&gt; Allah Subhaanahu wa Taala berfirman, artinya: "Dan orang-orang yang menyimpan&lt;br /&gt;emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, Maka beritahukanlah&lt;br /&gt;kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih." (QS. At-Taubah:&lt;br /&gt;34).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam  bersabda, "Tidaklah ada satu hari, di&lt;br /&gt;mana para hamba dapat berpagi-pagi di dalamnya kecuali akan turun dua malaikat&lt;br /&gt;(ke muka bumi). Salah seorang di antara keduanya berkata, "Ya Allah, berikanlah&lt;br /&gt;ganti kepada orang yang bersedekah." Sedangkan yang satu lagi berkata, "Ya  Allah, musnahkanlah harta orang yang menahan hartanya tak mau bersedekah." (HR. Bukh€ ¦âr€ ¦î).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cermatilah hadits di atas! Malaikat pertama memohon kepada Rabbnya dengan&lt;br /&gt;berkata, "Ya Allah, siapa saja yang menyedekahkan hartanya, gantilah sedekahnya&lt;br /&gt;dengan sesuatu yang lebih baik." Sedangkan malaikat lainnya menyeru kepada&lt;br /&gt;Rabbnya, "Ya Allah, siapa saja yang pelit terhadap hartanya dan tidak mau bersedekah, musnahkanlah hartanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkanlah, seandainya harta Anda melimpah! Jika Anda kikir kepada Allah&lt;br /&gt;dengan harta Anda, pada hakikatnya Anda tidaklah berbuat kikir kepada Allah,&lt;br /&gt;akan tetapi&amp;#133; "&amp;#133;Dan siapa saja yang kikir, sesungguhnya ia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allahlah Yang Mahakaya sedangkan kamulah orang-orang yang&lt;br /&gt;membutuhkan-Nya." (QS. Muhammad: 38). Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam&lt;br /&gt;bersabda, "Berinfaklah dan janganlah kamu menghitung-hitung hartamu, karena&lt;br /&gt;&lt;script&gt; D(["mb","\u003cbr\&gt;\nDan janganlah engkau \u003cbr\&gt;\nbakhil dengan hartamu, karena Allah juga akan bakhil\u003cbr\&gt;\nkepadamu.&amp;quot; (HR. Bukh€ ¦âr€ ¦î).\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nSesuatu yang sangat mungkin terjadi adalah, pada suatu\u003cbr\&gt;\nhari, Anda atau anak \u003cbr\&gt;\nAnda akan tertimpa musibah. Atau, Anda akan kehilangan\u003cbr\&gt;\nsesuatu yang Anda \u003cbr\&gt;\nmiliki. Oleh karena itu, sedekahkanlah harta Anda pada\u003cbr\&gt;\njalan yang benar, dan \u003cbr\&gt;\nAllah yang akan melipatgandakannya. Wall€ ¦âhu\u003cbr\&gt;\nwaliyyuttauf€ ¦îq \u003cbr\&gt;\nSumber: Siapa Membeli Surga? Karya DR. Raghib\u003cbr\&gt;\nAs-Sirjani dan Amru Khalid.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n\u003d\u003d\u003d\u003cbr\&gt;\nSaat ini ada kelompok yang ingin menghapus hukuman mati bagi pembunuh sadis. Padahal hukuman mati (qishash) diwajibkan dalam Islam.\u003cbr\&gt;\nHai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash (hukum mati) berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh..[Al Baqarah:178] \u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nBagi yang ingin menegakkan ajaran Islam (hukum Qishash) luangkan 1 menit waktu anda untuk mengklik:\u003cbr\&gt;\n\u003ca href\u003d\"http://www.petitiononline.com/promati\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\&gt;http://www.petitiononline.com\u003cWBR\&gt;/promati\u003c/a\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nDan klik tombol &amp;quot;Sign the Pro dan Setuju Hukuman Mati&amp;quot;\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n______________________________\u003cWBR\&gt;____________________________\u003cbr\&gt;\nBe a better pen pal. \u003cbr\&gt;\nText or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.  \u003ca href\u003d\"http://overview.mail.yahoo.com/\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\&gt;http://overview.mail.yahoo.com/\u003c/a\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n          \u003c/div\&gt; \n    \u003cdiv\&gt;\n      \u003cdiv\&gt;\n        \u003ca href\u003d\"#1167c695fbd96555_toc\"\&gt;\n          Back to top        \u003c/a\&gt;\n      \u003c/div\&gt;                         \u003ca href\u003d\"mailto:nizaminz@yahoo.com?Subject\u003dRe%3ASiapa%20Membeli%20Syurga%3F\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\&gt;\n            Reply to \u003cspan\&gt;sender\u003c/span\&gt;\n          \u003c/a\&gt; |\n          \u003ca href\u003d\"mailto:sabili@yahoogroups.com?Subject\u003d+Re%3ASiapa%20Membeli%20Syurga%3F\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\&gt;\n            Reply to ",1] );  //--&gt;&lt;/script&gt; Allah juga akan menghitung-hitung rezeki-Nya untukmu.  Dan janganlah engkau&lt;br /&gt;bakhil dengan hartamu, karena Allah juga akan bakhil kepadamu." (HR. Bukh€ ¦âr€ ¦î).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu yang sangat mungkin terjadi adalah, pada suatu hari, Anda atau anak&lt;br /&gt;Anda akan tertimpa musibah. Atau, Anda akan kehilangan sesuatu yang Anda&lt;br /&gt;miliki. Oleh karena itu, sedekahkanlah harta Anda pada jalan yang benar, dan&lt;br /&gt;Allah yang akan melipatgandakannya. Wall€ ¦âhu waliyyuttauf€ ¦îq &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Siapa Membeli Surga? Karya DR. Raghib As-Sirjani dan Amru Khalid.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3322941581416136977-6225027513089485169?l=adehendraputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adehendraputra.blogspot.com/feeds/6225027513089485169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3322941581416136977&amp;postID=6225027513089485169' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/6225027513089485169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/6225027513089485169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adehendraputra.blogspot.com/2007/12/siapa-membeli-syurga-untuk-urusan-uang.html' title=''/><author><name>adehp</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17702273497948511434</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977.post-882245433443473291</id><published>2007-12-25T14:50:00.000-08:00</published><updated>2007-12-25T14:54:18.013-08:00</updated><title type='text'>Kisah Abu Dzar r.a, Pejuang Sebatang Kara</title><content type='html'>Abu Dzar al-Ghiffari ra. sebelum memeluk Islam adalah seorang perampok&lt;br /&gt;para kabilah di padang pasir, berasal dari suku Ghiffar yang terkenal&lt;br /&gt;dengan sebutan binatang buas malam dan hantu kegelapan. Hanya dengan&lt;br /&gt;hidayah Allah akhirnya ia memeluk Islam (dalam urutan kelima atau&lt;br /&gt;keenam), dan lewat dakwahnya pula seluruh penduduk suku Ghiffar dan suku&lt;br /&gt;tetangganya, suku Aslam mengikutinya memeluk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping sifatnya yang radikal dan revolusioner, Abu Dzar ternyata&lt;br /&gt;seorang yang zuhud (meninggalkan kesenangan dunia dan mengecilkan nilai&lt;br /&gt;dunia dibanding akhirat), berta'wa dan wara' (sangat hati-hati dan&lt;br /&gt;teliti). Rasulullah SAW pernah bersabda, "Tidak ada di dunia ini orang&lt;br /&gt;yang lebih jujur ucapannya daripada Abu Dzar", dikali lain beliau SAW&lt;br /&gt;bersabda, "Abu Dzar -- diantara umatku -- memiliki sifat zuhud seperti&lt;br /&gt;Isa ibn Maryam".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu hari Abu Dzar berkata di hadapan banyak orang, "Ada tujuh&lt;br /&gt;wasiat Rasulullah SAW yang selalu kupegang teguh. Aku disuruhnya agar&lt;br /&gt;menyantuni orang-orang miskin dan mendekatkan diri dengan mereka. Dalam&lt;br /&gt;hal harta, aku disuruhnya memandang ke bawah dan tidak ke atas (pemilik&lt;br /&gt;harta dan kekuasaan)). Aku disuruhnya agar tidak meminta pertolongan&lt;br /&gt;dari orang lain. Aku disuruhnya mengatakan hal yang benar seberapa&lt;br /&gt;besarpun resikonya. Aku disuruhnya agar tidak pernah takut membela agama&lt;br /&gt;Allah. Dan aku disuruhnya agar memperbanyak menyebut 'La Haula Walaa&lt;br /&gt;Quwwata Illa Billah'. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipinggangnya selalu tersandang pedang yang sangat tajam yang&lt;br /&gt;digunakannya untuk menebas musuh-musuh Islam. Ketika Rasulullah bersabda&lt;br /&gt;padanya, "Maukah kamu kutunjukkan yang lebih baik dari pedangmu? (Yaitu)&lt;br /&gt;Bersabarlah hingga kamu bertemu denganku (di akhirat)", maka sejak itu&lt;br /&gt;ia mengganti pedangnya dengan lidahnya yang ternyata lebih tajam dari&lt;br /&gt;pedangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan lidahnya ia berteriak di jalanan, lembah, padang pasir dan sudut&lt;br /&gt;kota menyampaikan protesnya kepada para penguasa yang rajin menumpuk&lt;br /&gt;harta di masa kekhalifahan Ustman bin Affan. Setiap kali turun ke jalan,&lt;br /&gt;keliling kota, ratusan orang mengikuti di belakangnya, dan ikut&lt;br /&gt;meneriakkan kata-katanya yang menjadi panji yang sangat terkenal dan&lt;br /&gt;sering diulang-ulang, "Beritakanlah kepada para penumpuk harta, yang&lt;br /&gt;menumpuk emas dan perak. Mereka akan diseterika dengan api neraka,&lt;br /&gt;kening dan pinggang mereka akan diseterika dihari kiamat!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teriakan-teriakannya telah menggetarkan seluruh penguasa di jazirah&lt;br /&gt;Arab. Ketika para penguasa saat itu melarangnya, dengan lantang ia&lt;br /&gt;berkata, "Demi Allah yang nyawaku berada dalam genggaman-Nya! Sekiranya&lt;br /&gt;tuan-tuan sekalian menaruh pedang diatas pundakku, sedang mulutku masih&lt;br /&gt;sempat menyampaikan ucapan Rasulullah yang kudengar darinya, pastilah&lt;br /&gt;akan kusampaikan sebelum tuan-tuan menebas batang leherku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepak terjangnya menyebabkan penguasa tertinggi saat itu Ustman bin&lt;br /&gt;Affan turun tangan untuk menengahi. Ustman bin Affan menawarkan tempat&lt;br /&gt;tinggal dan berbagai kenikmatan, tapi Abu Dzar yang zuhud berkata, "aku&lt;br /&gt;tidak butuh dunia kalian!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir hidupnya sangat mengiris hati. Istrinya bertutur, "Ketika Abu Dzar&lt;br /&gt;akan meninggal, aku menangis. Abu Dzar kemudian bertanya, "Mengapa&lt;br /&gt;engkau menangis wahai istriku? Aku jawab, "Bagaimana aku tidak menangis,&lt;br /&gt;engkau sekarat di hamparan padang pasir sedang aku tidak mempunyai kain&lt;br /&gt;yang cukup untuk mengkafanimu dan tidak ada orang yang akan membantuku&lt;br /&gt;menguburkanmu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun akhirnya dengan pertolongan Allah serombongan musafir yang&lt;br /&gt;dipimpin oleh Abdullah bin Ma'ud ra (salah seorang sahabat Rasulullah&lt;br /&gt;SAW juga) melewatinya. Abdullah bin Mas'ud pun membantunya dan berkata,&lt;br /&gt;"Benarlah ucapan Rasulullah!. Kamu berjalan sebatang kara, mati sebatang&lt;br /&gt;kara, dan nantinya (di akhirat) dibangkitkan sebatang kara".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber tulisan oleh : NN, dengan beberapa edit oleh Penjaga Kebun Hikmah)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3322941581416136977-882245433443473291?l=adehendraputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adehendraputra.blogspot.com/feeds/882245433443473291/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3322941581416136977&amp;postID=882245433443473291' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/882245433443473291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/882245433443473291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adehendraputra.blogspot.com/2007/12/kisah-abu-dzar-ra-pejuang-sebatang-kara.html' title='Kisah Abu Dzar r.a, Pejuang Sebatang Kara'/><author><name>adehp</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17702273497948511434</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977.post-6090956678719480487</id><published>2007-12-25T14:45:00.000-08:00</published><updated>2007-12-25T14:49:06.598-08:00</updated><title type='text'>Al-Haur Bada al-Kaur</title><content type='html'>*Al-Haur Bada al-Kaur ( lemah/malas dalam beribadah setelah dulunya&lt;br /&gt;semangat/rajin )&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;a href="http://hidayatullah.com/index.php?option=com_joomlaboard&amp;amp;Itemid=79&amp;amp;func=view&amp;amp;catid=33&amp;amp;id=33166" target="_blank" onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)"&gt;http://hidayatullah.com/index&lt;wbr&gt;.php?option=com_joomlaboard&lt;wbr&gt;&amp;amp;Itemid=79&amp;amp;func=view&amp;amp;catid=33&lt;wbr&gt;&amp;amp;id=33166&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya fenomena berpaling dari komitmen pada agama ini sungguh telah&lt;br /&gt;menyebar di kalangan kaum muslimin. Berapa banyak manusia mengeluh akan&lt;br /&gt;kerasnya hati setelah sebelumnya tentram dengan berdzikir pada Allah, dan&lt;br /&gt;taat kepada-Nya. Dan berapa banyak dari orang-orang yang dulu beriltizam&lt;br /&gt;(komitmen pada agama) berkata, "Tidak aku temukan lezatnya ibadah&lt;br /&gt;sebagaimana dulu aku merasakannya" , yang lain bekata, "Bacaan al-qur?an&lt;br /&gt;tidak membekas dalam jiwaku", dan yang lain juga berkata, "Aku jatuh ke&lt;br /&gt;dalam kemaksiatan dengan mudah", padahal dulu ia takut berbuat maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak penyakit ini nampak pada mereka, diantara ciri-cirinya adalah :&lt;br /&gt;1. Mudah terjatuh dan terjerumus dalam kemaksiatan dan hal-hal yang&lt;br /&gt;diharamkan (Allah), bahkan dia terus melakukannya padahal dahulu dia sangat&lt;br /&gt;takut terjerumus kedalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Merasakan kerasnya hati, nasehat tentang kematian tidak berbekas sama&lt;br /&gt;sekali dalam hatinya, demikian juga melihat jenazah dan kuburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tidak mantap dalam beribadah, sehingga anda (akan mendapati orang seperti&lt;br /&gt;ini) tidak menemukan "kelezatan" dalam menunaikan sholat, membaca al-Qur'an,&lt;br /&gt;dan lainnya, serta malas (melakukan) ketaatan dan ibadah, bahkan&lt;br /&gt;mengabaikannya dengan mudah, padahal ia dulu giat serta bersemangat&lt;br /&gt;melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Lalai dari berdzikir kepada Allah, serta tidak menjaga lagi dzikir-dzikir&lt;br /&gt;syar'iyah (seperti dzikir pagi dan petang, pent) padahal dulu ia giat dan&lt;br /&gt;bersemangat melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Memandang rendah kebaikan dan tidak perhatian kepada amal kebajikan yang&lt;br /&gt;mudah dilakukan padahal dulu dia orang yang paling teguh dan rajin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Selalu dibayangi oleh rasa takut pada waktu tertimpa musibah atau&lt;br /&gt;problematika, padahal dulu ia tegar serta teguh imannya kepada takdir Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Hatinya cenderung kepada dunia dan sangat mencintainya hingga ia akan&lt;br /&gt;merasa sangat sedih sekali jika ada sesuatu dalam kehidupan dunia ini yang&lt;br /&gt;luput darinya, padahal dulu ia sangat terikat kepada akhirat dan kepada&lt;br /&gt;kenikmatan yang ada di dalamnya, Allah Ta'ala telah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tetapi kalian memilih kehidupan dunia, sedang kehidupan akherat adalah&lt;br /&gt;lebih baik dan lebih kekal." ( al-A?la : 16-17 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Terlalu berlebihan dalam memperhatikan kehidupan dunianya baik dalam&lt;br /&gt;masalah makan, minuman, pakaian, tempat tinggal, dan kendaraan, padahal dulu&lt;br /&gt;ia lebih mengutamakan untuk mempercantik akhlaqnya dan untuk komitmen serta&lt;br /&gt;berpegang teguh pada agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak lagi sebenarnya dampak penyakit ini. Dan sungguh Nabi r telah&lt;br /&gt;berlindung dari al-Haur ba'da al Kaur. Dari 'Abdullah bin Sarjas a ia&lt;br /&gt;berkata,&lt;br /&gt;"Rasulullah r jika bepergian berlindung dari kesukaran perjalanan, kesedihan&lt;br /&gt;saat kembali dan dari al-Haur ba'da al Kaur (lemah/malas dalam beribadah&lt;br /&gt;setelah dulunya semangat/rajin) .?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat at-Tirmidzi :&lt;br /&gt;"... dan dari al haur ba'da al kaun..".&lt;br /&gt;Berkata Nawawi, "Kedua hadits ini adalah hadits yang disebutkan oleh para&lt;br /&gt;ahli hadist, ahli bahasa dan ahli gharibul hadits/lafadh asing dalam&lt;br /&gt;hadits." (Syarh Muslim 9/119)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apakah makna al-Haur ba'da al-Kaur?&lt;br /&gt;Ibnul Faris berkata : "al-Haur" artinya adalah : kembali, Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya ia menyangka bahwa ia sekali-kali tidak akan kembali, tetapi&lt;br /&gt;tidak..." (al-Insyqaaq : 14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Arab berkata :&lt;br /&gt;Maknanya kebatilan itu kembali dan berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dikatakan :&lt;br /&gt;"Kami berlindung kepada Allah dari al haur.&lt;br /&gt;Makna al-Haur adalah berkurang setelah bertambah. (Mu'jamu Maqayis al-Lughah&lt;br /&gt;2/117)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Mandzur menjelaskan dalam "Lisanul 'Arob" (4/217), ia berkata : "Dan&lt;br /&gt;dalam hadits :&lt;br /&gt;?Kami berlindung kepada Allah dari al Haur setelah al Kaur?&lt;br /&gt;Maknanya adalah dari berkurang setelah bertambah, atau dari kerusakan urusan&lt;br /&gt;kami setelah kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At-Tirmidzi menafsirkan dengan perkataannya : "Dan makna perkataannya :&lt;br /&gt;?al-Haur ba'da al-Kaun atau al-Kaur, kedua kata itu (al-Kaun dan al-Kaur)&lt;br /&gt;mempunyai satu arti, yaitu kembali/berpaling dari keimanan menuju kekafiran,&lt;br /&gt;dari ketaatan menuju kemaksiatan.? " (Sunan at-Tirmidzi 498/5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu, makna al Haur ba'da al Kaur adalah perubahan keadaan manusia&lt;br /&gt;dari iman kepada kekafiran, atau dari takwa dan kebaikan kepada perbuatan&lt;br /&gt;rusak dan buruk, atau dari hidayah kepada kesesatan. Dan dalam hal ini&lt;br /&gt;manusia berbeda-beda tingkatannya, maka jika seseorang mundur/berpaling ke&lt;br /&gt;belakang dikhawatirkan ia menutup akhir kehidupannya dengan hal yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan satu hal yang telah diketahui bahwa amal-amal (seseorang) dilihat pada&lt;br /&gt;akhir kehidupannya, dari Sahl bin Sa'ad a, bahwa Nabi bersabda :&lt;br /&gt;"Sesungguhnya seorang laki-laki dulunya beramal dengan amal penghuni neraka,&lt;br /&gt;dan sesungguhnya ia adalah penghuni surga, dan ia dulu mengerjakan amalan&lt;br /&gt;penghuni surga, padahal ia adalah penghuni neraka, sesungguhnya amal-amal&lt;br /&gt;itu (tergantung) pada akhirnya." (HR. al-Bukhari 6607)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah berkata :&lt;br /&gt;"Sesungguhnya ada seseorang yang dia beramal dengan amalan penghuni surga&lt;br /&gt;dalam jangka waktu yang lama tapi diakhir hayatnya dia melakukan perbuatan&lt;br /&gt;penghuni neraka dan ada juga orang yang dahulunya berbuat perbuatan penghuni&lt;br /&gt;neraka tapi dia akhiri hidupnya dengan perbuatan penghuni surga." (HR.&lt;br /&gt;Muslim 2651 dan Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nash-nash hadits diatas dan selainnya menerangkan kepada kita bahwa yang&lt;br /&gt;paling menentukan amal seseorang itu bukan dari apa yang dilakukannya semasa&lt;br /&gt;hidupnya tetapi dalam keadaan bagaimana ia mengakhiri hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu pembahasan masalah ini sangat penting sekali, jangan sampai&lt;br /&gt;ada seseorang diantara kita yang mengira ia telah sukses melalui jembatan&lt;br /&gt;dan sampai di daratannya dengan aman disebabkan komitmennya terhadap agama,&lt;br /&gt;serta selamat dari kesesatan dan dari al Haur ba?dal Kaur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keteguhan/kekokohan hanya dari Allah semata. Allah menguatkan/meneguhk an&lt;br /&gt;nabi-Nya, Dia berfirman :&lt;br /&gt;?Dan kalau Kami tidak memperkuat (hati) mu, niscaya kamu hampir-hampir&lt;br /&gt;condong sedikit kepada mereka?. (al-Isra? : 74)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu Rasulullah r mengajarkan kepada kita agar kita memohon&lt;br /&gt;pertolongan kepada Allah I agar Dia mengokohkan kita diatas agama Islam,&lt;br /&gt;beliau r bersabda :&lt;br /&gt;?Wahai yang meneguhkan hati, teguhkanlah hati kami diatas agama-Mu? (HR.&lt;br /&gt;Ahmad dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sering kali beliau r berkata tatkala bersumpah :&lt;br /&gt;"Tidak, demi Dzat Yang Membolak-balikkan hati." (HR al-Bukhari 7391)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara doa nabi r :&lt;br /&gt;?Wahai yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami untuk taat kepadamu."&lt;br /&gt;(HR Muslim 2654)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang beriman harus berusaha memeriksa hatinya dan mengetahui&lt;br /&gt;penyakit serta penyebab sakit hatinya, dan berusaha untuk mengobatinya&lt;br /&gt;sebelum hatinya menjadi keras dan akhir hidupnya menjadi jelek. Maka apa&lt;br /&gt;penyebab al-Haur ba?dal Kaur ? dan apa obatnya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab-sebab al-Haur ba'dal Kaur adalah :&lt;br /&gt;1. Lemah Iman.&lt;br /&gt;Lemah iman adalah penyebab kerasnya hati, mudah jatuh dalam kemaksiatan dan&lt;br /&gt;malas dari ketaatan, tidak mendapatkan pengaruh dari (membaca) al-Qur?an dan&lt;br /&gt;shalat. Lemah iman juga mengurangi rasa takut dia kepada Allah I. Lemah iman&lt;br /&gt;juga penyebab banyaknya terlibat debat dan berbantah-bantahan, tidak adanya&lt;br /&gt;perasaan merasa bertanggung jawab kepada Allah I dan beberapa fenomena&lt;br /&gt;lainnya. Hal ini juga disebabkan sikap menjauh dari teman yang shalih serta&lt;br /&gt;majelis ilmu, dan tersibukkan dengan urusan-urusan dunia serta panjang&lt;br /&gt;angan-angan, dan terjerumus dalam hal-hal yang di haramkan. Maka apabila&lt;br /&gt;iman seseorang lemah, maka berubahlah keadaannya, dari hal yang baik &amp;amp;&lt;br /&gt;istiqamah menjadi tersesat dan berpaling. Maka suatu keharusan (bagi seorang&lt;br /&gt;muslim yang merasakan lemahnya iman) untuk mengobatinya. Caranya adalah&lt;br /&gt;dengan ikhlas (kepada Allah) dan membaca serta merenungkan al-Qur?an&lt;br /&gt;kemudian takut kepada (siksaan) Allah I dan bertaubat dari dosa,&lt;br /&gt;kemaksiatan, takut terhadap akhir kesudahan yang buruk serta mengingat mati&lt;br /&gt;dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jauh Dari Suasana Yang Penuh Dengan Keimanan.&lt;br /&gt;Seperti majelis ilmu, masjid, al-Qur?an, teman yang shalih, shalat malam,&lt;br /&gt;dzikir dan lainnya. Jauh dari suasana yang penuh keimanan ini akibatnya&lt;br /&gt;adalah berbalik kebelakang (kembali kepada kemaksiatan) . Maka apabila&lt;br /&gt;seseorang jauh dari temannya yang shalih dalam waktu yang lama lantaran&lt;br /&gt;bepergian jauh atau suatu tugas atau semisalnya ia akan kehilangan suasana&lt;br /&gt;yang penuh keimanan yang mengakibatkan lemahnya iman dan tidak iltizam lagi,&lt;br /&gt;apabila ia tidak segera memperbaiki jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata al-Hasan al-Basri : ? Teman-teman kita lebih mahal (nilainya)&lt;br /&gt;dibanding dengan keluarga kita, (hal ini disebabkan) karena keluarga kita&lt;br /&gt;hanya mengingatkan kita kepada dunia, sedangkan teman-teman kita&lt;br /&gt;mengingatkan kita kepada akhirat?. Maka selayaknya seorang muslim menjaga&lt;br /&gt;komitmennya terhadap agama dengan cara bersungguh-sungguh dan berusaha&lt;br /&gt;menjumpai lingkungan yang penuh keimanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pengaruh Lingkungan (Yang Jelek)&lt;br /&gt;Jika seorang yang beriltizam berada ditengah lingkungan jelek, yaitu ia&lt;br /&gt;hidup bercampur dengan manusia yang bangga dengan kemaksiatan yang&lt;br /&gt;dilakukannya dan asyik berdendang dengan lagu-lagu &amp;amp; nyayian, merokok,&lt;br /&gt;membaca majalah, lidahnya menggunjing &amp;amp; mencela orang yang beriman, dan&lt;br /&gt;apabila ia menghadiri suatu majlis undangan atau acara pernikahan&lt;br /&gt;(dikalangan mereka), didapatinya kemungkaran, pembicaraan- pembicaraan&lt;br /&gt;mengenai perdagangan, jabatan, harta serta masalah-masalah dunia yang&lt;br /&gt;mengakibatkan terjatuhnya hati dalam cinta yang mendalam pada dunia, jika&lt;br /&gt;demikian keadaannya maka hati berubah menjadi keras, dan akhirnya berbalik&lt;br /&gt;dari komitmen terhadap agama dan kebaikan kepada cinta dunia dan&lt;br /&gt;kemaksiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apabila ia diuji dengan harta, dengan istri yang lemah imannya atau&lt;br /&gt;anak-anak yang sama dengan ibunya dia tidak mampu teguh bahkan mundur dan&lt;br /&gt;meninggalkan kebaikan dan keistiqomahan. Jika dia berkumpul dengan keluarga,&lt;br /&gt;tetangga dan teman-temannya yang jelek, mendengar kata-kata yang&lt;br /&gt;menyakitkan, ejekan, dan mendapatkan nasehat-nasehat yang menghalanginya&lt;br /&gt;untuk beriltizam, maka akibatnya ia mundur dari beriltizam dan berbalik&lt;br /&gt;hingga merugi di dunia dan di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Lemah Dalam Pendidikan Yang Benar (Sesuai Agama).&lt;br /&gt;Jika seorang muslim tidak menjaga dirinya dengan pemeliharaan, pendidikan&lt;br /&gt;dan perjuangan, ia akan mundur dan berbalik. Maka ia harus meluangkan&lt;br /&gt;waktunya sesaat untuk bertaqarrub/ mendekatkan diri kepada Allah,&lt;br /&gt;menginstropeksi dirinya, mohon ampun dan bertaubat. Dan ia harus meluangkan&lt;br /&gt;waktu untuk mendapatkan ilmu agama, mempelajarinya, membacanya dan&lt;br /&gt;mengulangi pelajarannya. Dan ia harus meluangkan waktunya sesaat untuk&lt;br /&gt;berdakwah, sesaat untuk berdzikir dan membaca al-Qur'an, hingga ia dapat&lt;br /&gt;menjaga amalannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Memandang Remeh Dosa-Dosa Dan Perbuatan Maksiat.&lt;br /&gt;Abdullah bin Mubarak berkata :&lt;br /&gt;Aku melihat dosa-dosa itu mematikan hati,&lt;br /&gt;Mengerjakannya terus-menerus menimbulkan kehinaan&lt;br /&gt;Adapun meninggalkan dosa adalah kehidupan bagi hati&lt;br /&gt;Dan mendurhakai dosa adalah baik bagi jiwamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim v berkata :&lt;br /&gt;"Sesungguhnya diantara dampak negatif dosa adalah melemahkan perjalanan hati&lt;br /&gt;(seseorang) menuju negeri akhirat atau menghalanginya atau memutuskannya&lt;br /&gt;dari perjalanan itu. Dan kadang kala dosa juga bisa memutar balikkannya ke&lt;br /&gt;arah belakang (maksiat dan kekufuran). Hati itu akan berjalan menuju Allah&lt;br /&gt;dengan kekuatannya, jika hati itu sakit lantaran dosa-dosa lemahlah kekuatan&lt;br /&gt;yang menjalankannya" . (al-Jawabul Kahfi hal 140)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meremehkan dosa-dosa akan berdampak buruk bagi seseorang, diantaranya&lt;br /&gt;menyebabkan bertambahnya dosa, menjauhkan seseorang dari jalan taubat, dan&lt;br /&gt;mengajak untuk tidak menjauh dari pelaku dosa. Lalu ia akan asyik bersahabat&lt;br /&gt;dan duduk bersama mereka (para pelaku dosa dan maksiat). Bahkan dosa-dosa&lt;br /&gt;tersebut mengajaknya untuk menjauh dari orang shalih dan bertaqwa. Dan ini&lt;br /&gt;adalah penyebab utama seseorang tidak istiqomah di atas jalan yang lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tertipu Dan Kagum Terhadap Diri Sendiri&lt;br /&gt;Tidak diragukan lagi bahwa menghadiri majelis ilmu dan berteman dengan orang&lt;br /&gt;shalih menunjukkan bahwa pada diri orang tersebut terdapat kebaikan, akan&lt;br /&gt;tetapi jika telah masuk perasaan tertipu dan bangga terhadap diri sendiri&lt;br /&gt;maka hal ini akan memberi pengaruh jelek terhadap pelakunya. Jika sudah&lt;br /&gt;demikian, ia akan merasa telah sempurna dan tidak merasa butuh berbuat&lt;br /&gt;kebaikan dan beramal shalih lagi. Dan jika seseorang telah kagum terhadap&lt;br /&gt;dirinya sendiri maka akan hilang dari dirinya perasaan takut terhadap akhir&lt;br /&gt;kesudahan yang jelek dan ia akan merasa aman terhadap kesesatan setelah&lt;br /&gt;mendapatkan petunjuk. Hal ini merupakan tanda lemahnya hati dan penyebab&lt;br /&gt;seseorang itu mundur kebelakang tidak istiqamah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang kagum terhadap dirinya ia akan tersibukkan dengan mencari&lt;br /&gt;aib-aib orang lain dan menyepelekan untuk memperbaiki aib dalam dirinya.&lt;br /&gt;Maka seseorang harus mengobati jiwanya dengan membuang rasa bangga terhadap&lt;br /&gt;diri sendiri kemudian bersikap tawadhu?, takut serta memperbaiki aibnya dan&lt;br /&gt;bertaubat kepada Allah Ta?ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Berteman Dengan Orang-Orang Jahat&lt;br /&gt;Seorang teman mempunyai peranan penting dalam membentuk serta mempengaruhi&lt;br /&gt;kepribadian sahabatnya. Jika seorang teman melihat film-film dan&lt;br /&gt;majalah-majalah yang memberikan mudharat/bahaya (bagi agamanya),&lt;br /&gt;mendengarkan lagu-lagu dan musik, maka ia akan mempengaruhi sahabatnya. Dan&lt;br /&gt;terkadang hal-hal yang dilakukan temannya menyelisihi syariat agama tapi ia&lt;br /&gt;berbasa-basi dan tidak mengingkarinya, terkadang ia melihat temannya tidak&lt;br /&gt;taat beribadah dan meninggalkan sunnah-sunnah nabi, maka ia pun terpengaruh&lt;br /&gt;dan meninggalkan keistiqamahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu seseorang harus memilih teman yang shalih yang membantunya&lt;br /&gt;untuk taat kepada Allah, dalam hadits yang shahih disebutkan bahwa :&lt;br /&gt;"Seseorang itu mengikuti agama temannya, maka hendaknya seseorang melihat&lt;br /&gt;siapa temannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Ada sebab-sebab lainnya yang menyebabkan seseorang meninggalkan&lt;br /&gt;keistiqomahan, diantaranya :&lt;br /&gt;# Lemahnya kesungguhan dalam berpegang teguh (terhadap agama) dan tidak&lt;br /&gt;sabar atas kesulitan-kesulitan dan musibah yang menimpanya.&lt;br /&gt;# Panjang angan-angan, berlebih-lebihan dalam menerapkan hukum agama&lt;br /&gt;terhadap dirinya diluar batas kemampuan (ekstrim).&lt;br /&gt;# Penyakit-penyakit hati dan lisan yang menimpanya.&lt;br /&gt;# Kepribadian yang lemah dan sikap selalu mengekor kepada orang lain.&lt;br /&gt;# Kegagalan-kegagalan yang menimpa pada masa lalu dan dia sulit keluar&lt;br /&gt;darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Bagaimana Cara Penyembuhannya?&lt;br /&gt;Disaat kita menyebutkan hal-hal yang menyebabkan ketidak istiqamahan, kita&lt;br /&gt;juga menemukan cara-cara untuk mengobatinya :&lt;br /&gt;Lemah iman obatnya adalah menguatkan keimanan. Penyakit menjauhi dari&lt;br /&gt;lingkungan yang penuh dengan suasana keimanan obatnya adalah mencari dan&lt;br /&gt;menjaga serta meningkatkan lingkungan yang penuh dengan suasana keimanan.&lt;br /&gt;Penyakit yang disebabkab oleh lingkungan (yang jelek) obatnya adalah sabar&lt;br /&gt;serta menambah keistiqamahan dan bersandar kepada Allah. Lemah dalam&lt;br /&gt;pendidikan yang benar obatnya adalah bersungguh-sungguh dalam mencari&lt;br /&gt;pendidikan yang benar sesuai dengan agama dan mengatur waktu serta&lt;br /&gt;bersungguh-sungguh memperbaiki jiwa. Dosa-dosa dan maksiat obatnya adalah&lt;br /&gt;taubat dan mohon ampun dan tidak meremehkan dosa-dosa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun penyakit hati dan lisan yang mengakibatkan perbuatan jelek maka&lt;br /&gt;obatnya adalah membebaskan diri darinya dan dengan bertaubat yang benar.&lt;br /&gt;Adapun teman yang jelek maka obatnya adalah memilih teman yang baik dan&lt;br /&gt;shalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapula Cara Lainnya Untuk Mengobati Sikap Tidak Istiqamah&lt;br /&gt;1. Ikhlas dan jujur kepada Allah, hal ini adalah sebab terpenting untuk&lt;br /&gt;istiqamah dan menjadi baik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim berkata :&lt;br /&gt;"Sesungguhnya yang mendapatkan kesulitan dalam meninggalkan maksiat yang&lt;br /&gt;disukainya dan yang sering dilakukannya adalah seseorang yang&lt;br /&gt;meninggalkannya bukan karena Allah. Adapun seseorang yang meninggalkan hal&lt;br /&gt;tersebut dengan jujur, ikhlas dari hatinya karena Allah, ia hanya merasakan&lt;br /&gt;kesulitan di awal kali ia meninggalkannya. Ini semua untuk mengujinya,&lt;br /&gt;apakah ia jujur dalam meninggalkannya ataukah hanya berdusta, jika ia sabar&lt;br /&gt;dalam menghadapi kesulitan ini sebentar saja, ia akan memperoleh&lt;br /&gt;kelezatannya" . (Al-Fawaid : 99)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Takut kepada akhir kesudahan/kematian yang jelek (su?ul khatimah)&lt;br /&gt;Seorang yang beriman dan jujur harus takut dari akhir kesudahan yang buruk,&lt;br /&gt;dan waspada dari penyebabnya. Allah I berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"(Ya Allah) wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan&lt;br /&gt;orang-orang yang salih". (Yusuf : 101)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam Sufyan ats-Tsauri v menangis hingga subuh, tatkala ia ditanya,&lt;br /&gt;ia menjawab :&lt;br /&gt;"Sesungguhnya aku menangis karena takut su?ul khatimah / mati dalam keadaan&lt;br /&gt;beramal buruk". (Kitabul aqibah, karya Abdul Haq al-Isbaili 178)&lt;br /&gt;Al-Imam al-Barbahari v berkata :&lt;br /&gt;"Dan ketahuilah, bahwa sepatutnya seseorang ditemani perasaan takut&lt;br /&gt;selamanya, karena ia tidak mengetahui mati dalam keadaan bagaimana, dengan&lt;br /&gt;amalan apa ia mengakhiri hidupnya, dan bagaimana ia bertemu Allah nantinya&lt;br /&gt;sekalipun ia telah mengamalkan segala amal kebaikan. (Syarhu Sunnah 39)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa takut dari akhir kesudahan yang buruk memiliki banyak dampak positif.&lt;br /&gt;Perasaan ini akan mendorong seseorang untuk berserah diri kepada Allah I&lt;br /&gt;serta menghadap kepada-Nya dengan selalu berdoa kepada-Nya. Perasaan takut&lt;br /&gt;ini akan mengajaknya untuk bersungguh-sungguh dalam ketaatan dan menambah&lt;br /&gt;sikap istiqamah dan kebaikan, dan takut dari berbalik mundur kebelakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Berdoa&lt;br /&gt;Berdo'a kepada Allah agar melindungi kita dari "al-haur badal kaur". Nabi r&lt;br /&gt;berdo?a :&lt;br /&gt;"Dan kami berlindung dari al-haur badal kaur" (HR Ahmad dan Muslim 1343,&lt;br /&gt;Tirmidzi, Nasai dan lainnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi r juga banyak berdoa :&lt;br /&gt;"Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati kokohkanlah hatiku diatas agama-Mu"&lt;br /&gt;(HR Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga diperintah untuk memohon kepada Allah I agar Dia memperbaharui&lt;br /&gt;keimanan dalam hati kita, Rasulullah r bersabda :&lt;br /&gt;"Sesungguhnya iman dapat menjadi usang dalam rongga (hati) kalian,&lt;br /&gt;sebagaimana baju dapat menjadi usang, maka mintalah kepada Allah agar Dia&lt;br /&gt;memperbaharui keimanan dalam hati kalian". (HR Hakim, terdapat juga dalam&lt;br /&gt;as-silsilah as-Shahihah karya al-Albani no 1585), maka hendaknya kita&lt;br /&gt;memperbanyak berdoa kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kontinyu dalam beramal shalih dan memperbanyak amal shalih.&lt;br /&gt;Sesungguhnya amal shalih yang dilakukan secara kontinyu oleh seseorang&lt;br /&gt;adalah lebih disukai oleh Allah, sebagaimana sabda Nabi :&lt;br /&gt;"Amal yang paling disukai Allah adalah yang kontinyu walaupun sedikit ...."&lt;br /&gt;(Muttafaqun alaihi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seorang muslim kontinyu dalam beramal shalih sesungguhnya ia akan hidup&lt;br /&gt;dalam kebaikan dan keistiqamahan, jika ia lemah dan tertimpa rasa putus asa,&lt;br /&gt;maka amal-amal kebaikan yang ia lakukan secara kontinyu ini akan menjadi&lt;br /&gt;tiang penyangga untuk istiqamah, mengembalikan jiwa (yang putus asa), dan&lt;br /&gt;menguasai jiwanya. Maka sepatutnya bagi seorang muslim untuk memperhatikan&lt;br /&gt;dalam mengerjakan amal-amal shalih beberapa perkara ini :&lt;br /&gt;a. Bersegera dan berlomba-lomba dalam beramal shalih, Allah berfirman :&lt;br /&gt;"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga ..." (Ali&lt;br /&gt;Imran : 133)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Dan terus beramal shalih serta menjaganya :&lt;br /&gt;"Senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku (Allah) dengan amalan-amalan&lt;br /&gt;sunnah hingga Aku mencintainya. .." (HR Bukhari 6137)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Lalu bersungguh-sungguh dalam beramal shalih dan memperbanyaknya kemudian&lt;br /&gt;bervariasi dalam beramal shalih supaya tidak membosankan jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ibnu Mas'ud berkata :&lt;br /&gt;?Dahulu Nabi r tidak terus menerus dalam memberi nasehat lantaran khawatir&lt;br /&gt;kejenuhan menimpa kami". (Bukhari 68)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka seorang muslim harus mengambil bagian untuk duduk dalam majelis ilmu&lt;br /&gt;yang memberikannya nasehat, dan dibacakan kepadanya kitab-kitab tentang hal&lt;br /&gt;itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Ada juga cara lain untuk mengobati fenomena ketidak istiqamahan ini,&lt;br /&gt;diantaranya :&lt;br /&gt;Berdzikir kepada Allah, merenungkan kehinaan dunia, mengoreksi diri, beramal&lt;br /&gt;dan aktif berdakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Kita berlindung kepada&lt;br /&gt;Allah dari al-Haur ba'dal Kaur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah (yang membolak-balikkan hati). Tetapkanlah hati-hati kami untuk&lt;br /&gt;selalu ta?at kepada-Mu. Dan wafatkanlah kami dalam keadaan Husnul Khotimah."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3322941581416136977-6090956678719480487?l=adehendraputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adehendraputra.blogspot.com/feeds/6090956678719480487/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3322941581416136977&amp;postID=6090956678719480487' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/6090956678719480487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/6090956678719480487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adehendraputra.blogspot.com/2007/12/al-haur-bada-al-kaur.html' title='Al-Haur Bada al-Kaur'/><author><name>adehp</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17702273497948511434</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977.post-80329796938009934</id><published>2007-12-25T14:44:00.000-08:00</published><updated>2007-12-25T14:45:30.173-08:00</updated><title type='text'>AHKAMUL AQIQAH</title><content type='html'>Oleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Muhammad 'Ishom bin Mar'i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Pertama dari Dua Tulisan [1/2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[A]. PENGERTIAN AQIQAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnul Qayyim rahimahulloh dalam kitabnya “Tuhfatul Maudud”&lt;br /&gt;hal.25-26, mengatakan bahwa : Imam Jauhari berkata : Aqiqah ialah&lt;br /&gt;“Menyembelih hewan pada hari ketujuhnya dan mencukur rambutnya.”&lt;br /&gt;Selanjutnya Ibnu Qayyim rahimahulloh berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari penjelasan ini jelaslah bahwa aqiqah itu disebut demikian karena mengandung dua unsur diatas dan ini lebih utama.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad rahimahulloh dan jumhur ulama berpendapat bahwa apabila&lt;br /&gt;ditinjau dari segi syar’i maka yang dimaksud dengan aqiqah adalah makna&lt;br /&gt;berkurban atau menyembelih (An-Nasikah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[B]. DALIL-DALIL SYAR'I TENTANG AQIQAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadist No.1 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, dia berkata : Rasululloh bersabda :&lt;br /&gt;“Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan&lt;br /&gt;hilangkanlah semua gangguan darinya.” [Shahih Hadits Riwayat Bukhari&lt;br /&gt;(5472), untuk lebih lengkapnya lihat Fathul Bari (9/590-592), dan&lt;br /&gt;Irwaul Ghalil (1171), Syaikh Albani]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna menghilangkan gangguan adalah mencukur rambut bayi atau&lt;br /&gt;menghilangkan semua gangguan yang ada [Fathul Bari (9/593) dan Nailul&lt;br /&gt;Authar (5/35), Cetakan Darul Kutub Al-‘Ilmiyah, pent]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadist No.2 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Samurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda : “Semua anak&lt;br /&gt;bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih&lt;br /&gt;hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” [Shahih, Hadits&lt;br /&gt;Riwayat Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasa’I 7/166, Ibnu Majah 3165,&lt;br /&gt;Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, Ad Darimi 2/81, dan lain-lainnya]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadist No.3 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah dia berkata : Rasulullah bersabda : “Bayi laki-laki&lt;br /&gt;diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu&lt;br /&gt;kambing.” [Shahih, Hadits Riwayat Ahmad (2/31, 158, 251), Tirmidzi&lt;br /&gt;(1513), Ibnu Majah (3163), dengan sanad hasan]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadist No.4 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas bahwasannya Rasulullah bersabda : “Menaqiqahi Hasan dan&lt;br /&gt;Husain dengan satu kambing dan satu kambing.” [HR Abu Dawud (2841) Ibnu&lt;br /&gt;Jarud dalam kitab al-Muntaqa (912) Thabrani (11/316) dengan sanadnya&lt;br /&gt;shahih sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Daqiqiel ‘Ied]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadist No.5 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah bersabda&lt;br /&gt;: “Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena&lt;br /&gt;kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing&lt;br /&gt;yang sama dan untuk perempuan satu kambing.” [Sanadnya Hasan, Hadits&lt;br /&gt;Riwayat Abu Dawud (2843), Nasa’I (7/162-163), Ahmad (2286, 3176) dan&lt;br /&gt;Abdur Razaq (4/330), dan shahihkan oleh al-Hakim (4/238)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadist No.6 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Fatimah binti Muhammad ketika melahirkan Hasan, dia berkata :&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda : “Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan&lt;br /&gt;perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya.” [Sanadnya&lt;br /&gt;Hasan, Hadits iwayat Ahmad (6/390), Thabrani dalam “Mu’jamul Kabir”&lt;br /&gt;1/121/2, dan al-Baihaqi (9/304) dari Syuraiq dari Abdillah bin Muhammad&lt;br /&gt;bin Uqoil]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dalil-dalil yang diterangkan di atas maka dapat diambil&lt;br /&gt;hukum-hukum mengenai seputar aqiqah dan hal ini dicontohkan oleh&lt;br /&gt;Rasulullah para sahabat serta para ulama salafus sholih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[C]. HUKUM-HUKUM SEPUTAR AQIQAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUKUM AQIQAH SUNNAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Allamah Imam Asy-Syaukhani rahimahulloh berkata dalam Nailul Authar&lt;br /&gt;(6/213) : “Jumhur ulama berdalil atas sunnahnya aqiqah dengan hadist&lt;br /&gt;Nabi : “….berdasarkan hadist no.5 dari ‘Amir bin Syu’aib.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BANTAHAN TERHADAP ORANG YANG MENGINGKARI DAN MEMBID'AHKAN AQIAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Mundzir rahimahulloh membantah mereka dengan mengatakan bahwa :&lt;br /&gt;“Orang-orang ‘Aqlaniyyun (orang-orang yang mengukur kebenaran dengan&lt;br /&gt;akalnya, saat ini seperti sekelompok orang yang menamakan sebagai kaum&lt;br /&gt;Islam Liberal, pen) mengingkari sunnahnya aqiqah, pendapat mereka ini&lt;br /&gt;jelas menyimpang jauh dari hadist-hadist yang tsabit (shahih) dari&lt;br /&gt;Rasulullah karena berdalih dengan hujjah yang lebih lemah dari sarang&lt;br /&gt;laba-laba.” [Sebagaimana dinukil oleh Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam&lt;br /&gt;kitabnya “Tuhfatul Maudud” hal.20, dan Ibnu Hajar al-Asqalani dalam&lt;br /&gt;“Fathul Bari” (9/588)].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAKTU AQIQAH PADA HARI KETUJUH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hadist no.2 dari Samurah bin Jundab. Para ulama berpendapat&lt;br /&gt;dan sepakat bahwa waktu aqiqah yang paling utama adalah hari ketujuh&lt;br /&gt;dari hari kelahirannya. Namun mereka berselisih pendapat tentang&lt;br /&gt;bolehnya melaksanakan aqiqah sebelum hari ketujuh atau sesudahnya.&lt;br /&gt;Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahulloh berkata dalam kitabnya “Fathul Bari”&lt;br /&gt;(9/594) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sabda Rasulullah pada perkataan ‘pada hari ketujuh kelahirannya’&lt;br /&gt;(hadist no.2), ini sebagai dalil bagi orang yang berpendapat bahwa&lt;br /&gt;waktu aqiqah itu adanya pada hari ketujuh dan orang yang&lt;br /&gt;melaksanakannya sebelum hari ketujuh berarti tidak melaksanakan aqiqah&lt;br /&gt;tepat pada waktunya. bahwasannya syariat aqiqah akan gugur setelah&lt;br /&gt;lewat hari ketujuh. Dan ini merupakan pendapat Imam Malik. Beliau&lt;br /&gt;berkata : “Kalau bayi itu meninggal sebelum hari ketujuh maka gugurlah&lt;br /&gt;sunnah aqiqah bagi kedua orang tuanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian membolehkan melaksanakannya sebelum hari ketujuh. Pendapat ini&lt;br /&gt;dinukil dari Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam kitabnya “Tuhfatul Maudud”&lt;br /&gt;hal.35. Sebagian lagi berpendapat boleh dilaksanakan setelah hari&lt;br /&gt;ketujuh. Pendapat ini dinukil dari Ibnu Hazm dalam kitabnya&lt;br /&gt;“al-Muhalla” 7/527.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian ulama lainnya membatasi waktu pada hari ketujuh dari hari&lt;br /&gt;kelahirannya. Jika tidak bisa melaksanakannya pada hari ketujuh maka&lt;br /&gt;boleh pada hari ke-14, jika tidak bisa boleh dikerjakan pada hari&lt;br /&gt;ke-21. Berdalil dari riwayat Thabrani dalm kitab “As-Shagir” (1/256)&lt;br /&gt;dari Ismail bin Muslim dari Qatadah dari Abdullah bin Buraidah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kurban untuk pelaksanaan aqiqah, dilaksanakan pada hari ketujuh atau&lt;br /&gt;hari ke-14 atau hari ke-21.” [Penulis berkata : “Dia (Ismail) seorang&lt;br /&gt;rawi yang lemah karena jelek hafalannya, seperti dikatakan oleh&lt;br /&gt;al-Hafidz Ibnu Hajar dalam ‘Fathul Bari’ (9/594).” Dan dijelaskan pula&lt;br /&gt;tentang kedhaifannya bahkan hadist ini mungkar dan mudraj]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERSEDEKAH DENGAN DENGAN PERAK SEBERAT TIMBANGAN RAMBUT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Ibrahim bin Muhammad bin Salim bin Dhoyyan berkata : “Dan&lt;br /&gt;disunnahkan mencukur rambut bayi, bersedekah dengan perak seberat&lt;br /&gt;timbangan rambutnya dan diberi nama pada hari ketujuhnya. Masih ada&lt;br /&gt;ulama yang menerangkan tentang sunnahnya amalan tersebut (bersedekah&lt;br /&gt;dengan perak), seperti : al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani, Imam Ahmad,&lt;br /&gt;dan lain-lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun hadist tentang perintah untuk bersedekah dengan emas, ini adalah hadit dhoif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK ADA TUNTUNAN BAGI ORANG DEWASA UNTUK AQIQAH ATAS NAMA DIRINYA SENDIRI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian ulama mengatakan : "Seseorang yang tidak diaqiqahi pada masa&lt;br /&gt;kecilnya maka boleh melakukannya sendiri ketika sudah dewasa". Mungkin&lt;br /&gt;mereka berpegang dengan hadist Anas yang berbunyi : “Rasulullah&lt;br /&gt;mengaqiqahi dirinya sendiri setelah beliau diangkat sebagai nabi.”&lt;br /&gt;[Dhaif mungkar, Hadits Riwayat Abdur Razaq (4/326) dan Abu Syaikh dari&lt;br /&gt;jalan Qatadah dari Anas]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya mereka tidak punya hujjah sama sekali karena hadistnya dhaif&lt;br /&gt;dan mungkar. Telah dijelaskan pula bahwa nasikah atau aqiqah hanya pada&lt;br /&gt;satu waktu (tidak ada waktu lain) yaitu pada hari ketujuh dari hari&lt;br /&gt;kelahirannya. Tidak diragukan lagi bahwa ketentuan waktu aqiqah ini&lt;br /&gt;mencakup orang dewasa maupun anak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AQIQAH UNTUK ANAK LAKI-LAKI DUA KAMBING DAN PEREMPUAN SATU KAMBING&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hadist no.3 dan no.5 dari Aisyah dan ‘Amr bin Syu’aib.&lt;br /&gt;"Setelah menyebutkan dua hadist diatas, al-Hafidz Ibnu Hajar berkata&lt;br /&gt;dalam “Fathul Bari” (9/592) : “Semua hadist yang semakna dengan ini&lt;br /&gt;menjadi hujjah bagi jumhur ulama dalam membedakan antara bayi laki-laki&lt;br /&gt;dan bayi perempuan dalam masalah aqiqah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ash-Shan’ani rahimahulloh dalam kitabnya “Subulus Salam” (4/1427)&lt;br /&gt;mengomentari hadist Aisyah tersebut diatas dengan perkataannya :&lt;br /&gt;“Hadist ini menunjukkan bahwa jumlah kambing yang disembelih untuk bayi&lt;br /&gt;perempuan ialah setengah dari bayi laki-laki.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-‘Allamah Shiddiq Hasan Khan rahimahulloh dalam kitabnya “Raudhatun&lt;br /&gt;Nadiyyah” (2/26) berkata : “Telah menjadi ijma’ ulama bahwa aqiqah&lt;br /&gt;untuk bayi perempuan adalah satu kambing.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis berkata : “Ketetapan ini (bayi laki-laki dua kambing dan perempuan satu kambing) tidak diragukan lagi kebenarannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BOLEH AQIQAH BAYI LAKI-LAKI DENGAN SATU KAMBING&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hadist no. 4 dari Ibnu Abbas. Sebagian ulama berpendapat&lt;br /&gt;boleh mengaqiqahi bayi laki-laki dengan satu kambing yang dinukil dari&lt;br /&gt;perkataan Abdullah bin ‘Umar, ‘Urwah bin Zubair, Imam Malik dan&lt;br /&gt;lain-lain mereka semua berdalil dengan hadist Ibnu Abbas diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahulloh berkata dalam kitabnya “Fathul&lt;br /&gt;Bari” (9/592) : “…..meskipun hadist riwayat Ibnu Abbas itu tsabit&lt;br /&gt;(shahih), tidaklah menafikan hadist mutawatir yang menentukan dua&lt;br /&gt;kambing untuk bayi laki-laki. Maksud hadist itu hanyalah untuk&lt;br /&gt;menunjukkan bolehnya mengaqiqahi bayi laki-laki dengan satu kambing….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunnah ini hanya berlaku untuk orang yang tidak mampu melaksanakan&lt;br /&gt;aqiqah dengan dua kambing. Jika dia mampu maka sunnah yang shahih&lt;br /&gt;adalah laki-laki dengan dua kambing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dan diringkas kembali dari kitab “Ahkamul Aqiqah” karya Abu&lt;br /&gt;Muhammad ‘Ishom bin Mar’i, terbitan Maktabah as-Shahabah, Jeddah, Saudi&lt;br /&gt;Arabia, dan diterjemahkan oleh Mustofa Mahmud Adam al-Bustoni, dengan&lt;br /&gt;judul “Aqiqah” terbitan Titian Ilahi Press, Yogjakarta, 1997]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3322941581416136977-80329796938009934?l=adehendraputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adehendraputra.blogspot.com/feeds/80329796938009934/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3322941581416136977&amp;postID=80329796938009934' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/80329796938009934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/80329796938009934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adehendraputra.blogspot.com/2007/12/ahkamul-aqiqah.html' title='AHKAMUL AQIQAH'/><author><name>adehp</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17702273497948511434</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977.post-5100422537984442984</id><published>2007-12-24T22:30:00.000-08:00</published><updated>2007-12-24T22:41:25.439-08:00</updated><title type='text'>ALLAH MASIH SAYANG ...(Cerpen)</title><content type='html'>Cerpen Islami&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.nurulyaqin.org/" target="_blank" onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)"&gt;http://www.nurulyaqin.org&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis : Ust. Arsil Ibrahim MA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan kian deras mengguyur bumi. Sesekali aku harus memeluk Dafa yang masih bayi ketika suara guruh menggedor-gedor pintu langit dengan kerasnya. Aku memandang sayu ke arah anak-anakku yang tertidur di atas tikar pandan. Duhai.. alangkah indah dan sucinya wajah mereka. Kutatapi wajah mereka satu persatu dengan nikmatnya. Demikiankah wajah bidadari kecil dari syurga Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak aku terlupa betapa seperempat jam yang lalu ketiga bidadariku itu menangis karena lapar yang tidak tertahankan. Zakia yang paling besar menangis dengan keras sekali sambil menghentak-hentakkan kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Zakia lapar, Umi. Lapaar..mana nasinya?" Sementara Yamin yang masih tiga tahun hanya bisa merengek-rengek panjang dengan kosa kata yang terbatas, "Umi, mo mamam, Umi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutatapi segenggam beras yang masih tersisa. Subhanallah..teringat aku kepada Mas Darman, Abinya anak-anak. Tadi pagi ia berangkat tanpa sarapan apapun kecuali segelas air sumur yang kumasak dengan kayu api. Bagaimana kalau hari ini Abi tidak berhasil membawa seliter beraspun seperti kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abi cuma kuli upahan yang membawa cangkul ke mana-mana. Syukur sekali jika ada truk yang menawarkan kerjaan menurunkan pasir atau mengisi tanah merah. Dari kerja ikut truk biasanya Abi bisa dapat uang delapan ribu rupiah. Alhamdulillah cukup untuk beli beras dua tiga liter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin Abi juga hanya sarapan segelas air sumur. Kuselipkan di saku celananya yang lusuh uang seribu rupiah. Malam harinya Abi pulang dengan seulas senyum kepasrahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dapat kerjaan tadi, Bi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alhamdulillah, belum, Mi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tadi siang sempat makan, nggak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Umi kan ngasih uang seribu rupiah. Abi belikan roti tujuh ratus rupiah. Nih sisanya  masih tiga ratus."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang masih ada roti harga tujuh ratus?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada, tapi kayaknya harga aslinya seribuan deh. Mungkin Mas Budi ngasih diskon ke Abi.".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abi tersenyum manis kepadaku sambil menyerahkan sisa uang tiga ratus ke tanganku. Laa hawla walaa quwwata illa billaah[1]. Berarti hari ini Abi cuma makan sepotong roti tujuh ratusan. Dan itu juga berarti besok tidak bisa beli beras. Kuamati sisa beras yang cuma tinggal dua genggam lagi dan tiga keping uang logam seratusan di telapak tanganku yang diam membisu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu aku tidak tega membiarkan Abi memanggul cangkulnya dengan perut berisi air sumur. Kutanak beras segenggam dengan air yang agak banjir dan kucampur dengan beberapa sendok tepung gandum. Rasanya? Aduh..jangan tanya deh. Yang penting ada kalori yang mengisi badan suamiku. Kasihan..sudah dua hari perutnya tidak diisi apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Umi, biar saja nasi itu buat anak-anak kita." Kata suamiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersenyum manis kepadanya dengan meredam seluruh kesedihan dan kecemasanku di hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak, yang ini untuk Abi. Nanti buat anak-anak Umi siapkan pisang rebus". Dalam hati aku bergumam, pisang rebus dari mana? Pisang mentah yang dibawah Mas Darman kemarin sudah habis dimakan anak-anak. Namun setidaknya bujukanku berhasil. Mas Darman mau memakan sarapan nasi campur tepung gandum itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu aku tidak memberikan sarapan kepada anak. Kurebus saja air campur sedikit gula jawa yang masih tersisa. Kuberikan semuanya kepada mereka. Aku cuma membasahi tenggorokan dengan seteguk air. Tetapi jam sepuluh pagi anak-anakku yang sedang dalam masa pertumbuhan itu mulai merengek-rengek minta makan. Mereka bahkan secara dramatis menguji kesabaranku dengan menunjuk-nunjuk tukang bubur dan ketupat tahu yang lewat di depan rumah petak kami. Padahal tidak pernah sekalipun aku menyuapi mereka dengan makanan semewah itu. Ya Allah ..mungkin rasa lapar yang mendesak mereka bersikap secara natural seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubujuk mereka dengan kepandaianku bercerita. Mereka suka mendengar ceritaku sehingga tersenyum-senyum gembira. Untuk beberapa saat rasa lapar dapat kami lupakan.. Namun setelah sholat Zuhur mereka kembali menyuarakan pesan yang dihembuskan dari lambung-lambung yang kosong. Kutatap segenggam beras terakhir yang menjadi tapal batas pertahanan terakhirku. Kumasak segenggam beras menjadi bubur yang sangat cair. Kububuhkan sedikit garam ke dalamnya Anak-anakku makan dengan lahap sekali. Nafas mereka mendengus-dengus saking lahapnya. Sayang mereka harus menggigit jari saat meminta tambahan. Bubur itu sudah habis. Kubawa panci itu kebelakang dan kusapu sisa bubur itu dengan jari-jariku. Kemudian akupun kembali mengisi kekosongan perut dengan air sumur yang dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anakku tertidur pulas. Melihat wajah mereka saat tidur merupakan salah satu hiburan yang mewah bagi jiwaku yang sedang kalut dan cemas. Mudah-mudahan Mas Darman cepat pulang dan membawa sedikit beras untuk makanan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal menikah dengan Mas Darman yang sekarang menjadi ayah anak-anakku, masalah ini tidak pernah terjadi. Dulu semua orang termasuk diriku sendiri heran bin ajaib, mengapa anak seorang tentara seperti aku kok jatuh cinta dengan Darman yang cuma tukang bakso. Dilihat dari tampang memang tidak ada seorangpun yang dapat menafikan kegantengannya. Tapi suer ..aku naksir dia bukan karena kegantengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Melangkah ke jenjang rumah tangga itu tidak cukup hanya dengan berbekal cinta." Papa menegurku dengan bahasa yang klise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pokoknya Mama cuma mau kamu nikah sama Gunawan yang calon dokter itu. Lain orang Mama tidak setuju". Mama menyebut-nyebut lagi nama Mas Gunawan. Padahal semua orang tahu dia sudah punya pacar. Apa belum ada yang bilang ke Mama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhari-hari mereka membujukku dengan berbagai cara. Akhirnya mereka meminta kak Mita, kakakku yang sudah menikah untuk membujukku. Hmm..Kak Mita sangat sayang padaku dan pasti akan senantiasa membelaku. Kesempatan itu justru akan kugunakan untuk balik membujuk kak Mita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yuli sayang..bagaimana sih ceritanya kok kamu bisa kecantol sama Mas Darman?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hmm..Tepatnya aku sendiri tidak tahu, kak. Tapi aku merasa terpesona dengan keindahan suaranya ketika mengumandangkan azan Subuh. Tentang ini Papa juga setuju lho sama aku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terus.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Suatu hari aku memberhentikan gerobak baksonya. Aku beli semangkok bakso sambil mengucapkan terima kasih karena telah membangunkanku setiap Subuh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terus.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia cuma menjawab, Ya sambil terus menundukkan pandangan. Semua pertanyaanku dijawabnya singkat tanpa berani menatap mataku. Melihat sikapnya yang sopan itu hatiku jadi berbunga-bunga. Kayaknya di situlah hatiku mulai tersangkut, kak Mitaku sayang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terus.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya..sejak hari itu akupun bergerilya untuk menawan hatinya. Alhamdulillah, dia akhirnya mengirim sepucuk surat kepadaku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi Ya Allah, Yuli..dia kan cuma tukang bakso. Gerobak aja masih belum punya sendiri. Asal-usulnya dari Brebes juga nggak jelas." Kak Mita berdiri menghindari pelukanku. Panas juga kupingku mendengar kak Mita merendahkan Mas Darman. Nampaknya usahaku untuk menjadikan Kak Mita pendukung cintaku tidak berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia bukan cuma tukang bakso, kak. Dia tukang bakso yang soleh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Adikku yang manis .. dengar sini baik-baik, ya. Pikirkan dulu dong masak-masak. Kamu yakin si Darman itu bisa membahagiakan kamu dan mencukupi keperluan kamu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau membahagiakan Yes, aku yakin. Tapi kalau mencukupi keperluan, bukankah keperluan kita selama ini Allah yang memberi, kak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yuli, menjalani kehidupan rumah tangga itu sangat sulit. Tidak bisa kita terus hidup hanya dengan setumpuk cinta di dada. Emangnya makanan pokok kamu cinta, apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cinta memang tidak bisa dimakan, kak. Yang bisa dimakan itu nasi. Tapi makan nasi di depan orang yang tidak kita cintai juga pasti tidak enak kan kak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kak Mita benar-benar tidak mengerti lagi bagaimana menghadapiku. Dia bilang sejak aku sering liqo'[2] pemikiranku jadi aneh dan tidak karuan. Aku bilang justru sekarang aku merasa bahagia karena akibat liqo' kini aku bersikap, berpikir dan bertindak hanya menurut kehendak Allah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluargaku menyadari kekerasan hatiku dalam masalah pilihan hidup. Mereka merasa tidak akan pernah bisa mengalahkanku. Papa takut juga ketika kuancam bahwa dosa cinta kami akan Papa tanggung jika kami dihalangi menikah. Padahal, aku cuma nakut-nakuti doang. Tapi 'gerilyaku' berikut ancaman itu membuahkan hasil. Papa akhirnya setuju untuk menerima kedatangan keluarga Mas Darman ke rumah kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Darman memberanikan diri ke rumah ditemani Ibunya yang baru datang dari kampung. Papa hanya menahan nafas melihat buah tangan yang dibawa keluarga Mas Darman; sekarung bawang merah dari Brebes. Sementara Mama tidak memperlihatkan mukanya sampai Mas Darman dan ibunya pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua bulan kemudian kami pun resmi menikah. Pernikahan kami berlangsung secara sederhana sekali. Mas Darman cuma bisa ngasih satu setengah juta rupiah. Maka setelah Ijab Kabul[3], kami cuma mengadakan doa selamat dengan mengundang tetangga dan keluarga terdekat saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seusai acara Papa mengajakku berbicara empat mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yuli, sekarang kamu telah menetapkan kehidupan kamu sendiri. Berbaktilah kepada suamimu dengan sepenuh hati. Tanggung jawab menafkahimu kini beralih kepada suamimu. Papa tidak boleh terlalu mencampuri urusan keluargamu. Tapi nak, ini ada uang tiga puluh juta. Memang dari dulu Papa sengaja nabung untuk keperluan kamu setelah menikah. Gunakanlah uang ini sebaik-baiknya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terharu menyadari betapa sayangnya Papa padaku. Aku menerima uang itu dengan tangan bergetar. Uang dari papa itu kami gunakan untuk membeli sebuah rumah petak kecil di kawasan perkampungan. Sisanya dipakai Mas Darman untuk modal jualan bakso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat ketekunannya usaha Bakso Mas Darman cukup maju. Mulai dari berjualan bakso dengan gerobak dorong Mas Darman menapak selangkah demi selangkah sampai akhirnya mampu menyewa sebuah tempat untuk warung bakso. Kami menamakannya warung bakso 'Tawakal', sesuai dengan prinsip hidup Mas Darman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelanggan warung bakso Tawakal bertambah hari demi hari. Disamping bakso Tawakal enak dan ngegres[4], Mas Darman juga sangat ramah kepada pelanggan. Ketika usaha bakso itulah kami dianugerahi Allah tiga orang anak-anak yang lucu. Rasanya sempurna sudah kebahagiaan yang kurasakan bersama Mas Darman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun benar kata Nabi Muhammad saw; jika Allah sayang kepada seseorang maka Dia akan mengujinya. Ujian yang kami terima di tengah sepoi angin kebahagiaan itu tidak tanggung-tanggung. Warung Bakso Tawakal dituduh telah mencampuri baksonya dengan daging tikus! Ya Allah .Ya Gusti. Alangkah jahatnya fitnah itu. Aku sendiri sempat membaca selebaran fitnah itu yang katanya juga disebarkan melalui milis internet. Di situ tertulis pengalaman seorang bekas pelanggan bakso Tawakal yang mengaku melihat sendiri kepala-kepala tikus saat kebetulan numpang pipis ke belakang. MasyaAllah! Keji betul fitnah itu. Mana mungkin Mas Darman yang setiap pagi azan Subuh di masjid mencampuri daging baksonya dengan daging tikus!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak fitnah yang keji itu sungguh luar biasa. Warung Bakso Tawakal yang tadinya bisa menjual minimal tiga puluh mangkok sehari turun drastis. Untuk dapat lima mangkok sehari saja susahnya bukan main. Sampai akhirnya Mas Darman mengover kreditkan sewa warung ke orang lain. Usaha warung bakso kami resmi gulung tikar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasanya Mas Darman tetap senyum dan optimistis. Sisa uang yang ada dibelikan gerobak dan mulailah ia kembali mendorong baksonya keliling kampung.&lt;br /&gt;Sayang ternyata citra buruk itu tidak hanya melekat ke warung bakso Tawakal yang sekarang sudah 'almarhum'. Bagaikan bayang-bayang badan, fitnah itu tetap menyertai Mas Darman ke manapun ia pergi. Alih-alih mendapat untung, gerobak bakso yang didorong Mas Darman keliling kampung malah menjadikan mulut orang gatal. Fitnah itu kian kuat tersebar. Bahkan pernah ada seseorang yang dulunya penggemar Bakso Mas Darman meludah jijik di depan gerobak. Saat itulah hati Mas Darman benar-benar pedih. Hari itu juga ia memutuskan untuk berhenti jualan bakso dan menjual gerobak dorongnya ke orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah kami menghitung hari dengan sisa uang yang ada. Keran pengeluaran kuperketat habis-habisan. Pengeluaran hanya untuk makan dan tidak ada pengeluaran untuk yang lain. Meskipun tetap mengumbar senyum manisnya kepadaku, Mas Darman sering juga tertekan memikirkan pekerjaan apa yang dapat dilakukannya untuk tetap menghidupkan dapur keluarga. Aku sering menemaninya berdiskusi tentang mata pencaharian baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pekerjaan yang Abi tahu dari dulu Cuma jualan bakso, Umi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abi kan bisa jualan lain, seperti gorengan misalnya, atau ketoprak?", kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Umi benar. Tetapi untuk jualan makanan rasanya masyarakat sudah tidak bisa lagi mempercayai Abi. Biarlah Abi coba cara lain."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cara lain seperti apa?", tanyaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Begini, dulu di Brebes Abi sering bantuin petani bawang merah di kebun. Jadi Abi cobalah membawa cangkul kita ini untuk mencari nafkah. Kebetulan di ujung jalan depan suka ada truk yang berhenti mencari kuli cangkul."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kuli cangkul? Apa nggak ada pekerjaan lain, Abi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, buat saat ini rasanya hanya itu yang rasional. Persediaan beras kita juga sudah semakin tipis, kan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan Mas Darman bahwa sewaktu di Brebes dia biasa nyangkul, tidak sepenuhnya bisa kupercaya. Setahuku dia itu anak sekolahan yang drop out karena kekurangan biaya dan akhirnya memberanikan diri merantau ke Jakarta. Aku tidak yakin badannya tahan dipakai untuk nyangkul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kecurigaanku benar. Sore harinya Mas Darman pulang dengan badan keletihan dan telapak tangan mengelupas. Aku hanya bisa menangis sambil memijiti tubuhnya dan melumuri tangannya yang melepuh dengan tumbukan daun keladi dicampur putih telur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kepedihan itu, Mas Darman masih mengajakku untuk beryukur kepada Allah. Memang Allah telah menebarkan dalam dirinya kekayaan hati. Justru ketabahan dan kepasrahan Mas Darman sering menjadikan tangisku berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Umi, mana makannya. Zakia lapar.". Suara Zakia tidak lagi sekeras tadi. Matanya yang kuyu memandangiku dengan setengah keyakinan. Justru adik-adiknya yang kini malah menangis tak henti-hentinya. Yamin kelaparan dan Dafa menangis karena tidak mendapatkan apa-apa pada puting susuku. Kugagahkan langkah menuju dapur. Tidak ada apa-apa lagi di sana kecuali beberapa sendok tepung gandum. Kutatapi gandum putih yang saat ini nilainya sama dengan nyawa anak-anakku. Ya Allah.. berat benar bahasa cinta-Mu kepada kami. Jadikanlah kami orang-orang yang memahami embun-embun cinta yang Kau nyatakan dalam bahasa lapar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tiga sendok gandum itu kusediakan untuk Mas Darman. Entah mengapa aku tidak yakin hari ini ia berhasil dapat kerjaan. Tapi keluhan anak-anakku benar-benar hampir memutuskan tali jantungku. Maka kurebuslah tiga sendok gandum itu dengan air sumur dan sedikit garam dapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya bubur gandum yang cair itu saja yang dapat kuhidangkan untuk mereka. Tanganku menyuapi mereka dengan setengah gemetar menahan lapar. Mulut mereka menerimanya dengan lemah dan mata yang kuyu. Belum sampai ke suapan terakhir ketiga-tiganya telah berbaring keletihan dan tertidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuseret langkah ke kamar mandi. Kubasahi wajah dengan air wudhuk. Aku tidak sabar untuk merintihkan semua luka ini kepada Yang Maha Pencipta. Akupun terbenam khusyuk dalam sujud-sujud yang panjang. Setelah salam, kuangkat tangan tinggi-tinggi dan kurintihkan sederet doa agar Allah segera meringankan kami sekeluarga dari penderitaan ini. Semoga doaku tidak terhalang oleh bunyi hujan yang masih turun dengan derasnya. Keletihan membuat badanku terkulai dan tertidur di atas sajadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersentak bangun. Rupanya hujan sudah lama berhenti. Kutatapi jarum jam tua yang hampir mendekati angka sebelas. Mengapa Mas Darman belum pulang juga? Hatiku bertambah risau dan cemas. Apa yang menimpanya hari ini? Oh.. ya Allah aku jadi sangat merinduinya. Detik-detik terasa kian menyiksa dalam menanti kepulangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah tidak berapa lama kemudian kudengar suaranya mengetuk pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Umi, Umi..buka pintu sayang." Akupun bergegas membuka pintu. Mas Darman berdiri di pintu dengan senyuman yang manis. Hah.. Subhanallah ada bau masakan yang sangat menggoda perut laparku dalam bungkusan yang dibawanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah Umi pasti belum makan, kan? Ayo sekalian bangunkan anak-anak. Ini Abi bawakan dua bungkus sate padang dan dua bungkus serabi manis. Pas seperti Manna dan Salwa[5] hidangan Allah untuk mereka yang soleh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Subhanallah, dari mana Abi dapat uang membelinya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Makan dulu sayangku. Nanti Abi ceritakan. InsyaAllah yang ini Halalan Toyyiban[6]."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka anak-anakpun aku bangunkan. Mereka juga rindu dengan Abinya. Mas Darman memeluk mereka dalam canda yang ceria. Setiap pulang Mas Darman membawa kebahagiaan dalam hati anak-anak kami. Kami pun menikmati makanan itu dengan lahapnya. Aku bahagia sekali melihat mata anak-anakku berbinar-binar menikmati kue serabi yang manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Enak ya, Umi. Terima kasih ya Abi sudah belikan Zakia serabi." Zakia berbicara dengan mulut penuh dengan makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya sayang. Zakia harus rajin berdoa ya agar  Allah terus menerus memberi kita rezeki seperti ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baik Abi. Umi juga sudah ngajarin Zakia cara berdoanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu aku berbaring di atas lengan Mas Darman. Kucubiti perutnya supaya dia menceritakan kepadaku asal usul makanan itu. Sebab dari tadi dia cuma bilang dari Allah..dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tentu saja semuanya dari Allah, Abi. Tapi tentu ada sebabnya?" kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, ya..baik ndoro puteri. Begini ceritanya ..Dari pagi tadi Abi sudah setengah putus asa menunggu truk-truk pasir itu. Ada beberapa yang lewat tapi tidak mau mengambil Abi. Alasannya sekarang mereka sudah punya pekerja tetap di pool pasir. Akhirnya menjelang sore Abi bawa kaki melangkah ke mana saja ia ingin melangkah. Menjelang sholat Ashar Abi menyahut panggilan azan dari sebuah masjid dalam kompleks perumahan. Abi kenyangkan perut dengan air keran supaya jangan ingat makanan ketika sholat. Duh..segar benar rasanya. Kemudian Abi pun ikut sholat berjamaah. Setelah sholat ada seorang jamaah masjid yang bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas bawa-bawa cangkul mau kemana?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya mau cari kerjaan, Pak. Apa saja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bisa membersihkan dan merapikan taman?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"InsyaAllah bisa, Pak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Abipun ikut bapak itu ke rumahnya untuk membersihkan taman. Menjelang Maghrib pekerjaan itu selesai. Bapak itu memberikan uang cukup banyak, Mi. Lima puluh ribu! Nah, sebelum pergi, Abi melihat bapak itu meringis memegangi punggungnya. Rupanya bapak itu mengalami sakit punggung. Abi tawarkan kepadanya untuk diurut."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memangnya Abi bisa ngurut?" Aku menyela dengan sebuah pertanyaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya itulah salah satu kemahiran Abi yang agak ajaib. Sebenarnya Abi tidak pernah belajar mengurut. Tapi Ibu bilang urutan Abi enak dan menyehatkan. Maka banyak juga dikampung orang yang minta diurut sama Abi. Nah, Umi rupanya urutan Abi juga mengena ke urat bapak ini. Dia merasa enak dan lega setelah diurut sama Abi. Umi tahu apa yang terjadi? Subhanallah, dia mengeluarkan lagi uang lima puluh ribu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memandang mata Mas Darman dengan penuh haru. Kulihat ada secercah harapan pada bola matanya. Kami berdua berpelukan bahagia sambil terus menggumamkan pujian kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah betapa besar syukur kami kepadaMu. Engkau bawa kami ke puncak cobaan, agar dapat lebih mensyukuri sedikit rezki yang Engkau teteskan hari ini. Kami sangat memahami ya Allah, bahwa Engkau masih tetap sayang kepada kami."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga rintihan doa kami berdua dapat terus mi'raj menembus langit menuju pangkuan Ilahi, dan tidak lagi terbenam dalam deru hujan yang kembali turun dengan derasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cikarang, 25 Juli 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebait cinta untuk isteriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------&lt;div&gt;&lt;wbr&gt;----------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Artinya: Tiada daya dan upaya melainkan dengan kekuatan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Liqo' : pengajian agama. (mama sering mengejekku dan menyebutnya wingko.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] Ijab Kabul: Sebuah prosesi dalam pernikahan Islam di mana pengantin pria mendengar keputusan orang tua untuk menikahkan anak perempuannya dan kemudian pengantin pria menyatakan kesediaan (penerimaannya) atas nikah tersebut dengan mas kawin tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] Ngegres: bahasa remaja Jakarta, artinya sedap dan enak dikunyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5] Manna dan Salwa: hidangan Allah yang diturunkan kepada umat Nabi Musa. Salah satunya asin dan yang lainnya manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6] Halalalan Toyyiban: Halal dan baik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3322941581416136977-5100422537984442984?l=adehendraputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adehendraputra.blogspot.com/feeds/5100422537984442984/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3322941581416136977&amp;postID=5100422537984442984' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/5100422537984442984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/5100422537984442984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adehendraputra.blogspot.com/2007/12/allah-masih-sayang-cerpen.html' title='ALLAH MASIH SAYANG ...(Cerpen)'/><author><name>adehp</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17702273497948511434</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977.post-5843655738489899920</id><published>2007-12-24T22:22:00.000-08:00</published><updated>2007-12-24T22:25:58.835-08:00</updated><title type='text'>Menangkap Peluang Kebajikan</title><content type='html'>Hidup kadang tak ubahnya seperti merawat bunga mahal. Perlu ketelitian&lt;br /&gt;dan kesabaran agar bunga tetap indah. Sedikit saja sembrono, bukan&lt;br /&gt;saja bunga indah menjadi layu. Tapi, penyakitnya bisa menular ke bunga&lt;br /&gt;lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang gelisah ketika sampai tiga kali Rasulullah saw. menyebut akan&lt;br /&gt;datang ahli surga. Dan tiga kali pula orang yang datang selalu dia.&lt;br /&gt;Beliau adalah Saad bin Abi Waqash. Kegelisahan pun menjadikan Abdullah&lt;br /&gt;bin Umar menyatakan diri ingin bertandang ke rumah Saad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hari ia bermalam di rumah Saad, tapi hasilnya biasa-biasa saja.&lt;br /&gt;Tidak ada ibadah istimewa yang berbeda dengan yang biasa diamalkan&lt;br /&gt;para sahabat lain. Hingga lebih dari dua malam, Ibnu Umar terus&lt;br /&gt;terang. "Saya cuma ingin tahu, amal istimewa apa yang Anda lakukan&lt;br /&gt;hingga Rasul menyebut Anda ahli surga," begitulah kira-kira ucap&lt;br /&gt;putera Umar bin Khathab ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saad dengan tanpa sedikit pun merasa bangga mengatakan, "Tidak ada&lt;br /&gt;perbuatan ibadah saya yang istimewa. Kecuali, tiap menjelang tidur,&lt;br /&gt;saya selalu membersihkan hati saya dari hasad, kecewa, dan benci&lt;br /&gt;dengan semua saudara mukmin selama pagi hingga malam. Itu saja!"&lt;br /&gt;Seperti itulah jawaban Saad. Sederhana, tapi istimewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Ibnu Umar, Thalhah pun pernah gelisah. Beliau khawatir&lt;br /&gt;kalau sebuah ayat yang baru saja turun berkenaan dengan dirinya. Ayat&lt;br /&gt;itu berbunyi, "Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang&lt;br /&gt;sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.&lt;br /&gt;Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahui."&lt;br /&gt;(QS. 3: 92)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalnya, ada satu kebun kurma subur milik Thalhah yang begitu menambat&lt;br /&gt;hatinya. Hampir tiap hari ia berkunjung ke situ. Shalat Zuhur dan&lt;br /&gt;Ashar di situ, tilawah dan zikir pun di kebun indah itu. Ia nikmati&lt;br /&gt;kicauan burung, dan pemandangan sejuk hijaunya dedaunan kurma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menariknya, kegelisahan itu tidak ia tanyakan ke Rasulullah. Tapi,&lt;br /&gt;langsung ia infakkan buat jalan dakwah. Ia nyatakan di hadapan Rasul&lt;br /&gt;kalau kebun kesayangannya itu diwakafkan buat kepentingan perjuangan&lt;br /&gt;Islam. Subhanallah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah para sahabat Rasul. Mereka begitu gelisah ketika diri belum&lt;br /&gt;berhasil menangkap peluang kebaikan. Padahal, peluang itu sudah&lt;br /&gt;ditawarkan melalui ayat Alquran yang baru saja turun atau ucapan&lt;br /&gt;Rasul. Kegelisahan itu belum akan sembuh hingga mereka benar-benar&lt;br /&gt;telah mengambil peluang itu dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sikap ihsan yang dicontohkan para sahabat dalam menata diri.&lt;br /&gt;Mereka begitu menjaga mutu amal agar tetap the best. Selalu terdepan.&lt;br /&gt;Tidak heran jika semangat fastabiqul khairat atau lomba berbuat baik&lt;br /&gt;begitu memasyarakat di kalangan sahabat Rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka seperti terbingkai dalam sebuah ayat Alquran tentang generasi&lt;br /&gt;pewaris Nabi. Dalam surah Faathir ayat 32. "Kemudian Kitab itu Kami&lt;br /&gt;wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba&lt;br /&gt;Kami. Lalu, di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri&lt;br /&gt;dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada&lt;br /&gt;(pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang&lt;br /&gt;demikian itu adalah karunia yang amat besar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap ihsan itulah yang menjadikan para sahabat Rasul selalu punya&lt;br /&gt;hubungan harmonis dengan Yang Maha Penyayang, Allah swt. Hati mereka&lt;br /&gt;begitu terpaut dengan mutu ibadah yang serba terbaik. Tidak heran jika&lt;br /&gt;berkah kemenangan selalu memancar di tiap sepak terjang perjuangan&lt;br /&gt;mereka. Siapa pun yang mereka lawan. Dan seperti apa pun kendala&lt;br /&gt;perjuangan yang mereka hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pun dalam hubungan muamalah sesama manusia. Mereka tidak sedang&lt;br /&gt;menyulam benang vertikal sementara tali horisontal terburai. Hubungan&lt;br /&gt;kepada Allah selalu the best, dan kepada manusia sangat terawat. Tidak&lt;br /&gt;ada hubungan dagang, perjanjian, hidup bertetangga yang cacat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka begitu sempurna karena setidaknya ada tiga hal. Pertama,&lt;br /&gt;pemahaman dan ketaatan yang begitu utuh terhadap aturan Islam. Mungkin&lt;br /&gt;ini wajar karena Islam yang mereka peroleh langsung dari sumbernya&lt;br /&gt;yang pertama, Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kehausan mereka dengan ilmu selalu berdampak pada perubahan&lt;br /&gt;dalam diri dan amal di hadapan manusia. Ini mungkin yang mahal. Mereka&lt;br /&gt;belajar Islam bukan buat sekadar ilmu pengetahuan. Apalagi, cuma&lt;br /&gt;kliping materi. Tapi, benar-benar sebagai penuntun langkah yang segera&lt;br /&gt;mereka ayunkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketiga, adanya keteladanan dari pihak yang sangat mereka hormati.&lt;br /&gt;Inilah yang mungkin langka. Tapi, ini pula yang akhirnya menentukan.&lt;br /&gt;Membumi tidaknya sebuah nilai di tengah masyarakat sangat bergantung&lt;br /&gt;dari sepak terjang pelopornya. Cocokkah antara ucapan dan perbuatan.&lt;br /&gt;Jika klop, nilai akan berkembang pesat. Tapi jika sebaliknya, sebuah&lt;br /&gt;nilai hanya sekadar kumpulan pengetahuan yang cuma bagus dalam lemari&lt;br /&gt;pajangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt. berfirman, "Katakanlah, 'Inilah jalan (agama)ku, aku dan&lt;br /&gt;orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan&lt;br /&gt;hujjah yang nyata. Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang&lt;br /&gt;yang musyrik." (QS. Yusuf: 108)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Aku dan orang yang mengikutiku'. Itulah simbol keteladanan yang&lt;br /&gt;berbuah ketaatan dan semangat kerja yang selalu membara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal apa pun, Allah swt. meminta hamba-hambaNya untuk selalu&lt;br /&gt;ihsan. Termasuk dengan hewan. "Sesungguhnya Allah swt. mewajibkan&lt;br /&gt;berbuat baik atas segala sesuatu. Apabila kamu membunuh, hendaknya&lt;br /&gt;membunuh dengan cara yang baik. Dan jika menyembelih, maka sembelihlah&lt;br /&gt;dengan cara yang baik: menajamkan pisau dan menyenangkan hewan&lt;br /&gt;sembelihan itu." (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://dakwatuna.com/" target="_blank" onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)"&gt;&lt;/a&gt;Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad dan An-Nasa'i,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas bin Malik menceritakan sebuah kejadian yang dialaminya pada sebuah&lt;br /&gt;majelis bersama Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas bercerita, "Pada suatu hari kami duduk bersama Rasulullah Saw,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian beliau bersabda, "Sebentar lagi akan muncul di hadapan kalian&lt;br /&gt;seorang laki-laki penghuni surga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba muncullah laki-laki Anshar yang janggutnya basah dengan air&lt;br /&gt;wudhunya. Dia mengikat kedua sandalnya pada tangan sebelah kiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok harinya, Rasulullah Saw berkata begitu juga, "Akan datang seorang&lt;br /&gt;lelaki penghuni surga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan muncullah laki-laki yang sama. Begitulah Nabi Saw mengulang sampai&lt;br /&gt;tiga kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika majelis Rasulullah selesai, Abdullah bin Amr bin Al-Ash r.a.&lt;br /&gt;mencoba mengikuti seorang lelaki yang disebut oleh Nabi Saw sebagai&lt;br /&gt;penghuni surga itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia berkata kepadanya, "Saya ini bertengkar dengan ayah saya,&lt;br /&gt;dan saya berjanji kepada ayah saya bahwa selama tiga hari saya tidak&lt;br /&gt;akan menemuinya. Maukah kamu memberi tempat pondokan buat saya selama&lt;br /&gt;hari-hari itu?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah mengikuti orang itu ke rumahnya, dan tidurlah Abdullah di rumah&lt;br /&gt;orang itu selama tiga malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama itu Abdullah ingin menyaksikan ibadah apa gerangan yang dilakukan&lt;br /&gt;oleh orang itu yang disebut oleh Rasulullah sebagai penghuni surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi selama itu pula dia tidak menyaksikan sesuatu yang istimewa di&lt;br /&gt;dalam ibadahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Abdullah, "Setelah lewat tiga hari aku tidak melihat amalannya&lt;br /&gt;sampai-sampai aku hampir-hampir meremehkan amalannya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu aku berkata, Hai hamba Allah, sebenarnya aku tidak bertengkar&lt;br /&gt;dengan ayahku, dan tidak juga aku menjauhinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi aku mendengar Rasulullah Saw berkata tentang dirimu tiga kali,&lt;br /&gt;'Akan datang seorang darimu sebagai penguni surga'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin memperhatikan amalanmu supaya aku dapat menirunya.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan dengan amal yang sama aku mencapai kedudukanmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu orang itu berkata, "Yang aku amalkan tidak lebih daripada apa yang&lt;br /&gt;engkau saksikan." Ketika aku mau berpaling, kata Abdullah, dia memanggil&lt;br /&gt;lagi, kemudian berkata, "Demi Allah, amalku tidak lebih daripada apa&lt;br /&gt;yang engkau saksikan itu. Hanya saja aku tidak pernah menyimpan pada&lt;br /&gt;diriku niat yang buruk terhadap kaum Muslim, dan aku tidak pernah&lt;br /&gt;menyimpan rasa dengki kepada mereka atas kebaikan yang diberikan Allah&lt;br /&gt;kepada mereka." Lalu Abdullah bin Amr berkata, "Beginilah bersihnya&lt;br /&gt;hatimu dari perasaan jelek dari kaum Muslim, dan bersihnya hatimu dari&lt;br /&gt;perasaan dengki. Inilah tampaknya yang menyebabkan engkau sampai ke&lt;br /&gt;tempat yang terpuji itu. Inilah justru yang tidak pernah bisa kami&lt;br /&gt;lakukan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberikan hati yang bersih, tidak menyimpan prasangka yang jelek&lt;br /&gt;terhadap kaum Muslim kelihatannya sederhana tetapi justru amal itulah&lt;br /&gt;yang seringkali sulit kita lakukan. Mungkin kita mampu berdiri di malam&lt;br /&gt;hari, sujud dan rukuk di hadapan Allah Swt, akan tetapi amat sulit bagi&lt;br /&gt;kita menghilangkan kedengkian kepada sesama kaum Muslim, hanya karena&lt;br /&gt;kita duga pahamnya berbeda dengan kita. Atau hanya karena dia memperoleh&lt;br /&gt;kelebihan yang diberikan Allah, dan kelebihan itu tidak kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati yang bersih, yang oleh Al-Quran disebut qalbun salim,disebut ketika&lt;br /&gt;Allah Swt berfirman, "Pada hari itu tidak ada manfaatnya di hadapan&lt;br /&gt;Allah Swt, harta dan anak-anak kecuali orang yang datang dengan hati&lt;br /&gt;yang bersih."(QS 26:89).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Islam, Rasulullah Saw yang mulia sejak awal dakwahnya&lt;br /&gt;mengajarkan kepada kaum Muslim untuk memperlakukan kaum Muslim yang lain&lt;br /&gt;sebagai saudara-saudaranya. Al-Quran mengatakan bahwa salah satu tanda&lt;br /&gt;orang yang beriman ialah menjalin persaudaraan dengan sesama kaum&lt;br /&gt;berimanlain. Al-Quran menggunakan kalimay yang disebut adat al-hasr,&lt;br /&gt;yaitu "innama"-artinya, yang tidak sanggup memelihara persaudaraan itu&lt;br /&gt;tidak termasuk orang yang beriman. Rasulullah Saw menegaskan ayat ini&lt;br /&gt;dengan sabdanya, "Tidak beriman di antara kamu sebelum kamu mencintai&lt;br /&gt;saudaranya seperti dia mencintai dirinya sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Saw yang mulia menyebutkan bahwa salah satu tanda orang yang&lt;br /&gt;beriman adalah mempunyai kecintaan yang tulus terhadap kaum Muslim. Dan&lt;br /&gt;dalam riwayat yang lain, Rasulullah Saw bersabda, "Agama adalah&lt;br /&gt;kecintaan yang tulus."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah hadis yang diriwayatkan As-Suyuthi dalam kitabnya, Ad-Durr&lt;br /&gt;Al-Mantsur, ketika sampai pada ayat yang mengatakan bahwa Allah menolak&lt;br /&gt;segolongan manusia dengan segolongan manusia yang lain, pada surat&lt;br /&gt;Al-Baqarah, As-Suyuthi meriwayatkan hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad&lt;br /&gt;dan Thabrani bahwa Rasulullah Saw bersabda, "Setiap masa ada orang&lt;br /&gt;sangat dekat dengan Allah. Kalau salah seorang di antara mereka mati,&lt;br /&gt;maka Allah akan menggantikannya dengan orang yang lain. Begitulah orang&lt;br /&gt;itu selalu ada di tengah-tengah masyarakat. Orang ini mencapai kedudukan&lt;br /&gt;yang tinggi bukan karena banyak shalatnya, bukan karena banyak puasanya,&lt;br /&gt;bukan pula karena banyak ibadah hajinya, tetapi karena dua hal;yaitu&lt;br /&gt;memiliki sifat kedermawanan dan kecintaan yang tulus kepada sesama kaum&lt;br /&gt;Muslim."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://dakwatuna.com/" target="_blank" onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)"&gt;dakwatuna.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3322941581416136977-5843655738489899920?l=adehendraputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adehendraputra.blogspot.com/feeds/5843655738489899920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3322941581416136977&amp;postID=5843655738489899920' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/5843655738489899920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/5843655738489899920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adehendraputra.blogspot.com/2007/12/menangkap-peluang-kebajikan.html' title='Menangkap Peluang Kebajikan'/><author><name>adehp</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17702273497948511434</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977.post-7667532712934058346</id><published>2007-12-24T22:20:00.000-08:00</published><updated>2007-12-24T22:21:19.362-08:00</updated><title type='text'>KEAJAIBAN HIDUP</title><content type='html'>Pada suatu hari sepasang suami istri sedang makan bersama di rumahnya. Tiba-tiba pintu rumahnya diketuk seorang pengemis. Melihat keadaan si pengemis itu, si istri merasa terharu dan dia bermaksud hendak memberikan sesuatu. Tetapi sebelumnya, sebagai seorang wanita yang sholihat dan patuh pada kepada suaminya, dia meminta izin terlebih dahulu kepada suaminya, "Wahai suamiku, bolehkah aku memberi makanan kepada pengemis itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya suaminya memiliki karakter yang berbeda dengan wanita itu. Dengan suara lantang dan kasar menjawab, "Tidak usah! Usir saja dia, dan tutup kembali pintunya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si wanita terpaksa tidak memberikan apa-apa kepada pengemis tadi sehingga dia berlalu dan kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari yang naas perdagangan lelaki ini jatuh bangkrut. Kekayaannya habis dan ia menderita banyak hutang. Selain itu, karena ketidakcocokan sifat dengan istrinya, rumah tangganya menjadi berantakan sehingga terjadilah perceraian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama sesudah habis masa iddahnya bekas istri lelaki yang pailit itu menikah lagi dengan seorang pedagang di kota dan hidup berbahagia. Pada suatu hari ketika wanita itu sedang makan dengan suaminya (yang baru), tiba-tiba ia mendengar pintu rumahnya diketuk orang. Setelah pintunya dibuka ternyata tamu tak diundang itu adalah seorang pengemis yang sangat mengharukan hati wanita itu. Maka wanita itu berkata kepada suaminya, "Wahai suamiku, bolehkah aku memberikan sesuatu kepada pengemis ini?" Suaminya menjawab, "Berikan makan pengemis itu!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memberi makanan kepada pengemis itu istrinya masuk ke dalam rumah sambil menangis. Suaminya dengan perasaan heran bertanya kepadanya, "Mengapa engkau menangis? Apakah engkau menangis karena aku menyuruhmu memberikan daging ayam kepada pengemis itu?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu menggeleng halus, lalu berkata dengan nada sedih, "Wahai suamiku, aku sedih dengan perjalanan taqdir yang sungguh menakjubkan hatiku. Tahukah engkau siapa pengemis yang ada di luar itu? Dia adalah suamiku yang pertama dulu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar keterangan istrinya demikian, sang suami sedikit terkejut, tapi segera ia balik bertanya, "Dan engkau, tahukah engkau siapa aku yang kini menjadi suamimu ini? Aku adalah pengemis yang dulu diusirnya!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disadur dari Lembaran Da'wah Keluarga MARHAMAH edisi 493 Th. IX 1422 H / 2001 M&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3322941581416136977-7667532712934058346?l=adehendraputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adehendraputra.blogspot.com/feeds/7667532712934058346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3322941581416136977&amp;postID=7667532712934058346' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/7667532712934058346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/7667532712934058346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adehendraputra.blogspot.com/2007/12/keajaiban-hidup.html' title='KEAJAIBAN HIDUP'/><author><name>adehp</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17702273497948511434</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977.post-1839639930469648647</id><published>2007-12-24T22:17:00.000-08:00</published><updated>2007-12-24T22:19:11.843-08:00</updated><title type='text'>Tentang Syahadat</title><content type='html'>Semua Orang Pada Dasarnya Sudah Muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang yang lahir di muka bumi ini pada dasarnya adalah muslim,&lt;br /&gt;sehingga tidak perlu melakukan syahadat ulang. Dalam aqidah Islam, tidak&lt;br /&gt;ada orang yang lahir dalam keadaan kafir. Sebab jauh sebelum bayi itu&lt;br /&gt;lahir, Allah SWT telah me-minta mereka untuk berikrar tentang masalah&lt;br /&gt;tauhid, yaitu mengakui bahwa Allah SWT adalah tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Al-Quran Al-Kariem, hal ini ditegaskan sehingga tidak ada alasan&lt;br /&gt;untuk mengatakan bahwa bayi lahir itu dalam keadaan kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka&lt;br /&gt;dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka : "Bukankah Aku ini&lt;br /&gt;Tuhan-mu?" Mereka menjawab: "Betul , kami menjadi saksi". agar di hari&lt;br /&gt;kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang&lt;br /&gt;lengah terhadap ini" (QS.Al-A'raf : 172 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Rasulullah SAW juga telah bersabda bahwa setiap manusia itu&lt;br /&gt;lahir dalam keadaan fitrah. Dan makna fitrah itu adalah suci, lawan dari&lt;br /&gt;kufur dan ingkar kepada Allah SWT. Barulah nanti kedua orang tuanya yang&lt;br /&gt;akan mewarnai anak itu dan menjadikannya beragama selain Islam. Misalnya&lt;br /&gt;menjadi nasrani, yahudi atau majusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Setiap anak dilahirkan&lt;br /&gt;dalam keadaan fitrah, kecuali orang tuanya yang menjadikannya Yahudi,&lt;br /&gt;Nasrani atau Majusi. (HR. Bukhari 1296)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka anak-anak yang beragama non Islam itu pada dasarnya adalah anak&lt;br /&gt;korban pemurtadan dari orang tuanya. Sebab pada dasarnya anak itu muslim&lt;br /&gt;sejak dari perut ibunya. Dan lahir dalam keadaan fitrah yang berarti&lt;br /&gt;muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan bila orang tuanya muslim, maka tidak ada proses pengkafiran. Dan&lt;br /&gt;karena itu tidak ada kewajiban untuk masuk Islam dengan berikrar&lt;br /&gt;mengucapkan dua kalimat syahadat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahadat Tidak Harus Di Depan Imam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ada orang non muslim yang dibukakan hatinya untuk memeluk agama&lt;br /&gt;Islam, maka dia diharuskan untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Di&lt;br /&gt;dalam makna syahadat terkandung makna ikrar, janji dan sumpah atas apa&lt;br /&gt;yang dikatakan dalam lafaz dua kalimat syahadat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikrar atas syahadat maknanya adalah mengumumkan kepada khalayak bahwa&lt;br /&gt;diri-nya kini telah berganti agama dari non muslim menjadi muslim. Ikrar&lt;br /&gt;ini berfungsi untuk merubah pandangan umum sehingga mereka bisa&lt;br /&gt;memperlakukannya sebagai muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dalam kondisi tertentu, pengumuman atas ke-Islaman diri itu tidak&lt;br /&gt;mutlak harus dilakukan. Misalnya seperti yang dahulu dialami oleh&lt;br /&gt;Rasulullah SAW dan para shahabat di masa awal dakwah, banyak diantara&lt;br /&gt;mereka yang merahasiakan ke-Islamannya. Namun syahadat mereka tetap syah&lt;br /&gt;dan mereka resmi dianggap sebagai muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari ini pun bila ada seseorang yang karena pertimbangan tertentu ingin&lt;br /&gt;merahasiakan keislamannya, maka dia sudah syah menjadi muslim dengan&lt;br /&gt;bersyahadat tanpa disaksikan siapapun. Dan sejak itu dia terhitung mulai&lt;br /&gt;menjadi muslim yang punya kewajiban shalat, puasa, zakat dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahadatain itu tidak mensyaratkan harus dilakukan di depan imam, tokoh,&lt;br /&gt;kiai atau ulama. Tanpa adanya kesaksian mereka pun syahadat itu sudah syah&lt;br /&gt;dan dia sudah menjadi muslim dengan sendirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Menjadi Orang Beriman Tidak Perlu Minta Izin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi hamba Allah SWT dan beriman kepada Rasulullah SAW, tidak&lt;br /&gt;perlu minta izin kepada makhluq Allah. Sebab beriman itu adalah hak&lt;br /&gt;sekaligus kewajiban seorang makhluq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urusan mau beriman kok harus minta izin segala ? Yang terkenal suka bikin&lt;br /&gt;peraturan bagi orang yang mau beriman agar minta izin terlebih dahulu&lt;br /&gt;adalah Fir’aun. Fir’aun akan mempertanyakan mengapa orang-orang jadi&lt;br /&gt;beriman tanpa minta izin dahulu kepadanya. Seolah-olah dia merasa punya&lt;br /&gt;hak untuk meregistrasi orang-orang mau masuk jadi kelompok mu’minin.&lt;br /&gt;Padahal untuk urusan seperti ini, Allah SWT tidak pernah ‘buka cabang atau&lt;br /&gt;outlet’. Juga tidak pernah membuka ‘agen yang menjual tiket’ untuk masuk&lt;br /&gt;Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fir’aun berkata : ”Apakah kamu beriman kepadanya sebelum aku memberi izin&lt;br /&gt;kepadamu?, sesungguhnya adalah suatu muslihat yang telah kamu rencanakan&lt;br /&gt;di dalam kota ini, untuk mengeluarkan penduduknya dari padanya; maka kelak&lt;br /&gt;kamu akan mengetahui (QS Al-Araf : 132)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahadat Bukan Akad Nikah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahadat itu tidaklah harus disaksikan sebagaimana sebuah akad nikah yang&lt;br /&gt;menjadi tidak syah apabila tidak ada saksinya (nikah sirri). Bila seorang&lt;br /&gt;telah meyakini Islam sebagai agamanya dan mengucapkan dua kalimat&lt;br /&gt;syahadat, secara otomatis dia adalah seorang muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di atas pundaknya telah berlaku beban sebagaimana seorang muslim&lt;br /&gt;lainnya. Tidak perlu baginya untuk mencari orang lain atau mengadakan&lt;br /&gt;sebuah seremoni masuk Islam dengan menghadirkan para saksi melihat dia&lt;br /&gt;mengucapkan dua kalimat syahahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bila di tengah hutan belantara yang tidak ada manusianya, seseorang&lt;br /&gt;yang tadinya nasrani, majusi atau yahudi dan bahkan dari kepercayaan dan&lt;br /&gt;religi manapun bisa saja masuk Islam begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dia masuk ke tengah peradaban masyarakat maka cukuplah dia mengaku&lt;br /&gt;sebagai muslim, shalat di masjid dan melakukan semua kewajiban sebagai&lt;br /&gt;muslim. Dia tidak perlu melakukan syahadat ulang di hadapan para saksi.&lt;br /&gt;Tidak perlu menandatangani surat bermaterai untuk menyatakan diri sebagai&lt;br /&gt;muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kalau dia murtad dan keluar dari Islam?  Dalam hukum Islam,&lt;br /&gt;seorang muslim yang jelas melakukan perbuatan yang mengantarkannya kepada&lt;br /&gt;kemurtadan harus diperiksa dan dimintai keterangan secara syah oleh&lt;br /&gt;mahkamah syariah (pengadilan). Bila ternyata dia benar-benar secara sadar&lt;br /&gt;menyatakan diri keluar dari Islam, maka dia diminta untuk bertobat dan&lt;br /&gt;kembali ke dalam ajaran Islam. Tapi bila tetap bersikeras untuk keluar&lt;br /&gt;dari Islam, maka hukumannya adalah dibunuh. Untuk masuk Islam seseorang&lt;br /&gt;bisa dengan mudah melakukannya, tapi untuk bisa dianggap keluar dari&lt;br /&gt;Islam, perlu ada 'persaksian' di dalam sebuah mahkamah syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,&lt;br /&gt;Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.syariahonline.com/" target="_blank" onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)"&gt;www.syariahonline.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3322941581416136977-1839639930469648647?l=adehendraputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adehendraputra.blogspot.com/feeds/1839639930469648647/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3322941581416136977&amp;postID=1839639930469648647' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/1839639930469648647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/1839639930469648647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adehendraputra.blogspot.com/2007/12/tentang-syahadat.html' title='Tentang Syahadat'/><author><name>adehp</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17702273497948511434</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977.post-3329947620903297775</id><published>2007-12-24T22:16:00.000-08:00</published><updated>2007-12-24T22:17:45.860-08:00</updated><title type='text'>Para Penyeru ke Neraka Jahanam</title><content type='html'>Syarah Hadits&lt;br /&gt;15/11/2007 | 5/Dzulqaidah/1428 H | Hits: 116&lt;br /&gt;Para Penyeru ke Neraka Jahanam&lt;br /&gt;Oleh: Tim &lt;a href="http://dakwatuna.com/" target="_blank" onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)"&gt;dakwatuna.com&lt;/a&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Huzhaifah bin Al-Yaman berkata, “Manusia biasa bertanya pada&lt;br /&gt;Rasulullah saw. tentang kebaikan, sedang aku bertanya kepada beliau&lt;br /&gt;tentang kejahatan, karena khawatir akan mengenaiku.” Saya berkata,&lt;br /&gt;“Wahai Rasulullah, kami dahulu di masa Jahiliyah dan penuh kejahatan,&lt;br /&gt;kemudian Allah mendatangkan kebaikan ini (Islam). Apakah setelah&lt;br /&gt;kebaikan ini ada lagi keburukan?” Rasul saw. menjawab, ”Ya.” “Apakah&lt;br /&gt;setelah keburukan itu ada kebaikan?” Rasul saw. menjawab, ”Ya, tetapi&lt;br /&gt;ada polusinya.” “Apa polusinya?” Rasul saw. menjawab, ”Kaum yang&lt;br /&gt;mengambil hidayah dengan hidayah yang bukan dariku, engkau kenali dan&lt;br /&gt;engkau ingkari.” Saya berkata, ”Apakah setelah kebaikan itu ada&lt;br /&gt;keburukan?” Rasul saw. menjawab, ”Ya, tetapi ada para penyeru ke neraka&lt;br /&gt;jahanam; barangsiapa yang menyambut mereka ke neraka, maka mereka&lt;br /&gt;melamparkannya ke dalam neraka.” Saya berkata, ”Ya Rasulullah, terangkan&lt;br /&gt;ciri mereka pada kami?” Rasul saw. menjawab, ”(Kulit) mereka sama dengan&lt;br /&gt;kulit kita, berbicara sesuai bahasa kita.” Saya berkata, ”Apa yang&lt;br /&gt;engkau perintahkan padaku jika aku menjumpai hal itu?” Rasul saw.&lt;br /&gt;bersabda, ”Komitmen dengan jamaah muslimin dan imamnya.” Saya berkata,&lt;br /&gt;”Jika tidak ada pada mereka jamaah dan imam?” Rasul saw. menjawab,&lt;br /&gt;”Tinggalkan semua firqah itu, walaupun engkau harus menggigit akar pohon&lt;br /&gt;sampai menjumpai kematian dan engkau tetap dalam kondisi tersebut.”&lt;br /&gt;(Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini menceritakan satu informasi kenabian yang mutlak&lt;br /&gt;kebenarannya. Apalagi hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam&lt;br /&gt;Muslim, dua imam hadits yang disepakati keshahihan haditsnya oleh para&lt;br /&gt;ulama. Dan hadits ini dikeluarkan oleh Huzhaifah bin Yaman ra. seorang&lt;br /&gt;sahabat Rasul shalallahu ‘alaihi wa sallam yang sangat pakar di bidang&lt;br /&gt;fitnah dan masa depan. Pertanyaan yang dikemukakan Huzhaifah terasa&lt;br /&gt;aneh, kalau sahabat lain bertanya tentang kebaikan, justru ia bertanya&lt;br /&gt;tentang keburukan, agar dapat diantisipasi oleh dirinya dan umat Islam.&lt;br /&gt;Huzhaifah paling tahu masalah-masalah rahasia, tidak salah kalau ia&lt;br /&gt;disebut inteljen Rasulullah saw. Umar bin Khattab ra. ketika ingin&lt;br /&gt;mengetahui orang-orang munafik bertanya pada Huzhaifah bin Yaman. Bahkan&lt;br /&gt;Umar sendiri –karena begitu besar rasa takutnya– bertanya apakah ada&lt;br /&gt;sifat kemunafikan pada dirinya, yang kemudian di jawab Huzhaifah, tidak&lt;br /&gt;ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini menceritakan betapa nanti akan terjadi distorsi pengamalan&lt;br /&gt;umat Islam terhadap ajaran Islam. Sehingga Islam diliputi polusi atau&lt;br /&gt;syubhat yang mengkaburkan kebenaran ajaran Islam. Pada saat itulah&lt;br /&gt;muncul fitnah dan banyak orang-orang yang menyeru ke pintu neraka&lt;br /&gt;Jahanam (Du’at ilaa abwaabi Jahnnam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah yang paling gencar yang dilakukan para penyeru ke jahanam adalah&lt;br /&gt;mengajak manusia agar tidak melibatkan Islam dalam kehidupan mereka.&lt;br /&gt;Pada sisi yang lain mereka juga menyeru untuk menghalalkan segala cara&lt;br /&gt;dalam aktivitas kehidupannya. Dari sisi pemikiran yang banyak diseru&lt;br /&gt;oleh para penyeru ke neraka jahanam adalah kesesatan, penyimpangan, dan&lt;br /&gt;syubhat yang dimasukkan atas nama ajaran Islam. Sehingga muncullah&lt;br /&gt;aliran sesat dan gerakan kemurtadan yang mengatasnamakan Islam, dan umat&lt;br /&gt;Islam banyak yang tertipu dengan ajakan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KARAKTERISTIK PARA PENYERU KE NERAKA JAHANNAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memiliki Warna Kulit dan Bahasa yang Sama dengan Mayoritas Rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penyeru tersebut ternyata para pemimpin atau tokoh masyarakat atau&lt;br /&gt;tokoh politik atau tokoh agama yang diikuti oleh banyak masa sebagaimana&lt;br /&gt;disebutkan dalam riwayat lain oleh imam Muslim, yaitu: “Pemimpin yang&lt;br /&gt;tidak mengambil hidayah Rasul dan juga tidak mengikuti sunnahnya.”&lt;br /&gt;Ungkapan yang sama juga disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-Qashash:&lt;br /&gt;41-42, “Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia)&lt;br /&gt;ke neraka dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong. Dan Kami&lt;br /&gt;ikutkanlah laknat kepada mereka di dunia ini; dan pada hari kiamat&lt;br /&gt;mereka termasuk orang-orang yang dijauhkan (dari rahmat Allah).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka muncul dari kelompok Islam dan memimpin umat Islam. Kulit dan&lt;br /&gt;bahasanya sama dengan mayoritas umat Islam. Merekalah kelompok yang&lt;br /&gt;paling bahaya bagi umat Islam karena mereka menggunakan istilah-istilah&lt;br /&gt;Islam yang dapat menyesatkan umat Islam, mereka juga sangat membahayakan&lt;br /&gt;karena lahir dari kelompok Islam dan memiliki pengikut yang banyak dari&lt;br /&gt;umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mengajak Manusia ke Neraka Jahannam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan-ungkapan mereka mengandung kekufuran dan kefasikan, dan mereka&lt;br /&gt;menyangka itu benar. Ungkapan kufur itu dibungkus ayat-ayat Al-Qur’an&lt;br /&gt;dan Hadits. Sementara masyarakat awam banyak yang mengikuti pemimpin&lt;br /&gt;tersebut karena kebodohannya. Ungkapannya ibarat sabda, perbuatannya&lt;br /&gt;selalu dianggap benar. Pemimpin tersebut mengajak rakyatnya untuk masuk&lt;br /&gt;ke neraka Jahanam (sadar atau tidak sadar) dengan berbagai macam cara.&lt;br /&gt;Maka mereka adalah pemimpin yang sesat dan menyesatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun cara-cara yang digunakan manusia untuk menyesatkan mereka dan&lt;br /&gt;mengajak ke neraka antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Memimpin rakyatnya ke jalan setan yang mengantarkan ke neraka. “Ia&lt;br /&gt;berjalan di muka kaumnya di hari kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam&lt;br /&gt;neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang didatangi.” (QS. Hud: 98)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Mengunakan sarana media massa. “(ucapan mereka) menyebabkan mereka&lt;br /&gt;memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat, dan&lt;br /&gt;sebagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui&lt;br /&gt;sedikitpun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, amat buruklah dosa yang&lt;br /&gt;mereka pikul itu.” (QS An-Nahl: 25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka,&lt;br /&gt;tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir&lt;br /&gt;membencinya.” (QS. As-Shaaf: 8 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Menggunakan sarana musik dan nyanyian. “Dan di antara manusia (ada)&lt;br /&gt;orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan&lt;br /&gt;(manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah&lt;br /&gt;itu olok-olokan. mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” (QS.&lt;br /&gt;Luqmaan: 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Mengubah nikmat Allah dengan kekufuran. “Tidakkah kamu perhatikan&lt;br /&gt;orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan&lt;br /&gt;menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan? Yaitu, neraka Jahanam; mereka&lt;br /&gt;masuk ke dalamnya; dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam upayanya untuk menyesatkan manusia para pemimpin itu menggunakan&lt;br /&gt;berbagai macam cara yang dikuasainya. Seperti menggunakan harta untuk&lt;br /&gt;menipu kaum lemah dan miskin, menggunakan media. Bahkan, kalau tidak mau&lt;br /&gt;tunduk, mereka menyiksanya dan membunuhnya. Begitulah di antara ciri&lt;br /&gt;penyeru ke neraka Jahanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mereka Memiliki Hati Setan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Muslim: ”Hati mereka&lt;br /&gt;adalah hati setan dalam jasad manusia.” Para penyeru ke neraka Jahanam&lt;br /&gt;hati mereka sangat keras melebihi kerasnya batu sehingga tidak merasakan&lt;br /&gt;apa yang dirasakan umatnya. Bahkan untuk mengokohkan kekuasaanya mereka&lt;br /&gt;tidak segan-segan menyakiti, menyiksa, dan membunuh rakyatnya&lt;br /&gt;(pengikutnya) sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya hati jika sudah mengeras, maka kehilangan daya&lt;br /&gt;sensitivitasnya. Mereka menganggap sama antara yang baik dengan yang&lt;br /&gt;buruk, tidak merasakan penderitaan rakyatnya. Semuanya serba diremehkan.&lt;br /&gt;Kesakitan masyarakat dianggap biasa, lumrah, dan tidak dianggap repot.&lt;br /&gt;Dan hati setan tentu saja lebih keras dan lebih jahat dari semua hati.&lt;br /&gt;Penderitaan masyarakat dianggap hiburan yang menyenangkan. Kesesatan&lt;br /&gt;masyarakat adalah tujuan mereka sehingga pada saat masyarakat sesat&lt;br /&gt;memudahkan untuk ditundukkan dan patuh kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERBUATAN PARA PENYERU KE NERAKA JAHANAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengekor pada Orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun di mata masyarakat mereka adalah pemimpin tetapi pada dasarnya&lt;br /&gt;mereka mengekor pihak lain. Para penyeru ke neraka jahanam biasanya&lt;br /&gt;adalah antek-antek orang kafir. Allah swt berfirman: Dan bila mereka&lt;br /&gt;berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah&lt;br /&gt;beriman.” Dan bila mereka kembali kepada setan-setan mereka, mereka&lt;br /&gt;mengatakan: “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah&lt;br /&gt;berolok-olok.” (QS. Al Baqarah: 14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menganggap Rendah Kaumnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena mengekor pada yang lain sehingga mereka merasakan dan menganggap&lt;br /&gt;rendah pada diri dan kaumnya. Mereka memaksa kaumnya untuk mengikuti&lt;br /&gt;pola hidup kaum kafir yang menjadi acuan. Karena itu, pemimpin -pemimpin&lt;br /&gt;seperti ini pada hakekatnya pengekor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menghancurkan Nilai-Nilai Moral&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penyeru ke neraka Jahanam menginginkan agar masyarakat tidak&lt;br /&gt;komitmen pada ajaran Islam, karena hal itu akan menyulitkan mereka.&lt;br /&gt;Lebih dari itu ketika masyarakat komitmen pada ajaran Islam maka mereka&lt;br /&gt;susah menguasainya sehingga mereka berusaha menjauhkan masyarakat dari&lt;br /&gt;nilai-nilai Islam. Allah swt. berfirman: “Dan orang-orang yang kafir&lt;br /&gt;maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menghapus amal-amal mereka.&lt;br /&gt;Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa&lt;br /&gt;yang diturunkan Allah (Al-Qur’an) lalu Allah menghapuskan&lt;br /&gt;(pahala-pahala) amal-amal mereka.” (QS. Muhammad: 8-9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Memerangi Dakwah Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini terjadi jika kekuasaan ada di tangan mereka. Mungkin pada awalnya&lt;br /&gt;mereka tidak secara langsung memerangi dakwah tetapi mempersempit ruang&lt;br /&gt;lingkupnya. Mereka kemudian menuduh orang-orang yang berdakwah dengan&lt;br /&gt;tuduhan yang keji seperti ekstrimis, fundamentalis, provokator, dan&lt;br /&gt;teroris. Hal ini menyebabkan masa menjauhi dakwah dan aktivisnya. Di&lt;br /&gt;sisi lain menumbuhsuburkan dakwah yang tidak membahayakan kekuasaannya&lt;br /&gt;seperti menumbuhsuburkan tasawuf, filsafat, pemikiran sosialis, dan&lt;br /&gt;lain-lain. Lebih jauh lagi mereka berani menyiksa dan membunuh aktivis&lt;br /&gt;dakwah karena mereka sudah memvonisnya sebagai teroris yang membahayakan&lt;br /&gt;negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian aktivitas para penyeru ke neraka Jahanam menggiring manusia&lt;br /&gt;untuk disesatkan dengan berbagai macam cara dan sarana sampai pada&lt;br /&gt;akhirnya mereka mengikuti penyeru tersebut untuk masuk bersama-sama ke&lt;br /&gt;neraka Jahanam. Oleh karena itu para dai kebenaran tidak boleh gentar&lt;br /&gt;menghadapi mereka dan terus-menerus mendakwahkan Islam, mengikhlaskan&lt;br /&gt;niat, merapatkan barisan menggalang kekuatan, dan menjelaskan kesalahan&lt;br /&gt;dan kesesatan mereka sehingga masyarakat tahu dan sadar akan kebenaran&lt;br /&gt;ajaran Islam dan sampai ajaran Islam tegak di bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap Muslim terhadap mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap yang harus dilakukan oleh setiap muslim dalam menghadapi kelompok&lt;br /&gt;ini dapat dipetakan dalam beberapa tahap:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bersabar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud bersabar di sini bukan sabar menerima kebatilan mereka,&lt;br /&gt;tetapi bersabar dalam menolak kebatilan mereka, karena diam dalam&lt;br /&gt;kemaksiatan adalah sebuah kemaksiatan. Bersabar ketika sebagian umat&lt;br /&gt;Islam terkena fitnah dan keburukan mereka. Bersabar untuk terus&lt;br /&gt;melakukan persiapan diri untuk menghadapi keburukan mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Melakukan Reformasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam semuanya harus turut melakukan reformasi. Reformasi dari&lt;br /&gt;sistem yang ada menuju sistem Islam. Reformasi dari akhlak yang penuh&lt;br /&gt;dengan bentuk kemaksiatan seperti kemusyrikan, perzinaan, seks bebas dan&lt;br /&gt;pornografi, korupsi, kezaliman lainnya, menuju akhlak Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Komitmen dengan Persatuan Umat Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi yang serba rusak ini, maka umat Islam harus terjaga&lt;br /&gt;keislamannya dan terhindar dari berbagai macam polusi jahiliyah. Umat&lt;br /&gt;Islam harus komitmen kepada persatuan umat Islam, menjauh dari&lt;br /&gt;penyimpangan, dan berjuang untuk menegakkan Islam. Dan itulah kunci&lt;br /&gt;selamat dari fitnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Berjihad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan cara yang terakhir yang harus dilakukan oleh orang-orang beriman,&lt;br /&gt;sesuai dengan arahan Al-Qur’an dan Sunnah, yaitu berjihad terus menerus&lt;br /&gt;dengan berbagai macam tingkatan jihad untuk menghancurkan kebatilan dan&lt;br /&gt;kemungkaran sehingga tidak ada lagi fitnah di muka bumi ini, dan&lt;br /&gt;ketundukkan dan ketaatan hanya untuk Allah semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bishawwab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3322941581416136977-3329947620903297775?l=adehendraputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adehendraputra.blogspot.com/feeds/3329947620903297775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3322941581416136977&amp;postID=3329947620903297775' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/3329947620903297775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/3329947620903297775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adehendraputra.blogspot.com/2007/12/para-penyeru-ke-neraka-jahanam.html' title='Para Penyeru ke Neraka Jahanam'/><author><name>adehp</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17702273497948511434</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977.post-6198300852466044765</id><published>2007-12-24T22:08:00.000-08:00</published><updated>2007-12-24T22:13:01.881-08:00</updated><title type='text'>Sehatnya Qalbu, Lurusnya Amal</title><content type='html'>Penulis: Al-Ustadz Abu Muhammad Abdul Jabbar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebagusan amalan anggota badan seorang hamba tergantung pada kebagusan&lt;br /&gt;qalbunya. Apabila qalbunya salim (sehat), tidak ada di dalamnya melainkan&lt;br /&gt;kecintaan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan kecintaan kepada apa yang&lt;br /&gt;dicintai Allah Subhanahu wa Ta'ala, takut kepada-Nya, takut terjatuh pada&lt;br /&gt;apa yang dibenci oleh-Nya, akan baguslah seluruh amalan anggota badannya.&lt;br /&gt;Akan tumbuh pula pada dirinya perasaan untuk menghindarkan diri dari&lt;br /&gt;segala perkara yang haram dan syubhat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apabila qalbunya rusak, dikuasai oleh hawa nafsunya, mencari apa&lt;br /&gt;yang diinginkan hawa nafsunya dalam perkara yang Allah Subhanahu wa Ta'ala&lt;br /&gt;benci, akan rusaklah seluruh amalan anggota badannya. Selain itu, akan&lt;br /&gt;menyeret pula kepada segala bentuk kemaksiatan dan syubhat, sesuai dengan&lt;br /&gt;kadar penguasaan hawa nafsu terhadap qalbunya. Rasulullah Shallallahu&lt;br /&gt;'alaihi wa sallam telah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;€ ¢â’ ’¼Ketahuilah, sesungguhnya dalam jasad ada segumpal darah. Jika ia baik,&lt;br /&gt;seluruh jasad akan baik pula. Jika ia rusak, maka seluruh jasad akan&lt;br /&gt;rusak. Ketahuilah bahwa itu adalah qalbu.€ ¢â’ ’½ (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 52,&lt;br /&gt;dan Muslim no. 4070)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila seorang hamba memiliki qalbu yang salim akan muncul darinya&lt;br /&gt;amalan-amalan yang shalih dan kesungguhan dalam beramal guna mencapai&lt;br /&gt;kebahagiaan di kehidupan akhirat. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;€ ¢â’ ’¼Dan barangsiapa menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu&lt;br /&gt;dengan sungguh-sungguh, sedangkan ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah&lt;br /&gt;orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.€ ¢â’ ’½ (Al-Isra`: 19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, untuk mendorong dan menumbuhkan amalan-amalan shalih,&lt;br /&gt;setiap hamba wajib menjaga qalbunya agar tetap salim (sehat) dan terhindar&lt;br /&gt;dari penyakit-penyakit yang merusaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullahu berkata: € ¢â’ ’¼Tidak sempurna keselamatan&lt;br /&gt;qalbu seorang hamba melainkan setelah selamat dari lima perkara: syirik&lt;br /&gt;yang menentang tauhid, bid€ ¢â’ ’¹ah yang menyelisihi As-Sunnah, syahwat yang&lt;br /&gt;menyelisihi perintah, kelalaian yang menyelisihi dzikir, dan hawa nafsu&lt;br /&gt;yang menyelisihi ikhlas.€ ¢â’ ’½ (Ad-Da`u wad Dawa`, hal. 138)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba yang memiliki qalbun salim akan selalu mengutamakan kehidupan&lt;br /&gt;akhirat daripada kehidupan dunia, yang mana Allah Subhanahu wa Ta'ala&lt;br /&gt;telah mempersiapkan tempatnya di surga. Berbeda dengan orang yang&lt;br /&gt;mengutamakan kehidupan dunia yang akan membawanya kepada neraka Al-Jahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;€ ¢â’ ’¼Maka apabila hari kiamat telah datang. Pada hari ketika manusia teringat&lt;br /&gt;akan apa yang telah dikerjakannya. Dan diperlihatkan neraka dengan jelas&lt;br /&gt;kepada setiap orang yang melihat. Adapun orang yang melampaui batas, dan&lt;br /&gt;lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat&lt;br /&gt;tinggalnya. Dan adapun orang yang takut kepada kebesaran Rabbnya, dan&lt;br /&gt;menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah&lt;br /&gt;tempat tinggalnya.€ ¢â’ ’½ (An-Nazi€ ¢â’ ’¹at: 34-41)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a€ ¢â’ ’¹lam bish-shawab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3322941581416136977-6198300852466044765?l=adehendraputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adehendraputra.blogspot.com/feeds/6198300852466044765/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3322941581416136977&amp;postID=6198300852466044765' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/6198300852466044765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/6198300852466044765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adehendraputra.blogspot.com/2007/12/sehatnya-qalbu-lurusnya-amal.html' title='Sehatnya Qalbu, Lurusnya Amal'/><author><name>adehp</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17702273497948511434</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977.post-1366189919339034710</id><published>2007-11-19T23:41:00.000-08:00</published><updated>2007-11-19T23:43:56.607-08:00</updated><title type='text'>Sakratul Maut</title><content type='html'>&lt;p&gt; Menurut sebagian besar ulama, dekat-dekat akan meninggal malaikat maut akan berulang-ulang mengunjungi orang yang akan meninggal itu. Kadang-kadang ia menunjukan dirinya dengan jelas, bahkan kadang-kadang suaranya jelas terdengar oleh yang bersangkutan. Kedatangan malaikat maut ini sebenarnya adalah suatu peringatan, bahkan tidak lama lagi orang itu akan meninggal. Rupanya malaikat maut ingin memberi peringatan agar orang itu bersiap-siap dengan perbekalannya. Junjungan kita yang mulia, Rasulullah SAW dalam hal ini telah bersabda : &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; "Apabila Allah bermaksud baik kepada seseorang hamba, maka bentuk malaikat maut itu akan disesuaikan dengan amal salehnya sebelum mati". &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Berdasarkan hadits ini, jelaslah bahwa bentuk malaikat maut yang datang itu bergantung kepada tingkat iman dan amal salehnya seseorang. Semakin banyak amal saleh orang itu, maka bentuk malaikat maut yang datang akan semakin menyenangkan. Dan sebaliknya semakin besar dosanya, maka bentuknya akan semakin menakutkan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Dalam hadits lain, Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa sebaik-baik sikap pada waktu meninggal adalah ingat kepada Allah dengan mengucapkan Lailaha Ilallah. Pada kenyataannya, amat jarang orang yang mampu mengucapkan kalimat sakral ini dengan keikhlasan yang mendalam. Mari kita coba bersama-sama untuk menelaahnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Menurut para ahli, pada saat seseorang akan meninggal, yaitu pada saat roh sudah sampai di tenggorokan, maka ingatan, akal, dan ilmu akan hilang. Yang berfungsi hanyalah alam bawah sadarnya. Pada saat kritis ini, setan berusaha sekuat tenaga dengan berbagai cara mengalihkan perhatian orang yang sedang sekarat itu agar jangan sampai mengucapkan Lailaha Illallah. Macam-macam akal dikeluarkannya, mungkin ia menjelma menjadi bentuk ayah atau ibunya yang telah meninggal, atau pun ia menjelma menjadi bentuk yang menakutkan. Semua akal-aklan setan ini tujuannya hanya satu, yaitu agar orang yang sedang sekarat itu terlena atau takut, sehingga akhirnya ia akan lupa kepada Allah. Oleh karena itu, bila kita melihat orang yang sedang berjuang dalam sakratul maut, maka bantulah ia dengan membisikan berulang-ulang kalimat Lailaha Illallah sebagaimana petunjuk yang diberikan Rasulullah SAW:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; "Talkinkan olehmu orang yang sedang dalam sakratulmaut itu, dengan mengucapkan Lailaha Illallah. Orang yang mengakhiri perkataannya itu dengan kalimat syahadat, maka dia akan dimasukkan ke dalam syurga".&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Salah seorang sahabat Rasulullah SAW, yaitu Umar bin Khatab berkata, "Ucapkanlah kepada mereka yang sedang dalam sakratul maut itu Lailaha Illah. Mereka itu melihat apa-apa yang tidak terlihat olehmu".&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Bagaimana cara mengatasi godaan setan pada waktu sakratulmaut?&lt;br /&gt;Godaan setan yang maha berat pada waktu sakratul maut ini, hanya dapat diatasi dengan satu cara, yaitu rasa cinta yang mendalam kepada Allah SWT. Karena, apa yang paling dicintai, apa yang menjadi kerinduan siang dan malam, maka itulah yang akan teringat oleh kita pada waktu nafas terakhir.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Seringkali kita jumpai orang sekarat yang menepis atau menolak bila dibisikkan "Lailaha Illallah" ditelinganya. Hal ini terjadi karena dalam keadaan sekarat, akal telah pergi, ingatan hilang, hati nurani akan mengenyampingkan semua hal, kecuali pada apa yang dicintai saja. Oleh karena itu, bila kita ingin pada saat meninggal nanti hanya ingat kepada Allah dengan mengucapkan "Lailaha Illallah" maka pupuklah rasa cinta kepada Allah. Karena, sekali lagi, dalam keadaan sekarat, akal akan beku, sedangkan hati hanya mampu mengingat apa-apa yang kita cintai saja.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Rasa cinta jelas mustahil muncul dalam sekejap. Sangat logis bila mengharapkan rasa cinta pada Allah itu muncul pada waktu sakratul maut, di mana akal sudah tidak normal dan setan sedang menggoda dengan seberat-beratnya godaan, serta badan menanggung rasa sakit yang luar biasa seperti ditusuk-tusuk dengan 300 tusukan pedang.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Untuk menumbuhkan rasa cinta pada Allah, biasakanlah berzikirmengingat-Nya. Jadikan Allah itu menjadi kekasih, dan letakkanlah Dia dalam rongga hati kita yang paling dalam.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Para ulama mengatakan, setelah selesai tanya jawab dalam kubur maka roh selanjutnya di alam barzah akan ditempatkan pada tempat-tempat yang sudah disiapkan untuknya, yaitu sesuai dengan amal perbuatannya selama hidup di alam dunia. Yang amal salehnya banyak, yaitu selalu taat mengerjakan perintah-perintah Allah, akan menempati tempat yang bagus sekali, lebih indah dari kesenangan yang terdapat dalam mimpi. Sedangkan bagi yang selalu membangkang pada perintah-perintah Allah akan mengalami penderitaan yang luar biasa pahitnya, naudzhubillah. Bagi mereka itu, alam barzah adalah benar-benar tempat derita dan sengsara. Dalam hal ini Rasulullah SAW, bersabda:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; "Jangalah kamu memaki orang yang telah mati. Karena sesungguhnya mereka telah menemui apa yang mereka amalkan semasa hidupnya".&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Marilah dari sekarang kita sadari, bahwa banyak harta sedikit amal saleh ternyata tidak ada gunanya sama sekali. Harta yang dicari mati-matian waktu di dunia, akan dibagi-bagi oleh ahli waris. Bayangkanlah, berpayah-payah mengumpulkan harta, kadang-kadang sudah Maghrib masih di kantor, harta tertumpuk, kita meninggal. Masih terbaring mayat kita di tempat tidur, belum dimandikan dan belum di kafani, para ahli waris sudah bertengkar memperebutkan harta yang kita kumpulkan mati-matian itu. Payah-payah mengumpulkan harta selama ini ternyata hanya untuk mengadu anak berkelahi dengan anak mengenai warisan. Yang dapat kita bawa serta masuk ke liang kubur hanyalah secarik kain kafan, yaitu kain putih sepanjang empat hasta. Tidak lebih dari itu!.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Rasulullah SAW yang mulia bersabda :&lt;br /&gt;"Sesungguhnya kubur adalah tahap pertama dari beberapa tahap tempat di akhirat. Kalau seseorang telah selamat disitu, maka tahap yang sesudahnya akan lebih enteng, dan kalau tidak selamat di situ, tahap yang sesudahnya akan lebih berat lagi".&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Ingin saya sampaikan sekali lagi, mengucapkan kalimat "Lailaha Illallah" dengan sepenuh perasaan pada saat sakratul maut. Selintas kedengarannya mudah, namun kenyataannya hanya orang tertentu saja yang sanggup melaksanakannya. Hal ini disebabkan antara lain karena :&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; a.. Pada waktu sakratul maut, akal atau ingatan sudah tidak berfungsi normal, bahkan dapat dikatakan hilang.&lt;br /&gt;b.. Setan menggoda dengan seberat-beratnya godaan. Biasanya setan muncul di penglihatan orang sekarat itu menyerupai orang-orang yang dikenal dekat dan sudah meninggal.&lt;br /&gt;c.. Rasa sakit yang amat sangat, seolah-olah ditusuk oleh 300 pedang. Dalam keadaan payah seperti itu, jelaslah yang bekerja hanyalah alam bawah sadar saja, yang teringat adalah hanya apa-apa yang kita cintai dan kita rindukan siang malam.&lt;br /&gt;Agar kita mampu mengucapkan pengakuan "Lailaha Illallah" pada saat akan meninggal, maka kita harus cinta atau dekat kepada Allah SWT yang tertanam sampai ke dalam lubuk hati. Untuk itu, satu-satunya jalan adalah: berjihad menundukan nafsu agar menjadi manusia yang bertaqwa!. Ingatlah, kuburan bergerak secara pasti menghampiri kita dengan kecepatan 60 menit perjam. Dan di akhirat nanti, tidak ada jalan keluar dari neraka. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Wallahu a'lam bish-shawab. (TA)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Sumber : &lt;a onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)" target="_blank" href="http://forum.dudung.net/"&gt;http://forum.dudung.net/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; ----------------------------------------------------------&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Telah bersabda Nabi Muhammad S.A.W, kubur itu menyeru manusia tiap2 hari dengan 7 (tujuh) seruan :&lt;br /&gt;1. Wahai manusia, aku rumah ulat, perbanyaklah membaca Al Qur'an.&lt;br /&gt;2. Wahai manusia, aku rumah gelap, terangilah aku dengan sholat malam.&lt;br /&gt;3. Wahai anak adam, aku rumah tanah, bawalah kasur yaitu amal sholeh.&lt;br /&gt;4. Wahai anak adam, aku rumah binatang buas, bawalah tameng yaitu air mata (takut kepada Allah SWT)&lt;br /&gt;5. Wahai manusia, aku rumah tamu, berbekallah untuk dirimu yaitu taqwa.&lt;br /&gt;6. Wahai manusia, aku rumah fakir, bawalah bekal kekayaan untuk dirimu (dengan sedekah &amp;amp; zakat)&lt;br /&gt;7. Wahai anak adam, aku rumah pertanyaan Munkar dan Nakir, maka banyaklah baca "Laa ilahaillallah, Muhammadar Rasulullah", supaya kamu dapat jawaban kepadanya.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3322941581416136977-1366189919339034710?l=adehendraputra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adehendraputra.blogspot.com/feeds/1366189919339034710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3322941581416136977&amp;postID=1366189919339034710' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/1366189919339034710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3322941581416136977/posts/default/1366189919339034710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adehendraputra.blogspot.com/2007/11/sakratul-maut.html' title='Sakratul Maut'/><author><name>adehp</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17702273497948511434</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3322941581416136977.post-4428829043037196046</id><published>2007-11-19T23:35:00.000-08:00</published><updated>2007-11-19T23:37:33.221-08:00</updated><title type='text'>Kata Mutiara</title><content type='html'>Kata Mutiara&lt;br /&gt;Mawlana Syaikh Nazim Adil  &lt;p&gt; "Yang lebih penting daripada ilmu ialah  pemindahan&lt;br /&gt;ilmu tersebut dari hati ke hati " &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; "Kita tidak minta untuk dikenali dan menjadi sesuatu,&lt;br /&gt;karena selagi kita menginginkannya, maka kita masih&lt;br /&gt;belum lagi sempurna" &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; "KedaulatanNya adalah Melalui KekekalanNya" &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; "Perjumpaan dengan para awliya meringankan beban kita&lt;br /&gt;dan kita akan merasa ringan dan gembira" , "Adalah&lt;br /&gt;mustahil untuk kita memahami diri kita.&lt;br /&gt;Sekurang-kurangnya kita perlu melihat cermin,  karena&lt;br /&gt;tiada siapapun yang dapat mengenali kepincangan di&lt;br /&gt;dalam dirinya " &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Saya tidak berkata, “Ikut saya,” karena saya tahu&lt;br /&gt;siapa yang akan ikut bersama saya di Mahsyar kelak "&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; "Keikhlasan dan Politik tidaklah serasi sebagaimana&lt;br /&gt;Iman dan Penipuan " &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; “Sudah menjadi suatu aturan yang disepakati di antara&lt;br /&gt;Rijal-Allah, Para Kekasih Allah, bahwa keragaman jalan&lt;script&gt;&lt;!-- D(["mb","\u003cbr\&gt;\nini adalah  diperuntukkan bagi mereka yang belum\u003cbr\&gt;\nterhubungkan  dan mereka yang belum mencapai akhir\u003cbr\&gt;\nperjalanan, dan  belum mendapatkan ‘amanat’-nya,\u003cbr\&gt;\nsementara mereka yang telah mawsul (“sampai”) semua\u003cbr\&gt;\nberada  pada satu jalan dan dalam satu lingkaran dan\u003cbr\&gt;\nmereka  saling mengetahui dan mencintai satu sama\u003cbr\&gt;\nlain”.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n“ Mereka akan berada di mimbar-mimbar cahaya di Hari\u003cbr\&gt;\nKebangkitan.  Karena itu, kita, para Murid dari\u003cbr\&gt;\njalan-jalan  Tariqah mestilah pula saling mengetahui,\u003cbr\&gt;\nmengenal dan mencintai satu sama lain demi keridhaan\u003cbr\&gt;\nAllah dan Nabi-Nya serta para Kekasih-Nya agar diri\u003cbr\&gt;\nkita mampu memasuki cahaya penuh barakah tersebut dan\u003cbr\&gt;\nmasuk dalam lingkaran tertinggi dari suhbah\u003cbr\&gt;\npersahabatan dan jama’ah, jauh dari furqa (perpecahan)\u003cbr\&gt;\ndan keangkuhan”.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n“Kita telah diperintahkan untuk mencintai orang-orang\u003cbr\&gt;\nsuci. Mereka adalah para Nabi, dan setelah para Nabi,\u003cbr\&gt;\nadalah para pewaris mereka, Awliya’. Kita telah\u003cbr\&gt;\ndiperintahkan untuk beriman pada para Nabi, dan iman\u003cbr\&gt;\nmemberikan pada diri kita Cinta”. \u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n“Cinta membuat manusia untuk mengikuti ia yang\u003cbr\&gt;\ndicintai. Ittiba’ bermakna untuk mencintai dan\u003cbr\&gt;\nmengikuti, sementara Ittaat’ bermakna [hanya] untuk\u003cbr\&gt;\nmengikuti”. “Seseorang yang taat mungkin saja mereka\u003cbr\&gt;\ntaat karena paksaan atau karena cinta, tapi tidaklah\u003cbr\&gt;\nselalu karena cinta.”\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n“ Allah Ta’ala menginginkan hamba-hamba-Nya untuk\u003cbr\&gt;\nmencintai-Nya. Dan para hamba tidaklah mampu menggapai\u003cbr\&gt;\nsecara langsung cinta atas Tuhan mereka.  Karena\u003cbr\&gt;\nitulah, Allah Ta’ala mengutus,  sebagai utusan dari\u003cbr\&gt;\nDiri-Nya, para Nabi yang mewakili-Nya di antara para\u003cbr\&gt;\nhamba-Nya.  “Dan setiap orang yang mencintai Para\u003cbr\&gt;\nNabi, melalui AwliyaNya maka mereka akan menggapai\u003cbr\&gt;\ncinta para Nabi. Dan melalui cinta para Nabi, kalian\u003cbr\&gt;\nakan menggapai cinta Allah Ta’ala.”\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n“Karena itu, tanpa cinta, seseorang tak mungkin dapat\u003cbr\&gt;\nmenjadi orang yang dicintai dalam Hadirat Ilahi. Jika\u003cbr\&gt;\nkalian tak memberikan cinta kalian, bagaimana Allah",1] );  //--&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;ini adalah  diperuntukkan bagi mereka yang belum&lt;br /&gt;terhubungkan  dan mereka yang belum mencapai akhir&lt;br /&gt;perjalanan, dan  belum mendapatkan ‘amanat’-nya,&lt;br /&gt;sementara mereka yang telah mawsul (“sampai”) semua&lt;br /&gt;berada  pada satu jalan dan dalam satu lingkaran dan&lt;br /&gt;mereka  saling mengetahui dan mencintai satu sama&lt;br /&gt;lain”.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; “ Mereka akan berada di mimbar-mimbar cahaya di Hari&lt;br /&gt;Kebangkitan.  Karena itu, kita, para Murid dari&lt;br /&gt;jalan-jalan  Tariqah mestilah pula saling mengetahui,&lt;br /&gt;mengenal dan mencintai satu sama lain demi keridhaan&lt;br /&gt;Allah dan Nabi-Nya serta para Kekasih-Nya agar diri&lt;br /&gt;kita mampu memasuki cahaya penuh barakah tersebut dan&lt;br /&gt;masuk dalam lingkaran tertinggi dari suhbah&lt;br /&gt;persahabatan dan jama’ah, jauh dari furqa (perpecahan)&lt;br /&gt;dan keangkuhan”.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; “Kita telah diperintahkan untuk mencintai orang-orang&lt;br /&gt;suci. Mereka adalah para Nabi, dan setelah para Nabi,&lt;br /&gt;adalah para pewaris mereka, Awliya’. Kita telah&lt;br /&gt;diperintahkan untuk beriman pada para Nabi, dan iman&lt;br /&gt;memberikan pada diri kita Cinta”. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; “Cinta membuat manusia untuk mengikuti ia yang&lt;br /&gt;dicintai. Ittiba’ bermakna untuk mencintai dan&lt;br /&gt;mengikuti, sementara Ittaat’ bermakna [hanya] untuk&lt;br /&gt;mengikuti”. “Seseorang yang taat mungkin saja mereka&lt;br 
